23 Maret 2020

4 Pemain Judi Togel Diamankan Polres Lotim

LOMBOK TIMUR - Jajaran Polres Lotim menggelar Operasi Pekat Gatarin, pada Senin 23 Maret 2020.

Dalam operasi ini, 4 orang diduga main judi togel. Mereka berinisial SA, BP, RS, dan seorang perempuan berinisial BN.

"Operasi Pekat Gatarin 2020, untuk pemberantasan judi, miras dan prostitusi," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama SE SIK via WhatsApp.

Untuk SA, BP, dan RS diamankan saat transaksi judi togel di Kelurahan Selong Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Dari ketiganya, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 285.000, 4 Lembar pesanan nomor togel, dan 1 buah HP.

"Pelaku kami tangkap saat sedang melakukan Judi Togel dirumahnya di Kel. Selong, Kec. Selong, Kab. Lotim tanpa Perlawanan. Pelaku (SA) mengaku menyetor hasil penjualannya di salah satu pengepul di kecamatan Selong, Lotim. " Tegas Made Yogi.

Sementara untuk perempuan berinisial BN, Made Yogi membeberkan bahwa ibu rumah tangga ini diamankan di Sakra, Lotim, NTB.

BN diketahui polisi melayani penjualan togel via kertas. Dari hasil penjualan ini, BN menyetor ke pengepul di wilayah Sekarteja, Lotim.

"Pelaku menjual nomor Togel dirumahnya dengan cara pembeli memesan nomor Togel yang di prediksi akan keluar dituliskan di kertas, selanjutnya pengumuman pemenang akan di umumkan pada Pukul 01.00 Wita. Selanjutnya BN menyetor Penjualannya tersebut kepada Bosnya di wilayah Sekarteja setelah pengumuman sekaligus mengambil Bonus atau uang keuntungan dari pembeli." Ungkap Made Yogi.

Dalam kasus BN, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp.49.000, 2 lembar pesanan nomor togel, dan 1 buah HP.

Guna proses hukum, 4 terduga dan semua barang bukti diamankan di Polres Lombok Timur.

"Saat ini pelaku dan Barang Bukti kami amankan di polres Lombok Timur untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut." Pungkasnya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.