15 Juni 2020

WAGUB NTB TINJAU KESIAPAN NEW NORMAL DI TIGA GILI, BASARNAS MATARAM SIAGAKAN TIM RESCUE



Sasambonewes- Sabtu (13/6), Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah beserta rombongan menyeberang dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Tarawangan, Lombok Utara. Kunjungan Wagub ini untuk memberikan arahan terkait persiapan new normal di tiga gili yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan.

Wagub menyampaikan kepada para peserta yang hadir dalam acara tersebut akan pentingnya menjaga kesehatan. Wabah virus corona yang melanda dunia menjadi bukti bahwa kesehatan adalah hal utama dalam pencegahannya.
“Di dalam kehidupan kita ke depan jangan pernah menyepelekan kesehatan, mengentengkan yang namanya kesehatan,” terangnya saat meninjau kesiapan new normal di tiga gili.

Lanjutnya, apa yang telah dilalui sejak awal Maret lalu, mudah-mudahan dapat menjadi pembelajaran amat berarti dan tentunya dengan mengambil langkah langkah perbaikan secepatnya. New normal, bagaimana menerapkan protokol kesehatan covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.
 ’’Sehingga bukan kapan new normal ini di berlakukan. Akan tetapi bagaimana kita terlebih dulu memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan covid-19 ini. Tentunya dengan sunguh-sungguh sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,’’ tambahnya.

Wagub juga menekankan, kuncinya terdapat pada kedisiplinan masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19.
Sementara selama kegiatan berlangsung, tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram, TNI, Polri, PMI dan unsur terkait lainnya bersiaga di sekitar lokasi kegiatan.

“untuk memperlancar dan menghindari hal-hal yang tidak inginkan, kami terjunkan personil di Pos SAR Bangsal untuk melaksanakan siaga khusus bersama dengan unsur/potensi sar terkait,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M Kepala Basarnas Mataram saat menghadiri acara kunjungan wagub ke Gili Trawangan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan penandatangan deklarasi bersama New Normal di Gili Trawangan. (Redaksi).


Redaktur   : Haris
Admin       : Firman
Pimred      : Nutdin Dino, SH.

BASARNAS MATARAM CARI SEORANG PEMANCING YANG TENGGELAM TERSERET OMBAK DI PANTAI MEANG




Sasambonews- Seorang pemancing terseret ombak di pantai Meang dusun Pangsing desa Buwun Mas kec. Sekotong kab. Lombok Barat pada, Sabtu (13/6).

Agus Salim (26) warga dusun bertong desa Cendi Manik kec. Sekotong kab. Lombok Barat dilaporkan tenggelam terseret ombak oleh bapak Dahri ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram.

“Sejak kemarin malam pukul 20.15 wita kami menerjunkan personil untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari bapak Dahri,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M Kepala Basarnas Mataram, Minggu (14/6).

Tim sar gabungan dari Basarnas Mataram, TNI, Polri, BPBD, masyarakat/nelayan setempat dan unsur terkait  lainnya melakukan pencarian di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya.

“cuaca kurang bersahabat seperti gelombang yang cukup tinggi merupakan kendala kami selama pencarian. hingga pukul 18.00 wita, hasil masih nihil. Pencarian dihentikan sementara dan akan kami lanjutkan esok hari (15/6),” imbuhnya. 

Berawal saat korban bersama dua orang lainnya (saksi) atas nama Ramdi (kakek korban) dan Rahim (teman korban) pergi memancing sekitar pukul 08.30 wita.

Tiba di lokasi kejadian, mereka langsung memancing ikan dari atas tebing karang. Sekitar pukul 16.30 wita, Agus mengajak kakeknya untuk pulang, namun ia meminta korban untuk pulang terlebih dahulu.
korban berkata, 
"Sebentar dulu dah saya mau pasang pancing di tempat biasa".
Beberapa saat kemudian, saksi mendengar suara korban memanggil dua kali, namun tidak dihiraukan. Saat hendak pulang, saksi mencari keberadaan korban sekitar pukul 17.00 wita, namun hanya menemukan sandal dan pancing miliknya. Saksi langsung melakukan pencarian terhadap korban sekitar satu jam lamanya.
Tidak ditemukan, saksi langsung menghubungi Polsek Sekotong dan pihak keluarga untuk melakukan pencarian secara bersama-sama. namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan dan diduga tenggelam terseret ombak.

Kawasan Pantai Meang yang terletak diujung Selatan Pulau Lombok memang di kenal dengan ombaknya yang tinggi.Untuk memancing di lokasi ini harus mengenal situasi sekitarnya.

"Untuk memancing di kawasan ini paling tidak harus ada pawang atau pemandu,karena biasanya mereka tau mana tempat tempat yang aman untuk memancing dan tidak memiliki ombak yang besar,"kata seorang penduduk setempat. (Redaksi)

Redaktur   : Haris
Admin       : Firman
Pimred     : Nurdin Dino SH

13 Juni 2020

Pelaksanaan Kegiatan Imtaq MAN 1 Mataram Berjalan Lancar



MATARAM- Dihadiri oleh semua ASN dari unsur Pendidik dan tenaga Kependidikan. 
Kegiatan imtaq dimulai pada Jumat 12 Juni 2020 pukul 07.00 wita di Aula terbuka MAN 1 Mataram dengan rangkaian acara sebagai berikut : 
1. Pembacaan Al-qur'an secara berjamaah. Dipandu oleh H.M.Zainuri, Lc.
2. Sholat Dhuha berjama'ah yang diimami oleh ust. H.Lalu Khaidir, S.Ag.
3. Siraman rohani (kultum) oleh ust. Sartono Ramli, S.Ag, M.Pd.I
4. Sambutan Bapak kepala MAN 1 Mataram (Drs.H.Muh.Syukri, M.M.Pd.
5. Pembacaan Do'a dipandu oleh H.Muhammad Zainuri, Lc.

Dalam penyampaian sirman rohani Ust. Sartono menekankan untuk kita selalu tetap bersyukur kepada Allah atas nikmat Nya, dan kemudian tinggalkan maksiat dan segera bertaubat. Karena Allah mengingatkan dalam Alqur'an surat Ali Imron bahwasanya tidak mungkin seorang hamba itu akan masuk kedalam surga kecuali Allah melihat jiwa jiwa mujahid yang ada dalam diri manusia. Semntara jiwa mujahid itu hanya akan ada pada orang orang yang sabar.

Adapun kepala Madrsah Drs. H. Syukri M.MPd. menyambut dengan baik dan bahgia atas khadiran dan ikut sertanya para ASN MAN 1 Mataram yang hadir pada kegiatan imtaq kali ini. 
Ia juga menambahkan tentang bagaimana proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi covid-19 ini yang mana kedepannya belum ada yang bisa memastikan kapan bisa dimulai belajar dengan tatap muka seperti biasa. 
Syukri juga menekankan untuk semua  guru agar betul betul bertanggung jawab atas tugas pokok dan fungsinya masing masing.
" Terutama sekali pada kali ini dalam menuntaskan nilai nilai hasil evaluasi semester genap dan kenaikan kelas khususnya untuk siswa kls X dan kls XI MAN 1 mataram pintanya.

Demikianlah kegiatan imtaq ini berlangsung sekitar pukul 08.30 wita akhirnya kegiatan ditutip dengan sama sama mengucapkan kalimat Alhamdulillahirabbil Alamin. (Redaksi)

Redaktur: Haris
Pimred   : Nurdin Dino SH

BAKSOS KAPOLDA NTB BERSAMA OKP DI KAMPUNG NELAYAN PONDOK PERASI AMPENAN.




Mataram- Kapolda NTB IRJEN POL. MUHAMMAD IQ BAL, S.I.K., M.H beserta PJU Polda NTB bersama pimpinan Organisasi Kepemudaan serta Organisasi Kemahasiswaan Provinsi NTB melaksanakan Bhakti Sosial ( Baksos ) dengan menyalurkan ratusan paket sembako untuk meringankan beban masyarakat ditengah Pandemi covid-19 sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74. Bansos kali ini menyasar para nelayan, warga miskin dan kaum Jompo yang belum atau tidak masuk didalam bantuan JPS Pemerintah. Selain itu  bansos juga menyasar anak - anak yang rentan terdampak Covid-19, apalagi seperti diketahui bersama Provinsi NTB adalah Peringkat Kedua se Indonesia untuk Provinsi dengan jumlah anak – anak yang terpapar Covid-19 setelah Provinsi Jawa Timur.


Adapun pimpinan Organisasi Kepemudaan serta Organisasi Kemahasiswaan Provinsi NTB  yang ikut serta diantaranya yaitu KNPI NTB, GP Anshor NTB, Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Mataram, GPII Prov. NTB, KAMMI Prov. NTB, PMII Prov. NTB, Badko HMI Bali Nusra, KMHDI Prov. NTB, HIKMAH BUDHIS, PMKRI Cabang Mataram, GMNI Cabang Kota Mataram, IMM Prov. NTB, PGK Prov. NTB, GMKI Mataram, BEM Unram, BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, BEM UNDIKMA Mataram, BEM Univesitas 45, BEM Universitas Al Azhar (Unizar) Mataram, BEM Universitas Bumi Gora Mataram, BEM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), BEM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram, BEM Universitas Saraswati Mataram, BEM STAHN GDE PUJA, BEM STIKES YARSI, BEM AMM Mataram dan BEM NW Mataram.


Dalam Bansos yang disalurkan oleh Bapak Kapolda NTB, PJU Polda NTB bersama pimpinan Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemahasiswaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa se Kota Mataram berjumlah 200 Paket Sembako yang setiap peketnya berisi masker, Beras 5 Kg, Minyak Goreng 1 Liter dan Mie Instan sebanyak 10 bungkus. Sedangkan anak – anak Usia sekolah mendapatkan Alat Tulis beserta tas Sekolah dan kemudian bagi anak-anak dibawah usia sekolah mendapatkan mainan edukasi selain masker.


Kegiatan bhakti sosial ini berharap dapat meringankan beban masyarakat di tengah masa pandemi saat ini serta anak – anak dapat betah beraktivitas dirumah sehingga tidak mudah tertular virus covid-19.


Dalam baksos kali ini ada yang special yaitu munculnya Cosplay Lego Hero yang dibantu anak – anak menggunakan APD melawan Virus Corona. Aksi teatrikal ini sebagai bentuk ajakan sekaligus edukasi bagi anak – anak agar senantiasa menjaga diri sehingga tidak tertular Virus Corona. 


Perlu diketahui bersama kegiatan Bhaksos oleh Polda NTB beserta Jajaran sebenarnya telah dimulai sejak bulan Maret 2020 lalu dan tidak hanya pembagian sembako namun juga membuat dapur umum dibeberapa titik. Untuk bantuan Sembako total seluruhnya yang telah disalurkan oleh Polda NTB berjumlah 43 Ton Beras yg disumbangkan Polda NTB dari pertama sampai selesai hari Bhayangkara ke 74.


Pada pelaksanaan baksos Kapolda NTB yg dilaksanakan di pantai Kampung Nelayan Pondok Perasi Ampenan pada tanggal 13 Juni 2020, Kaling pondok perasi Ustaz Taufik menyampaikan terimakasih atas kehadiran Kapolda NTB dan ini sejarah pertama kehadiran Kapolda NTB ditempat kami, dan berharap kehadiran Kapolda ditempat yang kami yg 80 persen penduduknya adalah nelayan dapat perhatian dari pemerintah dan kampung kami menjadi aman damai.


Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua DPD KNPI NTB Hamdan Kasim, kami mengucapkan selamat hari Bhayangkara ke 74, dalam kondisi pandemi kita kedatangan kapolda yg langka dengan tangan dingin Kapolda, dengan hidup disiplin dalam menghadapi pandami Covid-19 kita pasti selamat seperti yg dilaksanakan pada hari ini dan ini menjadi teladan bagi kita semua, saya yakin dengan kehadiran dan tangan dingin beliau Pilkada NTB yang akan berlangsung pada akhir tahun ini pun pasti berjalan lancar.


Kapolda NTB dalam sambutannya menyampaikan seluruh anggota polri yg ada di NTB harus dekat dengan masyarakat dalam memberikan pengayoman perlindungan dan pelayanan kpd masyarakat dalam rangka Harkamtibmas dan Saya sebagai Kapolda NTB didukung oleh adik2 OKP untuk bekerjasama dan bergandeng tangan, kalau OKP aktif polisi pun harus progresif dalam   kegiatan gotong-royong bahu membahu dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di wilayah NTB, kita bersatu padu bersama masyarakat meyakinkan negara bahwa NTB mampu menghadapi Pandemi Covid-19 dan saya mohon doa sebagai orang baru bisa melaksanakan tugas di wilayah NTB. Kami ingin terus menyempurnakan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat pada Hari Bhayangkara ke 74 ini.


Kegiatan diakhiri dengan deklarasi bersama Kapolda NTB dengan OKP dan masyarakat untuk menolak hoax, mendukung upaya percepatan pemulihan Covid-19 dan penegakan hukum serta ucapan "Selamat Hari Bhyangkara ke 74". (Redaksi)



Redaktur : Haris
Admin     : Firman
Pimred   : Nurdin Dino SH

Pengedar dan Kurir Narkoba Asal Dasan Agung Diringkus


MATARAM—Satresnarkoba Polresta Mataram semakin menjadi momok menakutkan bagi penyalah narkotika di daerah ini. Pengungkapan kasus narkotika tidak hentinya digelar. Empat orang pengedar dan kurir narkoba ditangkap Satresnarkoba Polresta Mataram. 

Masing-masing berinisial MK (32 tahun), YH (24 tahun), WM (28 tahun) dan MM (19 tahun). Keempatnya warga Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Keempatnya ditangkap melalui penggerebekan yang dilakukan petugas. ‘’ Ada empat orang yang kita amakan. Sementara ini dugaan kita mereka pengedar dan kurir narkotika. Ada sabu dan ekstasi yang kita dapatkan di Dasan Agung. Mereka ini dari Dasan Agung. 
Penangkapan hari Senin 8 Juni pukul 16.30 wita,’’ ungkap Waka Polresta Mataram, AKBP Erwin Suwondo didamping Kasubag Humas Polresta Mataram, Iptu Erny Anggraini, Jumat (12/6). 

Informasi dan laporan masyarakat sampai di kepolisian. Bahwa pelaku biasa menjual atau transaksi jual beli sabu disalah satu rumah di Jalan Gunung Baru, Lingkungan Gapuk Selatan, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram. Informasi itu ditindaklanjuti dengan turun lapangan untuk penyelidikan. Gerak gerik mencurigakan dalam pantauan petugas. Pengeledahan badan ruangan dilakukan terhadap empat orang. Petugas mendapatkan 23,9 gram sabu dan 2 butir ekstasi. Uang tunai Rp 6.545.000 diduga hasil transaksi narkoba juga didapatkan petugas sebagai barang bukti. ‘’ Kita juga mendapatkan bong, korek api, guntung dan handphone. Sabunya ada 23,9 gram. Langsung kita amankan untuk diproses lebih lanjut,’’ bebernya. 

Petugas berupaya mengembangkan kasus ini. Termasuk dengan keterkaitannya dengan jaringan luar daerah. Termasuk asal barang haram yang didapatkan pelaku. Dipastikan petugas untuk dikembangkan. ‘’ Pasokan barangnya masih kita dalami. Karena pelaku irit bicara dan belum mengaku. Walaupun belum mengaku tetap akan kita kembangkan,’’ tuturnya. 
Satu dari empat pelaku disebut petugas residivis kasus narkoba. Satu diantaranya juga masuk DPO Satresnarkoba Polresta Mataram. ‘’ Sebelumnya pernah ditangkap juga. Tapi saat itu tidak ada barang buktinya. Kita lidik lagi,’’ bebernya. 

Keempat pelaku langsung dilakukan tes urin. Hasilnya, tiga orang positif menggunakan sabu. Sedangkan satu pelaku lainnya dengan hasil negatif. ‘’ Itu untuk hasil tes urinnya. Intinya kasus ini akan kita kembangkan,’’ kata Erwin. 
Pernyataan Wakapolresta Mataram benar adanya. Keempat pelaku cukup irit berbicara. sedikit pengakuan yang disampaikan di depan petugas. Diantara pelaku hanya mengaku sebagai pengguna narkoba. ‘’ Kalau saya hasil tes urinnya negatif,’’ ungkap salah seorang pelaku.

Dengan perbuatannya itu, pelaku disangkakan melanggar pasal114 ayat (2), pasal 112ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (Redaksi)

Redaktur : Haris
Pimred    : Nurdin Dino, SH

12 Juni 2020

Kapolda NTB Yakin Polresta Mataram Bisa Lebih Maju dan Mengharumkan Instistusi Polri



MATARAM—Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menyelesaikan rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah hukum Polda NTB di Polresta Mataram. 

Polresta Mataram dipilih sebagai lokasi terakhir kunjungan kerjanya persis sebulan setelah dirinya menjabat sebagai Kapolda NTB. Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal tiba ke Mapolresta Mataram bersama PJU Polda NTB yang mendampingi, Kamis malam (11/06/2020) sekitar pukul 19.30 wita. Kapolda disambut hangat oleh Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto bersama jajaran Polresta Mataram. Kapolda kemudian memberikan sejumlah arahan kepada jajaran Polresta Mataram bertempat di ruang Wira Pratama. Dirinya bersyukur menyudahi kunjungan ke seluruh NTB dari ujung timur sampai ujung barat. Rangkaian kunjungan kerja kapolda dengan mengunjungi para tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan instansi vertical. Kapolda juga mengunjungi seluruh polres jajaran dan kodim se-NTB. ‘’ Hari ini saya menyudahi pelaksanaan bersilaturahmi menyapa teman-teman. Dari Pulau Sumbawa sampai Pulau Lombok saya kunjungi. Sebagai orang baru saya harus datang tampak muka. Persis sebulan saya disini dan saya sudah bersilaturahmi dengan semuanya,’’ ungkap Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal memulai arahannya kepada jajaran Polresta Mataram, Kamis malam (11/06/2020).

Jendral polisi bintang dua ini mulai berpesan. Polisi dituntut bukan hanya bekerja baik. tapi juga bekerja cepat dan cermat. Dirinya tidak ingin polisi di Mataram bekerja lambat. Apalagi ditataran manajerial. Mulai dari kapolres, para kasat hingga kapolsek jajaran. Dalam bertugas, polisi dituntut harus sepuluh kali lebih sabar dari masyarakat. ‘’ Jika ada sikap masyarakat yang kurang. Jangan kita balas dengan emosi. Kita dituntut sabar agar tidak melanggar Ham.Karena kita dilengkapi dengan kewenangan yang luar biasa. Luar biasa kewenangan polisi,’’ katanya.

Iqbal menginginkan kepolisian harus cerdas.Karena institusi negara seperti Polri jangan dipertaruhkan karena polisi yang tidak cerdas. Anggota Polresta Mataram harus menjaga marwah polri. Karena Polri sudah dipilih sebagai profesi. Dia mengasumsikan institusi Polri layaknya tenda besar yang memayungi dan tidak membuat penghuninya kelaparan serta kepanasan. ‘’ Institusi ini harus harus kita pegang. Pondasinya juga harus kita pegang agar tetap kokoh dan tetap bisa memayingi kita. Kalau kita lepas artinya kita tidak bisa bekerja dengan baik. Institusi Polri juga saya anggap sebagai ibu kandung saya. Jadi harus kita balas dengan kerja baik hingga membanggakan Polri. Jangan jadikan Polri sebagai sapi perahan,’’ tegas Iqbal.

Polresta Mataram diminta memberikan yang terbaik untuk Polri. Walaupun tidak sejajar dengan kota besar lainnya di Indonesia. Tapi dirinya yakin, Polresta Mataram mampu melihat perkembangan dan memahami filosofi arti serta makna tugas kepolisian. ‘’ Saya yakin Polresta Mataram akan semakin tumbuh dan lebih harum namanya. Teruslah melakukan pembenahan. Masyarakat harus diayomi. Menjadi pelindung bukan hanya di lips service tapi dilaksanakan. Sehingga masyarakat tenang karena kepolisian memberikan keamanan,’’ pintanya.

Kapolda juga berpesan agar polisi dan TNI tetap menjadi mitra yang strategis. Keduanya bertugas sebagai penjaga keamanan. Polisi dan TNI wajib bergandengan tangan dan bahu membahu. Terlebih dalam bertugas saat pandemi covid-19 saat ini. ‘’ Pertahankan bahkan tingkatkan kerjasama dengan TNI. Soliditas TNI/Polri harga mati dan tidak boleh terhenti,’’ tegasnya.
Dalam pesan terakhirnya. Kapolda meminta seluruh jajarannya untuk bekerja dengan baik. ‘’Bantu saya dengan kerja yang baik. Jaga keamanan dan jangan sakiti masyarakat. Buat masyarakat senang dengan keamanan terjamin. Harus solid dengan TNI,’’ harap Kapolda.

Dalam kunjungan kerjanya itu. Kapolda juga memberikan bantuan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang diterima Kapolresta Mataram. Secara keseluruhan, giat kunjungan kerja Kapolda NTB ke Mapolresta Mataram berjalan aman dan lancar. (Redaksi)

Redaktur : Haris
Admin     : Firman
Pimred    : Nurdin Dino SH

Mantan Karyawan Bobol Gudang Minyak Goreng




MATARAM—Dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) diringkus Tim Opsnal Polsek Mataram. Masing-masing berinisial RH alias Min (51 tahun) warga Lingkungan Gegutu Barat Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang Kota Mataram dan MF alias Ojan (21 tahun) warga Dusun Ledang Desa Midang, Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Kedua pelaku ditangkap karena merusak dan mencuri di gudang penyimpanan minyak goreng di Jalan Jenderal Sudirman, Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

 ‘’Dua pelaku curat ini kami tangkap tanggal 27 Mei sekitar pukul 21.00 wita di tempat berbeda,’’ ungkap Kapolsek Mataram, Rafles Girsang, Rabu (10/6).
Pencurian dilakukan  di malam hari. RH sebelumnya bekkerja sebagai penjaga gudang tersebut. Tapi sudah lama dipecat. Sejak dipecat, kunci gudang masih dipegang oleh pelaku tanpa sepengetahun pengelola. RH lalu mengajak MF untuk mencuri digudang minyak goreng itu.
Gayung bersambut, MF bersedia diajak melakukan tindakan kriminal.  Keduanya masuk ke gudang penyimpanan barang dengan membuka rolling dor menggunakan kunci asli. Dengan mudah pelaku mencuri barang di gudang tanpa penjagaan ketat itu.

‘’ Jadi dengan gampang dia masuk ke dalam gudang penyimpanan barang. Kunci gudang sudah dia bawa sejak lama. Pengelola juga tidak tahu. Gampang saja pelaku masuk kesana,’’ bebernya.
Kedua pelaku melakukan aksinya di waktu yang berbeda. Pelaku berhasil menggasak sejumlah barang. Diantaranya minyak goreng dan isi gudang lainnya. Barang yang dicuri kemudian dijual di wilayah Gegutu Daya Aik Desa Kekeri Gunungsari. Korban mengalami kerugian Rp 4,5 juta dan segera melapor ke Polsek Mataram. ‘’ Barang-barangnya itu pelaku jual dan hasilnya dibagi dua,’’ katanya.

Setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Titik terang didapatkan petugas melalui keterangan saksi. RH langsung ditangkap tauk jauh dari tempatnya bekerja, Lingkungan Gegutu, Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Setelah diintrogasi, dia menyebut mencuri bersama MF. Tak lama berselang, MD langsung diamankan petugas. ‘’ Kedua pelaku langsung kita bawa ke Polsek Mataram untuk dilakukan pengembangan,’’ tegasnya.

Dengan perbuatannya itu. Kedua pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman 5 tahun penjara. (Redaksi)

Redaktur : Haris
Admin     : Firman
Pimred    : Nurdin Dino, SH.

10 Juni 2020

Satpam Kampus Kuras Uang dan Barang Elektronik Tempatnya Bekerja untuk Judi Online


Foto:  lokasi Polsek Mataram


MATARAMPolsek Mataram menangkap dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Masing-masing berinisial AB (29 tahun) dan HR (24 tahun). Keduanya warga Karang Kelok, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Keduanya ditangkap karena diduga mencuri empat buah monitor LCD milik salah satu kampus yang beralamat di Jalan Pendidikan Kota Mataram. Pelaku AB disebut petugas bekerja sebagai satpam di kampus tersebut. Pelaku juga diduga mencuri uang milik kampus dan bendahara dengan jumlah total Rp 90 juta. ‘’ Pelaku kita tangkap hari Selasa tanggal 5 Mei sekitar pukul 13.00 wita di tempat berbeda. Padahal AB ini satpam dan mencuri di tempatnya bekerja. Satunya lagi itu rekannya bukan security,’’ ungkap Kapolsek Mataram, AKP Rafles Girsang di Mataram, Rabu (10/6). 


Penangkapan berdasarkan dua laporan Polisi. Kasus pencurian uang kampus dilaporkan bendahara tanggal 6 Maret 2020 Saat itu sekitar pukul 09.30 wita. Uang yang disimpan di beberapa laci bendahara hilang. Totalnya mencapai Rp 90 juta. Pencurian diketahui saat bendahara datang ke ruangan. Pelaku bekerja cukup rapi karena tidak ada kerusakan dilaci bendahara. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian. 
Pelaku kembali berulah tanggal 18 April sekitar pukul 02.00 wita. Memanfaatkan situasi saat AB piket malam. Kedua pelaku masuk ke TKP melalui jendela ruangan kampus dengan merusak gerendel jendela. Selanjutnya printer, monitor LCD, sound system di ruang Bahasa Inggris digondol. Barang kemudian disimpan di rumah HR. ‘’ Total kerugian kampus tersebut sekitar Rp 115 juta,’’ terangnya. 

Dari hasil penyelidikan. Petugas mengendus keberadaan pelaku. AB ditangkap di rumah ibu tirinya yang beralamat di Lombok Timur. Setali tiga uang, HR menyusul ditangkap di rumahnya di Karang Kelok, Kelurahan Monjok Barat tanpa perlawanan. ‘’ Keduanya kita amankan ke Mapolsek Mataram untuk penanganan lebih lanjut,’’ bebernya. 

Introgasi singkat menguak kasus tersebut. Keduanya mengakui perbuatannya  dan menjual barang curian itu melalui jual beli online. Sebagian barang juga dijual di Terara Lombok Timur. Petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut di wilayah Lombok Timur dan Gunungsari Lombok Barat. ‘’ Barang buktinya juga kita sita untuk kepentingan pengembangan,’’ tuturnya. 
Petugas juga menelusuri keberadaan uang hasil penjualan barang curian itu. Seluruh uang hasil kejahatan sudah tidak tersisa dihabiskan oleh pelaku. ‘’ Sudah habis digunakan main judi online,’’ kata Rafles. 

Petugas pun terus menggali informasi. Terungkap, salah satu pelaku merupakan residivis kasus pencurian. ‘’ Iya salah satunya residivis. Pelaku juga beberapa kali beraksi di tempat yang sama di waktu yang berbeda,’’ tegas Rafles. 
Dari perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (Redaksi)

Redaktur : Haris
Admin     : Firman
Pimred    : Nurdin Dino, SH

Penyidik Dinas LHK, dan Balai Penegak Hukum JABAL NUSRA Di Prapradilkan.


Foto : Kantor Pengadilan Selong - Lombok timur

Selong - 10 Juni 2020
Kuasa hukum 6 truck Nurdin Dino SH akhirnya resmi memprapradilkan penyidik dinas LH-K provinsi NTB dan Balai Penegak Hukum JABAL NUSRA.

Permohonan pra pradilan kita masukkan rabu 10 juni 2020 di Pengadilan Negeri Selong yang menjadi locus penahan 6 unit truck oleh KPH Rinjani Timur pada 12 - 13 maret 2020 terang Nurdin SH yang akrab disapa Dino. Upaya pra pradilan tehadap penyidik LHK Provinsi NTB dan Balai Penegak Hukum JABAL BUSRA kami tempuh karena penahanan 6 unit truck tersebut dinilai janggal, pasalnya truk truck bermuatan kayu tersebut mengantongi suarat jalan sah yang dikeluarkan oleh UD. DARMA selaku pemilik kayu.
Selain itu menurut Dino penahanan 6 unit truck oleh KPH Rinjani Lombok Timur janggal, pasalnya truck truck tersebut telah melalui beberapa pos pemeriksaan TNI-POLRI di pulau sumbawa dan di loloskan. Dan pun kalau ada yang harus ditetapkan menjadi tersangaka seharus bos daru UD. DARMA pungkasnya".
Kuat dugaan ada konspirasi oknum pejabat terangnya.

Dugaan tersebut tercium dari upaya pemerasan 6 unit pemilik truck yang menjadi cliennya.
Terpisah Kasi Gakum Dinas LH-K Privinsi NTB Astan Wirya yang di konfirmasi menepis adanya dugaan keslahan prosedur dalam penahanan 6 unit truck dan membantah melakukan pemerasan. Sementara terkait upaya memprapradilkan institusinya ditnaggapi dingin dan menyatakan upaya tersebut merupakan hak dari setiap orang yang merasa tidak puas atas kinerja aparat.

Sebelumnya dugaan pemerasan terhadap pemilik 6 unit truck   senilai 120 juta sebagai pelicin untuk dikeluarkannnya truck dan diserahkan kepada pemiliknya.
Namun kini dugaan praktek pemerasan tersebut menjadi bola panas dan pembuktiannya nanti di pengadilan. ( Redaksi )

Redaktur : Haris
Admin      : Firman
Pimred    : Nurdin Dino, SH

Tim Puma Angkut Residivis Jambret

foto: Team Puma Polresta Mataram mengamankan Pelaku
MATARAM—Tim Puma Polresta Mataram terus beraksi . Petugas membuktikan janjinya memberikan rasa aman di wilayah hukum setempat. Dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) ditangkap oleh tim yang diresmikan belum lama ini. Pelaku masing-masing berinisial NS (17 tahun) dan IS (21 tahun). Kedua pelaku warga Sesela Lendang, Desa Gunungsari, Lombok Barat. Keduanya ditangkap petugas karena mencuri handphone atau telepon seluler. Lokasi TKP di Dusun Johar Pelita Desa Jatisela. ‘’ Kedua pelaku jambret handphone. Kita tangkap hari Senin tanggal 8 Juni sekitar pukul 16.00 wita,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Selasa (9/06/2020).
Modus pelaku tidak jauh berbeda dengan jambret lainnya. Pelaku menunggu korban lengah. Pada saat itu, anak korban sedang bermain menggunakan handphone miliknya. Lantas kedua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba datang ke rumah korban. Tanpa perlu waktu lama. Keduanya merampas handphone yang digunakan anak korban. ‘’ Modusnya seperti itu. Hp-nya dirampas saat dipegang anak korban,’’ bebernya.
Korban lalu membuat laporan kepolisian. Petugas menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Berbekal keterangan saksi dan bukti lainnya. Petunjuk didapatkan petugas dengan mengetahui identitas pelaku. Keduanya langsung ditangkap dan diamankan ke Mapolresta Mataram tanpa perlawanan. ‘’ Kita proses lebih lanjut,’’ tuturnya.
Dari hasil introgasi singkat. Kedua pelaku mengakui perbuatannya. Handphone curian sudah dijual diseseorang di daerah Sesela, Gunungsari. Handphone dijual seharga Rp 850 ribu. Keduanya lantas membagi rata hasil penjualan handphone. ‘’ Dibagi rata sama-sama Rp 425 ribu. Uangnya sudah habis digunakan untuk belanja. Dipakai minum-minum tuak juga uangnya,’’ kata Kadek.
Terungkap dari hasil introgasi. Walaupun masih dibawah umur. NS bukan pelaku sembarangan. Dia tercatat sebagai residivis jambret empat kali. Diantaranya juga tertangkap mencuri tabung gas dan lainnya. ‘’ Dia itu residivis empat kali. Baru keluar tanggal 17 November 2019 dari Lapas,’’ tegas Kadek.
Dengan perbuatannya itu, kedua pelaku terancam dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. ( Redaksi )

Editor : Haris
Admin : Firman
Pimred : Nurdin Dino SH

8 Juni 2020

40 Pria Belang Tertipu ‘’Cewek Samaran’’ di Michat


Foto Tersangka 

MATARAM—Hati-hati mencari kesenangan sesaat melalui modus pemesanan wanita di media sosial. Karena dampaknya tidak hanya membuat malu. Tapi pundi-pundi uang  juga akan melayang. Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penipuan melalui salah satu aplikasi media sosial Michat. Pelaku berinisial RH (30 tahun) warga Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Dia ditangkap pada hari Jumat 5 Juni 2020 setelah modus penipuannya terungkap oleh kepolisian. ‘’ RH ini pelaku penipuan menggunakan salah satu aplikasi media sosial. Kita tangkap dikosannya,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Senin (6/08/2020). 

Pelaku diketahui seorang pria. Namun ia menggunakan foto perempuan sebagai foto profilnya di media sosial. Foto yang digunakan adalah gambar salah seorang teman wanitanya saat SMP. Foto tersebut didapatinya di Facebook dan didowlnload. Kemudian digunakan sebagai foto profilnya. Di akun media sosialnya, RH menggunakan nama Mawar sebagai samaran. ‘’ Dia pakai untuk foto profilnya. Sudah dua bulan dia gunakan itu,’’ bebernya. 

Setelah menggunakan foto cewek diakun miliknya. RH atau Mawar kerap menerima pesanan dari lelaki hidung belang. Tak tanggung-tanggung. Kurun waktu dua bulan. Sudah 40 pria yang sudah memesan dan menggunakan jasanya. Untuk tarif, RH memasang tarif maksimal Rp 300 ribu. ‘’ Dari pengakuannya sudah 40 orang yang memesan,’’ tuturnya. 

Pria berkedok wanita ini lihai mengelabui para lelaki sebagai korbannya. Dirinya tetap menyamar sebagai wanita tulen. Setiap lelaki hidung belang yang datang ke tempat kosnya. RH selalu mematikan lampu dan menutup kepala dengan kain. ‘’ Dia ini tidak mau melayani pemesan kalau kamarnya tidak gelap. Makanya penyamarannya selalu berhasil,’’ kata Kadek. 

Kasus ini terungkap setelah korban mengetahui fotonya dijadikan foto profil akun Michat pelaku. Selain itu, banyak pesan yang diterima korban diakun facebook miliknya. Rata-rata ingin memesan dan mengajak chek in di hotel. Korban kemudian mengetahui fotonya digunakan foto profil dan melapor ke kepolisian. ‘’ Dari laporan itu kemudian kita lakukan penelusuran. Patroli siber menunjukkan dia pelakunya. Langsung kita amankan ditempat kosnya,’’ ungkap Kadek.

Dengan perbuatannya itu, RH atau Mawar terancam dijerat Undan-undang RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas Undang-undang  RI nomor 11 tahun 2018 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman 5 tahun penjara. 
Sementara pelaku mengakui, sudah 40 orang yang sudah dia service. Tapi dia mengelak, service yang dia berikan hanya memijat (massage). ‘’ Saya hanya memijat. Saya menyesal,’’ katanya di ruang penyidik Satreskrim Polresta Mataram. ( Redaksi )

Redaktur : Haka
Admin     : Firman
Pimred    : Nurdin Dino SH

7 Juni 2020

PERAHU HANYUT, BASARNAS MATARAM BERSAMA UNSUR TERKAIT EVAKUASI SATU KELUARGA DI GILI KONDO



MATARAM.Tim sar gabungan berhasil mengevakuasi sembilan orang wisatawan lokal yang terjebak di Gili Kondo, Lombok Timur, Minggu (7/6/2020).

“Tadi siang, sembilan orang wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat dan langsung diserahkan ke pihak keluarga,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram. 

foto : proses evakuasi team sar di Gili Kondo

Sembilan orang yang merupakan warga kampung Turingan kec. Pringgabaya ini pergi untuk berwisata ke Gili Kondo pada hari Sabtu (6/6/2020) pukul 16.30 wita. namun, saat hendak pulang tadi pagi, perahu yang mereka gunakan sudah tidak berada di tempat dan diperkirakan hanyut terbawa arus.

“Semua korban masih satu keluarga atas nama Salehaton (35), Tasya (19), Dimas (20), Rifal (18), Arif (23), Rahul (19), Adet (19), Nayla (15), Gibran (3),” sebut nanang Sigit PH..

Sesaat sebelum memberikan bantuan, Basarnas Mataram menerima laporan dari bapak Saeful menginformasikan ada sembilan orang terjebak di Gili Kondo. Menindak lanjuti laporan yang diterima, Basarnas Mataram menerjunkan personilnya yang bertugas di Pos SAR Kayangan untuk melakukan evakuasi bersama dengan Pos Pol Air Kayangan, Pos AL Kayangan dan unsur terkait lainnya. (Redaksi)

Redaktur: Haka
Admin: Firman Sahrony
Pimred : Nurdin Dino, SH

KAPOLDA NTB MELEPAS PENDISTRIBUSIAN BANTUAN BERAS POLRI PEDULI COVID - 19

KAPOLDA NTB MELEPAS PENDISTRIBUSIAN BANTUAN BERAS POLRI PEDULI COVID - 19

SIARAN PERS
KAPOLDA NTB MELEPAS PENDISTRIBUSIAN BANTUAN BERAS POLRI PEDULI COVID-19

Foto : Lapangan Gajah Mada Polda NTB


SasamboNEWS.Matarm— Pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 Bertempat dilapangan Gajah Mada Polda NTB Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, M.H,  memimpin apel pelepasan pendistribusian bantuan beras Polri peduli covid-19.


Peserta apel pendistribusian bantuan beras Polri peduli covid-19 diikuti oleh para Bhabinkamtibmas dari Polres Mataram 102 orang, dari Polres Lobar 70 orang.


Kapolda NTB menyerahkan bantuan beras Polri secara simbolis yang diterima oleh 4 orang perwakilan Bhabinkamtibmas.


Dalam arahan Kapolda NTB antara lain mengatakan :
Bahwa pagi ini kita akan mendistribusikan bantuan sosial kemasyarakat berupa beras yang merupakan dukungan dari Oprasi kontijensi 2020 sebanyak 4.300 Kg, sebagai sarana kontak dan tali asih kepada masyarakat yang terkena dampak covid-19.


Kepada para rekan  Bhabinkamtibmas Mataram dan Lobar yang berjumlah 172 orang dengan menggunakan kendaraan Sepada Motor dapat menyalurkan langsung kepada masyarakat yang sudah diyakini bahwa mereka layak diberikan bantuan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung  oleh penerima.Ungkapnya.


Selain menyalurkan bantuan sembako para Bhabinkamtibmas diharapkan melakukan imbauan kepada masyarakat agar tetap melakukan protokol covid-19 .


Acara pendistribusian bantuan beras Polri peduli covid-19 dilepas oleh Kapolda NTB yang ditandai dengan mengangkat bendera star berwarna hitam putih.


Apel pendistribusian bantuan beras Polri peduli covid-19 dihadiri Waka Polda NTB, Irwasda Polda NTB dan PJU Polda NTB.


Demikian Dirilis Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I K, M.Si.(Redaksi).

5 Juni 2020

Tim Puma Siap Jaga Keamanan Kota Mataram

By Redaksi Sasambo News - 05 Juni 2020

MATARAM—Tim Puma Polresta Mataram resmi dikukuhkan. Peresmian dipimpin langsung Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto. Tim Puma memiliki tugas menjaga kamtibmas. Karena itu, setelah dibentuk. Tim Puma siap tempur untuk memastikan dan menjaga keamanan bagi warga Kota Mataram. ‘’ Tugas pokoknya adalah menjaga kamtibmas. Kita siap menjaga keamanan masyarakat,’’ ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto usai meresmikan Tim Puma Polresta Mataram, Kamis (4/06/2020). 
Sebelumnya, Tim Puma dibentuk oleh Kapolda NTB. Selanjutnya diperintahkan untuk ditindaklanjuti oleh seluruh Polres jajaran. Tim Puma Polresta Mataram diisi oleh puluhan personel. Personelnya didominasi oleh anggoat Sat Reskrim Polresta Mataram. ‘’ Kita sekarang sudah membentuk satu tim. Tugasnya jelas untuk peningkatan situasi kamtibmas,’’ bebernya. 



Kapolresta menjelaskan, tugas Tim Puma tidak selalu tentang penegakan hukum. Baik untuk penanganan kasus teroris. Lalu kasus pencurian dengan kekerasan (curat). Juga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta kriminalitas lainnya. ‘’ Di tengah pandemi corona sekarang. Kita mencoba meminimalisir dan kriminalitas bisa ditekan. Itulah salah satu fungsi dibentuknya Tim Puma ini,’’ kata Guntur. 
Kendati memiliki wewenang untuk melakukan tindakan hukum. Kapolresta menegaskan, Tim Puma diharapkan lebih menekankan pada kegiatan preventif. Terutama pada kegiatan yang terus digalakkan. Seperti pengawasan pemberlakuan jam malam saat pandemi corona. Tugas ini akan diemban Tim Puma untuk meminimalisir berkumpulnya masyarakat.  ‘’ Tindakan tegas merupakan upaya terakhir yang dilakukan petugas. Saya cenderung untuk tindakan preventif,’’ tegasnya.

Dengan terbentuknya Tim Puma Polresta Mataram. Kapolresta berharap dan meminta dukungan kepada masyarakat. Khususnya kepada warga Kota Mataram untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di tengah masyarakat. ‘’ Mohon kerjasamanya. Kami juga terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan saran untuk terciptanya kamtibmas,’’ pinta Kapolresta. 

Setelah Tim Puma dikukuhkan. Kapolresta Mataram bersama personel Tim Puma melaksanakan patroli keliling Kota Mataram. Patroli tersebut untuk melihat kondisi terkini masyarakat. Kesempatan itu juga digunakan untuk memperkenalkan Tim Puma kepada masyarakat Kota Mataram. (Redaksi)

3 Juni 2020

Polsek Praya Tangkap Pelaku Curat

LOMBOK TENGAH - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Praya Lombok Tengah berhasil menangkap terduga pelaku pencurian dan pemberatan (curat) pada Rabu 3 Juni 2020.

Pria inisial MG (26) diduga telah melakukan pencurian disalah satu Pondok Pesantren yang terletak di Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya., Loteng.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari pihak Ponpes. Selasa tanggal 5 Mei 2020 lalu, Plafon rumah dinas dan ruang guru Ponpes dijebol maling, TV, Pompa Air, Celengan serta 7 Unit Handpone milik santri raib dengan jumlah kerugian sekitar Rp. 14.000.000 -(Empat belas juta rupiah).

"Berdasarkan laporan tersebut, kami langsung olah TKP kemudian lakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku," tegas AKP Dewa, Kapolsek Praya.

Sebelumnya terduga berhasil kabur pada saat dilakukan upaya penangkapan di Rumahnya, dan kali ini terduga berhasil ditangkap oleh personel di Taman Biao, Kelurahan Semayan, pada saat sedang nongkrong.

"Sementara dua tersangka lainnya sudah berhasil kita tangkap duluan, atas perbuatannya seluruh tersangka kit kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tambah Dewa. (Redaksi)

2 Juni 2020

Gerakan Maskerisasi untuk Anak di NTB Mulai Digencarkan

MATARAM - Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus dijaga, bukan hanya pendidikannya, namun kesehatan anak juga menjadi salah satu hal terpenting untuk diperhatikan. Di tengah Pandemi COVID-19 ini, puluhan anak-anak juga terpapar virus ini. Oleh sebab itu, Tim Penggerak PKK Provinsi NTB bersama mitra terkait menggalakkan Gerakan Maskerisasi untuk anak-anak. Hari ini kegiatan tersebut digelar di sejumlah tempat, salah satunya di pasar Kebon Roek Kota Mataram, Selasa (2/6/2020) pagi.

"Gerakan masker untuk anak merupakan upaya kita untuk melindungi anak, terutama di Nusa Tenggara Barat dari bahaya COVID-19 karena kita tahu di Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi dengan persentase anak menjadi pasien positif terbesar di Indonesia," terang Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc di sela kegiatan pagi ini.

Banyaknya anak yang terpapar Covid-19 membuktikan bahwa kesadaran untuk mengikuti protokol kesehatan terhadap anak-anak masih minim di NTB.Oleh sebab itu TP PKK NTB akan tetap mensosialisasikan gerakan maskerisasi di setiap kesempatan, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat desa bahkan dusun.

"Ini menunjukkan bahwa kesadaran melindungi anak dari COVID-19 ini masih kurang.Saat ini kesadaran memakai masker pada orang dewasa sudah cukup baik, namun ada yang terlupa yaitu anak-anak kita. Anak-anak juga harus pakai masker," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa kebiasaan baru ini memang membuat kenyamanan terganggu, namun seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terbiasa dengan pola kehidupan baru ini.

Bunda Niken, akrabnya, juga meminta kepada para orang tua yang memiliki putra putri untuk menghindarkan anak-anaknya dari tempat keramaian untuk mencegah penularan COVID-19 ini.

"Kami juga mengingatkan kepada para orang tua untuk tidak membawa anak-anak ke tempat keramaian, jika terpaksa dibawa, mohon untuk dipakaikan masker," pintanya.

Bunda Niken menyampaikan bahwa Gerakan Maskerisasi untuk anak ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota secara bersamaan dan melibatkan beberapa instansi dan organisasi wanita yang ada di NTB, mengingat jumlah anak-anak di NTB ini mencapai sekitar 1,8 juta.

Dengan angka yang besar tersebut, anak-anak sangat rawan terpapar COVID-19 ini.

"Gerakan untuk memberikan masker pada anak-anak ini dilakukan di seluruh kota/kabupaten di seluruh Nusa Tenggara Barat. Kami dari tim penggerak PKK melaksanakan kegiatan ini bekerja sama dengan BKOW, LPA, Dharma Wanita dan beberapa instansi pemerintahan," terangnya.

Ia berharap kepada para orang tua agar tetap menjaga kesehatan anak-anak, tidak hanya pada masa pandemi COVID-19 ini, namun juga setelah Pandemi ini dengan memberikan makanan yang tepat dan seimbang agar pertumbuhan anak dapat berjalan dengan baik.

Gerakan Maskerisasi ini dilakukan dengan menyiapkan puluhan ribu masker untuk anak yang telah didistribusikan ke beberapa wilayah di NTB, produksi masker untuk anak terus dilakukan agar memenuhi kebutuhan anak-anak di NTB ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dra. Hj. Putu Selly Andayani mengapresiasi kegiatan PKK Provinsi NTB ini. Kegiatan ini membantu pemerintah dalam mengatasi COVID-19 ini.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada PKK Provinsi NTB dan seluruh PKK kabupaten/kota se-NTB atas kegiatan yang dilakukan hari ini, pembagian masker kepada anak-anak secara bersamaan di seluruh wilayah NTB," tuturnya.

Ia berharap masyarakat NTB sadar akan pengaruh Pandemi ini pada anak. Ia juga meminta kepada orang tua agat tetap menjaga kesehatan anak karena anak-anak adalah aset bangsa yang harus diperhatikan.(Redaksi)

1 Juni 2020

Kepala Kejati NTB Lantikan Pejabat Baru

MATARAM - Kepala Kejaksaan Tinggi NTB. NANANG SIGIT YULIANTO, SH.MH melantik beberapa pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Tinggi NTB yakni Asisten Intelijen, Kajari Dompu dan Koordinator.

Pelantikan dan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan pada pukul 13.00 WITA bertempat diruangan Videoconference Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.
Pejabat Baru Asisten intelijen , MUNIF, SH.MH sebelumnya Kajari SAROLANGUN,
Pejabat Lama TEGUH SUHENDRA,SH., MH jabatan baru sebagai KASUBDIT EKSEKUSI DAN EKSAMINASI,  Direktorat Terorisme dan Lintas Negara pada JAM PIDUM Kejaksaan AGUNG RI.

Pejabat baru Kajari Dompu pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan secara langsung yaitu  M. ABETO HARAHAP jabatan sebelumnya Jaksa Fungsional pada JAM PIDSUS Kejagung RI M. Abeto Harahap, SH. MH. yang sebelumnya; Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum pada Kedeputian Hukum dan HAM, Kementrian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan. Pejabat Lama EDHY NURSAPTO, SH. menjalani masa purna tugas sebagai Kajari dan selanjutnya bertugas sebagai Jaksa Fungsional pada JAM PIDSUS

Selanjutnya  Dr. Agus Chandra, SH.,MH menjabat selaku Koordinator pada Bidang Intelijen jabatan sebelumnya sebagai Kasi TUN pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati DKI menggantikan MUHAMAT FATHURROZI sebelumnya Koordinator dipromosi menjadi Kajari Parigi Sulawesi Tengah.

Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Jabatan  Asisten Intelijen dan Koordinator Bidang Intelijen secara Virtual dengan sarana Videoconference, sedangkan Pelantikan dan sumpah jabatan Kajari Dompu dilakukan secara langsung diruangan Videoconference Kejati NTB. (Redaksi)