27 Maret 2020

Pasar di Kota Mataram Disemprot

Pasar di Kota Mataram Disemprot
MATARAM – Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Nusa Tenggara Barat kompak turun lapangan melakukan penyemprotan pasar di wilayah Kota Mataram, Jumat (27/3).

Penyemprotan cairan desinfektan yang dipimpin Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Pol Tamsi Tohir dan para anggota Satgas Gugus Tugas yang terdiri dari para Kepala Dinas Pemerintah Daerah NTB.

Sebelum melaksanakan penyemprotan, Gubernur NTB mengajak seluruh masyarakat NTB untuk tetap selalu waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi karena wabah virus corona sudah berada di wilayah NTB.

Bang Zul sapaan Gubernur NTB juga meyakinkan masyarakat agar tidak cemas dan takut, namun berusaha untuk selalu menjaga kondisi badan dan lingkungan agar terhindar dari virus corona.

Usai memberikan sambutan, Pasilat Korem 162/WB Mayor Inf Heri Mujiono membagi personel menjadi tiga kelompok sesuai jumlah sasaran yakni di pasar Cakranegara, pasar Karang Jasi dan pasar Pagesangan Kota Mataram.

Terpisah Komandan Korem 162/WB mengatakan dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan sinergitas seluruh steakholder baik provinsi maupun kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat untuk melaksanakan kebijakan pemerintah sehingga dapat meminimalisasi perkembangan dan penyebaran Covid-19 khususnya di NTB.

Dijelaskannya, sterilisasi dengan menyemprotkan larutan desinfektan di beberapa tempat faslitas umum sebagai salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 terutama di tempat-tempat keramaian.

“Alhamdulillah ini sudah dilakukan serentak di seluruk kabupaten/kota di NTB,” ungkap Danrem.

“Semoga langkah positif ini dapat memberikan dampak yang efektif dalam pencegahan penyebaran virus corona di NTB,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.