6 Maret 2020

Jadi Khotib di Kekait, Bupati Lobar Singgung Corona

LOMBOK BARAT - Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid didaulat menjadi khatib Jumat di Kekait, Kec.  Gunungsari sebagai bagian dari program 'Pemda Menyapa Desa'. 

Di hadapan jamaah Masjid Baiturrahman, Dusun Kekait Satu, Desa Kekait, Bupati Lobar menyinggung tentang virus yang sedang mewabah di dunia yakni Corona.

"Menurut yang kita dengar, Corona itu penyebabnya karena kelelawar," ujar bupati.

Oleh karena itu, sambungnya, kita perlu bersyukur karena di dalam Islam dibatasi kebolehan memakan hewan.

"Kita dibatasi makanan, tidak semuanya boleh dimakan, itulah luar biasanya Rasulallah yang mana apa yang disampaikan beliau dari Allah SWT terbukti benar," ujar Alumnus Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

Pernyataan bupati tersebut merupakan bagian dari isi khutbahnya tentang bagaimana melanjutkan kerahmatan Islam. Cara melanjutkan Islam yang demikian adalah dengan mempersiapkan generasi baik dari sisi iman maupun ilmu pengetahuan.

Menurut nya, sudah banyak terbukti bahwa sumber daya alam (SDM) tidak berpengaruh banyak terhadap kemajuan Islam, tetapi SDM lah yang berpengaruh.

"Anak-anak kita tidak boleh bodoh, kita harus khawatir meninggalkan generasi Islam yang lemah, yang sakit, dan miskin," ujar suami Hj Khaeratun ini.

Untuk itu, lanjutnya, menyiapkan generasi Islam yg kuat harus dimulai dari keluarga.

"Mulai saat istri kita hamil, juga seribu hari pertama anak kita, harus kita berikan makanan yang bergizi dan halal," tegas mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Nusa Tenggara Barat ini.

Makanan bergizi, sebutnya, tidak harus mahal dengan mencontohkan telur dan sayuran yang umumnya terjangkau oleh masyarakat.

"Di dalam syurga ada satu rumah yang disebut rumah kebahagiaan, yang boleh masuk adalah mereka yang membahagiakan anak cucunya," ujar bupati.

Dalam khutbahnya bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan. Pesan ini dilanjutkan setelah selesai shalat Jumat.

Dikatakan bupati, 17 April nanti adalah peringatan hari ulang tahun (HUT) Lobar yg ke-62. Tema yg dibuat adalah 'Ijo Nol dedoro'.

"Ijo artinya banyak pohon baik yang produktif dan yang tidak yg akan kita tanam," jelas bupati yang juga penyuka kopi ini. Dikatakan bupati, saat ini banyak terjadi longsor karena kurangnya pohon yg menahan air.

Nol Dedoro, lanjut bupati, bermakna tidak boleh lagi ada sampah di Lobar.  Tahun ini, sebutnya, akan dibangun 5 tempat pengolahan sampah di Lobar dengan konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle). Khusus untuk Kec. Gunungsari akan dibangun di Dopang.

Hal lain yg disinggung bupati adalah stunting atau ketidaksesuaian antara umur dan tinggi seseorang. Lobar, sebutnya telah mampu menurunkan angka stunting hingga 23%, jauh di bawah rata-rata Provinsi NTB yaitu 32%. Salah satu penyebab stunting, kata bupati, adalah karena tingginya angka pernikahan dini yaitu mereka yg menikah belum siap secara materi, fisik maupun mental. Akibatnya, mereka melahirkan anak-anak yang tidak memenuhi standar kesehatan yg seharusnya.

"Contohlah Rasulallah, beliau menikah usia 25 tahun," ajak bupati.

Kepala Desa Kekait, HM Zaini mengucapkan terima kasih atas kedatangan bupati pada 'Pemda Menyapa Desa'. Kedatangan Pemda, akunya, sangat membantu, terbukti dengan gotong royong, pelayanan Posyandu, PBB, dan lain-lain. Kesempatan ini juga digunakan oleh beberapa warga untuk menyampaikan harapannya kepada Pemkab Lobar.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Lobar Dr H. Baehaqi, Para Asisten, sejumlah kepala OPD, Camat Gunungsari, dan lain-lain.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.