12 April 2020

Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Ini Seruan Walikota Mataram

MATARAM - Walikota Mataram H Ahyar Abduh mengimbau masyarakat Kota Mataram untuk lebih taat dan disiplin mengikuti anjuran pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal ini ditegaskan Ahyar Abduh, Sabtu malam (11/4) usai rilis Gugus Tugas Covid-19 menyebutkan lima diantara penambahan delapan kasus di NTB, adalah warga Kota Mataram.

"Dengan penambahan kasus positif di Mataram ini, maka saya tekankan agar masyarakat harus taat dan disiplin kepada imbauan dan anjuran pemerintah, jangan pagah. Karena seluruh imbauan itu demi kebaikan bersama," tegasnya.

Masyarakat diharapkan tetap disiplin mentaati anjuran social dan physical distancing, penerapan pola hidup sehat, rajin cuci tangan, dan lebih banyak diam di rumah. Bepergian untuk hal penting saja, dan selalu mengenakan master di saat bepergian.

"Saya serukan agar warga di tiap lingkungan untuk sedapatnya tidak menerima atau melakukan kontak fisik dengan orang-orang yang baru datang dari luar daerah, sebelum dilakukan rapid test oleh petugas medis. Karena itu warga harus melaporkan kepada Gugus Tugas Kota Mataram untuk dilakukan tindakan sesuai protokol pencegahan Covid-19," tegas Ahyar.

Selain itu, Ahyar juga menekankan agar semua masyarakat mentaati aturan tentang isolasi mandiri di rumah atau di lokasi yang disediakan Pemkot Mataram, bagi mereka yang baru datang dari luar daerah atau pun yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

"Semua masyarakat yang tercatat OTG dan ODP, kalau diminta isolasi mandiri harus ditaati. Kalau diisolasi di Wisma Nusantara atau di RS yang disiapkan juga harus laksanakan semua saran tersebut. Ini demi kebaikan bersama, sebab kita harus meminimalisir penularan Covid-19 ini," tukasnya.

Namun demikian, Walikota Ahyar Abduh meminta masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi peningkatan jumlah kasus positif di Mataram. Sebab, sejauh ini Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram terus melakukan upaya contact tracing dan upaya lain yang sesuai SOP penanganan Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 NTB, lima pasien positif yang berasal dari Kota Mataram antara lain, pasien nomor 28, an. Ny. CT (41), pasien nomor 29, an. Nn. FYT (15), pasien nomor 31, an. Nn. DAR (15), pasien nomor 32, an. Nn. FNH (17), dan pasien nomor 33, an. Ny. PTS (43).

Ahyar Abduh menjelaskan, lima pasien positif Covid-19 yang diumumkan Sabtu malam (11/4) juga merupakan hasil contact tracing atau penelusuran terhadap orang yang punya riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

"Lima pasien positif penambahan hari ini, itu hasil contact tracing yang dilakukan. Mereka punya riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 04-NTB. Itu artinya, upaya contact tracing yang dilakukan cukup berhasil menekan ruang gerak penyebaran Covid-19," katanya.

Pasien 04-NTB warga Mataram sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya, beberapa waktu yang lalu.

Ahyar menambahkan, selain terus meningkatkan contact tracing dan menerapkan isolasi dan karantina bagi warga yang baru datang dari luar daerah, Gugus Tugas Kota Mataram juga terus memperketat pemeriksaan posko terpadu di pintu masuk Kota Mataram.

"Jam malam tetap kita lanjutan, dan akan semakin ketat pemeriksaan kita lakukan di tiap lingkungan. Kalau masih ada yang berkerumun, saya perintahkan agar dibubarkan. Kita sudah koordinasi dengan Polresta Mataram dan Kodim Lombok Barat," tegas Ahyar Abduh.

Ia berharap masyarakat membantu pemerintah Kota Mataram dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini.

"Biarkan kami pemerintah bekerja serius menangani Covid-19 ini, dan masyarakat hendaknya bisa mendukung dengan mentaati seluruh anjuran dan aturan pemerintah. Lebih banyak diam di rumah akan lebih baik, dan jaga keamanan kesehatan jika memang harus keluar rumah untuk hal yang sangat penting," pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.