31 Mei 2020

Danrem 162/WB Pantau Pos Pam Lebaran Ketupat

MATARAM – Lebaran ketupat atau lebaran topat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya masyarakat Lombok merupakan tradisi yang dilaksanakan seminggu setelah Perayaan Idul Fitri. Dalam perayaannya biasanya tempat-tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat tua muda.

Terkait dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY, Kapenrem 162/WB dan Pasi Korem melaksanakan pemantauan dengan bersepeda santai di beberapa Pos Pengamanan Idul Fitri dan Lebaran Topat di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Alhamdulillah hari ini kita masyarakat Lombok melaksanakan lebaran topat seminggu setelah lebaran Idul Fitri,” ungkap Danrem.

Dijelaskannya, pihaknya sengaja melihat beberapa pos pengamanan untuk memastikan dan menyakinkan kondisi terakhir pelaksanaan lebaran ketupat khususnya di Pospam daerah wisata mengingat daerah wisata sebagai pilihan utama masyarakat Lombok dalam perayaan lebaran topat.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk perayaan lebaran topat di rumah saja Bersama keluarga dan tidak ketempat-tempat wisata dengan harapan dapat memutus penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (covid-19).

“Jadi mari kita rayakan lebaran topat bersama keluarga di rumah saja untuk menghindari adanya kerumunan massa yang dapat menularkan Covid-19 satu dengan yang lainnya, ingat Kesehatan itu mahal jika sudah sakit,” ajaknya.

Adapun jarak yang akan ditempuh sekitar 25 km dengan dua etape yang akan dilewati oleh Danrem bersama rombongan yakni etape pertama dari Rumah Dinas menuju jalan Udayana-Tugu pesawat Ex Bandara-Simpang Rembiga-Simpang Pasar Gunungsari-Koramil Gunungsari dan etape kedua dari Koramil Gunungsari-Simpang tiga Montong-Jembatan Meninting-Makam Bintaro-Simpang tiga Kebon Roek-Kota Tua-Malomba-Koramil Ampenan-Loang Balok-Pos Tembolak-Makorem dengan sasaran Pospam Udayana,Pospam Depan Ex Bandara, Pospam Simpang Gunungsari, Pospam Montong, Titik Pam Makam Bintaro, Titik Pam Kota Tua, Titik Pam Loang Balok dan Pospam Tembolak.(Redaksi)

28 Mei 2020

Danrem 162/WB Pertegas Komitmen Bersama Cegah Penyebaran Covid-19

MATARAM - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, melaksanakan kunjungan kerja di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah terkait perkembangan dan pencegahan Covid-19 di NTB, pada Kamis 28 Mei 2020.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur beserta rombongan diterima langsung oleh Bupati dan Walikota berserta jajarannya di masing-masing kabupaten/kota.

Dalam Kunjungannya di beberapa tempat tersebut, Gubernur memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 di NTB yang secara nasional pemerintah pusat sedang mempersiapkan skenario New Normal,

sementara di NTB muncul kasus-kasus positif Covid-19 akibat transmisi lokal yang harus diwaspadai bersama, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali mengajak semua pihak secara bersama-sama memerangi pandemi ini dengan meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Covid-19 sudah menjangkiti beberapa tenaga kesehatan bahkan anak-anak juga ikut terinfeksi, ini terjadi karena ketidak disiplinan melaksanakan protokol kesehatan dalam beraktivitas,” kata Gubernur NTB.

Selain itu, Gubernur NTB juga menyampaikan pentingnya melindungi dan melibatkan UMKM dalam daerah guna memenuhi kebutuhan lokal kita di masa pandemi Covid-19 ini, karena dengan melibatkan mereka dalam jaring pengaman sosial, maka UMKM juga tetap berproduksi di tengah kesulitan ini. 

Gubernur juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada para camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam membantu penanganan Covid-19 ini.

Sejalan dengan Gubernur, Danrem 162/WB menyampaikan bahwa maksud kedatangan Gubernur beserta rombongan dari Forkopimda NTB guna mencharger dan mempertegas kembali komitmen bersama untuk kembali melakukan langkah yang lebih agresif lagi dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di NTB.

“Grafik Covid-19 di NTB tidak ada grafik turun melainkan melandai dan naik, bahkan kasus terpaparnya bayi dan anak-anak di NTB ini perlu dilakukan penanganan bersama secara serius agar angka covid-19 bisa turun,” pungkas Danrem 162/WB.

Sesuai rekomendasi hasil rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Gubernur, Danrem menyampaikan hal-hal antara lain :

Pertama, bahwa penumpang yang datang ke NTB melalui pesawat maupun kapal laut harus membawa hasil Swab Tes paling terakhir, jika hasil Swabnya kadarluarsa maka akan dilakukan Swab Tes kembali oleh tim yang ada di Bandara ataupun pelabuhan.

Kedua, sinergitas unsur/awak media akan lebih aktif mengkampanyekan bahaya covid-19 secara langsung/tidak langsung bersama TNI, Polri, Pemda dan pihak Swasta.

Ketiga, Pergub pemakaian masker akan dikeluarkan dan hal ini harus dilaksanakan oleh Kabupaten dan Kota di NTB.

Keempat, pemberlakuan jam malam maksimal pukul 21.00 Wita tidak ada lagi aktifitas di jalan.

Kelima, patroli gabungan akan dilakukan oleh semua stakeholder untuk membubarkan masa baik pagi, siang dan malam hari.

Keenam, pasar tradisional harus ada Posko di dalamnya ada unsur TNI, Polri dan Satpol PP dan dilengkapi dengan pengeras suara, box sterilisasi uang, handsanitizer dan lain-lain, dan ada pos kesehatan. Sedangkan waktu buka pasar mulai pukul 09.00 sd 12.00 wita.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap langkah dan upaya pemerintah Kabupaten/Kota saat menjelang Lebaran Idul Fitri meniadakan keramaian di Masjid dan tempat-tempat lainnya.

Terakhir, Pria kelahiran Jakarta tersebut berharap, keadaan seperti ini juga dapat dipertahankan pada perayaan lebaran ketupat nanti, mengimbau masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mengukuti imbauan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19, mengingat kita masih dalam situasi berperang melawan pandemi Covid-19 demi keamanan dan keselamatan kita bersama sehingga wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir, keadaan dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal. (Redaksi)

Edukasi Warga Cegah Penularan Covid-19, Polda NTB Gelar Patroli Bersepeda

MATARAM - Polda NTB terjunkan Satu regu Patroli Bersepeda dari personel Subdit Gasum & Subdit Dalmas sebanyak 1(satu) regu guna menghadirkan Negara di tengah-tengah masyarakat dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat.

Kegiatan patroli bersepeda di gelar Polda NTB sejak tanggal 5 Mei 2020 dan masih berlanjut sampai dengan saat ini.

Giat tersebut akan tetap di optimalkan  di seputaran Kota Mataram guna memantau situasi kamtibmas selama masa pandemi virus Covid-19.

Route patroli Polda - Jl. Langko - Pos Pol Cakra - Jl. Anak Agung Gede Ngurah - Panca Usaha - Jl. Pendidikan - Jl. Majapahit - Kota Tua Ampenan  dan kembali ke Polda menyusuri perkampungan penduduk dan pinggiran Kota Mataram.

Pelaksanaan kegiatan patroli bersepeda dipimpin lagsung Wadir Samapta AKBP Wahid Kurniawan, S.I.K bersama Danton 3 Kie 2 Aipda. I Gede Suparta Yasa dengan mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait protokol Covid-19 agar masyarakat tetap dan wajib menggunakan masker, upayakan cuci tangan dengan sabun, hindari giat berkumpul/terapkan sosial distanching dan phisical distanching serta jaga kebersihan lingkungan dan tetap minum vitamin guna memperkuat imunitas tubuh sehingga dapat menekan penularan Covid-19 di wilayah NTB khususnya Kota Mataram. (Redaksi)

27 Mei 2020

Dedengkot Komplotan Pencurian Spesialis Gudang Ekspedisi Ditembak

MATARAM - Tim Opsnal Polsek Cakranegara menangkap terduga dedengkot atau otak komplotan pelaku pencurian spesialis gudang ekspedisi di wilayah setempat. Terduga Pelaku adalah Muhammad Zulkarnain alias Zul (25 tahun) warga Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Ia ditangkap tim opsnal Polsek Cakranegara, Jumat 22 Mei. Dengan ditangkapnya Zul, komplotan spesialis gudang ekspedisi yang berjumlah 6 orang berhasil ditangkap kepolisian. " Zul kami tangkap bersama satu pelaku lainnya yaitu Suhaedi alias Edi. Zul ini otak dari aksi pelaku spesialis gudang ekspedisi," ungkap Kapolsek Cakranegara, AKP Zaki Magfur di Mataram, Rabu (27/5).

Zul dan komplotannya ditangkap berdasarkan empat laporan yang diterima kepolisian. Pelaku beraksi diawal pandemi Corona di Mataram yaitu sekitar 12 Maret 2020. Empat pelaku lainnya adalah Sahlan, Andi, Hulaifi dan Babah. Pelaku ini menyasar area pergudangan dan truk ekspedisi. " Banyak yang mereka curi. Mulai dari sembako dan alat pelindung diri (APD). Juga alat elektronik seperti dispenser dan magic com. Ada juga beberapa dus pasta gigi. Total kerugiannya ratusan juta," bebernya.

Enam pelaku ditangkap bergiliran ditiga lokasi berbeda. Modusnya ada yang mirip bajing loncat dan beraksi dimalam hari. Bedanya kompolotan ini merampok truk yang sedang berhenti. Kemudian merusak terpal penutup truk dan menguras isinya. " Itu modusnya mirip bajing loncat. Tapi ini yang dicuri milik truk yang berhenti," ungkapnya.

Dari keterangan lima pelaku yang ditangkap. Zul disebut sebagai otak aksi pencurian ini. Zul juga sempat berupaya melarikan diri saat ditangkap. Hingga terpaksa dihentikan petugas dengan tembakan terukur yg mengenai betis kanan pelaku. " Dari keterangan pelaku memang Zul ini yang menjadi otaknya," terangnya.

Disebutkan Zaky, keenam pelaku sudah saling mengenal. Mereka juga kenal susah cukup lama. Kini petugas sedang mengembangkan kasus ini. " Kita lagi selidiki laporan yang lain. Kita akan kembangkan. Tapi untuk empat laporan sebelumnya mereka ini pelakunya berenam," tuturnya.

Zaky juga mengaku prihatin karena pelaku mencuri APD dan masker yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi pelaku menjual APD dan masker secara eceran ke kabupaten lain di NTB. " Padahal ini kan sangat dibutuhkan masyarakat. Kita sangat prihatin dan sayangkan," sesal Zaky.

Di depan petugas, salah satu pelaku mengaku menjual dispencer hasil curian seharga Rp 150 ribu. Padahal harga normalnya sekitar Rp 600 ribu. Lalu satu dus pasta gigi dijual Rp 400 ribu dari harga normal Rp 400 ribu. " Itu Zul yang ambil dari atas truk. Kemudian dititip di rumah rekannya di Kendang Lekong. Setelah itu kita ambil barangnya disana," kata Edi salah satu pelaku.

Dari perbuatannya itu, keenam pelaku terancam dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (Redaksi)

21 Mei 2020

Polda NTB Peduli Covid-19 Berikan 150 Paket Sembako Pada Warga Terdampak

LOMBOK BARAT - Polda NTB lakukan kegiatan Penyerahan sembako dalam rangka Polda NTB Peduli Covid 19. Paket sembako tersebut diberikan kepada Anak yatim, lansia, dan warga sekitar yg terdampak Covid-19.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (21/05), dilaksanakan di Dusun Dasan Montor, Desa Grimak Indah, Kec. Narmada, Lombok Barat pada pukul 10.15 WITa.

Proses penyerahan sembako ini dipimpin oleh Dir. Intelkam Polda NTB Kombespol Drs. H. Susilo Rahayu Irianto yang di dampingi oleh PLH Kadus Dasan Montor Ahmad Jakalus.

Sebanyak150 paket Sembako diberikan kepada warga yang terdampak covid-19, penyerahan sembako dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan dan penanganan yang berlaku. Kegitan berjalan dengan aman dan lancar. (Redaksi)

Tanggap Covid-19, ini Himbauan dan Penegasan MUI dan Tokoh NTB Terkait Idul Fitri 1441 H

MATARAM - Setelah beberapa waktu lalu pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di wilayah Nusa Tenggara Barat tetap mengalami peningkatan. Guna memutus rantai penyebaran Covid-19, berbagai kalangan di NTB menegaskan agar masyarakat NTB tidak menggelar pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H (Hijriyah) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB Prof. H. Saiful Muslim, M.M. menegaskan, agar pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Fitri tidak digelar di masjid, mushalla maupun di lapangan.

"Mohon dengan hormat kepada seluruh umat Islam Nusa Tenggara Barat, untuk kita bersama-sama tidak melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid, di mushalla atau di lapangan, tetapi kita laksanakan Shalat Idul Fitri tahun ini di rumah kita masing-masing bersama keluarga," tegasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., juga menganjurkan hal yang sama dengan Ketua MUI NTB.

"Terkait dengan pelaksanaan Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah, kami mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk melaksanakan takbiran dan Shalat Idul Fitri di rumah, sesuai dengan anjuran ataupun imbauan dari Bapak Gubernur, Bapak Bupati/Walikota, dan Aparatur Pemerintah yang lainnya dalam suasana kekeluargaan dan suasana damai dengan persahabatan," ujarnya.

Menurutnya, hal itu dipandang perlu dalam rangka menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin memprihatinkan. Ketua PW organisasi keagamaan terbesar di Indonesia bahkan di dunia itu menegaskan, agar segenap masyarakat NTB khususnya warga Nahdliyin, untuk mengikuti protokol dan arahan dari pemerintah maupun ulama dan mengajak untuk melaksanakan Idul Fitri di rumah.

"Itu tidak mengurangi kekhusyu'an dan kebahagiaan kita bersama keluarga. Mudah-mudahan amal ibadah puasa kita dan Idul Fitri kita diterima oleh Allah subhânahu wa ta'ala," ajaknya sembari menutup dengan kalimat penutup ala NU "Wallâhulmuwaffiq ilâ aqwâmiththârieq," ucapnya dan dilanjutkan dengan salam.

Sementara itu, tokoh adat dan budayawan Lombok HL. Muhammad Putria, M.Pd. yang dikenal sebagai Datu Siledendeng, mendukung anjuran pemerintah dalam pelaksanaan Idul Fitri 1441 H/2020 M.

"Kepada seluruh masyarakat Gumi Sasak Lombok, pelungguh-deweq (bahasa Sasak untuk mebuatakan 'Anda-saya', red) wajib untuk pertama patuh terhadap seluruh keputusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik Presiden, Gubernur maupun Bupati/Walikota," tegasnya.

Selanjutnya, angggota Majelis Agung Raja Sultan sekaligus Dewan Pembina Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara itu mengatakan, guna memutus penyebaran Covid-19 masyarakat juga harus melaksanakan semua protokol kesehatan, yang telah ditetapkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

"Secara budaya pelungguh-deweq harus tetap hindari tempat-tempat keramaian, besoq bersih ime-nae (cuci bersih tangan dan kaki, red), kalau kita berpergian selalu menggunakan masker dan menjaga jarak, menjaga keselamatan diri dan keselamatan orang lain," tutupnya.

Sementara Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal melalui Kabid Humas Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. dikonfirmasi terpisah menyampaikan, pencegahan pandemi Covid-19 tidak akan pernah berhasil apabila tidak didukung penuh oleh segenap elemen.

"Apapun upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan berpengaruh signifikan, tanpa dukungan seluruh unsur yang ada. Bahkan, ketaatan masyarakat mengikuti kebijakan dan atau anjuran pemerintah, itu yang paling penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

"Karena itu, mari kita ikuti apa yang telah dianjurkan oleh MUI, NU, dan tokoh masyarakat kita di NTB ini. Semoga wabah ini segera dapat tertangani, dan aktifitas kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala. Âmîn," tutup Kombes Artanto. (*)

20 Mei 2020

Polisi Kawal Penutupan Mall dan Pusat Pertokoan di Kota Mataram

MATARAM - Polresta Mataram bersama petugas gabungan mengawal  penutupan sementara sejumlah mall dan pusat perbelanjaan di wilayah setempat. Penutupan ini menurunkan 57 petugas gabungan. Mulai dari Polresta Mataram, TNI, Satpol PP Kota Mataram, Dinas Perhubungan Kota Mataram dan Dinas Perdagangan Kota Mataram. Kegiatan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik, SIP itu dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid-19.

Penutupan ini menindaklanjuti Keputusan Gubernur NTB nomor : 003.2-504 tahun 2020 tentang pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi wabah covid-19. Keputusan tersebut diperkuat oleh surat Wali Kota Mataram nomor 510/717/DAG/V/2020 tentang penutupan operasional pusat perbelanjaan dan toko pakaian dalam rangka pencegahan covid-19.  Kedua surat keputusan itu dibawa petugas gabungan untuk ditunjukkan kepada sejumlah tempat yang ditutup.

Puluhan pusat perbelanjaan dan toko pakaian yang ditutup sementara. Rinciannya untuk pusat perbelanjaan atau mall antara lain, Lombok Epicentrum Mall (LEM), Mataram Mall, Ruby Supermarket, Niaga Supermarket, Lotte Grosir, MGM, Hypermart dan Giant. Sedangkan rincian toko pakaian yang ditutup. Diantaranya, Rubby, MGM, Galery Fashion, Roxxi, Apollo, Sukses, Niaga, Bandung Collection,, Boxi, Giggle Box, Airlangga Fashion dan Heron.
Satu persatu pusat perbelanjaan  dan toko pakaian ini didatangi petugas gabungan. Pihak manajemen dan pengelola toko dihimbau untuk menutup sementara operasional pusat perbelanjaan dan toko pakaian di Kota Mataram. Setelah memperlihatkan dasar atau ketentuan yang digunakan untuk menutup sementara sejumlah pusat perbelanjaan. Pihak manajemen dan pengelola bersedia untuk menutup tempat usahanya. Berdasarkan keputusan Gubernur NTB dan Walikota Mataram Penutupan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

 ‘’ Hari ini kita menindaklanjuti keputusan Gubernur NTB dan Walikota Mataram untuk menutup sementara sejumlah pusat perbelanjaan dan toko pakaian,’’ ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik, SIP, Rabu (20/5/2020).

Penutupan dilakukan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. Karena beberapa hari terakhir menjelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Sejumlah pusat perbelanjaan dan toko pakaian di Mataram menyedot perhatian masyarakat. Pengunjung toko pakaian maupun pusat perbelanjaan sangat ramai dan padat. Kondisi ini tidak menjalankan protokol penanganan covid-19. Seperti tidak menjalankan   sosial distancing dan physical distancing. Antrian pengunjung pun cukup banyak. Sehingga dikhawatirkan bisa berpotensi menularkan virus corona.

 ‘’ Terutama sosial distancing dan physical distancing yang gagal dilaksanakan. Ditutup sementara dulu sesuai keputusan Gubernur NTB. Kita juga akan tutup akses jalan di sekitar Jalan Panca Usaha,’’ beber Taufik.

Secara keseluruhan, penutupan sementara pusat perbelanjaan dan toko pakaian ini berjalan aman dan lancar. (Redaksi)

19 Mei 2020

Bupati Pimpin Rapat Evaluasi Tim Satgas Covid-19 KLU

LOMBOK UTARA -Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH serta Danramil Tanjung Kapten Inf. Zainul Fahri memimpin rapat evaluasi Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU bersama MUI setempat serta para koordinator bidang, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (18/5/2020).

Dalam rapat tersebut, Bupati Najmul menyampaikan hal yang tidak bisa dilakukan oleh tim satuan gugus tugas Corona Virus Disease 2019 adalah hal-hal yang bertentangan dengan keputusan pemerintah yang lebih tinggi. Begitupun MUI juga harus mengacu pada keputusan MUI provinsi dan MUI pusat.

"Ayo silakan cari solusi, misalkan saja memberikan rekomendasi yang berbeda dengan provinsi berdasarkan kondisi di tempat masing-masing," katanya.

Bupati lantas memisalkan MUI Lombok Utara memberi rekomendasi berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan boleh melaksanakan salat Jum'at, kemudian tidak ada persoalan di MUI Provinsi, ini bagus," ujar bupati.

Dituturkannya, mungkin MUI bisa membicarakan hal itu karena berkaitan dengan ibadah. Tentu dilaksanakan apapun yang menjadi rekomendasi MUI, berdasarkan pandangan kepala dinas kesehatan.

"Sementara ini belum ada perubahan, karena yang dibahas oleh MUI kemarin hanya berkaitan dengan sholat Idhul Fitri dan pawai takbiran," jelas orang nomor satu di KLU ini.

Dihadapan awak media, bupati mengatakan terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, pemerintah mengacu pada rekomendasi MUI pusat yang menjelaskan masyarakat diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19.

"Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri perlu mematuhi dan melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat, seperti mengenakan masker, bawa sajadah sendiri, cuci tangan sebelum masuk masjid (berwudhu), dan khatib mempercepat khutbahnya," terangnya menjelaskan.

Adapun kegiatan silaturahmi juga dibatasi. Saat ini (sementara) salaman sambil berpelukan itu dibatasi, demi keselamatan bersama.

"Tempat hiburan seperti pantai, air terjun, kolam renang juga akan kita tutup, karena juga bagian dari rekomendasi," pungkasnya. (api/Redaksi)

18 Mei 2020

Sambut HUT ke-63 Kodam IX/Udayana, Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial Donor Darah

MATARAM - Dalam rangka menyambut HUT Kodam IX/Udayana ke-63 yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2020 mendatang, Korem 162/WB bekerjasama dengan PMI  menggelar bakti sosial Donor Darah, bertempat di Aula Sudirman Mokorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Senin (18/5).

Pada kegiatan tersebut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta Donor Darah yang telah berkenan hadir, berpartisipasi pada kegiatan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-63 Kodam IX/Udayana tahun 2020, juga untuk memenuhi stok darah Nasional pada umumnya dan wilayah NTB pada  khususnya.

"Ketika rumah sakit berjuang melawan pandemi virus corona, ribuan orang di seluruh negeri membutuhkan perawatan dengan kondisi lain memerlukan transfusi darah untuk menyelamatkan nyawa," pungkasnya.

"Namun selama pandemi ini stok darah berkurang, karena tidak seimbangnya antara kebutuhan darah dengan jumlah pendonor dikarenakan kurangnya donor darah akibat masyarakat mengurangi aktifitas diluar rumah untuk mencegah penularan coivd-19, sesuai anjuran dari pemerintah," lanjut Danrem.

Menurut Danrem, kebutuhan darah  bagi yang membutuhkan hanya dapat dipenuhi oleh kehadiran para Pahlawan Kemanusiaan yaitu para Pendonor yang dengan suka rela menyumbangkan darahnya bagi kepentingan kemanusiaan, sesuai dengan slogan Setetes darah sangat berarti bagi nyawa seseorang.

Untuk itu, lanjutnya, melalui kegiatan donor darah ini Kami berharap dapat menambah dan memenuhi stok darah di PMI, sehingga dapat menolong masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

Sedangkan, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos, menambakan di Makorem 162/WB  Donor Darah diikuti oleh personel dari Makorem 162/WB, Kodim 1606/Lobar, Yonif 742/SWY, Satdisjan jajaran Korem 162/WB, Polda NTB, BPDAS dan BKBBN Provinsi NTB dan pada hari yang sama giat Donor Darah juga dilaksanakan di Kodim jajaran Korem 162/WB, dalam rangka HUT Kodam IX/Udayana ke-63 tahun 2020 guna mencukupi kebutuhan darah di tengah wabah Covid-19.

"Seperti yang diselenggarakan oleh Kodim 1608/Bima bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) dan di ikuti oleh anggota TNI dan Polri Wilayah Bima, bertempat di Makodim 1608/Bima Jalan Sukarno Hatta, Kota Bima," ungkapnya Dahlan.

"Selama pelaksanaan kegiatan, tetap berpedoman pada SOP Protokol kesehatan cegah Covid-19," tutupnya. (Redaksi)

Judi Sabung Ayam di Karang Siluman, Polisi Garuk 8 Orang Pelaku

MATARAM - Satreskrim Polresta Mataram semakin beringas memberantas tindak pidana perjudian. Terbaru, petugas berhasil menciduk pelaku judi sabung ayam yang berlokasi di Jalan Tumpang Sari, Lingkungan Karang Siluman, Kelurahan Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.

Dari penggerebakan yang dilakukan hari Minggu tanggal 17 Mei sekitar pukul 15.30 wita itu. Petugas mengamankan 8 orang terduga pelaku. Rinciannya adalah 1 orang yang bertindak sebagai bandar atau penyelenggara dan 7 pelaku judi sabung ayam.

‘’ Kita temukan judi sabung ayam lagi. 1 orang bandar dan 7 pelaku judinya kita amankan,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, kemarin (17/5).

Berawal dari informasi tentang adanya judi sabung ayam yang dilaksanakan di TKP. Tanpa waktu lama. Petugas langsung turun ke lokasi. Mengetahui kedatangan petugas. Puluhan peserta judi lari tunggang langgang kabur saat petugas datang.

Petugas pun berupaya meminta peserta judi untuk tidak meninggalkan tempat. Hingga tersisa 7 orang pemain judi sabung ayam yang tidak melarikan diri dan diamankan petugas. Petugas langsung mengamankan  7 pelaku beserta 1 orang bandar judi sabung ayam.

‘’ Bandarnya itu berinisial INP. Dia selaku orang yang menyediakan tempat,’’ bebernya.

Untuk modus sabung ayam ini. Caranya, pelaku mengadu dua ekor ayam yang terikat pisau taji dibagian kaki. Kemudian memasang atau mempertaruhkan uang dengan maksud mencari keuntungan sebagai keuntungan.

‘’ Modusnya ini sudah umum. Nanti mereka bertaruh ayam mana yang menang,’’ tuturnya.

Saat penggerebekan ini. Cukup banyak barang bukti yang didapatkan petugas. Yaitu 22 ekor ayam jantan. Lalu juga 22 buah kurungan, 6 buah tas ukuran besar tempat ayam, 13 buah tas ukuran kecil untuk tempat ayam, 2 buah pisau taji, 1 buah dompet tempat taji, uang tunai Rp 620 ribu dan 16 motor milik pelaku. Seluruh barang bukti diangkut petugas menggunakan truk dalmas  untuk selanjutnya dibawa ke Mapolresta Mataram.

‘’ Kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk penanganan kasus ini,’’ terangnya.
Kadek menegaskan, pihaknya tidak berkompromi dengan tindak pidana perjudian. Terlebih dengan suasana wabah corona yang sangat meresahkan masyarakat.

‘’ Kita akan tindak tegas,’’ tegas Kadek.

Dengan perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (Redaksi)

17 Mei 2020

Dandim 1606/Lobar Silaturrahmi dan Beri Bantuan Ke Nenek Kalsum

LOMBOK BARAT – Kondisi kehidupan seorang nenek di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri Kab. Lombok Barat yang sempat viral di media sosial khususnya di Pulau Lombok beberapa hari ini, mengundang simpati banyak pihak. Termasuk Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, SIP., MM.

Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini Papuq (Nenek) Kalsum (78) sempat ramai diberitakan di media online dan sosial media setelah salah satu media online di NTB menaikkan tulisan terkait kondisi Papuq Kalsum yang hidup bersama putranya yang pengangguran, tak sanggup memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal di rumah yang juga tak layak huni.

Dandim 1606/Lobar setelah mendengar kabar tersebut menyempatkan diri bersilaturrahim menyambangi Papuq Kalsum, dikediamannya di Dusun Karang Bedil, Minggu (17/5).

“Dari laporan Babinsa keadaan Nenek Kalsum memang cukup memprihatinkan hingga kami dari Keluarga Besar Kodim 1606/Lobar menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan melihat keadaan Papuq Kalsum, serta memberikan bantuan sembako,” kata Dandim.

Didampingi Danramil 1606-04/Gerung Lettu Inf Maturidi, Pasilog Kodim 1606/Lobar Kapten Inf Sutarmin, Dandim menyerahkan bantuan sumbangan berupa sembako kepada Papuq Kalsum. Hadir juga dalam penyerahan bantuan Sekda Lobar DR Baihaki, Camat Kediri dan Kadus Karang Bedil.

“Semoga apa yang kita berikan bisa meringankan beban hidup Papuq Kalsum. Ini juga sebagai bentuk perhatian serta kepedulian TNI kepada rakyat,” kata Efrijon.

Selain memberikan bantuan sembako Dandim juga membagikan masker kepada Papuq Kalsum dan anaknya serta warga sekitar. Tak lupa, Dandim Lobar Alumni Akmil 1995 ini mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan mengikuti semua anjuran pemerintah terkait tata cara pencegahan penyebaran virus Corona.

Sementara itu, dari keterangan Muhlis putra Papuq Kalsum bahwa sebenarnya banyak sumbangan atau bantuan dari pemerintah seperti program jambanisasi atau perbaikan rumah yang mau diberikan kepada dia dan ibunya. Namun seringkali mereka tolak karena terkendala harus ada kontribusi dari penerima manfaat yang tidak sanggup mereka penuhi.

Untuk itu Dandim meminta agar pihak terkait, baik Camat, Kades dan Kadus yang kebetulan juga hadir untuk membantu mencari jalan keluarnya agar rumah Papuq Kalsum bisa diperbaiki tanpa harus berkontribusi atau mengeluarkan dana untuk bisa menerima manfaat dari program pemerintah, seperti program bedah rumah dan jambanisasi tersebut.

“Kami berharap semoga ada jalan keluar untuk permasalahan ini agar rumah Papuq Kalsum ini bisa segera di perbaiki,“ ucap Dandim. (Redaksi)

16 Mei 2020

Puluhan Petasan Tanpa Izin Edar Disita dari Toko Mainan

MATARAM - Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram menyita puluhan petasan tanpa izin edar di salah satu toko mainan anak-anak di wilayah setempat.

Tindakan itu dilakukan setelah turun langsung menuju salah satu UD M (inisial) di Jalan Selaparang, Kelurahan Mayura Kecamatan Cakranegara Kota Mataram. Pemeriksaan langsung dilakukan petugas. Hasilnya 96 bungkus petasan merk Piramida Tempe disita petugas.

 "Toko ini selaku distributornya. Dia kirim ke Lombok Timur sampai Bima. Kita turun kesana hari Kamis 14 Mei sekitar pukul 16.00 wita,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Jumat (15/5/2020).

Sesuai dengan ketentuan. Petasan yang bebas diperjualbelikan dengan ukuran di bawah dua inci. Sementara 96 bungkus petasan yang disita berukuran di atas dua inci. Oleh karenanya, petasan tersebut disita petugas.

Tindakan kepolisian ini menindaklanjuti laporan masyarakat. Disebutkan, toko tersebut menjual segala jenis mainan serta petasan. Ternyata petasan merk piramida tempe itu dijual tidak dilengkapi dengan izin.

‘’ Makanya puluhan petasan salah satu merk itu kita sita,’’ bebernya.

Dari introgasi singkat yang dilakukan petugas. Omset toko tersebut terbilang cukup besar. Seharinya, distributor ini dengan omset mencapai puluhan juta.

‘’ Karena kan barangnya dikirim ke pulau Lombok sampai ke Bima. Sekitar puluhan juta omsetnya sehari,’’ jelas Kadek. 

Sementara pemilik UD M berinisial K dimintai keterangan oleh petugas. Petugas pun memastikan masih akan melakukan lebih lanjut. Petugas sedang mendalami kasus dugaan tanpa sengaja atau tanpa hak menyimpan, mengedarkan dan memperjualbelikan petasan tanpa ijin. Ketentuannya tertuang dalam pasal 1 ayat (1) UU RI nomor 12 tahun 1952 tentang Undang-undang darurat.

‘’ Untuk sementara pemilik kita mintai keterangannya,’’ kata Kadek.

Khusus untuk petasan. Kepolisian saat ini meningkatkan pengawasan. Tidak hanya karena umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tapi juga di tengah mewabahnya pandemi corona. Karena dibeberapa tempat kerap terjadi perang petasan yang cukup mengganggu kenyamanan warga. (Redaksi)

Danrem 162/WB Hadiri Bakti Sosial Jajaran TNI Bersama Kapolda NTB

MATARAM - Ditengah wabah Pandemi Covid-19 di bulan suci Ramadhan, tentunya secara tidak langsung berdampak salah satunya perekonomian masyarakat, kondisi tersebut telah direspon baik oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah dengan berbagai program Bansos ditengah Pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, disela-sela kegiatan Baksos bersama Kapolda NTB  Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K, M.H., dan Jajaran TNI dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan jumlah orang terbatas serta sesuai SOP Protokol Cegah Covid-19, bertempat di Islamic Center, Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Jumat (15/5/2020).

"Sebelumnya, kegiatan Baksos bersama Jajaran TNI-Polri di Pondok Pesantren Nurul Jannah Nahdlatul Wathan, Kelurahan  Ampenan Kota Mataram, bersama menyerahkan sembako secara simbolis oleh Kapolda NTB Kepada pengurus Ponpes Nurul Jannah Nahdlatul Wathan," tutur Danrem.

Kegiatan ini menurut Danrem, salah satu kegiatan Baksos yang dilakukan secara bersama-sama, dan ini dilaksanakan juga di satuan jajaran baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa sebagai bentuk kepedulian TNI-Polri ditengah keprihatinan wabah pandemi Covid-19 serta dalam suasana bulan suci ramadan," ungkap Danrem.

Dilanjutkan orang nomer satu dijajaran Korem 162/WB, dalam situasi seperti ini sudah sudah sepatutnya kita saling membantu, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat, sehingga masyarakat lebih tegar bersama semua komponen melakukan berbagai upaya pencegahan dan percepatan penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah NTB, agar kita segera keluar dari situasi pandemi Covid-19, harapnya.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan kesadaran semua pihak untuk selalu disiplin patuhi imbauan pemerintah, tetap laksanakan SOP Protokol Pencegahan Covid-19, serta mari bersama kita jaga kondusifitas wilayah NTB, jangan melakukan kegiatan yang justru akan menguras energi positif kita, apalagi dalam suasana saat sekarang seharusnya kita Prihatin dalam menghadapi ujian Covid-19, tutur Danrem.

Sebelumnya Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, M.H menyampaikan Alhamdulillah berkesempatan memberikan bantuan paket sembako kepada suadara saudara yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jannah Nahdatul Wathan, sekaligus membantu perekonomian masyarakat ditengah Pandemi Covid-19, Jelasnya.

Kegiatan ini, menurut Kapolda, tentunya bersinergi dengan Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud zam serta masyarakat, kesempatan yang baik ini juga untuk mengimbau untuk sholat idul fitri ditiadakan sesuai  fatwa MUI karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19 dan akan dikawal oleh TNI-Polri, tegas Kapolda.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Danlanal Mataram, DanLanud Zam,  Dandim 1606/Lobar, Dansat Brimob, DirPolairud, Kabidpropam, Dirpam Obvit, Karolog Polda NTB, Kabidhumas dan Dirnarkoba Polda NTB. (Redaksi)

Kapolda NTB Cek Dapur Lapangan, Bagi Sembako dan Nasi Bungkus Kepada Warga Kota Mataram Jelang Buka Puasa

MATARAM - Kegiatan pengecekan dapur lapangan, dan pembagian sembako serta nasi bungkus untuk berbuka puasa bagi warga masyarakat kota Mataram yang terdampak Covid-19 dilaksanakan disore hari pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020 pkl 17.30 wita bertempat di Dapur Umum TNI - Polri yang berlokasi di Islamic Center Mataram,

Kapolda NTB yang didampingi Danrem/162 WB, Dan Lanal Mataram, Dan Lanud Rembiga PJU Polda NTB Kapolres Mataram serta Danyon 742 Gebang melaksanakan pengecekan operasional Dapur Umum TNI Polri kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan yang terletak di jalan energi Kampung Banjar Ampenan Kota Mataram guna memberikan sarung,beras,mie instan serta nasi bungkus untuk berbuka puasa.

Kapolda NTB menyampaikan kegiatan dapur umum TNI Polri untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 diwilayah NTB akan terus dilakukan setiap hari sampai Idul Fitri bahkan bisa terus berlanjut sampai wabah Covid-19 selesai di wilayah NTB. Setiap hari Dapur Umum TNI Polri bisa menyediakan dan menyalurkan kurang lebih seribu bungkus nasi yang di distribusikan utk masyarakat kota Mataram.

Kapolda NTB bersama Danrem 162/WB, Dan Lanal, Dan Lanud akan terus bersinergi untuk membantu pemerintah daerah mengatasi wabah Covid-19 ini.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan kita tetap mematuhi protokol pemerintah dalam penanganan Covid-19 seperti penggunaan masker, Phisical distanching dan sosial distanching sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19 di wilayah NTB. (Redaksi)

Kadus Karang Bedil Utara Desa Kediri Resmi Dilaporkan Ke Polisi

LOMBOK BARAT - Kasus dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum Kadus Karang Bedil Utara Desa Kediri berinisial MN ahirnya resmi di laporkan ke pihak Polres Lombok Barat dengan Laporan Polisi Nomor: LP/210/V/2020/NTB/Rest Lobar, Tanggal 15 Mei 2020.

Korban penganiayaan,  Ahmad Sahib di dampingi Ketua DPW Perkumpulan Media Online Indonesia Provinsi NTB (DPW MOI NTB), Ketua DPC MOI Lombok Barat beserta empat orang Lawyer antara lain Fuad, SH,  Nur Rahman Luki Wibowo, SH,  Muhanan, SH dan Dhidit Setiawan, SH mendatangi Polres Lombok Barat sekitar pukul 14.00 wita, (15/5).

Rombongan yang di pimpin langsung oleh Ketua DPW MOI NTB, Amrin,  langsung menuju SPKT dan Reskrim Polres Lombok Barat.

"Kita berharap kepada pihak Kepolisian,  dalam hal ini Polres Lombok Barat untuk segera menindak lanjuti laporan dan menangkap pelaku. Tindakan pelaku sudah diluar batas,  jadi tidak ada alasan pelaku tidak di tangkap.  Tim Lawyer juga sedang mempelajari adanya tindakan melanggar UU ITE yang di lakukan oleh pelaku. Kalau ada di temukan maka akan kami laporkan ke Polda NTB", tegasnya.

Sementara itu, Dhidit Setiawan, SH,  salah satu Lawyer yang mendampingi korban menceritakan kronologi penganiayaan yang menimpa Ahmad Sahib.

"Dalam berita acara pemeriksaan tadi, korban menjelaskan bahwa korban dihubungi oleh pelaku untuk diajak bertemu, kemudian pelaku menghampiri korban di rumah korban yang pada saat itu sedang melakukan buka puasa bersama di tetangga korban yang bernama saudara afis, kemudian korban menghampiri pelaku yang berada di depan rumahnya, dimana pelaku menanyakan perihal berita tentang papuq kalsum yang korban muat, tak selang berapa lama pelaku mendorong korban dan terjadilah pemukulan kepada korban sebanyak 4x, pertama mengenai mata sebelah kanan, pelipis sebelah kiri, dada dan bagian hidung yang membuat korban mengalami pendarahan. Melihat keributan tersebut kemudian afis dan beberapa saksi lainnya berusaha membantu untuk melerai, meskipun sudah di tahan oleh saksi, pelaku masih berusaha menyerang korban (pengakuan korban dan saksi)",jelasnya.

Iapun menyayangkan kejadian yang menimpa Ahmad Sahib, padahal jurnalistik memiliki hak menjawab dan koreksi terhadap berita yang ia muat, dimana berita tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

"Kejadian ini sangat kita sayangkan, yang dimana korban adalah seorang jurnalistik yang tindakan profesinya di lindungi oleh Undang-undang pers, namun ada oknum yang keberatan terhadap berita tersebut dan langsung main hakim sendiri. Jurnalistik memiliki hak menjawab dan koreksi terhadap berita yang ia muat, dimana berita tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya", pungkasnya.

"Namun kejadian ini sudah terjadi, jadi sebagai warga negara yang merasa keberatan atas tindakan seseorang yang mengakibatkan kerugian dan terlebih perbuatannya masuk dalam unsur pidana maka warga negara tersebut berhak melaporkan kejadian yang ia alami sesuai prosedur hukum di Indonesia. Untuk selanjutnya kami serahkan harapkan kepada pihak kepolisian untuk memproses kejadian ini secara terbuka dan serius, agar tidak ada lagi jurnalis yang mengalami kekerasan seperti ini", tambahnya.

Di tempat terpisah,  Kapolres Lombok Barat,  AKBP Bagus Satrio Wibowo,SIK menegaskan akan segera menindak lanjuti laporan sesuai ketentuan mekanisme proses penyelidikan dan penyidikan yang ada.

"Pastinya laporan kita tindak lanjuti sesuai ketentuan mekanisme proses penyelidikan dan penyidikan yg ada. Sebagai penyidik tentu kami akan menjunjung tinggi hak - hak pelapor dan terlapor terhadap seluruh masyarakat harus mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum. Kami berharap kepada semua pihak yang terkait dengan kasus ini supaya bisa mendukung proses yg dilakukan oleh penyidik Polres Lobar agar penanganan kasus ini bisa berjalan dengan lancar",pungkasnya. (Red. *)

15 Mei 2020

Danrem 162/WB Terima Paparan Rencana TMMD Ke-108 Dari Dandim 1628/SB

MATARAM - Danrem 162/WB didampingi Kasrem 162/WB dan Perwira Staf Korem, menerima paparan dari Dandim 1628/SB tentang Rencana Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Tahun 2020 Kodim 1628/SB, melalui Video Conference bertempat di Ruang Rapat Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Jumat 15 Mei 2020.

Paparan Rencana TMMD ke-108 melalui Video conference tersebut, bertujuan untuk mengecek persiapan Dandim 1628/SB selaku Dansatgas agar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 dapat berjalan sesuai rencana yang sudah diprogramkan.

Ikut hadir bersama Dandim 1628/SB, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T., dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Merliza.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1628/SB Letkol Czi Oswaronto, S.T., memaparkan rencana kegiatan TMMD ke-108 yang akan dilaksanakan di wilayah Kodim 1628/SB.

“Adapun rencana sasaran fisik diantaranya : pembuatan jalan strategis pertanian yang menghubungkan Dusun Kejawan Sawit dengan Dusun Segarang Salit, sepanjang 970 Meter dan lebar 4 Meter, penimbunan jalan, pemasangan gorong-gorong, pembuatan deker, pembuatan talut, Pembangunan Masjid di Dusun Batu Melik seluas 15x12 Meter, Rehab 1 unit RTLH dan bangun 1 unit RTLH,” papar Dandim.

“Alasan pemilihan sasaran fisik tersebut akan dapat lebih mempermudah jalur transportasi umum dan kegiatan pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi sasran, sedangkan rencana sasaran pembangunan masjid dan RTLH diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak serta dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman,” papar Dandim.

Sedangkan sasaran non fisik, lanjut Dandim, diantaranya : penyuluhan tentang penanggulangan penyebaran Covid-19, sosialiasi pemasangan tempat cuci tangan di rumah-rumah, sosialisasi cara membuat cairan antiseptic dari tanaman yang berada di sekitar masyarakat, dan sosialisasi tentang cara hidup sehat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Setelah mendengar paparan Dandim 1628/SB, selanjutnya Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan TMMD yaitu untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan proses pembangunan khususnya di wilayah-wilayah tertinggal, terisolir dan terpencil, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik sasaran fisik maupun non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.

“Sebagai program terpadu lintas sektoral, kekuatan utama TMMD terletak pada sinergi antar lembaga dan koordinasi yang erat antar unsur pelaksana disemua tataran,” jelas Danrem.

“Oleh sebab itu, kita harus menjalin dengan baik sinergitas dan komitmen yang kuat dengan seluruh stakeholder di wilayah, sehingga tujuan kita untuk mempercepat pembangunan daerah pedesaan dikawasan tertinggal dan terisolir melalui TMMD dapat terwujud,” harapnya.

Danrem juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menyatukan visi, misi dan persepsi agar kegiatan TMMD yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan mencapai target sesuai rencana.

“Dan dihadapkan dengan situasi Covid-19, Danrem menekankan agar dalam pelaksanaan TMMD harus sesuai dengan SOP protocol pencegahan Covid-19, termasuk kesiapan alat dan perlengkapan yang dibutuhkan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19,” tutup Danrem.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Hadi

14 Mei 2020

Kapolda NTB Silaturahmi ke Kantor MUI NTB

MATARAM - Kegiatan silaturahmi Kapolda NTB kekantor MUI NTB pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 disambut hangat Ketua MUI NTB Prof. H. Saeful Muslim berserta para sekertaris MUI NTB, Ketua FKUB NTB beserta anggota juga turut serta menyambut kedatangan Kapolda NTB di Aula MUI NTB

Ketua MUI NTB menyampaikan selamat datang kepada Kapolda NTB yg baru dan merasa bangga di kunjungi Kapolda NTB yg beberapa hari  lalu dilantik oleh  Kapolri menjadi Kapolda NTB.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI NTB menyampaikan bhw  kerjasamanya dengan Polda NTB sudah  lama terjalin  dengan baik dalam rangka silaturahmi maupun turun bersama sama utk kemaslahatan umat.

Kami berbangga hati Kapolda NTB berkesempatan hadir di bulan ramadhan semoga menjadi bulan berkah untuk kepememimpin Kapolda di NTB walaupun bapak orang baru namun kami sudah lebih  dahulu  mengenal lewat televisi, semoga kepemimpinan Kapolda NTB akan mempermudah menyangkut Kamtibmas baik itu penyelesaian permasalahan KEK Mandalika maupun terkait Kamtibmas lainnya seperti Curanmor maupun begal dan kami yakin pak Kapolda mempunyai strategi khusus untuk mengatasinya.

Sedangkan dari Ketua FKUB NTB menyampaikan kondisi di NTB terkait kerukunan umat beragama hingga saat ini berjalan bagus walaupun ada kejadian2 kecil namun bisa diselesaikan dengan cepat berkat kerjasama komunikasi FKUB dan Polri.

Ketua MUI NTB beserta pengurus dan FKUB menyatakan siap bersama sama  Kapolda NTB untuk mendukung pelaksanaan tugas di NTB . Untuk kedepan yang perlu mendapat perhatian khusus terkait pelaksanaan  idul Fitri dan lebaran ketupat perlu mendapat perhatian dan antisipasi dari Polri agar pelaksanaannya sekiranya dapat ditiadakan mengingat situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Kapolda NTB diakhir kunjungannya mengucapkan terimakasih atas sambutan dan dukungan Ketua MUI NTB serta Ketua FKUB NTB bersama pengurus selain memperkenalkan diri sebagai Kapolda NTB yang baru juga mohon agar tugas polri dapat dibantu dan di do'akan saya agar dalam menjalankan tugas di NTB berjalan dengan aman dan lancar.

Selesai pelaksanaan kunjungan silaturahmi ke Kantor MUI NTB kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Ponpes Al Aziziah Kapek Gunungsari dan diterima TGH Fathul Aziz Mustopa yang merupakan pimpinan yayasan Al Aziziah bersama pimpinan pondok lainnya guna memperkenalkan diri dan mohon doa restu agar dalam memimpin Polda NTB berjalan aman dan lancar.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Hadi

13 Mei 2020

DPW MOI NTB Kecam Pemukulan Wartawan oleh Oknum Kadus di Lobar

MATARAM - Nasib Naas menimpa seorang wartawan media online bernama Ahmad Sahib warga desa Kediri kabupaten Lombok barat.

Lantaran berita yang ia tulis berimbas terhadap pemukulan yang di lakukan oleh seorang oknum Kepala Dusun Karang Bedil Utara berinisial MN di Desa Kediri induk, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Kejadian bermula ketika Ahmad Sahib menulis berita seorang nenek tua renta asal Dusun Karang Bedil Utara yang kehidupannya di bawah garis kemiskinan, dalam berita tersebut diterangkan bahwa nenek tua itu jarang mendapat bantuan sosial dari pemerintah terutama disinyalir minim perhatian dari pemerintah setempat.

Laman berita online yang dishare di beberapa akun media sosial warga itu VIRAL dan menuai protes serta tanggapan para netizen.

Di duga tidak terima dengan pemberitaan itu, oknum Kadus MN mendatangi rumah korban dan melayangkan bogem mentah ke arah wajah Achmad Sahib. 

Akibat bogeman ini, tulang hidung Achmad Sahib patah dan bersimbah darah. Korban langsung di larikan ke Rumah Sakit Gerung untuk mendapatkan pertolongan.

Salah seorang warga Desa Kediri yang berada di Lokasi kejadian mengatakan,pemukulan terjadi ketika korban berada di rumahnya sedang menunggu waktu berbuka puasa, lalu datang pelaku, kemudian terjadi cek cok mulut dan berakhir dengan pemukulan.

"Kejadiannya tadi sebelum datang waktu berbuka puasa, karena kebetulan saya tetanggan sama korban, saya dengar mereka cek cok mulut, setelah saya datang, korban sudah berlumuran darah." Ungkap Radi salah satu tetangga korban.

Ditambahkan oleh Radi yang juga sebagai Petugas Puskesmas Kediri bahwa saat ini kondisi korban sangat kritis mengingat tulang hidungnya mengalami patah ringan, dan rahangnya juga mengalami luka sehingga berlumuran darah.

"Saat ini, pasien sedang dalam perawatan medis dan kami akan rujuk ke rumah Sakit Umum Patut Patuh Patju untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut."  Jelas Radi.

Menurut pengakuan Achmad Sahib saat dikunjungi awak media di Puskesmas Kediri mengungkapkan, bahwa saat sedang berbuka puasa di rumahnya, dirinya di datangi oleh oknum Kadus tersebut dan mencaci makinya dengan bermacam pernyataan.

"Saat sedang berbuka puasa tiba-tiba dia datang sambil memaki maki saya, dan melemparkan pukulan ke arah hidung dan mulut saya dan akhirnya saya bertengkar dengannya." Ungkap Ahmad Saheb sambil merintih kesakitan.

Ahmad Saheb berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengusut kasus pemukulan yang dialaminya, karena selain merasa dirugikan, tindakan kriminal ini dianggapnya merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap Jurnalis yang harus diusut.

"Gara-gara penulisan berita saya di aniaya begini, saya pastikan akan membawa kejadian ini ke aparat penegak hukum." Imbuhnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPW Perkumpulan Media Online Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (DPW MOI Wilayah NTB), Amrin yang mendengar kabar itu langsung bereaksi keras.
Iapun mengutuk aksi premanisme yang di lakukan oleh oknum Kadus itu terhadap Jurnalis Achmad Sahib.

"Kami mengutuk tindakan premanisme yang di lakukan Kadus tersebut. Ini sudah di luar batas, aksi aksi seperti ini biasanya di lakukan oleh preman atau begal. Tidak ada kata negosiasi, pelaku harus di proses berdasarkan hukum yang berlaku dan di hukum secara maksimal", tegasnya.

Ia (red. Amrin)  pun mengultimatum Kapolres Lombok Barat untuk segera menangkap dalam tempo 1x24 jam. 

"Jadi kami minta kepada Bapak Kapolres Lombok Barat untuk segera menangkap pelaku dan menjobloskannya ke dalam sel. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas", ucapnya.

Ketua DPW MOI NTB ini pun menginstruksikan seluruh pengurus dan anggota MOI se - NTB untuk memberikan perhatian khusus dan mengawal kasus yang menimpa Achmad Sahib.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Hadi

Bisnis Jamu Dengan Pola Bapak Angkat Pada Era Covid-19

Dr. Ir. Evron Asrial, M.Si.
Meluasnya pandemi Covid-19 yang menghujam seluruh penjuru dunia dalam catur wulan terakhir telah mengharu-birukan dan memporak-porandakan tatanan kehidupan manusia, masyarakat, dan Negara. Eskalasi kematian manusia yang melesat cepat laksana anak panah, telah memaksa banyak negara menutup kegiatan ekonomi (transportasi, pariwisata, industri, pendidikan, dll), sosial, dan budaya. Dunia hampir lumpuh akibat keganasan serangan dan pandemi Covid-19. China, Iran, Italy, dan Amerika Serikat yang paling menderita akibat serbuan Covid-19.

Pemerintah di seluruh dunia serentak membentengi diri mencegah serangan dan agian Covid-19 melalui determinasi kebijakan, mulai dari bangsa (lock down) hingga individu (isolasi diri, di rumah saja). Akibatnya adalah minimnya transaksi ekonomi dan perpindahan manusia (antar negara, antar wilayah, antar provinsi).

Kondisi ini bermuara pada merosotnya aktivitas sosial dan ekonomi hingga mencapai asimptot. Deklinasi tajam (titik nadir terendah) sangat dirasakan pada sisi belanja masyarakat, investasi, ekspor, dan impor. Disisi lain, belanja pemerintah (APBN, APBD) meningkat untuk tujuan mencegah dan mengatasi peredaran Covid-19, dan mengobati penyakit Covid-19.

Aktivitas perekonomian global dan Indonesia berjalan lambat dan merayap, memaksa para pengusaha menghentikan mesin-mesin produksinya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi langkah “terbaik” yang diambil para pengusaha menghindari potensi kerugian usaha/bisnis yang lebih besar lagi. Ini bentuk tindak lanjut dan jawaban dari instruksi pemerintah yang melarang masyarakat berkumpul/bekerumun. Berkurangnya jumlah uang beredar di dalam masyarakat berakibat fatal pada penurunan keuntungan usaha (rente), serta pendapatan Nasional/regional (PDB/PDRB) dan masyarakat (pendapatan kapita).

Menjawab permasalahan meluasnya pandemi Covid-19 dan membengkaknya jumlah pengangguran angkatan kerja, telah membuka cakrawala para akademisi dan peneliti dari Kota Mataram untuk menyusun strategi pemecahan masalah.

Rektor dan dosen Universitas 45 Mataram serta dosen UIN Mataram tengah mempersiapkan riset produksi jamu lokal. Strategi bisnisnya berupa bisnis individu yang dilakukan di rumah oleh para angkatan kerja yang mengangggur (mitra).

Jamu yang akan diproduksi bernama Oleifera+15 yang merupakan ramuan dari 16 jenis tanaman herbal yang habitatnya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Seluruh bahan jamu Oleifera+15 akan dibeli dari para petani di NTB.

Khasiatnya bagi manusia adalah mengungkit nafsu makan, mengangkat daya tahan tubuh, dan menambah imunitas tubuh. Khasiat lainnya yaitu melawan virus (Covid-19) dan merekonstruksi organ paru-paru yang luka. Sedangkan manfaat bagi hewan ternak dan ikan budidaya adalah mempercepat pertumbuhan (produktivitas) dan menekan mortalitas.

Pola bisnis yang akan dikembangkan adalah pola bapak angkat. Universitas 45 Mataram, melalui unit “Koperasi Syari’ah Empat Lima Mataram” bertindak sebagai bapak angkat. Produk jamu dan bahan jamu yang diproduksi oleh mitra dibeli seluruhnya oleh bapak angkat. Setelah lolos proses pengendalian mutu, jamu produksi plasma akan dipasarkan oleh bapak angkat.

Strategi jamu dan sistem bapak angkat menghasilkan multiplier effect positif sebagai upaya menjawab keberlanjutan bisnis masyarakat dalam memulihkan pendapatan individu pada era pandemic Covid-19.

Strategi ini juga sinkron dan ekuivalen dengan kebijakan pemerintah RI yang melarang kerumunan/kumpulan manusia dan memerintahkan social distance. Pulihnya pendapatan individu pada waktunya akan mampu meredam potensi kriminalitas akibat PHK massal. Sehingga kehidupan sosial dan ritme perputaran roda ekonomi tetap terjaga dalam situasi dan suasana yang tidak menentu (uncertainty) pada era pandemi Covid-19.

Oleh: Dr. Ir. Evron Asrial, M.Si.
Penulis adalah Rektor Unversitas 45 Mataram dan penerima penghargaan Ideathon Kemenristek/BRIN 2020

12 Mei 2020

Menengok Dapur Umum Milik TNI dan Polri di Alun-alun Taliwang

SUMBAWA - Anggota Satuan Sabhara Polres Sumbawa Barat bersama anggota Kodim 1628/SB  rutin menyiapkan makanan berbuka puasa di dapur umum Alun-alun kota Taliwang untuk didistribusikan kepada sejumlah lokasi di Sumbawa Barat.

Makanan tersebut nantinya akan tetap diberikan kepada warga yang terdampak covid-19 di sekitar lokasi dan untuk tenaga kesehatan yang sedang bertugas di sejumlah posko penanganan Covid-19.

Saat disambangi media ini, sejumlah anggota gabungan TNI Polri bahu membahu melakukan aktivitas memasak dan menyiapkan segala sesuatu untuk menu berbuka puasa termasuk takjilnya.

Ratusan makanan siap saji dari hasil masakan dapur umum akan langsung didistribusikan oleh Kapolsek dan Danramil Taliwang ke target yang sudah ditentukan termasuk ke rumah isolasi khusus untuk pasien yang diisolasi.

Kapolsek Taliwang, AKP Fatoni, di Taliwang, Selasa, mengatakan, distribusi makanan siap saji ini untuk terus membantu meringankan beban masyarakat di tengah-tengah pandemi covid-19.

“Semoga dengan bantuan ini juga dapat meringankan beban para petugas kesehatan yang sedang bertugas dan melayani warga dalam penanganan covid-19,” katanya.

Sementara itu, Danramil 01/Taliwang, Kapten Inf Nyoman Suarka, juga mengatakan, melalui bantuan makanan berbuka puasa ini, TNI dan Polri dapat memberikan pengabdiannya kepada masyarakat di tengah bencana non alam wabah corona.

“Walaupun tidak semua warga mendapatkannya, tetapi semoga apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi orang yang banyak,” katanya.

Sejauh ini, dapur umum TNI Polri sudah dibuka sejak awal Ramadan dan telah menyalurkan ribuan paket makanan untuk berbuka puasa.

Kedepannya, tambah Danramil, dapur umum ini akan tetap beroperasi seperti biasa, pihak TNI dan Polri mengajak masyarakat yang mampu untuk sama-sama bergerak dan membantu warga yang susah.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan sejumlah pihak yang telah mendukung berjalannya dapur umum sampai sekarang ini.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Hadi

Pesawat TNI AU Distribusikan APD Ke Lanud Zam Untuk Diserahkan Ke BPBD

MATARAM - Kedatangan Pesawat TNI AU C-130 A-1330 ke Lombok Internasional Airport membawa dukungan Alat Pelindung Diri (APD) dari Halim Perdana Kusuma. Tepatnya pukul. 08.47 Wita pesawat TNI AU tiba di Lombok Internasional Airport.

Setibanya di Lombok Internasional Airport pesawat TNI AU C-130 A-1330 ini disambut langsung oleh Komandan Lanud Zam Kolonel Pnb Andri Gandhy M.Sc.

Selanjutnya Komandan Lanud Zam Kolonel Pnb Andri Gandhy M.Sc. menyerahkan dukungan Alat Pelindung Diri (APD) Kepada Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Ibrahim Kurniawan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedatangan pesawat TNI AU C-130 A-1330 ke Lombok Internasional Airport membawa Alat Pelindung Diri (APD) dari Jakarta Halim Perdana Kusuma untuk di serahkan kepada BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (12/05/2020).

Pesawat TNI AU C-130 A-1330 membawa Alat Pelindung Diri (APD) yang di turunkan di Lombok Internasional Airport sebanyak 106 Dus seberat 1.819 kg. Dukungan Alat Pelindung Diri (APD) akan di distrubusikan kembali kepada gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang berada di wilayah Nusa Tengara Barat (NTB).

Dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19 di wilayah Nusa Tengagar Barat (NTB) merupakan distribusi bantuan yang ke enam.

Dari tahap pertama hingga saat ini pesawat TNI AU terus mendukung untuk mendistribusikan Alat Pelingdung Diri (APD) ke seluruh Indonesia.

Penulis : Redaksi
Editor : Hari
Publikasi : Hadi

11 Mei 2020

Dandim 1608/Bima Dampingi Bupati Bima Lepas Kepulangan 7 Pasien Covid-19 di RSUD Bima

KOTA BIMA - Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Teuku Mustafa Kamal Bersama jajaran Polri dampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SEN dan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M. Pd melepas kepulangan Tujuh (7) Pasien positif Covid -19 yang sudah dinyatakan sembuh. Pelepas bersama jajaran pemerintah daerah tersebut Bertempat di RSUD Bima Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima, pada Senin (11/5/2020).

Sejumlah Pasien Positif Covid-19 tersebut yang telah dinyatakan Sembuh oleh Tim Dokter RSUD Bima berdasarkan hasil Uji Swab di RSUP Prov NTB Mataram.

Penjemputan ke 7 pasien tersebut juga hadir Kadis Kesehatan H. Rifa'i M. AP, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Direktur RSUD Bima, dr Adi Winarko, Kabag Kesra Drs.H.M.Sidiq, Danramil 02/Bolo Kapten Inf Ibrahim, Danramil 05/Donggo Kapten Inf Seninot Sri Bakti, Pjs Danramil 1608-01/Rasanae, Kapoksek Bola AKP Juanda, Kapolsek Soromandi IPDA  Zulkifli, Camat Bolo dan Kades Kananga, Camat Sanggar Ahmad SH dan kades Piong, Camat Soromandi Julkifli dan Kades Bajo, Camat Lambu dan Kades Mangge.

Bupati Bima dalam kesempatannya mengucapkan rasa syukur atas 7 pasien positif Covid  -19, hari ini dinyatakan sembuh dan bisa dipulangkan dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah. " Atas ijin Allah di Bulan Ramadhan ini ada 7 pasien positif corona dari hasil Swab Mataram sudah dinyatakan negatif (sembuh) dan bisa pulang ke masing-masing rumah. " ujarnya.

Lanjut Bupati, sebelumnya wilayah Kabupaten Bima telah memulangkan sebanyak 5 orang  positif corona, tentunya semua ini atas  ijin Allah SWT. Semoga ke 7 pasien yang dipulangkan pada hari dapat menjaga kesehatan sekembalinya di rumah. Dan yang terpenting sambung Bupati, kepada 7 pasien yang ada dapat lakukan isolasi mandiri dulu selama 14 hari kedepan demi keamanan kita bersama. Pungkasnya.

Sementara Dandim Bima saat dimintai tanggapannya terkait kepulangan 7 orang pasien tersebut berharap kepada masyarakat yang ada dapat menerima ke 7 pasien tersebut dengan lapang dada  dan terbuka,  Covid -19 bukanlah Aib siapa saja bisa terpapar, ujarnya.

Disamping itu, Dandim Bima ini juga menghimbau agar warga lainnya tidak mengucilkan para pasien tersebut. " Kepulangan ke 7 pasien hari ini, bukan berarti harus ditakuti secara berlebihan oleh kita, tapi berikanlah semangat moril kepada mereka sehingga para pasien tersebut tetap semangat dalam memulihkan kondisi tubuhnya selama masa isolasi diri di rumah. " Imbuh Dandim.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Hadi

10 Mei 2020

Cahaya Ramadhan di Desa Oi Katupa, di Tengah Pandemi Corona

DOMPU - Tak terlena dengan pandemi, PLN Unit Induk Wilayah NTB tak henti dalam setiap upaya untuk melistriki nusantara. Kali ini, Desa Oi Katupa, satu desa yang terletak di lereng Gunung Tambora dan berjarak kurang lebih 100 km dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dompu berhasil memperoleh listrik dari PLN.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan masuknya listrik dari PLN ke desa ini. Kami bisa beribadah di bulan Ramadhan ini dengan nyaman, dan warga bisa lebih sejahtera karena secara ekonomi kami dapat berbuat lebih banyak sekarang.” ujar Safrin, Kepala Desa Oi Katupa.

Safrin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PLN dan juga seluruh pihak yang turut berkontribusi untuk Desa Oi Katupa.

Sebelumnya, listrik di Desa Oi Katupa disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan program  Lampu Tenaga Surya Hemat Energi dari Kementerian ESDM. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, PLTS tersebut tidak mampu lagi  memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang berbeda, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memberikan apresiasi kepada PLN atas upaya tersebut. Indah juga berharap PLN terus bersemangat untuk melistriki hingga di pelosok negeri.

“Saya berterima kasih kepada PLN, meski dengan kondisi yang sulit seperti sekarang ini, tapi masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di Desa Oi Katupa.” Tutur Indah.

Untuk melistriki desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima ini, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah  sepanjang 27 kms dan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4 kms. Selain itu, juga membangun dua buah gardu dengan total kapasitas 100 kVA.

“Sebanyak 125 Kepala Keluarga di Desa Oi Katupa saat ini bisa menikmati listrik PLN. Hal ini tentunya tak lepas dari kerja keras  tim di PLN ULP Dompu, PLN UP2K Provinsi NTB, dan pastinya dukungan dari seluruh pihak.” Jelas Maman Sulaeman, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bima.

Maman juga menerangkan bawah setiap pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan selalu berpedoman pada prosedur pencegahan penyebaran Covid-19. Pemakaian Alat Pelindung Diri  dan juga physical distancing menjadi hal yang wajib dilakukan di situasi seperti sekarang.

“Keselamatan pegawai tetap menjadi prioritas utama kami. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, namun dengan tetap melaksanakan protokol keamanan yang telah kami siapkan. “ tegas Maman.

Masuknya listrik ke Desa Oi Katupa, yang merupakan desa pemekaran tahun 2012 ini adalah salah satu bentuk komitmen  PLN untuk terus menghadirkan listrik, di manapun dan kapanpun.

“Semoga apa yang kami upayakan dapat memberikan manfaat bagi semua orang, terutama  di bulan Ramadhan kali ini. Dan mari kita sama berdoa agar wabah ini segera berakhir.” Tutup Maman.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Publikasi : Admin

Koramil Sekongkang dan SatBrimob Semprotkan Disinfektan

SUMBAWA - Untuk terus mencegah penularan virus Corona (covid-19), Anggota gabungan Koramil Sekongkang dan SatBrimob kembali melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat yang ada di Kecamatan Sekongkang dan Maluk.

Lokasi yang disasar anggota TNI Polri ini seperti fasilitas umum yang ada di pantai, tempat ibadah, dan sepanjang jalan di seluruh Desa Kecamatan Maluk.

Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol CZI Eddy Oswaronto mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan dilakukan untuk terus mencegah penyebaran covid-19 di wilayah sekongkang dan Maluk khususnya di sejumlah fasilitas umum.

"Fasilitas umum di sejumlah tempat ini rentan menularkan covid-19 karena dipakai secara bersama-sama," katanya dirilis Kapenrem 162/WB pada Minggu 10 Mei 2020.

Penyemprotan dilakukan menggunakan satu unit kendaraan roda empat milik Sat Brimob dan tangki semprot, ditambah dengan delapan orang personil gabungan.

Dandim berharap, dengan penyemprotan ini dapat mencegah dan mematikan berbagai virus sehingga wilayah Maluk dan Sekongkang tetap aman.

Dia juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kesehatan, menjaga jarak atau physical distancing, cuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker setiap keluar rumah.

"Bagi warga yang baru datang dari luar diharapkan tetap mengikuti protokol kesehatan dan mengisolasi diri hingga waktu yang ditentukan pemerintah yaitu 14 hari," tuturnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

9 Mei 2020

Babinsa Jajaran Kodim 1607/Sumbawa Pastikan warga Dapat Bantuan BPNT

SUMBAWA – Guna mengantisipasi permasalahan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa apalagi di bulan suci Ramadhan, kali ini Babinsa Jajaran Kodim 1607/Sumbawa yakni Koramil 1607-01/Kota di Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas dan Desa Boak Kecamatan Unter Iwes, Koramil 1607-02/Empang di Desa Pemasar Kecamatan Maronge, melakukan pengawasan pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat penerima bantuan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Jumat (08/05/2020).

Dalam penyaluran BNPT tersebut, Babinsa setempat bersama petugas membantu memantau serta melaksanakan pendampingan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terhadap 190 KK di Desa Karang Dima, 69 KK di Desa Boak dan 217 KK di Desa Pemasar untuk masyarakat penerima manfaat hingga selesai.

Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut meliputi Beras 10 kg, Telur ayam 30 butir, Daging ayam 1/2 kg, Buah-buahan 1 kg, Minyak goreng 2 liter dan 1 paket APD berupa masker.

Di lain tempat Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE, M.Sc., mengatakan, bahwa dengan adanya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, terlebih saat dalam Pandemi Virus Covid-19 sekarang ini, bantuan tersebut tentu sudah dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Mari kita bersama melawan penyebaran virus corona dengan cara mematuhi himbauan dari Pemerintah, dan juga selamat menunaikan ibadah Puasa bagi Ummat Muslim. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita di Bulan Suci Ramadhan kali ini. Pungkas Dandim 1607/Sumbawa.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

“Jumat Bersedekah” Kodim 1607/Sumbawa bantu Warga hadapi Pandemi Covid-19

SUMBAWA – Dalam situasi melawan penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, beberapa larangan dan himbauan kepada masyarakat telah dilakukan oleh Pemerintah. Hal tersebut tentunya membuat sebagian masyarakat kesulitan dalam berbagai macam hal, termasuk masalah ekonomi.

Memasuki Minggu ke Empat bulan suci Ramadhan, dalam menanggapi permasalahan tersebut, Kodim 1607/Sumbawa melakukan aksi Bhakti Sosial “Jumat Bersedekah” membagikan Paket Sembako. Pembagian Paket Sembako diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan fakir miskin di wilayah Kecamatan Moyo Hilir yaitu di Desa Berare, Desa Moyo Mekar, Desa Poto dan Desa Moyo dan Desa Ngeru. Jumat (08/05/2020).

Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Inf Samsul Huda, SE, M.Sc., mengatakan, Bhakti Sosial ini sebagai bentuk empati kami kepada masyarakat di Kabupaten Sumbawa dalam situasi melawan Pademi Covid-19 dan Dalam Bulan Ramadhan 1441 H.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situasi melawan wabah virus corona, serta dalam Bulan Suci Ramadhan,” ujar Dandim.

“Mari kita bersama melawan penyebaran virus corona dengan cara mematuhi himbauan dari Pemerintah, dan juga selamat menunaikan ibadah puasa bagi ummat Muslim. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita di Bulan Suci Ramadhan kali ini,” lanjut Dandim.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

8 Mei 2020

Lost Contact, Kantor SAR Mataram Cari Kapal Ikan di Utara Bali

SASAMBO NEWS - KM Baruna Jaya Raya mengalami lost contact (hilang kontak) di sekitar perairan utara pulau Bali.

Kapal ikan ini diketahui hilang kontak saat berlayar dari pulau Madura ke pulau Bali sekitar pukul 11 malam pada Rabu 6 Mei 2020.

“Hari ini kami menerima laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar via email pukul 18.34 wita bahwa kapal KM Baruna Jaya Raya mengalami lost contact kemarin sekitar jam 11 malam saat berlayar dari pelabuhan Sapeken, Madura menuju pelabuhan Sangsit, Buleleng-Bali,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram pada Kamis 7 Mei 2020. 

Sehari sebelumnya, kapal dengan panjang 24 meter, warna putih-merah-biru dan POB berjumlah 8 orang ini berangkat dari pelabuhan Sapeken pukul 22.00 wita menuju pelabuhan Sangsit dan seharusnya tiba tadi sore pukul 04.00 wita. Namun hingga berita ini diturunkan, kapal tersebut belum sampai di tujuan. 

“Untuk mendukung pencarian yang dilakukan oleh Kantor SAR Denpasar, pukul 21.00 wita kita menerjunkan personil ke lokasi yang dicurigai hilangnya kapal tersebut dengan menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram,” tegas Nanang Sigit PH..

Sebelumnya Kantor SAR Denpasar menerima laporan dari bapak Yung-Yung (pemilik kapal) pukul 16.20 wita. Tim rescue Pos SAR Buleleng dikerahkan untuk melakukan pencarian menuju rute tujuan KM. Baruna Jaya Raya dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB).

Selain melakukan pencarian, Kantor SAR Denpasar dan Mataram melakukan pemapelan ke instansi terkait dan kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan utara pulau Bali.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin