29 April 2020

Pemuda Ini Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

Evakuasi korban oleh Tim SAR
LOMBOK TENGAH – Nasib naas menimpa M. Fadli (20). Pemuda asal desa Persiapan Prako Praya Timur Lombok Tengah ini ditemukan meninggal di dalam sumur, pada Rabu 29 April 2020.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Nanang Sigit, M. Fadli terjatuh ke dalam sumur yang berada di halaman rumahnya tersebut dilaporkan oleh bapak L. Redi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.

“Kami menerima laporan dari bapak L. Rudi bahwa sekitar jam lima sore tadi ada satu orang terjatuh ke dalam sumur di desa persiapan Prako. Tim rescue kita berangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bersama dengan berbagai unsur terkait pihak terkait dari TNI, Polri, BPBD, warga sekitar dan lain sebagainya,” kata Nanang Sigit, via WhatsApp.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 19.45 wita setelah sebelumnya dilakukan pengurasan air sumur.

“Korban yang jatuh ke ke sumur dengan kedalam belasan meter ini langsung diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kronologis kejadian yang menimpa M. Fadli. Namun ia memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Pungkas Nanang Sigit.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

TNI AD Terima Bantuan 30.000 APD dari MNC Peduli

MATARAM - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan bahwa bantuan 30.000 Alat Pelindung Diri (APD) dari MNC Peduli akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh Rumah Sakit jajaran TNI AD.

Hal itu disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E.,M.M dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Diungkapkan Kadispenad, penerimaan secara simbolis bantuan APD baju Hazmat tersebut dilakukan pada kegiatan audiensi Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dengan Kasad di ruang tamu Kasad.

Usai menerima bantuan secara simbolis, Kasad menegaskan bahwa pemberian bantuan APD tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dengan diterimanya bantuan tersebut, TNI AD siap untuk mendistribusikannya.

“Kami memiliki 68 rumah sakit, kami berterimakasih atas bantuan dari Bapak Hary dan MNC Group. Bantuan dari Bapak ini akan kami siapkan distribusinya. Kami sangat memerlukan APD termasuk masker terutama masker N95 untuk tenaga medis yang saat ini juga susah didapatkan,”ungkapnya.

Selain itu, Andika juga mengungkapkan bahwa kebutuhan APD setiap harinya sangat tinggi bagi tenaga medis dihadapkan pada situasi saat ini.

“APD penggunaannya hitungan per hari, untuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto sendiri, mereka bisa menghabiskan hampir 500 APD per harinya. Gambaran yang serupa juga bisa terjadi di rumah sakit-rumah sakit lainnya. Bantuan-bantuan dari pak Hary dan dari semua pihak sangat membantu,”tegas Kasad.

Andika juga menambahkan bahwa bantuan kali ini adalah fokus kepada tenaga medis TNI AD dimana APD merupakan kelengkapan mereka dalam melaksanakan tugas, selain itu juga meningkatkan imunitas mereka.

Sementara itu, diakhir pertemuan, Kasad juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat agar terus bersama-sama untuk membatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus.

“Saya bisa memahami betapa di bulan Ramadhan ini keprihatinan memang bertambah, Situasi pembatasan sosial ini yang masih akan menyulitkan banyak pihak," ujar Andika.

"Tetapi saya yakin kalau kita semua disiplin, kita sama-sama untuk menjaga, penyebaran virus Covid-19 ini akan bisa kita batasi dan mudah-mudahan akan cepat berakhir,”harapnya sambil menutup pembicaraan.

Pada kesempatan tersebut, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para tenaga medis termasuk tenaga medis TNI AD yang telah berjuang dalam melawan pandemi secara global ini.

“Saya dan tentunya masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dengan semua upaya medis untuk merawat pasien-pasien Covid-19, sangat luar biasa pengorbanan dan kerelaanya, kami sangat simpati, terus berjuang, kami sangat mendukung,”ujar Hary.

Selain Kadispenad, turut mendampingi Kasad dalam audiensi tersebut, Wakasad Mayjen TNI Moch Fachrudin,S.Sos, Koorsahli dan Aster Kasad, Kapuskesad serta Dandenma Mabesad.

Penulis : Redaksi
Ditor : Hadi
Publikasi : Admin

Transaksi Sabu Digagalkan Petugas, Satu Pelaku Ditembak

MATARAM - Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram menggagalkan transaksi jual beli narkoba jenis sabu.

Jual beli barang ini digagalkan di sekitar pertokoan di Jalan Gajah Mada, Lingkungan Jempong Timur, Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Petugas kemudian menangkap dan mengamankan dua orang yang terlibat transaksi. Masing-masing berinisial SK (39 thaun) warga Penambong, Desa Sukadana, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur dan IR (37 tahun) warga Lingkungan Jempong Timur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Dari penangkapan itu, petugas mendapatkan barang bukti 5,34 gram sabu.

"Kami amankan dua orang saat transaksi di Jempong Timur Senin malam 27 April sekitar pukul 21.45 wita,’’ ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson di Mataram, Selasa (28/04/2020).

Berbekal informasi masyarakat. Kepolisian turun melakukan penyelidikan. Bahwa kedua pelaku kerap bertransaksi narkoba di sekitar lokasi.

Informasi ini ditelusuri dan hasilnya valid. Saat petugas datang. SK kedapatan membuang bungusan tisu dengan tangan kanannya. Bungkusan itu didapatkan petugas berisikan kristal bening diduga sabu seberat 5,34 gram.

"Barang buktinya sempat dibuang,’’ bebernya.

SK kemudian diminta menunjukkan tempat membeli sabu. Pelaku mendapatkan sabu di Dusun Beleka, Kabupaten Lombok Tengah.

Pelaku dikawal petugas menuju Beleka. Alih-alih menunjukkan tempat seperti yang diakuinya. SK malah berupaya melarikan diri setelah sampai di Beleka.

Didahului tembakan peringatan tiga kali. Tindakan terukur terpaksa dilakukan petugas. Timah panas menembus kaki kanan SK.

"Dia berupaya melarikan diri. Sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan,’’ tuturnya.

Setelah itu, kedua pelaku dibawa ke Mapolresta Mataram untuk diproses lebih lanjut. Introgasi awal dilakukan petugas terhadap pelaku. Kini kedua pelaku terancam hukuman berat dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

"Kita proses lebih lanjut. Baru introgasi awal,’’ tegas Elyas.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Terus Antisipasi Penyebaran Covid-19, Danrem 162/WB Gelar Video Conference Dengan Dandim Jajaran

MATARAM – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menggelar video conference (Vicon) dengan para Dandim jajaran Korem 162/WB terkait Percepatan Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah NTB, Rabu (29/4).

Pada Vicon tersebut, para Dandim melaporkan kondisi terakhir wilayahnya kepada Danrem 162/WB yang didampingi oleh Perwira Staf Korem di ruang rapat Makorem 162/WB khususnya tentang upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19 maupun dampak sosial, ekonomi serta kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing.

Setelah mendengar laporan dari para Dandim di masing-masing wilayah, Danrem 162/WB memberikan dukungan dan apresiasi atas upaya dan kinerja satuan dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah termasuk upaya mengantisipasi dampak sosial ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19.

Rizal Ramdhani juga memerintahkan para Dandim untuk terus melakukan upaya-upaya membantu pemerintah Daerah mencegah penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayah, bangun sinergitas dengan seluruh pihak, berkoordinasi lintas sektoral serta terus berikan sosialisasi, edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk mentaati dan melaksanakan semua imbauan dan kebijakan pemerintah, tegasnya.

Untuk itu, lanjut Danrem, jangan pernah kendor untuk melakukan segala upaya dalam rangka percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah baik berkaitan dengan kegiatan mitigasi, antisipasi pencegahan dengan tidak henti-hentinya memberikan imbauan, sosialisasi, penyuluhan memalui media komunikasi yang mudah diakses oleh masyarakat, juga membantu menjaga setiap pintu masuk ke wilayah guna memudahkan klasifikasi masyarakat yang keluar masuk wilayah masing-masing, melaksanakan patroli bersama di titik-titik tertentu baik dalam rangka memberikan imbauan ataupun menjaga stabilitas keamanan wilayah selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya Danrem kembali menekankan, untuk terus membantu Tim Medis Satgas Covid-19 baik pada saat pendataan sesuai status, baik ODP, PDP, Suspack, serta pasien positif hasil SWAB sampai dengan penyusuran (tracking contak) khususnya terhadap orang yang kontak langsung dan tempat-tempat yang pernah disinggahi oleh pasien positif Covid-19.

Selanjutnya, menurut orang nomor satu dijajaran Korem 162/WB ini, yang harus menjadi perhatian kita, yakni membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi kesiapan cadangan sembako manakala pandemi Covid-19 ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, pungkasnya.

“Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah yang dapat digunakan untuk mendukung kesiapan pangan seperti pengawalan dan pendampingan terhadap kegiatan pertanian mulai proses semai, tanam sampai panen dan penanaman kembali khususnya Pajale (padi, jagung, kedelai) termasuk hasil pertanian lainnya termasuk sektor lainnya seperti perikanan, peternakan, perkebunan serta potensi lainnya guna mendukung kesiapan logistik dan cadangan kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19,” jelas Danrem.

“Hal tersebut harus dilakukan terus menerus sehingga dapat menggugah setiap elemen masyarakat untuk dapat mengoptimalkan perannya sesuai tugas fungsi dengan harapan dapat mendukung segala upaya percepatan penanganan penyebaran virus covid-19” tutupnya.

Ikut pada kegiatan tersebut, Kasilog Korem 162/WB, Dandenkesyah Mataram, Pasi Puanter Korem 162/WB, Pasi Intel Korem 162/WB, Karumkit Mataram dan Dantim Intel Korem 162/WB.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Kasus Positif Covid-19 di Lombok Utara Meningkat jadi 11, Seorang Pasien Sembuh Ternyata Masih Positif

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi
MATARAM - Lombok Utara kini menjadi daerah zona merah Covid-19, dimana jumlah kasus positif mengalami trend meningkat.

Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB mengumumkan 21 kasus positif baru di NTB pada Selasa petang (28/4), di mana delapan kasus diantaranya merupakan penduduk Lombok Utara.

Penambahan delapan kasus positif baru tersebut membuat jumlah kasus positif Covid-19 di daerah Dayan Gunung itu kini mencapai 11 kasus.

Jumlah angka kesembuhan di Kabupaten tersebut yang sebelumnya tercatat 1 orang sembuh, ternyata masih dinyatakan positif dan harus dirawat isolasi di RS rujukan.

Pasien nomor 11, pria berinisial N (65) asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sempat dinyatakan sembuh. Tapi setelah uji swab kembali dilakukan rupanya masih positif.

Secara komulatif, dengan angka kesembuhan baru sebanyak delapan orang di NTB pada Selasa (28/4) seharusnya NTB mencatat angka kesembuhan total 31 orang. Namun menjadi hanya 30, karena pasien sembuh di Lombok Utara, ternyata masih positif.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi membenarkan, hal tersebut. Menurut dia pasien 11-NTB yang menjadi pasien positif pertama di KLU sempat dinyatakan sembuh.

"Tetapi rupanya dari dua kali swab negatif ada 1 yang masih positif, sehingga dokter Satgas bersangkutan meminta dilakukan swab satu kali lagi untuk dinyatakan sembuh," kata Nurhandini, Selasa malam (28/4).

Berdasarkan Data Gugus Tugas Covid-19 NTB, 11 pasien positif KLU hingga Selasa (28/4) tercatat antara lain :

1. Pasien nomor 11, pria berinisial N (65) asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dalam kondisi baik, sempat dinyatakan sembuh, namun harus swap ulang karena masih positif.

2. Pasien nomor 42, an. Tn. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Nipah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

3. Pasien nomor 43, an. Tn. M, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 11. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik.

4. Pasien nomor 207, an Tn. J, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Kerujuk, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

5. Pasien nomor 208, an. Tn. H, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Karang Desa, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

6. Pasien nomor 209, an. Tn. D, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Teres Genit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

7. Pasien nomor 210, an. Tn. A, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

8. Pasien nomor 211, an. Tn. AM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lendang, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

9. Pasien nomor 212, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Lendang Bamben, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

10. Pasien nomor 213, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

11. Pasien nomor 214, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik.

Menyikapi perkembangan kasus di Lombok Utara, Direktur Lombok Global Institute (Logis) M Fihiruddin menilai Lombok Utara merupakan salah satu daerah yang terkesan lamban dalam mengantispasi penyebaran Covid-19 dibanding daerah Kabupaten/Kota lainnya di NTB.

Padahal sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada Februari lalu, Lombok Utara menjadi daerah paling disoroti lantaran kawasan destinasi tiga Gili dinilai menjadi pusat arus lalulintas wisatawan dari berbagai negara.

Pemprov NTB juga memberikan perhatian serius dengan mulai menutup akses ke Gili-Gili di sana, kemudian melakukan penyemprotan disinfektan secara masal.

Namun, alih-alih melakukan tindakan lanjutan memproteksi daerah Kecamatan lainnya, hingga awal April 2020, Pemda Lombok Utara justru masih saja berfokus pada tiga Gili, yang idealnya sudah bisa dikatakan aman.

"Kan lucu saja. Kawasan Gili yang sebenarnya sudah aman karena tidak ada lagi arus keluar masuk wisatawan, justru disemprot-semprot disinfektan. Sementara hal lain yang lebih urgent seperti penyediaan fasilitas karantina dan isolasi seperti dinomor-duakan," katanya.

Menurutnya, akibat terlalu fokus ke Gili akhirnya sejumlah kasus positif yang muncul justru dari Kecamatan lainnya di KLU.

Fihir menegaskan, harusnya Lombok Utara punya strategi dan rencana matang dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, dan tidak sekadar membuat kegiatan yang kesannya justru membuang-buang anggaran.

"Harusnya KLU bisa mencontoh Kota Mataram dan Lombok Timur, upaya-upaya nyata dan terukur yang harusnya dilakukan saat ini," katanya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Gugus Covid-19 KLU, Evi Winarni didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, menekankan bahwa upaya Pemda KLU dalam mencegah dan menanganai Covid-19 sudah dilakukan maksimal dan komprehensif.

"Dan langkah secara umum berlangsung sinergis dan komprehensif bersama multipihak termasuk unsur TNI, Polri, PMI, Orari -Rapi dan lainnya," jelas Evi, Rabu (29/4).

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU itu memaparkan, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pengamanan dan pengecekan suhu tubuh tiap orang di kawasan perbatasan pintu masuk KLU, penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, pembagian masker, sosialisasi bahaya wabah corona serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.

"Upaya lainnya, gugus tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19, serta melaksanakan protap Covid-19 di pasar-pasar tradisional yang diawali dari Pasar Tanjung," katanya.

Berdasarkan data tebaru dari Gugus Covid-19 KLU, hingga Rabu (29/4) ini telah dilakukan contact tracing kepada 337 orang untuk kemudian di-RDT (Rapid Diagnosis Test) dengan hasil ditemukan 74 orang reaktif.

Dari 74 orang berstatus reaktif tersebut, sejumlah 65 orang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19 KLU, serta 9 orang lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan puskesmas setempat oleh Survailence dan TGC Puskesmas.

"Dari sejumlah 65 pasien reaktif yang sedang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19, telah dilakukan Swab terhadap 30 orang pada tanggal 25 April 2020. Swab juga dilakukan kepada 16 orang pada tanggal 27 April 2020," tuturnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga terus memberikan bantuan sembako kepada keluarga pasien atau desa yang berkategori zona merah. Bantuan yang diberikan tersebut, bersumber dari pemerintah maupun para donatur.

Dijelaskan, anggaran penanganan Covid -19 di KLU mencapai Rp. 65 miliar lebih meliputi anggaran BTT (APBD Murni) sejumlah Rp. 1,25 Miliar dan dan Refocusing sejumlah Rp.63,89 Milar lebih.

"Sementara sampai saat ini anggaran yang sudah dikeluarkan ke BPBD, Dinsos, dan Dikes sejumlah Rp. 6 Miliar lebih," katanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Rencana Pemkot Mataram Menutup Tiga Pusat Perbelanjaan Dinilai Tepat untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh
MATARAM - Pemerintah Kota Mataram akan meminta tiga pusat perbelanjaan terbesar di Kota Mataram untuk menutup operasional mereka selama Pandemi Covid-19. Tujuannya untuk menghindari potensi keramaian, sekaligus memotong rantai menyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Rencana penutupan tiga pusat perbelanjaan, yakni Lombok Epicentrum Mall, Mataram Mall dan Transmart ini teruang dalam Surat Keputusan Bersama Walikota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, dan unsur Forkopimda Kota Mataram.

"Ini tentu ada dampak ekonominya, terutama bagi pengusaha. Tetapi langkah ini yang terbaik demi menjaga keselamatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini," tegas Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, Selasa (28/4) di Mataram.

Data Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mataram menyebutkan hingga Selasa (28/4) secara komulatif jumlah kasus positif Covid-19 di ibukota NTB ini sudah mencapai 74 kasus. Meski dalam kurun yang sama angka kesembuhan di Kota Mataram juga sudah sebanyak 12 orang, namun upaya pemutusan rantai penyebaran tetap harus dilakukan.

Ahyar mengaku keputusan menutup pusat perbelanjaan tentu akan terasa berat. Apalagi saat ini bulan Ramadhan dimana kebutuhan masyarakat bukan hanya untuk kebutuhan pangan tetapi juga banyak keperluan sandang dan pakaian menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Di lain sisi penutupan juga akan menyebabkan cukup banyak karyawan di pusat perbelanjaan yang terpaksa dirumahkan.

Namun ia berharap masyarakat bisa bersabar, menahan diri, dan terus mengikuti anjuran pemerintah. Sebab, semua ini hanya akan berjalan sementara, sampai wabah pandemi Covid-19 ini benar-benar teratasi.

"Ya bicara dampak ekonomi memang berat .Tapi keputusan ini memang harus kita ambil. Sama juga dengan keputusan agar tidak ada Jumatan dan Tarawih di Masjid, ini sangat berat. Tetapi ini jalan terbaik untuk memutus rantai penyebaran wabah ini," tukas Ahyar.

Sementara itu, Direktur Lombok Global Institute (Logis), M Fihiruddin menilai rencana Pemkot Mataram menutup pusat perbelanjaan ini dinilai sangat tepat, terutama untuk menghindari terjadinya kerumunan dan keramaian di pusat belanja.

Apalagi trend umumnya di bulan Ramadhan, pusat-pusat perbelanjaan menjadi lokasi strategis ngabuburit para muda-mudi menunggu waktu berpuka puasa.

"Penutupan sementara, itu keputusan yang tepat. Saya pikir pengusaha juga bisa memaklumi, karena saat ini kan kondisinya tanggap darurat dan Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat. Jangan sampai mall-mall dibuka justru banyak kerumunan, anak muda ngabuburit, atau keluarga berbelanja, dan justru menjadi potensi penularan lagi," katanya.

Fihir menilai, sejauh ini Pemkot Mataram dan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 secara maksimal di Kota ini.

Dari sisi medis kesehatan misalnya, para masyarakat yang menjadi korban terpapar positif Covid-19 dilakukan perawatan intensif di RS rujukan termasuk RSUD Kota Mataram, untuk kesembuhan mereka. Gugus Tugas juga terus melakukan contact tracing terhadap populasi berisiko ODP, OTG dan PPTG yang ada untuk memastikan proses isolasi 14 hari benar-benar dilakukan, sekaligus melakukan uji RDT dan uji swap.

Sementara untuk dampak sosial ekonomi, Kota Mataram juga sudah menyalurkan bantuan sembok Covid-19 bagi masyarakat terdampak, selain menyalurkan pula bantuan JPS Gemilang dari Pemprov NTB.

"Jadi Logis melihat, Pemkot Mataram ini selalu mempertimbangkan dampak dan  merumuskan solusi dampak, sebelum mengambil atau menetapkan keputusan. Ini sangat baik, apalagi kondisi pandemi seperti ini," katanya.

Sebab, papar dia, jika masyarakat dan pengusaha pusat perbelanjaan tetap bersikuku untuk membuka usaha, maka bukan mustahil apa yang diprediksi bahwa angka terpapar Covid-19 akan lebih cepat dan menemukan jumlah paling tinggi hingga 5 ribuan kasus beberapa bulan ke depan.

"Sehingga kami mendukung upaya-upaya ini, agar jangan sampai kasus Covid-19 ini meningkat tajam. Kami juga minta masyarakat untuk taat setidaknya menjaga diri dengan tetap jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker kalau bepergian," katanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

28 April 2020

BPBD NTB Ingatkan Bahaya Transmisi Lokal di Kota Mataram

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Ahsanul Khalik
MATARAM - Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Mataram hingga 28 April 2020 sebanyak 74 orang. Namun, dari kasus tersebut angka pasien sembuh mulai meningkat.

Total pasien sembuh di Kota Mataram berjumlah 12 orang, sementara yang meninggal dua orang. Sehingga, 60 orang masih menjalani perawatan dan dalam kondisi mulai membaik. Namun demikian, Kota Mataram masih menjadi daerah di NTB yang paling banyak kasus Corona.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Ahsanul Khalik, meminta masyarakat di Kota Mataram untuk untuk selalu mengikuti imbauan pemerintah dan MUI untuk keselamatan bersama. Dia meminta masyarakat tetap menjaga physical distancing dan tidak berkumpul dalam kegiatan apapun.

"Perlu menjadi perhatian semua  pihak, utamanya masyarakat  Kota Mataram secara luas. Jangan sampai kita semua menyesal di kemudian hari karena ketidak disiplinan kita dalam mengikuti imbauan dan edaran MUI," kata Ahsanul Khalik, Selasa, 28 April 2020.

Dia juga menjelaskan, Pemerintah  Pusat, Provinsi dan Walikota  Mataram, bahkan sudah ada keputusan bersama Walikota, Ketua  DPRD, Kapolres, Dandim, Kepala Kantor Kemenag dan Ketua MUI Kota Mataram yang mengatur bagaimana ibadah umat Islam selama puasa. Ibadah diminta digelar di rumah masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus.

Ahsanul mengingatkan bahaya tranmisi lokal di masyarakat. Jika masyarakat tidak mengindahkan imbauan pemerintah, bisa jadi kasus positif di Kota Mataram semakin tinggi, bahkan bisa akibat transmisi lokal.

"Yang saya maksudkan dengan kita tidak menyesal di kemudian hari adalah kasus positif semakin melonjak di luar cluster yang saat ini  sudah diupayakan dengan kekuatan penuh memutus rantai penyebarannya, karena transimisi lokal yang kita tidak tahu penyebaran dan penularannya dari mana," ujarnya.

Sore tadi, mantan Kadinsos NTB ini melihat masih banyak warga berkumpul di beberapa wilayah di Kota Mataram, seperti Cakra dan Ampenan. Padahal bahaya COVID-19 mengancam mereka jika berkumpul di luar sana.

"Saya masih memperhatikan sore ini di bebrapa lokasi seperti Cakra, Kebon Roek Ampenan dan beberapa lokasi lainnya masyarakat seperti  tidak memahami mereka diikuti oleh bahaya COVID-19  yang ada di sekitarnya," ujarnya.

Terkait hal ini Kalak BPBD  NTB  selaku Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Gugus Tugas NTB mengingatkan  masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi Kota Mataram dengan seksama agar lebih banyak di rumah, jika tidak ada keperluan mendesak di luar.

"Begitu juga dengan peribadatan, mari kita ibadah di rumah. Kita jangan mengikuti perasaan benar yang ada pada diri kita tapi tidak memperhatikan kebenaran yang disampaikan MUI, tokoh agama dan pemerintah bahwa menjaga keselamatan orang banyak itu jauh lebih utama dan itu juga ibadah," ujarnya.

Dia berharap Gugus Tugas Kota Mataram menggerakkan kekuatan yang ada untuk menegakkan kesepakatan bersama TNI-Polri juga Satpol PP dan lainnya untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat dan menegakan physical distancing.

"Bila perlu menurunkan relawan  seperti lang-lang Kota Mataram, Dharma Wisesa dan relawan lainnya  yang terkenal sejak lama menjaga Kota Mataram untuk melakukan pengawalan dan pelarangan  langsung di jalan jalan agar kesadaran dan kedisiplinan masyarakat bisa terwujud dengan baik," ungkapnya.

Dia mengungkapkan kasus positif di Kota Mataram bukan hal yang biasa, namun justru masyarakat saat ini masih bersikap biasa.

"Kasus COVID-19 untuk Kota Matara  bukan lagi hal biasa, tapi masyarakat masih bersikap biasa biasa, ini adalah masalah besar," sesalnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dandim Lotim : Alhamdulillah Hari Ini Sembuh Enam Orang

Rapid test di Lombok Timur
LOMBOK TIMUR - Upaya serius tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan pencegahan corona virus desease (Covid-19) Kabupaten Lombok Timur terus dilakukan.

Hari ini, tim Satgas Covid-19 Kecamatan Jerowaru dari Puskesmas Sukaraja dibantu TNI dari Koramil 1615-04/Keruak dan Polsek Keruak melaksanakan tes rapid lanjutan (tahap II) terhadap 80 orang warga Desa Batunampar dan Desa Pane Kecamatan Jerowaru di halaman SDN 2 Batunampar, Selasa 28 April 2020.

Mendapat laporan tersebut, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., disela-sela kesibukannya mengatakan rapid tes lanjutan tersebut dilakukan sebagai upaya tracking contact untuk memastikan tidak adanya penularan virus corona pada masyarakat.

Dijelaskannya, sebelumnya pernah dilakukan rapid tes terhadap 180 orang lebih dan sekarang berdasarkan hasil tracking contact sekitar 80 orang yang harus dilakukan pemeriksaan ulang, namun ada beberapa orang yang mempunyai keluhan flu karena pernah kontak langsung dengan pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

"Semoga hasil tes rapid ini negatif semua, sehingga masyarakat tetap tenang dan terus melaksanakan imbauan pemerintah," harap Agus Donny.

Selain itu, Agus Donny juga mengucapkan rasa syukur atas kepulangan enam orang warga yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Soedjono Selong.

"Alhamdulillah, hari ini enam orang dinyatakan sembuh dari pihak RSUD Soedjono Selong dan sudah pulang," ungkap Komandan Kodim 1615/Lotim.

Keenam orang tersebut, lanjut Agus Donny, berasal dari Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Desa Jurit Baru, Desa Terara, Desa Korleko dan Desa Bebidas.

"Mari kita terus ikhtiar dengan mentaati imbauan pemerintah dan jangan lupa berdoa agar terbebas dari virus corona," tutup Alumnus Akmil 2001 tersebut.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Sopir, Kernet dan Ojek Pangkalan di Lotim Terima Bantuan dari POLRI

LOMBOK TIMUR - 2.873 sopir angkutan umum, kernet, dan ojek pangkalan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat bantuan dari Program Keselamatan Polri (PKP) berupa uang tunai sebanyak Rp.600 ribu selama tiga bulan di masa Pandemi Covid-19.

Ribuan sopir yang berhak mendapatkan bantuan tersebut, sebelumnya telah dilakukan pendataan terlebih dahulu oleh para Polmas di masing - masing Desa yang dianggapnya layak mendapatkan bantuan PKP tersebut.

"Dari data itu kami pastikan para sopir ini layak mendapatkan bantuan ini", ucapnya AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK Kapolres Lotim pada Selasa 28 April 2020.

Lanjutnya Tunggul, program ini berskala nasional dari Kepolisian Republik Indonesia yang dihajatkan untuk para sopir beserta kernet angkutan umum, dan ojek pangkalan.

"Untuk Ojek Online program ini tidak berlaku", tegasnya.

Kemudian bagi para sopir yang sudah terdata, maka akan tetap mengikuti pelatihan Lalu lintas untuk selalu patuh dalam berkendara guna mengurasi resiko angka kecelakaan di Lotim.

Selain itu pihak Kepolisian juga meminta kepada sopir yang mengikuti pelatihan supaya membantu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker, sosial distancing dan tidak berada pada kerumunan.

"Nanti para sopir ini kita minta mereka ikut membantu petugas untuk pencegahan penularan Covid di tengah masyarakat", pintanya.

Dengan hadirnya PKP, Kepolisian juga kembali meminta supaya uang yang Rp.600 ribu diutamakan untuk membeli kebutuhan pokok dan bukan untuk kebutuhan lain yang tidak bermanfaat.

Tunggul juga di kesempatan itu menyampaikan pencairan dana PKP di Bank BRI Cabang Selong mulai tanggal 30 April 2020, dengan tekhnis pengambilan tidak boleh berkerumun melainkan tetap menjaga jarak.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Gugus Tugas Lobar Libatkan 25 Penyidik Atasi Penyebaran Covid-19

LOMBOK BARAT – Gugus Tugas Lombok Barat penanganan Covid-19 terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 agar tidak meluas. Salah satunya adalah pembatasan kegiatan sosial dengan melibatkan 25 orang Penyidik Kepolisian.

"Gugus Tugas Lombok Barat akan berupaya lebih tegas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya penyebaran wabah Covid-19, selanjutnya akan melakukan  pengawasan, evaluasi dan penindakan. Penindakan kalau masyarakat masih "pagah" (bandel) dengan melibatkan 25 penyidik kepolisian untuk ditindak," kata Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo saat memberikan arahan di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Bencingah Agung, Senin 27 April 2020.

Di hadapan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Lombok Barat Kapolres mempertegas, apabila ada masjid yang ditemukan masyarakat masih "pagah" melakukan Sholat Jum'at dan Tarawih, maka akan dilakukan penindakan.

"Setiap orang atau pihak yang tidak mematuhi keputusan bersama ini dan menghalang-halangi serta memprovokasi orang lain untuk tidak mematuhinya, maka dapat kita kenakan sanksi hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Ketegasan Gugus Tugas Lombok Barat ini beralasan karena masyarakat yang terpapar Covid-19 di Lombok Barat terus bertambah dari yang semula satu digit kecil menjadi dua digit. Data dari press release Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan, per 27 April 2020 di Lombok Barat, 32 Orang Positif terkena Covid-19, 3 orang sembuh, 47 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 57 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Bupati Lobar H.Fauzan Khalid menyampaikan sejauh mana tindakan pemda terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan membentuk satuan gugus tugas untuk melakukan pembatasan kegiatan sosial masyarakat di Lombok Barat. Di mana keputusan bersama ini ditandatangani oleh Bupati Lombok Barat, Dandim 1606/Lobar, Kapolres Lombok barat, Ketua DPRD Lombok Barat, Kementerian Agama Lombok Barat dan Ketua MUI Lombok Barat.

"Jadi masjid kalau adzan boleh dan bahkan harus menurut saya, karena dari sanalah kita mengetahui waktu sholat. Dan yang kita larang itu adalah keramaian," katanya.

Dalam rapat tersebut kata dia, apa yang dilakukan terkait dengan pembatasan kegiatan keagamaan di masjid saat bulan  Ramadhan jalan, termasuk tempat keramaian yang lain itu lebih mudah dicegah karena lebih memiliki legitiminasi yang lebih.

"Kalau tutup total, saya kira kita berlebihan. kita cegah keramaian atau perkumpulan orang saja yang menyebabkan cepat penularannya," jelasnya.

Dari data yang diperoleh dari TNI, dia menyebutkan, ada masjid yang masih melaksanakan ibadah Sholat Jum'at dan Tarawih di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Labuapi ada 8 masjid, Narmada 19 masjid, Lingsar 2 masjid, Batu Layar 48 masjid dan ada beberapa masjid belum masuk datanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ramadhan 2020, Penjual Miras di Desa Marong Ditertibkan

LOMBOK TENGAH - Untuk memberikan kenyamanan selama bulan suci ramadhan tahun 2020, Tiga pilar keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) Desa yakni Pemdes dalam hal ini Kades, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Marong Kecamatan Praya Timur mulai diperkuat.

Hal itu dibuktikan, mereka bersama para tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas), menyisir sejumlah lokasi atau rumah para penjual minuman keras (Miras) tradisional jenis tuak, yang selama ini beroperasi di Desa itu.

Dalam aksi yang mereka sebut aksi pemberantasan miras ini, dijadikan sebagai momen untuk melakukan sosialisasi pentingnya diberlakukan pelarangan penjualan miras di bulan suci Ramadan 1441 H.

Bhabinkamtibmas Desa Marong, Brigadir Lalu Multasa Marjan, memasuki Bulan Ramadhan, pihaknya bersama Babinsa dan Pemdes telah sepakat untuk menutup seluruh aktivitas penjualan barang haram atau Miras jenis tuak di wilayahnya. Hal itu dilakukan, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman, damai dan khusyuk sampai sebulan penuh ke depannya.

“ Terlebih, bulan puasa bagi ummat muslim ialah bulan yang sangat mulia. Sehingga, penertiban hal-hal yang menganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah dan yang bersifat pelarangan menurut syariat agama, harus ditiadakan,” ungkap Brigadir Lalu Multasa Marjan, Minggu kemarin.

Termasuk menjual barang haram jenis Miras ini. Terlebih di Desa Marong sendiri penduduknya 100 persen muslim. Sehingga, untuk memberikan rasa nyaman dan aman selama melaksanakan ibadah puasa. Hal hal yang bersipat haram menurut ajaran agama harus diberantas total tanpa ada toleransi.

“Jadi kami bersama Babinsa, Pemdes dan para tokoh di Desa Marong, sepakat melakukan penutupan penjualan miras jenis tuak ini. Hal ini sebagai langkah kami menyambut bulan yang sangat mulai ini,” tegasnya.

Dengan diberlakukannya penutupan dan pelarangan penjualan miras ini. Ia berharap agar para penjual tidak lagi mencoba melanggar. Karena, aturannya sudah jelas sesuai perundang-undangan yang berlaku. Terlebih, secara agama sangat diharamkan. Jika ada yang ditemukan beroperasi lagi. Maka mereka akan dilakukan tindakan tegas.

Adapun lokasi tempat penjualan miras yang sudah di amankan diantaranya, di Dusun Kondok, terdiri dari dua penjual. Dusun Penyabukan, satu penjual dan di Dusun Teratak satu penjual. Selain itu, ada di Dusun Karang Jum’at dua penjual dan Dusun Montor Timuk satu penjual.

“Selain menghormati bulan puasa. Kita lakukan penyisiran biar berhenti menjual selamanya, ini kita lakukan untuk menjaga Kamtibmas,”terangnya.

Sementara, Babinsa Desa Marong, Sirtu Imam Rohadi, menegaskan. Pihaknya juga mengaku bersyukur atas kepedulian dan cepat tanggapnya Pemdes akan bahaya peredaran miras ini.

Atas penertiban tersebut, ia juga berharap kedepan-nya tidak ada lagi penjualan miras di Desa Marong. Begitu juga para pemasok dan penimbun juga diharapkan tidak lagi melakukan bisnis haram tersebut.

“Aktivitas mereka selama ini telah meresahkan masyarakat, dan alhamdulillah. Apa yang kita sudah canangkan bersama dalam upaya menertibkan penjualan miras berjalan sesuai rencana,”terangnya.

Untuk itu,  ia berharap apa yang telah dijalankan di Desa Marong bisa dilaksanakan di Desa lain. Karena, penyebaran miras itu tidak ada untungnya dan menimbulkan banyak permasalahan di tengah masyarakat.

“Kita berharap semoga apa yang dilakukan oleh Desa Marong ini, bisa dilaksanakan di Desa lain. Dalam hal mencegah peredaran Miras ini,”tegasnya.

Sementara itu, Kades Marong, Lalu Santiaji, menegaskan, jika penegakan hukum di desa, terkait Awik-Awik desa akan terus ditegakkan. Termasuk larangan menjual Miras. Sebagai konsekuwensi dari penertiban ini, pihak desa telah membuat perjanjian dengan para penimbun yang sudah diamankan.

“Pemdes telah melakukan perjanjian diatas materai 6000  dengan para penjual Miras, yang mana isinya yakni jika mereka kembali menjual miras. Mereka siap untuk diamankan atau diangkut ke-Polsek.  Miras itu dilarang agama, dan sering menimbulkan gejolak ditengah masyarakat,”terangnya.

Sebagai langkah pencegahan, bagi siapapun baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKD atau masyarakat Desa Marong yang berhasil menangkap para pemasok ataupun penimbun Miras didalam desa. Pemdes sudah menyiapkan Rp 500 ribu sebagai riword mereka.

“Kami tegas dan serius sekarang. Siapapun itu jika berhasil menangkap pemasok ataupun penimbun. Kami dari desa sudah menyiapkan hadiah sebagai balas jasa kepada warga,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Polres Lobar Ungkap Dugaan Pencurian Mobil Avanza

Polres Lobar Ungkap Pencurian Mobil Avanza
LOMBOK BARAT – Jajaran Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian mobil Avanza. Dalam kasus ini, aparat mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MJ alias Mut (44), warga Pandanan, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lobar.

Kasus ini terjadi pada Jumat (10/4) siang di Dusun Sedayu, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lobar. Korbannya, Usman (42), seorang PNS di Dusun Tembowong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong.

“Pelaku MJ ditangkap pada Kamis (23/4) siang di halaman parkir Alfamart Gebang, Mataram,” kata Kasubbag Humas IPTU Ketut Sandiarsa, SH melalui rilis via WhatsApp.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti mobil jenis Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi DR 1168 XH.

Modus terduga pelaku dengan cara mengambil kunci mobil yang Ketinggalan di Warung Kopi. Awalnya, pada Jumat (10/4), pelapor menjemput terlapor MJ menggunakan mobil miliknya di Mataram. Keduanya sama-sama pergi menjemput tamu di Bandara Internasional Lombok (BIL), yang selanjutnya diantar ke Sekotong.

Sambil menunggu tamu di bandara, pelapor mengajak terlapor minum kopi di salah satu warung kopi pinggir jalan raya wilayah Dusun Sedayu Desa Kuripan.

Saat duduk di warung kopi tersebut pelapor mencabut kunci mobilnya dan meletakkannya di sekitar tempat duduknya. Sekitar pukul 12.00 Wita, pelapor pergi salat Jumat di salah satu masjid, yang jaraknya lebih kurang 150 meter dari tempat mobilnya di parkir.

“Korban lupa membawa kunci mobilnya. Sementara terlapor masih berada di warung kopi tersebut,” jelas Sandiarsa.

Sepulang salat Jumat, pelapor tak melihat lagi mobil dan terlapor. Menurut pemilik warung, terlapor mengambil kunci mobil dan pergi menggunakan mobil itu ke arah timur.

“Atas peristiwa tersebut, pelapor mengalami kerugian sekitar Rp. 150 juta,” ungkap Sandiarsa.

Dari hasil interogasi polisi, terlapor MJ mengaku mencuri mobil Avanza tersebut sendirian.

“Saat ini pelaku diamankan di Mako Polres Lobar guna proses lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

27 April 2020

Koramil 1614-02/Kempo dan Polsek Kempo Bubarkan Kumpulan Pemuda

Koramil 1614-02/Kempo dan Polsek Kempo  Bubarkan Kumpulan Pemuda
DOMPU - Perkembangan penyebaran Virus Corona Desease (Covid-19) di Kabupaten Dompu, kini memasuki fase baru.

Dikutip dari berbagai sumber resmi, Kabupaten Dompu menempati urutan ke-2 se- NTB setelah kota Mataram. Dimana terdapat 32 orang terpapar Positif Covid-19 dan satu orang meninggal dunia (MD-red).

Gugus Satgas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid - 19 Kabupaten Dompu melakukan berbagai upaya sesuai peran fungsi dalam mensosialisakan ke masyarakat betapa bahayanya virus yang sudah memakan begitu banyak korban di Tanah Air bahkan dunia tersebut.

Mulai dari mensetrilkan tempat- tempat yang dianggap dapat memicu terpaparnya virus hingga melakukan lockdown beberapa Desa dan Kecamatan yang dianggap masuk dalam zona merah hingga menutup tempat wisata biasa tempat berkumpul banyak orang yang ada di Kabupaten Dompu.

Seperti yang dilakukan Personil Kodim 1614 /Dompu yang bertugas di Koramil 1614 - 02 / Kempo bersama dengan Personil Polisi Sektor Kempo yang melakukan pembubaran masyarakat yang berkumpul di Dermaga Soro Barat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu.

Pembubaran dilakukan guna menertibkan anak -anak muda yang berkumpul dalam jumlah banyak sambil mengendarai sepeda motor dengan  ugal -ugalan. Bahkan sepeda motor menggunakan Knalpot Racing, seakan tidak mengindahkan surat edaran dan imbauan Pemerintah di saat kita prihatin dalam suasana menghadapi penyebaran pandemi virus corona (COVID-19).

"Kami terus mengimbau agar anak -anak muda tersebut tidak berkumpul terlalu ramai dan menjaga jarak guna antisipasi dan percepatan memutus rantai penyebaran virus corona." Ujar Danramil 1614-02/Kempo Kapten Inf. Ibrahim pada Senin 27 April 2020 via WhatsApp.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama  Kapolsek Kempo AKP Made Sartika beserta jajaran Koramil 1614-02/ Kempo dan Mapolsek Kempo.

"Ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai  penyebaran virus corona, terutama di wilayah Kecamatan Kempo," tuturnya.

Lebih lanjut Kapten Inf. Ibrahim mengatakan, kegiatan seperti ini bukan hanya sekali ini dilaksanakan, akan tetapi setiap hari.

"Kami berharap semoga masyarakat tetap mengikuti himbauan dari Pemerintah agar kita semua bisa cepat terbebas dari virus yang akhir-akhir ini mengguncang dunia," harap Danramil.

Hal yang sama disampaikan AKP Made Sartika bahwa selain menertibkan motor- motor yang memakai knalpot racing karena dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat, kegiatan ini juga untuk membatu tim medis yang saat ini sedang berjuang menyembuhkan orang - orang yang sudah dinyatakan positif.

"Kami juga berupaya semaksimal mungkin agar Kecamatan Kempo tidak masuk dalam salah satu Kecamatan yang masuk zona merah," imbuhnya Kapolsek.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

4 Tim Medis di Lombok Timur Reaktif

Pathurrahman Juru Bicara (Jubir) tim penanganan Covid-19 Lotim
LOMBOK TIMUR - Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terhitung dari tanggal 1 - 26 April telah melakukan rapid tes kepada 1.638 orang dengan hasil sebanyak 95 orang dinyatakan reaktif termasuk didalammnya 4 Tim Medis.

Adapun rincian ke 95 orang yang dinyatakan reaktif diantaranya, Cluster Gowa 34 orang, kontak erat Gowa 24 orang, cluster Jakarta 11 orang, cluster Madura 4 orang, kontak erat Madura 4 orang, tenaga kesehatan 4 orang, cluster Papua 1 orang, Lapas IIB Lotim 1 orang dan tahanan Polres 12 orang.

"Mereka yang dinyatakan reaktif hasil rapid tes sekarang berada di Rusunawa Kayangan Labuhan Lombok dan RSUD Selong", katanya Pathurrahman Juru Bicara (Jubir) tim penanganan Covid-19 Lotim, Senin 27 April 2020.

Pathurrahman dalam pesan Whatsapp juga menjelaskan, setiap orang dengan hasil rapid tes reaktif maka orang tersebut tergolong Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Untuk itu siapapun orang kalau hasil rapid tesnya reaktif maka dia statusnya PDP dan akan diisolasi di Rusunawa Kayangan dan RSUD Selong", jelasnya.

Kemudian dengan adanya hasil rapid tes saat ini, tidak menutup kemungkinan petugas akan terus melakukan tracking terhadap orang - orang yang telah kontak dengan mereka dan kembali melakukan rapid tes.

Pathurrahman dikesempatan itu juga mengimbau kepada warga masyarakat Lotim, agar selalu menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain, dan tidak berada dikerumunan, imbuhnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dandim 1608/Bima Bersama Kapolres Kota Bima Pantau Rencana Penerapan Area Baru Pasar Amahami Antisipasi Covid-19

KOTA BIMA - Sebagai Bentuk rasa tanggung jawab tergabung dalam gugus satgas Percepatan penanganan Covid - 19 di wilayah kerja dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus desease 2019 atau covid–19 di areal Pasar Amahami Kota Bima, Dandim 1608/ Bima Letkol Inf. Teuku Mustafa Kamal bersama Kapolres Bima Kota, Haryo Tejo Dicaksono IK. SH serta Pihak Dinas Koperindag Kota Bima, senin pagi tadi (27/4/2020) sekitar pukul 08.00 wita, melaksanakan pengecekan langsung, guna adanya rencana pemindahan para pedagang yang ada di sepanjang jalan area pasar tersebut, untuk menempati area sebelah utara.

Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan himbauan dan sosialisasi kepada warga pasar Amahami adanya rencana penataan para pedagang.

Dandim 1608/Bima dilokasi kegiatan menyampaikan rencana penataan para pedagang, sekaligus memberikan metode dan pemahaman yang harus dilakukan oleh Para Pedagang Pasar dalam rangka mencegah dan mewaspadai penyebaran virus corona dilingkungan Pasar.

Beberapa poin yang di sampaikan oleh Dandim saat menemui sejumlah pedagang, antara lain : untuk para pedagang di pasar agar tetap ikuti imbauan pemerintah, saling menjaga ikuti pola pengaturan area baru dipasar bagian dari upaya pencegahan covid - 19, gunakan masker dan sarung tangan, cuci tangan dengan sabun jangan menyentuh mulut, hidung, mata, telinga karena covid - 19 akan menyebar kedalam tubuh melalui tangan setelah menyentuh panca indra, selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga, semaksimal munkin jaga jarak dalam melayani pembeli begitu sebaliknya serta selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas aparat setempat guna antisipasi serta percepatan dalam memutus matarantai  penyebaran virus corona (Covid-19).

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Danrem 162/WB Tinjau Progress RTG Dan Beri Semangat Satgas Rehab Rekon

Danrem 162/WB Tinjau Progress RTG Dan Beri Semangat Satgas Rehab Rekon
LOMBOK UTARA - Di tengah pandemi Covid-19 dan bulan puasa 1441 H, tentunya sangat berpengaruh pada proses progress pembangunan yang sedang berjalan termasuk program pembangunan Rumah Tahan Gempa di Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Sehubungan dengan hal tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Damdim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. MM., mengecek program Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Rempek Timur Desa Rempek dan Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Senin (27/4).

Di lokasi, Danrem 162/WB menyampaikan kepada seluruh prajurit yang sedang bekerja agar tetap bersemangat dalam merampungkan program pembangunan Rumah Tahan Gempa walaupun ditengan pandemi Covid -19 dan dalam suasana ibadah puasa, namun demikian tetap perhatikan faktor keamanan dalam bekerja serta tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 dengan selalu mentaati imbauan dan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Jangan pernah lalai, selalu terapkan social distancing atau physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker dan melaksanakan ibadah bulan Ramadhan di tempat saja, jangan ke mesjid," tegas Danrem.

"Ini semua untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama, sehingga sampai sampai hari raya Idul Fitri nanti bahkan sampai pembangunan Rumah Tahan Gempa ini selesai, kalian tetap sehat dan kembali ke satuan berkumpul dengan keluarga kembali dalam keadaan sehat, tidak terpapar Covid-19," jelas Danrem.

Di samping itu, Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB, menekankan agar selama bertugas harus menjaga nama baik, tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, jaga hubungan yang baik dengan masyarakat serta hargai budaya dan adat istiadat setempat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Pasi Wanwil Korem 162/WB Mayor Inf Made Darma, Pasi Intel Dim 1606/Lobar Mayor Inf Jalal Bin Saleh, Mayor Mar Nofry GK dan Danramil Gangga Lettu Inf Zainudin.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Pemprov NTB Serahkan Bantuan APD dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram

Pemprov NTB Serahkan Bantuan APD dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram
MATARAM - Pemprov NTB menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram, pada Senin 27 April 2020.

Penyerahan APD itu secara simbolis dilakukan Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik pada Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura di Aula Pendopo Walikota Mataram.

Turut hadir menyaksikan serah terima itu. Yakni, Kepala BPBD Mataram Mahfudin Noor.

Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik dalam sambutannya, mengatakan, perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Mataram terus menjadi perhatian jajaran Pemprov NTB. 

Menurut Ahsanul, tingginya kasus di Mataram dibandingkan daerah lainnya di NTB, lantaran  telah terjadi penularan transmisi lokal yang sulit di lacak menjadi alasan pentingnya APD bagi para tenaga medis di wilayah ini.

"Saat ini, APD dan Hand Sanitizer merupakan barang yang sangat sulit di cari. Tapi, itu bukan menjadi alasan untuk kita tidak memperhatikan Pemkot Mataram," ujar Ahsanul.

Mantan Kadis Sosial NTB itu mengungkapkan, pihaknya sangat mengatensi kinerja yang dilakukan jajaran Pemkot Mataram, khususnya Tim Gugus Tugas Covid-19 Mataram dalam melakukan deteksi dini pasien positif Covid-19 saat ini.

Sebab, semakin cepat diketahui asal riwayat pasien positif beserta klusternya, maka akan mudah dilakukan penangangan, serta contact trackingnya.

"Jangan lihat angka kasusnya. Tapi, angka itu menjadi indikator samakin cepat mengetahui pasien positif Covid-19. Yang utama, penangangan pasien yang tertular Covid-19 akan cepat ditangani secara medis," jelas Ahsanul.

Sementara itu, Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemprov NTB terkait pemberian bantuan APD dan Hand Sanitizer kali ini.

Menurut Mantan Kadis PU Mataram itu,  saat ini, pemakaian APD di tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya menggunakan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid-19.

"Jadi, adanya bantuan ini sangat berharga dalam membantu penanganan dan contact tracking pasien yang terpapar Covid-19," kata Mahmudin.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Main Judi Permainan Sampan, 8 Pelaku Ditangkap

MATARAM - Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram kembali menangkap pelaku tindak pidana perjudian. Terbaru, delapan orang ditangkap karena kedapatan petugas bermain judi permainan perahu atau sampan-sampanan.

Masing-masing pelaku berinisial MI (39 tahun) warga Lingkungan Sukadana Terara Kabupaten Lombok Timur, NS (25 tahun) warga Abian Tubuh, NAS (20 tahun) warga Jalan Taman Mayura, AA (32 tahun) warga Abian Tubuh, INS (27 tahun) warga Abian Tubuh, DKA (40 tahun) warga Abian Tubuh, HU (22 tahun) warga Kelurahan Turida, ED (20 tahun) warga Kelurahan Turida. Delapan pelaku ditangkap Sabtu dini hari 25 April 2020 sekitar pukul 00.40 wita.

‘’Mereka ini pelaku perjudian balap sampan-sampanan. Ada 8 orang yang kita tangkap,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Minggu (26/04/2020).

Berawal dari informasi masyarakat tentang giat perjudian balap sampan-sampanan. Lokasinya adalah Jalan Lalu Mesir Lingkungan Abian Tubuh, Kelurahan Cakra Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara.

Perjudian ini meresahkan warga di tengah pandemi corona. Petugas langsung turun ke lokasi, Informasi itu benar adanya. 8 pemain judi sampan-sampanan langsung diamankan petugas.

‘’Kita temukan 8 pelaku berikut  barang buktinya. Ada sampan-sampanan yang siap untuk balapan melalui media air yaitu got atau parit yang ada di sana,’’ bebernya.

Kadek menjelaskan modus yang dilakukan pelaku. Para pemain menyiapkan alat sampan melalui media air yang mengalir. Kemudian melakukan perjudian. Yaitu barang siapa sampan pemain yang berhasil pertama kali mencapai finish. Dialah yang akan keluar sebagai pemenang. Selanjutnya akan mendapatkan seluruh uang taruhan.

‘’Uangnya terkumpul. Nanti sampan siapa yang lebih dulu sampai di finish dia menjadi pemenang dan uangnya untuk pemenang,’’ tuturnya.

Untuk satu putaran. Taruhan disiapkan minimal Rp 5 ribu untuk setiap pemain. Bisa juga maksimal Rp 10 ribu. Sementara kapasitas maksimal sekali main. Adalah 10 alat sampan pelaku judi. Cukup banyak barang bukti yang didapatkan petugas dari masing-masing pelaku. Mulai dari uang hingga sampan-sampanan yang digunakan pelaku. Selanjutnya, seluruh pelaku dan barang buktinya dibawa ke Mapolresta Mataram untuk diproses lebih lanjut.

‘’Ada uang sampai ratusan ribu disatu pemain yang kita amankan. Sampan-sampanannya juga lebih dari satu,’’ Kata Kadek.

Dari perbuatannya itu. Pelaku terancam dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Gempa 4,1 SR Guncang Lombok Jelang Sahur

Gempa 4,1 SR Guncang Lombok
MATARAM - BMKG Stasiun Geofisika Mataram merilis gempa bumi yang terjadi di 11 kilometer barat laut Lombok Utara.

Gempa terjadi pukul 03.19 Wita, Senin, 27 April 2020. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut bermagnitudo 4,1 pada skala richter.

Dalam keterangan pers yang dikutip media ini dari BMKG Stasiun Geofisika Mataram, gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Banyak warga merasakan gempa tersebut. Namun, gempa diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan dan berlangsung singkat.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

26 April 2020

Warga NTB Diminta Disiplin dan Terapkan Protokol Covid-19

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 yang juga Sekda NTB, HL Gita Ariadi
MATARAM – Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 yang juga Sekda NTB, HL Gita Ariadi meminta kepada seluruh masyarakat  untuk terus menjaga kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah COVID-19. Dalam pantauannya, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan dan penanganan penyebaran COVID-19 sebagaimana dianjurkan pemerintah.

Di antaranya belum menerapkan social/physical distancing (menjaga jarak), menggunakan masker, tetap dirumah dan lain sebagainya. 

“Untuk itu, kami minta kepada seluruh masyarakat agar disiplin dan benar-benar mentaati anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di NTB,” kata Gita sapaanya, Minggu malam, 26 April 2020 di Mataram.

Tak hanya itu, Sekda juga menyoroti aktivitas atau kegiatan jual beli di sejumlah pasar tradisional, rumah makan/lesehan, pusat-pusat perbelanjaan serta pedagang asongan disepanjang jalan dalam bulan suci Ramadan terpantau masih banyak warga yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing.

“Termasuk juga kerumunan masyarakat terutama anak-anak muda menjelang berbuka puasa, menggunakan sepeda motor tanpa helm dan masker,” tutur Gita Ariadi.

Oleh karenanya, ia meminta kepada para Bupati/Walikota agar melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas, dengan mempedomani Surat Edaran Gubernur Nornor 551/635/DISHUB1 Tanggal 24 April 2020 Tentang Pengendalian Transportasi.

Kemudian, Surat Edaran Gubernur Nomor 19/160/Pol-Pol/2020 Tentang Imbauan Untuk Menjaga Ketertiban Umum dan Kerentraman Masyarakat Pada Bulan Suci Ramadhan 1441 H Tahun 2020.

“Demi kebaikan bersama mari kita taati dan menerapkan apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah. Ini penting demi kebaikan kita semua dalam memutus penyebaran corona di daerah yang kita cintai bersama ini,” ujar Sekda NTB.

Jumlah total kasus positif Covid 19 hingga hari ini mencapai 195 kasus. Terdapat penambahan 15 kasus positif baru dibanding hari sebelumnnya, yang berasal  dari Dompu, Bima dan Mataram.

Gita juga menjelaskan bahwa dari 195 kasus positif covid tersebut, 23 orang diantaranya sudah sembuh dan  168 orang masih positif  dan kini dalam perawatan, namun kondisi klinis kesehatannya cukup baik, bahkan ada yang tampak segar bugar.

Berdasarkan data gugus Tugas Covid19 Provinsi NTB bahwa populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT). Terdiri dari 522 orang tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 orang ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.96 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang (22.5%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 crang (13.9%) reaktif.

Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium unuk penegakan diagnosa Covid-19. Hingga informasi ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 460 crang dengan perincian 297 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 153 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.782 urang, terdiri dari 841 orang (18%) masih dalaIn pemartauan dan 3.941 orang (82%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.591 orang, terdiri dari 1.757 orang (68%) masih daları pemantauan dan 834 orang (32%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan tanpa Gejala (PPTG) ya’tu crang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 48.436 crang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.199 orang (27%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 35.237 orang (73%).

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dandim 1628/SB Hadiri Panen Raya Padi di Sekongkang

SUMBAWA BARAT - Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Tergabung dalam Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid - 19, di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak hanya konsen pada dampak penyebaran Covid - 19 tapi juga dampak yang ditimbulkan, diantaranya penanganan dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khusunya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol CZI Eddy Oswaronto, memberikan motivasi kepada para petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi panen gabah dalam mendukung ketahanan pangan.

Untuk memastikan hasil produksi pangan aman, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol CZI Eddy Oswaronto, terjun langsung dalam panen raya yang dilakukan bersama petani di Desa Ai Kangkung Kecamatan Sekongkang KSB, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/4).

“Panen raya ini dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan ketersediaan pangan guna mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19,” kata Dandim saat ditemui usai panen raya, di Taliwang, Minggu.

Pada panen raya kali ini dilakukan di lahan kelompok tani Senutuk Desa Ai Kangkung dengan luas kurang lebih lima hektar.

Menurut Dandim, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian penting bagi semua pihak apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan edukasi kepada para petani dan masyarakat setempat untuk tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan.

“Selalu gunakan masker, jaga jarak, menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan pakai sabun dan jangan mendatangi keramaian,” tutur Dandim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, saat ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan di KSB masih aman dan mengcukupi.

“Kebutuhan beras masyarakat KSB mencapai 5000 ton per tahun, atau 114 gram per orang per hari dikali jumlah penduduk dan dikali 360 hari,” jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan panen raya, Camat Sekongkang, Syarifuddin, Danramil 1628-02/Skkg, Kapten Cba Agus, Kapolsek Sekongkang, Ipda Adiyatmaja, Kades Ai'Kangkung, Ratna Wati, PKK Desa Ai'Kangkung, Tokoh masyarakat, Kadus beserta masyarakat yang memiliki lahan padi kurang lebih 30 orang.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Kapolres Lotara Ingatkan Pedagang Terapkan Physical Distancing

LOMBOK UTARA - Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah, S.H. pada hari Sabtu tanggal 25 April 2020 turun langsung ke pasar-pasar tradisional setempat.

Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K, hal itu dalam rangka melakukan pengecekan dan menertibkan para pedagang yang belum menerapkan Phisical Distancing.

Disampaikan Kabid Humas, selain Kapolres Lombok Utara turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Kabid Pendapatan Bapenda Kab. Lombok Utara Arifin. S.E. Camat Tanjung Samsul Bahri S.Sos. Danramil Tanjung Kapten Inf. Zainudin, Kapolsek Tanjung AKP Wahono Brurie Cahyono, Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Kasat Sabhara Lombok Utara, Kasi Propam Polres Lombok Utara besreta Instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres memberikan imbauan kepada pedagang dan masyarakat yang sedang beraktivitas di Pasar Tanjung untuk tetap mengunakan masker dan jaga jarak demi mencegah penularan Covid 19 demi keselamatan bersama.

Bagi pedangang yang jaraknya masih berdekatan dengan pedagang yang lain agar pindah ketempat yang sudah ditentukan oleh pengurus pasar.

Kapolres juga menegaskan, apabila setelah penertiban ini dilakukan masih ada pedagang yang membandel tidak mengikuti anjuran pemerintah tentang Physical Distancing mengatur jarak maka pedagang tersebut akan dilarang untuk berjualan dan bagi yang belum menggunakan masker dagangannya ditutup sampai pedagangnya menggunakan masker.

Sedangkan untuk juru parkir, Kapolres memerintahkan agar pengunjung Pasar Tanjung memarkir kendaraannya di pasar UKM seberang jalan dan tidak ada lagi yang parkir didepan Pasar Tanjung sehingga tidak terjadi kemacetan arus lau lintas.

Selain Pasar Tanjung Kapolres beserta rombongan melaksanakan kegiatan di Pasar Pemenang, Pasar Gangga, Pasar Kayangan dan Pasar Bayan. Selain  sasaran Pasar, kegiatan  serupa juga akan dilaksanakan di tempat-tempat yang sering berkumpulnya masyarakat sehingga dapat mencegah penyebaran Virus Corona (Covid - 19).

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

25 April 2020

Polda NTB Gelar Operasi Ketupat Gatarin 37 Hari

MATARAM – Polda NTB menggelar Operasi Ketupat Gatarin 2020. Operasi ini bakal  digelar selama 37 hari terhitung sejak pukul 24.OO wita tanggal 24 April s/d 30 Mei 2020.

Sebelumnya, Polda NTB menggelar Apel Kesiapan Operasi Ketupat Gatarin 2020 yang dipimpin oleh Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Drs Dewa Putu Maningka Jaya, di Lapangan Galah Mada Polda NTB, Jumat pagi, (24/4).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K, M.Si, mengatakan dalam arahannya, Karo Ops Polda NTB memaparkan bahwa tugas Operasi Ketupat Gatarin 2020 tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun ini bertepatan dengan merebaknya penyebaran Covid-19.

Sehingga Polri menyesuaikan dengan Perintah Presiden tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang mana Polri bergabung dalam satgas yang telah terbentuk sejak merebaknya Covid-19 dari tingkat Polda Sampai Ke tingkat Polsek Bahkan di tingkat Desa/ Bhabinkamtibmas.

Dijelaskan bahwa personil yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Gatarin 2020 berjumlah 1.383 personel yang terdiri dari berbagai unsur.

"Posko Operasi Ketupat untuk polda berada di RoOps Polda NTB, sedangkan di Polres berada di masing-masing Polres, juga telah dibagi dalam bentuk satgas yaitu : Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum, Satgas Kamsel dan Satgas Banops," terangnya.

Sasaran Operasi tahun ini yaitu tempat keramaian seperti Pasar, Pertokoan, Pelabuhan Udara dan Laut, Mesjid serta tempat-tempat ibadah dengan mengingatkan masyarakat tentang imbauan untuk wajib menggunakan masker bila keluar rumah, cuci tanga sesering mungkin , jaga Jarak dan tetap di rumah, serta tidak mudik dan juga menyampaikan agar beribadah di rumah saja.

Selain Patroli dan imbauan dengan cara – cara yang humanis, petugas juga akan melakukan patroli antisipasi peredaran kembang api maupun mercon jelang berbuka Puasa dan Lebaran.

Tak hanya itu, petugas juga akan melakukan patroli ke Rumah Sakit yang menampung pasien Isolasi karena ODP ,PDP, juga yang sudah positif terinfeksi covid -19 sampai pengawalan terhadap pasien yang meninggal karena positif Covid-19.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Petugas Covid-19 Evakuasi Pasien PDP Kabupaten Dompu

Petugas Covid-19 Evakuasi Pasien PDP Kabupaten Dompu
DOMPU - Sebagai satuan yang tergabung dalam Gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Dompu Kodim 1614/Dompu terus berperan aktif dalam kegiatan, termasuk evakuasi pasien reaktif (PDP) dari RS Pratama Manggelewa ke Gedung Wisma Terpijar Selaparang Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Jumat (24/4).

Dandim 1614/Dompu Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom. menyampaikan, bahwa evakuasi pasien reaktif (PDP) tersebut untuk melanjutkan tahapan karantina di Gedung Wisma Terpijar Selaparang dan dipisahkan dari 23 orang Pasien PDP Positif Covid-19 JT Cluster Goa Makasar.

Lebih lanjut Dandim menyampaikan, sesuai laporan yang diterima dari  Danramil 1614-06/Manggelewa Kapten Inf Mujiono, saat sebelum evakusi telah memberikan imbauan menggunakan alat pengeras suara, kepada seluruh pasien yang menjalani karantina agar tetap mengikuti petunjuk dari para medis atau satuan Gugus Tugas penanganan Covid-19 ini, demi kebaikan dan keselamatan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat umum lainnya.

"Apapun langkah dan tindakan yang di lakukan oleh pemerintah melalui satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 ini, sesuai dengan protokol dan SOP penanganan Covid-19 untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 ini," jelas Danramil.

Adapun pasien yang dipindahkan dari RS Pratama Manggelewa ke Gedung Wisma Terpijar Selaparang Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yaitu pasien SWAB negatif 14 orang, pasien PDP 18 orang, seluruhnya berjumlah 32 orang, menggunakan mobil ambulan RSUD Dompu dan mobil ambulan RS Pratama Manggelewa, berjalan lancar sampai, tutupnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Lombok Barat Siapkan Kuburan Bagi Korban Meninggal Covid-19

LOMBOK BARAT - Penanganan Covid 19 di Kabupaten Lombok Barat tetap mengedepankan protokol dan standar operasional prosedur. Salah satunya adalah dengan menyiapkan lokasi pemakaman bagi korban meninggal akibat Covid-19.

"Kita tidak menginginkan hal terburuk, tapi harus kita siap-siap. Jangankan Rumah Sakit, kuburan pun harus kita siapkan. Lokasinya paling sedikit berjarak lima puluh meter dari mata air untuk menjaga kontaminasi," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi saat mengevaluasi penanganan Covid 19 di Posko Satgas Kecamatan Kediri, Jum'at Malam (24/4/2020).

Kuburan itu, terang Baehaqi masih dikaji untuk disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat.

"DLH kita minta mencari lokasi. Soal pemulasaran dan proses pemakamannya sedang disiapkan SOP nya oleh pihak Kemenag (Kementerian Agama, red) dan RSUD. Petugasnya pun kita siapkan," kata Baehaqi.

Menurut Baehaqi, jika sampai ada pasien positif Covid 19 meninggal dunia saat dirawat di ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju, maka tim RSUD itu yang langsung bertugas mengurus jenazah. Begitu juga di RSAM Narmada.

"Kita juga harus menyiapkan peti mati jika ditemukan ada yang meninggal. SOP untuk mengurus jenazah Covid ini sangat ketat," tegas Baehaqi.

Berbagai persiapan dilakukan bukan karena menginginkan kondisi buruk, imbuh Baehaqi. Tapi semata-mata sebagai persiapan untuk skenario terburuk.

"Kita mengantisipasi berdasarkan kajian permodelan dari para ahli. Menurut mereka, kita harus antisipasi jika puncak  penyebaran Covid 19 ini nanti di bulan Juli Agustus," terang Baehaqi.

Seperti hasil pantauan di lapangan dengan kondisi Lombok Barat yang disinyalir mengarah ke transmisi lokal, maka Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun sigap menyiapkan berbagai lokasi karantina.

"Kita sedang menyiapkan satu blok khusus di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan, red) untuk menjadi karantina pasien, sedangkan untuk SMKN 1 Lingsar kita harap bisa menjadi karantina ODP," terang Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat mengunjungi Bapelkes, Kamis (23/4/2020).

Menurut Bupati, pihaknya juga akan meminta dua gedung pelatihan hotel di SMK lainnya untuk menjadi pusat karantina lainnya.

Kepala Bapelkes NTB, Ali Wardana yang menemui rombongan  Fauzan menjelaskan bahwa pihaknya pada prinsipnya siap dengan permintaan Bupati.

"Prinsipnya kita siap selama koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi menyetujui," kata Ali Wardana.

Bapelkes saat ini  terang Ali, dalam 3,5 tahun ini masih berada pada masa transisi kewenangan antara pusat dan provinsi. Mengenai kapasitas, Bapelkes ini bisa menampung antara 30 sampai 50.

"1 kamar bisa menampung 2 sampai 3 bed dengan fasilitas lengkap televisi, kamar mandi, dan ac. Jika terpaksa dengan daya tampung dikalikan dengan 10 ruang. Dlm kondisi outbreak, bisa terpakai seluruhnya, termasuk untuk ruang kelas dengan daya tampung 50 orang," terang Ali Wardana.

Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan, Ahmad Taufiq Fatoni yang ikut mendampingi Bupati, kepada Kepala Bapelkes memastikan bahwa pihaknya membutuhkan persiapan fasilitas katantina.

"Kita pinjam tempat, soal SDM, kami yang menyiapkan," tegas Fatoni.

Di Lombok Barat sendiri sampai rilis ini disusun, jumlah Pasien terkonfirmasi positif sudah tembus angka 21 orang, dan 2 orang dinyatakan sembuh. 1 pasien nomor 27 atas nama HW (laki-laki 2 tahun) telah dinyatakan sembuh beberapa hari yang lalu dan disusul hari ini, Jum'at (24/4/2020) pasien nomor urut 30 atas nama RA (laki-laki 51 tahun) dinyatakan sembuh dan keluar dari Rumah Sakit Awet Muda Narmada.

Dinas Kesehatan Lombok Barat juga merilis 53 Orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di mana 13 orang pasien dinyatakan tuntas pengawasannya. Selain itu, terdapat 609 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 549 orang sudah selesai dalam masa pemantauan.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

24 April 2020

Ramadhan, TNI-POLRI Berikan Bantuan Sosial dan Imbauan Waspada Covid-19

DOMPU - Jumat barokah puasa Ramadhan hari pertama, Kodim 1614/Dompu bersama Polres Dompu menyerahkan Bantuan Sosial berupa sembako dan masker kepada masyarakat kurang mampu di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, pada Jumat 24 April 2020.

Dandim 1614/Dompu Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom dan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH. S.I.K., menyerahkan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data yang diperoleh dari pemerintah desa setelah melakukan pantauan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1614/Dompu Letkol Inf Ali Cahyono S.kom mengajak, mengimbau dan memberikan dorongan semangat kepada warga masyarakat untuk bersama-sama melawan wabah pandemi Covid-19 dengan cara mematuhi imbauan dan kebijakan pemerintah, sehingga kita semua terhindar dari bahaya penyebaran virus corona atau Covid-19 dengan melakukan social distancing maupun physical distancing, tinggal di rumah dan jangan keluar apabila tdk ada keperluan yg penting.

Selanjutnya, Dandim juga mengimbau agar menggunakan masker apabila keluar dan beraktifitas di luar rumah serta menjaga jarak dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun agar terhindar dari penularan Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Selain itu Dandim juga menghimbau kepada warga  yang ditemuinya pada kegiatan tersebut, agar menyampaikan kepada keluarganya yang bekerja di luar daerah untuk tidak mudik pada perayaan hari Raya Idul Fitri nanti, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ikut hadir pada kegiatan tersebut Kasdim 1614/Dompu Mayor czi Edi Gustaman, Danramil 1614-01/Dompu Kapten inf M. Yamin dan Pasi Log Kapten inf I ketut Sugra.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Spesialis Pembobol Gudang Ekspedisi Menangis Saat Diringkus Polisi

Spesialis Pembobol Gudang Ekspedisi Menangis Saat Diringkus Petugas
MATARAM - Spesialis pembobol gudang ekspedisi ditangkap tim Opsnal Polsek Cakranegara, Mataram.

Pelaku berinisial SH alias Coleng (35) warga Dasan Cermen, Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. 

‘’ Pelaku kami tangkap rabu dini hari 22 April sekitar pukul 00.30 wita,’’ ungkap Kapolsek Cakranegara, AKP Zaki Magfur di Mataram, Kamis 23 April 2020.

Berawal dari pembobolan dengan TKP Jalan Anggada nomor 3 Lingkungan Karang Kelebut, Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara.

Pelaku masuk ke gudang milik PT Gajah Gotra Bali. Modusnya, pelaku bersama dua orang rekannya melompati gerbang gudang.

Selanjutnya merusak terpal penutup truk. Pelaku selanjutnya mengambil 16 dus pasta gigi digudang tersebut.

‘’ Itu modus yang dilakukan pelaku,’’ bebernya.

Setelah menerima laporan. Kepolisian turun melakukan penyelidikan. Korban dan saksi diintrogasi petugas. Titik terang didapatkan petugas dengan mengantongi ciri-ciri dan identitas pelaku.

Penangkapan ini berjalan cukup heroik. Karena petugas sempat kejar-kejaran dengan pelaku. Tapi pelaku ditangkap berkat kesigapan petugas.

‘’Sudah kita tangkap setelah dikejar,’’ tutur Zaki.

Ada yang menarik saat penangkapan. Setelah berhasil dikejar petugas. Pelaku sempat menangis dan meminta maaf kepada petugas. Petugas tidak bergeming dan tetap menangkap pelaku.

‘’ Itu kan cara dia saja agar kita kasihan. Seperti anak kecil saja,’’ bebernya.

Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Cakranegara untuk diproses lebih lanjut. Pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengaku membobol gudang sesuai dengan laporan yang diterima petugas.

Saat ditangkap, barang bukti yang diamakan petugas berkurang 1 dus. Total barang bukti yang diamakan petugas sebanyak 9 dus pasta gigi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas. Coleng belum memiliki catatan kriminal. Dia juga bukan residivis.

‘’ Bukan residivid. Tapi dia lima kali membobol gudang dan baru kali ini tertangkap,’’ beber Zaki.

Dengan perbuatannya itu. Pelaku terancam dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

23 April 2020

Operasional Penerbangan Penumpang Komersial di Bandara Lombok Ditutup

Operasional Penerbangan Penumpang Komersial di Bandara Lombok Ditutup
LOMBOK TENGAH - Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 tertanggal 23 April 2020, maka di Bandara Lombok tidak ada lagi penerbangan komersial untuk penumpang umum. Sedangkan penerbangan untuk operasional kargo dan logistik masih tetap beroperasi seperti biasa. Kebijakan ini berlaku mulai Jumat, 24 April 2020 pukul 00.00 WITA hingga 1 Juni 2020 mendatang.

"Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah RI yang tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek. Kami siap melaksanakan ketentuan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di tanah air," kata General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati.

"Selain untuk penerbangan kargo dan logistik, bandara juga masih dapat melayani operasional penerbangan seperti penerbangan khusus, pelayanan darurat, maupun operasional lainnya dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19," papar Nugroho Jati.

Nugroho Jati mengatakan, bagi para penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal penerbangan periode tersebut dapat mendatangi Bandara Lombok untuk melakukan refund.

"Kami menyediakan 15 help desk yang ada di area drop zone dan lobby untuk proses refund yang akan dilayani oleh pihak maskapai. Bagi masyarakat yang ingin melakukan refund dengan datang ke bandara, dimohon untuk tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, diantaranya dengan physical distancing, menghindari kerumunan, serta mengenakan masker," ujar Nugroho Jati.

"Terkait kebijakan pengembalian tiket (refund), dapat dijelaskan bahwa pihak maskapai nantinya tidak akan memberikannya dalam bentuk uang tunai, namun berupa kebijakan re-route (perubahan rute), re-schedule (perubahan jadwal penerbangan), atau berupa voucher pengganti. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi customer service maskapai yang bersangkutan," jelas Nugroho Jati.

"Kami berharap masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat memahami kondisi ini dan bersama-sama berdoa semoga kebijakan dan upaya ini dapat secara signifikan menahan laju penyebaran pandemi Covid-19 ini," harap Nugroho Jati.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Dusun Aik Nyet Narmada

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Dusun Aik Nyet Narmada
MATARAM — Satreskrim Polresta Mataram menggelar reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Adi (40 tahun) warga Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Tersangka pembunuhan ini adalah Rahmayadi alias Reme (50 tahun). Pelaku masih satu kampung dan tetangga korban. Pembunuhan itu terjadi 18 Februari tahun 2020.

Rekonstruksi dilaksanakan di Pantai Selingkuh, Tanjung Karang Kecamatan Ampenan, Kamis (23/04/2020).

Total 12 adegan yang ditampilkan dalam rekontruksi itu. Reka adegan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Perwakilan kejaksaan negeri (Kejari) Mataram juga ikut hadir menyaksikan rekonstruksi. Rekontruksi lengkap menghadirkan barang bukti yang digunakan pelaku. Mulai dari sepeda motor milik korban hingga parang yang digunakan pelaku.

Reka adegan diawali saat pelaku berjalan kaki dan dipepet korban menggunakan sepeda motor. Karena kaget pelaku langsung memukul bagian kepala korban menggunakan bagian belakang parang. Korban langsung jatuh tersungkur.

Melihat korban masih melotot. Adegan selanjutnya pelaku memukul kepala dan telinga korban menggunakan parang. Karena korban membawa senapan. Pelaku takut dan langsung mengayunkan parangnya ke arah kepala yang membuat korban terdiam.

Berlanjut ke adegan berikutnya. Pelaku pulang ke rumah dan menyimpan parangnya. Baju dan jaket juga disimpan pelaku. Semakin menarik di adegan berikutnya. Pelaku sempat membantu warga mencari bambu untuk membuat keranda jenazah. Pelaku pergi ke rumah keluarganya di wilayah Merce, Narmada. Setelah itu tuntas sudah reka adegan kasus pembunuhan ini.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menyampaikan, reka adegan dilaksanakan untuk melengkapi petunjuk jaksa penuntut umum Kejari Mataram.

‘’ Reka adegan hari ini salah satunya nanti supaya berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan,’’ ungkap Kadek via WhatsApp.

Kasus ini sempat membuat warga setempat geger 18 Februari lalu. Mayat korban ditemukan oleh warga sekitar dan langsung dilaporkan ke Bhabinkamtibmas serta diteruskan ke Polsek Narmada.

Kasus itu langsung ditangani Polresta Mataram. Berselang beberapa jam, pelaku Reme langsung ditangkap petugas di rumah keluarganya di daerah Merce Narmada.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Kata Danrem Soal Panen Raya Padi di Lombok Tengah

Kata Danrem Soal Panen Raya Padi di Lombok Tengah
LOMBOK TENGAH - Semenjak merebaknya Pandemi Covid-19 dan ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, di Prov NTB, Korem 162/WB tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan penyebaran covid-19 terus melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan baik dampak terhadap kesehatan maupun dampak lain yang ditimbulkan seperti sosial dan ekonomi masyarakat termasuk dalam hal ketersediaan pangan selama masa pandemi Covid-19 di wilayah NTB.

Persediaan Cadangan Pangan ditengah Covid-19 salah satu dampak yang menjadi perhatian seluruh stakeholder yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.han., bersama Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan panen raya bersama di lahan seluas 4 hektar milik Bapak H. Agus Nirmala di Dusun Antik Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (23/04).

Pada kesempatan tersebut dalam wawancara dengan insan media, Danrem 162/WB menyampaikan bahwa kita patut bersyukur ke hadirat Allah SWT karena sebelumnya di beberapa tempat di wilayah NTB sudah melaksanakan panen raya dan hari ini di desa Gapura Pujut juga melaksanakan panen raya.

Hal ini menunjukkan bahwa cadangan pangan NTB selama pandemi Covid-19 InsyaAllah masih terpenuhi, dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena pemerintah dalam hal ini selalu hadir untuk mengawal, mengamankan kesedian cadangan pangan selama Pandemi Covid-19.

“Seperti yang disampaikan Bupati, bahwa kabupaten lombok tengah sudah surplus 60.000 sampai 66.000 ton, jadi tahun 2020 ini stok beras di lombok tengah surplus 66.000 ton, untuk itu masyarakat lombok tengah dan NTB pada umumnya tidak perlu ragu, cemas, takut atau khawatir akan ketersediaan logistik atau beras,” Ujar Danrem.

Danrem 162/WB : Panen Raya Padi, Wujud Nyata Kesiapan Cadangan Pangan Di Tengah Pandemi Covid -19 

“Kami patut bangga di NTB baik pulau sumbawa maupun pulau Lombok, khusus di Lombok Tengah ini adalah lumbung padi NTB dan salah satunya Lombok Timur, mudah-mudahan dengan musim tanam kedua akan berlipat ganda sehingga bisa mencapai 120.000 ton dengan harapan bisa menjadi cadangan di tahun 2021, hal ini kita sebagai langkah antisipasi serta memberikan keyakinan kepada publik baik lokal maupun nasional bahwa NTB  kaitan dengan stok beras maupun pangan aman dan terkendali,” lanjutnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Danrem menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para petani di NTB  karena NTB termasuk salah satu penyumplai padi Nasional  dan mudah-mudahan ini terus dapat dipertahankan, penuh harap.

“Hal ini sebagai bentuk antisipasi serta bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada publik baik nasional maupun daerah bahwa sampai saat ini, kaitan dengan stok beras maupun pangan, inyaAllah masih aman terkendali,” tegas Danrem.

Lebih lanjut orang nomor satu dijajaran Korem 162 ini menyampaikan, terkait dampak lain adanya saudara-saudara kita baik TKI maupun masyarakat pekerja perusahaan, hotel-hotel yang saat Covid-19 harus kembali dan sekarang harus membatasi kegiatan diluar dan lebih banyak tinggal di rumah agar dapat dilibatkan dalam kegiatan proses pertanian baik pada saat musim tanam maupun pada saat musim panen sehingga dapat membantu memberikan solusi dari dampak, sosial ekonomi  baik yang ada di Lombok Tengah, maupun daerah lain di NTB, dengan harapan dapat membantu menyerap tenaga kerja di bidang pertanian.

“Hal ini akan sangat membantu, namun tetap berpedoman pada Protap atau SOP selama masa pandemi Covid-19 sesuai dengan apa yang telah diatur pemeritah bahkan dunia internasional agar kita tetap selalu aman dari penyebaran covid-19,” tuturnya.

Sejalan dengan penyampaian Danrem 162/WB, Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, menyampaikan bahwa hasil panen musim tanam pertama jika dikurangi dengan kebutuhan masyarakat dari jumlah penduduk kita selama satu tahun insya Allah sudah surplus, termasuk kesediaan sembako masih dapat terpenuhi,walau ada jenis sembako lain yang harus didatangkan dari tempat lain.

“Dengan adanya tanam kedua, harapan kita semoga hasil panen kedua nantinya, akan lebih masksimal sehingga kita dapat mensupply ke daerah-daerah lain yang juga masih membutuhkan, insya Allah,” ucap Bupati.

Hadir pada Kegiatan tersebut Dandim 1620/loteng letkol Czi Prastiwanto S.E., MI. Pol., Camat Pujut Lalu Sungkul S.Pd, Kadistan Kab. Loteng Lalu Iskandar, Pasiter Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana, Danramil 1620-02/Pujut Kapten Cba Abdul Hamid, Kapolsek Pujut AKP Herman SH., Plt. Kepala Desa Gapura Naim, S.Sos., PPL Desa Gapura, Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa Gapura, Ketua kelompok tani, Warga pemilik lahan Panen Raya dan Masyarakat desa Gapura.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin