1 April 2020

1305 Pekerja Migran NTB Pulang Kampung

Kepala Disnakertrans NTB, H Agus Patria
MATARAM — Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTB yang pulang kampung hingga bulan Maret 2020 mencapai 1.305 orang.

Menurut Kepala Disnakertrans NTB, H Agus Patria, kepulangan PMI tersebut dikarenakan masa kontrak kerjanya sudah habis. Dan ada juga yang bermasalah.

“Mulai januari sampai saat ini ada 1.305, mereka yang pulang ini habis masa kontrak dan bermasalah,” ujarnya pada Rabu 1 April 2020 di Mataram.

Diungkapkannya, para PMI yang pulang kampung karena habis masa kontrak dan bermasalah itu terbanyak dari Malaysia dengan 1.289 orang atau 98,77 persen.

Kemudian diikuti Arab Saudi dengan jumlah enam orang atau 0,46 persen. Kemudian, Brunai Darussalam lima orang atau 0,38 persen. Bahrain tiga orang atau 0,23 persen.

“Nah, sisanya dari Singapura dan Oman masing-masing satu orang atau 0,08 persen, sehingga totalnya menjadi 1.305 orang,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan daerah asal PMI terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 626 orang, diikuti Lombok Tengah 436 orang.

Selanjutnya, Lombok Barat 203 orang, dan Lombok Utara 13 orang. Sedangkan, Kabupaten Sumbawa, Bima, dan Sumbawa Barat masing-masing satu orang.

“Dari sekian jumlah itu, PMI bermasalah tercatat 55 orang, sakit 2 orang dan meninggal 8 orang sehingga totalnya mencapai 65 orang,” kata Agus Patria.

Para PMI yang kembali ke kampung halaman tersebut kata dia, sudah melalui pemeriksaan ketat dari COVID-19 sejak pulang dari negara penempatan hingga sesampainya di NTB.

“Jadi mulai sampai di Indonesia hingga ke NTB mereka sudah melalui pemeriksaan ketat dan Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat,” tegas mantan Asisten Pemerintahan Setda NTB itu.

Meski demikian lanjut Agus Patria, pihaknya tetap melakukan antisipasi melalui pengawasan secara ketat khususnya pada pintu-pintu masuk, seperti bandara, pelabuhan dan terminal.

“Untuk pengawasan ketat di pintu-pintu masuk sudah dilakukan pemerintah melalui tim gugus tugas penanganan COVID-19,” demikian Agus Patria.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.