28 April 2020

Sopir, Kernet dan Ojek Pangkalan di Lotim Terima Bantuan dari POLRI

LOMBOK TIMUR - 2.873 sopir angkutan umum, kernet, dan ojek pangkalan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat bantuan dari Program Keselamatan Polri (PKP) berupa uang tunai sebanyak Rp.600 ribu selama tiga bulan di masa Pandemi Covid-19.

Ribuan sopir yang berhak mendapatkan bantuan tersebut, sebelumnya telah dilakukan pendataan terlebih dahulu oleh para Polmas di masing - masing Desa yang dianggapnya layak mendapatkan bantuan PKP tersebut.

"Dari data itu kami pastikan para sopir ini layak mendapatkan bantuan ini", ucapnya AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK Kapolres Lotim pada Selasa 28 April 2020.

Lanjutnya Tunggul, program ini berskala nasional dari Kepolisian Republik Indonesia yang dihajatkan untuk para sopir beserta kernet angkutan umum, dan ojek pangkalan.

"Untuk Ojek Online program ini tidak berlaku", tegasnya.

Kemudian bagi para sopir yang sudah terdata, maka akan tetap mengikuti pelatihan Lalu lintas untuk selalu patuh dalam berkendara guna mengurasi resiko angka kecelakaan di Lotim.

Selain itu pihak Kepolisian juga meminta kepada sopir yang mengikuti pelatihan supaya membantu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker, sosial distancing dan tidak berada pada kerumunan.

"Nanti para sopir ini kita minta mereka ikut membantu petugas untuk pencegahan penularan Covid di tengah masyarakat", pintanya.

Dengan hadirnya PKP, Kepolisian juga kembali meminta supaya uang yang Rp.600 ribu diutamakan untuk membeli kebutuhan pokok dan bukan untuk kebutuhan lain yang tidak bermanfaat.

Tunggul juga di kesempatan itu menyampaikan pencairan dana PKP di Bank BRI Cabang Selong mulai tanggal 30 April 2020, dengan tekhnis pengambilan tidak boleh berkerumun melainkan tetap menjaga jarak.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.