31 Maret 2020

Hari Ini Positif COVID-19 di NTB Menjadi 4 Orang

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah
MATARAM - Pemerintah Provinsi NTB secara resmi mengumumkan bahwa pada hari ini jumlah positif COVID-19 bertambah 2 orang.

Itu artinya, jika dijumlahkan dengan total positif sebelumnya ada dua orang. Maka saat ini di NTB terdapat 4 orang yang positif COVID-19.

“Hari ini telah terkonfirmasi dua penderita COVID-19,” ucap Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah di Mataram pada Selasa 31 Maret 2020.

Dijelaskan bahwa penambahan dua penderita COVID-19 terdiri laki-laki berumur 44 tahun warga Kota Mataram berinisial LJ.

Kemudian laki-laki berusia 46 tahun warga Provinsi Bali berinisial YT yang kebetulan bertamu ke Kota Mataram.

“Yang bersangkutan kemungkinan tertular di luar NTB karena memiliki riwayat perjalan ke daerah terjangkit dalam periode 14 hari terakhir,” kata Gubernur NTB.

Dikatakan saat ini kedua penderita dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sejak 22 Maret dan 23 Maret 2020.

“Penderita saat ini dalam kondisi semakin membaik, menunggu hasil tes negatif sebanyak dua kali sebelum dipulangkan ke rumah,” ujarnya.

Untuk menghindari penularan lebih lanjut masih kata Gubernur, petugas kesehatan langsung melakukan contact tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan kedua penderita.

“Diharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menghindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” tutupnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Unram Fasilitasi Kuliah Online Mahasiswa dengan Kuota 30GB

Unram Fasilitasi Kuliah Online Mahasiswa dengan Kuota 30GB
MATARAM - Diberlakukannya sistem perkuliahan daring (online) lingkup Universitas Mataram (Unram), dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan tanpa solusi. Pasalnya, demi kelancaran proses perkuliahan pihak Unram juga memberikan fasilitas bebas akses ilmupedia, dengan kapasitas quota 30 Giga Byte (GB).

Rektor Unram melalui Wakil Rektor (WR) I Agusdin, S.E., M.B.A., D.B.A., Selasa (31/3), kepada media menyampaikan bahwa perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya tetap dilaksanakan secara daring (online), termasuk tugas mandiri mahasiswa.

"Untuk mengurangi beban mahasiswa terkait quota internet, Unram sudah bekerjasama dengan IM3 dan Telkomsel guna memberikan kuota gratis selama 30 hari ke depan. Fasilitas ini dapat untuk mengakses ke sistem pembelajaran daring Unram," ungkapnya.

Dikatakan, perkuliahan daring yang diterapkan di lingkup Unram dimaksudkan agar kegiatan akademik tetap berjalan, sehingga beban studi mahasiswa dapat dicapai sesuai target Satuan Kredit Semester (SKS).

"Jadi, mengingat kondisi wabah Virus Corona ini sudah merupakan darurat nasional, maka mau tidak mau kita harus menerapkan perkuliahan daring. Kami terus berupaya bagaimana memfasilitasi agar ini tidak membebani mahasiswa," tandasnya.

Karena itu, WR I yang membidangi Akademik itu berharap agar fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakses materi-materi perkuliahan.

"Mahasiswa bisa mengakses web daring Unram melalui daring.unram.ac.id secara gratis. Nah, nanti yang kepotong adalah quota Ilmupedia-nya, bukan kuota utamanya," jelasnya.

Sementara cara mengaktifkan fasilitas paket gratis yang diberikan tersebut, Kepala Pusat Teknologi dan Informatika (Pustik) Unram Cahyo Mustiko, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan, paket #ilmupedia dapat diaktifkan melalui fitur My Telkomsel di gadget.

"Info lengkapnya di tsel.me/ilmupedia," ucapnya.

Untuk lebih jelasnya, lanjut Cahyo, setelah masuk di aplikasi My Telkomsel mahasiswa dapat memilih menu 'Beli Paket' dan pilih 'Paket Internet'.

"Kemudian mahasiswa bisa memilih Bebas Akses Ilmu Pedia, klik Beli, harga Rp 0, alias GRATIS," terangnya.

Terkait fasilitas paket kuota gratis 30GB yang diberikan bagi mahasiswa tersebut, WR II Unram Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum mengatakan bahwa itu merupakan kerjasama yang telah dibina oleh Unram, dengan dua provider penyedia layanan internet yakni Indosat dan Telkomsel. Dimana pemberian 30GB bagi setiap mahasiswa itu, diambilkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Indosat dan Telkomsel.

"Unram bekerjasama dengan Indosat dan Telkomsel dalam menyediakan fasilitas internet di Unram. Indosat memberikan 30GB pada setiap mahasiswa untuk proses perkuliahan daring dari sumber CSR, karena Indosat ada kerjasama dengan Unram," kata Guru Besar termuda di Unram itu.

"Pun, Telkomsel memberikan juga 30GB untuk proses perkuliahan daring," imbuhnya.

Profesor muda kelahiran Desa Ranggagata itu juga menyebutkan, pihaknya saat ini sedang meminta biaya kompensasi penggantian atau pengalihan kepada kedua provider tersebut, terkait kuota internet yang tidak terpakai selama mahasiswa tidak ke kampus.

"Baru saja kami mengadakan rapat dengan pihak Indosat di Surabaya menggunakan teleconference via zoom. Indosat berjanji akan memberikan kompensasi dalam bentuk kuota tambahan yang besarannya masih dikaji, karena persoalan ini juga terjadi di universitas-universitas lain di Indonesia yang bekerjasama dengan Indosat," jelasnya.

Untuk diketahui, biaya internet yang dikeluarkan Unram dalam mendukung kegiatan akademik adalah sebesar Rp. 189.591.000 per bulan, sehingga dalam satu tahun total dana yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.275.092.000.

Sedangkan Humas Satgas Pandemi Covid-19 Unram dr. Wahyu Sulistya Affarah, MPH., kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya civitas akademika, agar membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Salah satu PHBS yang sangat efektif untuk menangkal penyebaran Covid-19, yakni rajin mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teknik yang benar," ungkapnya.

Adapun enam langkah CTPS sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjut dr. Farah, pertama basahi kedua tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambil sabun secukupnya. Gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama. Kedua, gosok punggung tangan menggunakan telapak tangan sebelahnya.

"Jangan lupa gosok juga bagian sela jari, tangkupkan kembali kedua tangan dan gosok pinggiran jari-jari," sebutnya.

Ketiga, bersihkan jari dan buku-buku jari dengan menyatukan kedua tangan. Keempat, bersihkan ujung-ujung jari dengan menggosokkannya ke telapak tangan sebelahnya.

Kelima, bersihkan sela jempol dan telunjuk dengan cara menggenggam jempol menggunakan tangan sebelahnya. Kemudian lakukan gerakan memutar bolak-balik. Keenam, bersihkan sabun di tangan dengan air mengalir, lalu keringkan dengan sempurna.

"Bila perlu, matikan keran dengan menggunakan tisu sekali pakai agar tangan tidak perlu langsung menyentuhnya, sehingga tangan pun bisa bersih sempurna," ucapnya.

Intinya, pungkas dr. Farah, cucilah tangan secara menyeluruh. Tidak hanya bagian telapak, tapi juga perlu mencuci punggung tangan dan sela-sela jari. Jangan terburu-buru saat cuci tangan, pastikan semua bagian tangan terkena sabun dan air yang mengalir.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

BPKP Perwakilan NTB Beri Pendampingan OPD Teknis Di Lombok Barat

LOMBOK BARAT – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberi pendampingan melalui Teleconfrence kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bertempat di Ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lobar, (31/3).

Sekretaris Daerah Lobar, H Baehaqi dalam arahannya mengatakan kegiatan yang dilakukan adalah karena adanya penggeseran anggaran terkait dengan virus corona (Covid-19). Beberapa OPD, jelas Baehaqi perlu mendapat asistensi terkait surat edaran Kementerian Dalam Negeri bahwa semua dana alokasi khusus (DAK) selain yang ada pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan itu diarahkan untuk penanganan Covid – 19.

“Dalam hal ini hadir Inspektur, para ssisten, Bappeda, BPKAD dan OPD-OPD yang terkait langsung dengan penanganan Covid – 19 sehingga di dalam pelaksanaan ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Baehaqi.

Edi Sunardi dari BPKP NTB dalam arahannya menjelaskan bahwa sesuai dengan Instruksi Presiden tahun 2020 BPKP diberikan amanah untuk pendampingan mengenai akuntabilitas keuangan dalam rangka penanganan Covid – 19 dan selanjutnya sudah disampaikan surat BPKP No. 366 ke seluruh gubernur dan bupati/walikota untuk penanganan Covid-19 dengan menghubungi BPKP perwakilan untuk melakukan konsultasi.

“Dalam rangka melakukan pendampingan ini sudah dibuat surat edaran Kepala BPKP, isi dari surat earan tersebut bagaimana fokus-fokus dari akuntabilitas terkait dengan refocusing dan relokasi,” ujarnya.

Menanggapi ini, Kepala Inspektorat Lobar H.Ilham  mengatakan sedang membentuk tim untuk melakukan pengawalan dan pembinaan kepada OPD teknis seperti BPBD, dinas sosial, dinas kesehatan yang akan membantu untuk mengawal dalam perencanaan proses dan pertanggungjawabannya.

“Untuk nantinya kami mohon kepada BPKP NTB dan kawan-kawannya untuk membantu kami dalam hal ini untuk lebih lanjut lagi di lain waktu kita akan tetap melalukan hubungan melalui teleconfrence ini,” harap Ilham.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

30 Maret 2020

ODP Diminta Bisa Disiplin

MATARAM - Menyikapi perkembangan kasus wabah covid-19 di NTB, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, I Gede Putu Aryadi, kembali menegaskan bahwa status ODP (Orang Dalam Pantauan) otomatis ditetapkan bagi warga yang datang dari wilayah terpapar wabah corona. Sehingga ia meminta kesadaran masyarakat yang berstatus ODP untuk bisa mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan pemerintah.

ODP sendiri adalah istilah yang diberikan kepada orang yang telah melakukan perjalanan dari wilayah terpapar covid-19, tidak pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif corona atau bekerja pada fasilitas Rumah sakit penanganan covid-19 selama 14 hari terakhir, baik yang memiliki gejala ringan seperti flu, batuk dan demam ataupun tidak.

“Sehingga setiap orang yang datang dari wilayah terpapar covid-19 statusnya adalah ODP, dan dia harus mengikuti ketentuan dan panduan sebagai ODP,” tegas Gede di kantornya (30/3/2020).

Menyinggung ODP atas inisial SH, usia 45 th, warga Dusun Samak Miring Desa Montong Are Kediri Lombok Barat, ia menilai seharusnya orang dengan status ODP bisa disiplin mengikuti proses isolasi mandiri yang secara berjenjang diawasi mulai dari tingkat dusun. Keluarga dan masyarakat disekitar juga harus berperan untuk bisa saling mengingatkan.

Sebagaimana hasil rapat terbatas gugus tugas penanganan covid-19 Pemprov NTB, Gede juga menyampaikan arahan Gubernur terkait dengan penguatan peran semua pihak pada semua tingkatan, sampai tingkat desa untuk penyadaran peran masyarakat dan pengawasan ODP sehingga disiplin dalam melaksanakan isolasi diri.

“Supaya semua bisa disiplin. Inilah saatnya kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan,” pesannya setelah mencermati kronologi aktifitas SH hingga statusnya menjadi ODP.

Menindaklanjuti arahan Gubernur, Ia melanjutkan, dalam waktu dekat akan ada kerja sama juga dengan provider untuk sistem SMS Flash yang ditujukan kepada para ODP. Fungsinya untuk mengingatkan ODP tentang hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan selama masa karantina mandiri.

“Kedepan akan ada SMS Flash yang dikirimkan kepada para ODP agar kita bisa saling menjaga dan mengingatkan bersama,” katanya.

Dalam keterangannya, Gede juga menyinggung tentang upaya pengetatan akses keluar masuk menuju NTB dari pelabuhan. Ia mengatakan besok mulai tanggal 31 Maret 2020 beberapa pegawai dari Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan mulai di-BKO-kan untuk membantu tugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Beberapa yang di-BKO-kan nanti terutama untuk membantu proses administrasi dan data. Karena nanti orang-orang yang datang akan diberikan kartu katerangan siap mengisolasi diri supaya mudah kita lacak,” jelas Gede.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Soal Kuliah Online, KAMMI Mataram Minta Kampus Beri Kuota Internet

Ilustrasi pemantau data kuota internet
MATARAM - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mataram menilai para Rektor di Kota Mataram harus segera memberikan kebijakan pelayanan kuota internet gratis bagi seluruh mahasiswa sesuai kampus masing-masing.

Itu untuk memudahkan mahasiswa di tengah kebijakan kuliah online akibat mewabahnya Coronavirus COVID-19. Hal ini penting dilakukan karena tidak semua mahasiswa memiliki kuota cukup.

Ditambah dengan mewabahnya virus Corona, mahasiswa menjadi kelompok yang di satu sisi harus memikirkan kewajibannya sebagai seorang akedemisi dan di sisi lain harus memenuhi tuntutan hidup sehat dengan makan-makanan bergizi yang menguras isi dompet. Kini dibebankan juga dengan membeli kuota internet untuk kuliah online, sehingga menambah beban mahasiwa.

Kepala Bidang Kebijakan Publik Pengurus Daerah KAMMI Mataram, Sugianto, mengatakan dana SPP mahasiswa harusnya dialihkan menjadi kuota internet selama perkuliahan daring dilaksanakan.

“Harusnya (SPP) dijadikan kuota internet. Toh itu juga untuk kebutuhan perkuliahan mahasiswa tersebut bukan untuk kepentingan pribadi siapapun,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin 30 Maret 2020.

Setali tiga uang dengannya, Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Mataram, Arif Rahman, juga menginginkan mahasiswa difasilitasi layanan kuota internet.

“Kampus sudah mengeluarkan kebijakan kuliah online maka ada layanan kuota internet bagi mahasiswanya. Jangan lagi kampus berdalih tidak punya uang, sebab tiap semester mahasiswa membayar kuliah. Cukup 100-200 ribu, mahasiswa akan senang,” ujarnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dandim Lotim Tegaskan Butuh Sinergitas Semua Pihak Dalam Penanganan Covid-19

LOMBOK TIMUR – Wabah virus corona disease (Covid-19) sudah menjadi bencana nasional non alam dan ini menjadi perhatian khusus pemerintah terkait dengan penanganan dan pencegahannya.

Demikian disampaikan Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., seusai mengikuti rapat penanganan pencegahan Covid-19 yang dipimpin Bupati Lombok Timur Drs. H. Sukiman Azmi, MM., di halaman Kantor Bupati Lombok Timur bersama Forkopimda Lotim dan instansi terkait, Senin (30/3).

Menurutnya, dengan terbentuknya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Timur akan membantu penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 secara terkoordinir, terencana dan terarah sehingga dampaknya akan lebih efektif.

“Ini membutuhkan sinergitas dan kepedulian kita bersama mulai dari steakholder hingga masyarakat harus bersatu padu mencegah pernyebaran virus corona,” ujar Wakil Ketua satu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lotim tersebut.

“Jadi mulailah dari diri sendiri dengan mengikuti imbaun dan kebijakan pemerintah seperti social ditancing (menjaga jarak dalam berkomunikasi), stay home (berdiam di rumah),” imbuhnya.

Selain itu, Dandim juga menyampaikan mulai hari ini, Kota Selong akan diberlakukan jam malam untuk membatasi masyarakat keluar masuk termasuk pengawasan ditiga lokasi seperti Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Lembar dan Bandara Lombok International Airport. “Ini nanti akan kita atur mekanisme dan teknisnya,” jelas Donny.

Mantan Danyonif 742/SWY itu juga meminta kepada satuan jajarannya untuk terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi di lapangan dengan para Babinkamtimas dan Kepala Desa khususnya terhadap kehadiran orang baru di kampung atau yang datang dari luar daerah.

“Jika ada segera tanyakan dan laporkan pada kesempatan pertama kepada petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sehingga dapat menekan warga terinfeksi Covid-19,” terangnya.

“Mari kita terus ikhtiar dan istiqomah serta berdoa dengan harapan bangsa Indonesia terbebas dari Covid-19,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Polres Bima Bubarkan Latihan Motorcross

Polres Bima Bubarkan Latihan Motorcross
KABUPATEN BIMA - Latihan motorcross di Desa Donggo Bolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima dibubarkan jajaran Polres Bima pada Minggu 29 Maret 2020.

Pembubaran harus dilakukan sebab latihan motorcross ini menjadi pemicu berkumpulnya masyarakat di tengah wabah Covid-19.

Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K, mengatakan bahwa pembubaran latihan motorcross merupakan langkah tegas aparat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Sesuai Maklumat Kapolri, Kami aparat tidak segan membubarkan kegiatan apabila masyarakat masih berkerumun di tengah wabah Covid-19." Ujar Kapolres Bima saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Guna tindak lanjut, Polres Bima bakal melakukan pemanggilan kepada pihak penyelenggara latihan motorcross dan pemilik lahan untuk dimintai keterangan.

"Kami akan lakukan pemanggilan langsung kepada pemilik lahan dan kelompok motocross yang melaksanakan kegiatan latihan," katanya.

Ditegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Bima di himbau untuk mematuhi sosial distancing di tengah wabah Covid-19.

"Kami mohon masyarakat agar tidak berkerumun, tetap di rumah saja. Patuhilah sosial distancing," pungkas AKBP Gunawan.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

29 Maret 2020

Cegah Corona, Babhinkamtibmas Karang Baru Mataram Bubarkan Lomba Burung

MATARAM - Kepolisian di Daerah tidak main-main menindaklanjuti imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri. Terutama tentang maayarakat yang dilarang berkegiatan di luar rumah. Warga sebaiknya tidak meninggalkan rumah jika tidak ada kebutuhan penting. Kemudian juga tidak menggelar kegiatan yang menghadirkan banyak massa. Oleh karenanya, kegiatan seperti itu harus dibubarkan oleh petugas kepolisian. Pembubaran itu untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 atau Corona. Itulah yang dilakukan oleh bhabinkamtibmas Karang Baru, Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Aipda Nanang Supriadi.

Ia dengan tegas membubarkan lomba burung Kecempret di wilayah setempat. Lomba burung Kecempret dibubarkan Jumat malam, tanggal 27 Maret sekitar pukul 21.00 wita. Kepolisian tidak ingin kecolongan dan langsung membubarkan salah satu lomba burung konvensional ini.

Berawal dari laporan yang diterima kepolisian. Bahwa masih ada lomba burung Kecempret yang digelar dilingkungan Suradadi Barat. Padahal pemerintah dan kepolisian sudah melarang kegiatan yang menghadirkan jumlah massa yang banyak. Informasi itu benar adanya. Puluhan orang sedang mengikuti lomba. Lomba burung itu langsung dibubarkan.

Pembubaran dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Pemerintah saat ini sedang berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Kepolisian pun turun untuk membubarkan.

" Kita bubarkan. Perintah pimpinan sudah jelas. Kegiatan yang menghadirkan massa dalam jumlah banyak bisa dibubarkan," ungkapnya.

Setelah diberikan pemahaman tentang bahaya virus corona. Warga memahami tugas kepolisian. Warga juga tidak keberatan membubarkan diri. Secara keseluruhan, giat tersebut berjalan aman dan lancar.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

28 Maret 2020

Cegah Penyebaran Corona, Polresta Mataram Pasang Bilik Desinfektan

Bilik Desinfektan di Polres Mataram
MATARAM - Polresta Mataram makin aktif untuk mencegah penyebaran virus covid 19 atau corona. Setelah penyemprotan seluruh areal di Mako Polresta Mataram. Bilik desinfektan kini dipasang di samping pintu masuk Polresta Mataram.

Alat sterilisasi ini dipasang sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Alat tersebut dipasang atas inisiasi langsung dari Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto.

‘’Kita mulai pasang bilik desinfektan mulai hari ini Sabtu tanggal 28 Maret 2020,’’ ungkap Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Raditya Suharta,SH, S.I.K di Polresta Mataram, Sabtu (28/03/20).

Setelah terpasang, bilik desinfektan ini langsung dioperasikan. Tidak hanya untuk sterlisasi anggota Polresta Mataram. Melainkan juga seluruh pengunjung yang datang ke Polresta Mataram. Seluruhnya masuk ke bilik desinfektan berukuran 2 meter tersebut.

Satu persatu pengunjung yang datang disemprotkan desinfektan. Pengunjung diarahkan berputar di dalam bilik. Agar nantinya bagian belakang dan depan tubuh pengunjung disemprotkan desinfektan. Penyemprotan ini sekitar 2 menit untuk satu orang pengunjung.

‘’Tinggal berputar saja di dalam. Setelah itu selesai penyemprotannya,’’ bebernya. 

Pihaknya meminta warga atau pengunjung memahami dengan pemasangan alat tersebut. Karena warga cukup awam dengan bilik desinfektan. Oleh karena itu, petugas juga meminta permakluman jika warga sedikit terganggu dengan pemasangan bilik desinfektan.

 "Karena kan ini masih baru. Mungkin ada yang kaget tiba-tiba disuruh masuk ke dalam bilik. Kami meminta permakluman karena ini untuk kebaikan kita semua,’’ jelasnya. 

Bilik desinfektan ini dipasang sampai waktu yang belum ditentukan. Fungsinya sangat dibutuhkan. Terutama untuk pencegahan virus corona.

"Dengan sterlisasi ini. Penularannya bisa kita cegah. Salah satunya melalui bilik disinfektan ini,’’ katanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Rapat Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Mataram

MATARAM - Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid-19) Kota Mataram. Bertempat di Kantor Wali Kota Mataram, Sabtu (28/03/2020). Hadir pada acara tersebut Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, perwakilan Polresta Mataram Muhammad, Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, Sekretaris Kota Mataram H. Effendy Eko Saswito, beserta Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid-19) Kota Mataram.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa hal pokok pencegahan Covid-19 di Kota Mataram, meliputi: Pertama, penyemprotan disinfektan di setiap kelurahan dan lingkungan akan dilaksanakan mulai hari Senin (30/03/2020). Dengan kesepakatan, selama satu minggu pelaksanaan, semua kelurahan harus selesai disemprot, dan wajib dilakukan semprot ulang. Kelurahan mendapat tandon disinfektan (dua buah), kompresor (dua buah), hand sprayer (dua buah) , tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Mataram serta bantuan personil dari TNI dan Polri.

Kedua, memberlakukan jam malam mulai pukul 22.00 sampa dengan 06.00 untuk area publik berupa mematikan lampu di jalan-jalan utama Kota Mataram, penutupan RTH, dan larangan berkumpul ditempat umum yang bisa memicu percepatan penyebaran Covid-19. Ketiga, Pol PP Kota Mataram bekerjasama dengan TNI dan Polri menutup dan menindak tegas tempat hiburan.

Keempat, himbaun untuk meniadakan shalat jum’at sementara waktu akan dikaji lebih dalam lagi, dan akan diputuskan beberapa hari kedepan. Kelima, Pemerintah Kota Mataram menyiapkan Wisma Nusantara sebagai tempat penampungan cek kesehatan bagi pendatang di Kota Mataram.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ketua MCMI NTB Imbau Masyarakat Taati Fatwa MUI dan SE Gubernur

Ketua DPW MCMI NTB bersama ketua dewan pembina MCMI pusat Budi Karya Sumadi
MATARAM - Ketua DPW Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) NTB, Dr H Sunardi Ayub SH MH mengimbau masyarakat di NTB untuk mentaati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Surat Edaran Gubernur NTB untuk tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid selama menghadapi situasi siaga darurat Covid-19.

Sunardi mengatakan, kondisi ini bisa dilakukan selama menghadapi kondisi dan situasi yang tidak normal seperti saat ini. Dimana pandemi Covid-19 terus meluas di Indonesia.

"Ini karena situasi yang tidak normal, maka kami imbau masyarakat mentaati Fatwa MUI dan SE Gubernur. Sholat berjamaah bisa dilakukan di rumah bersama keluarga," kata Sunardi Ayub, Sabtu (28/3).

Sunardi mengatakan, setelah pihaknya membaca mulai dari mukadimah serta dasar pengambilan keputusan MUI itu sudah sangat jelas dan sesuai dengan kaidah-kaidah dalam hukum agama Islam.

Khusus untuk sholat Jumat, Ketua DPW MCMI NTB ini berharap agar masyarakat patuh dan taat terhadap Fatwa MUI dan SE Gubernur tersebut.

"Jadi Fatwa MUI dan SE Gubernur ini bisa jadi acuan yang komplit karena disana sudah ada putusan fatwa ulama dan umara," tukasnya.

Sunardi mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan supaya wabah Covid-19 ini bisa selesai dengan segera.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mentaati dan menjalankan anjuran pemerintah terkait penerapan social distancing, dan menjaga pola hidup sehat saat ini.

"Tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap perlu diperhatikan. Salah satu cara terbaik harus ikuti anjuran pemerintah," katanya.

Ia menambahkan, meski di NTB sudah tercatat ditemukan dua kasus positif, namun penanganan medis sudah dilakukan dengan baik. Sehingga masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

"Masyarakat juga harus bijak dalam bermedsos, jangan memposting atau memviralkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Agar tidak menimbulkan ketakutan dan kepanikan umum dalam kondisi saat ini," tegasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dua Siswa Tenggelam di Sungai Srigangga, Satu Ditemukan Meninggal

LOMBOK TENGAH - Sabtu (28/3) pagi, dua orang siswa dari salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah Lombok Tengah tenggelam di sungai Srigangga kelurahan Tiwu Galih Praya Lombok Tengah.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram yang menerima laporan kejadian tersebut dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Tengah memberangkatkan personilnya ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Pukul 09.05 wita kami menerima laporan dari bapak Busairi (Damkar Lombok Tengah) bahwa ada 2 warga Sukadana Praya Tengah tenggelam di sungai Srigangga, kita berangkatkan tim rescue dengan membawa peralatan selam, life jacket dan peralatan sar air lainnya,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram.

 Tim rescue Basarnas Mataram bersama Damkar Lombok Tengah, TNI, Polri, BPBD Lombok Tengah, Tagana, masyarakat setempat dan unsur terkait lainnya mencari kedua korban atas nama Riski Maulana (13) dan Restu Nopendi (13) dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian dan penyisiran dari pinggir sungai.

“Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, pukul 15.10 wita tim sar gabungan berhasil menemukan satu korban di sekitar lokasi kejadian, atas nama Riski dalam kondisi meninggal dunia” Imbuhnya.

Salah satu korban yang telah berhasil ditemukan di dasar sungai dengan melakukan penyelaman tersebut dibawa menuju RSUD Praya. Sampai dengan berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih belum ditemukan atas nama Restu Nopendi.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ini Strategi Tangkal Penyebaran Virus Versi Satgas Pandemi Covid-19 Unram

MATARAM - Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Universitas Mataram (Unram), yang dibentuk sebagai salah satu strategi kesiapan Unram dalam menghadapi wabah Covid-19, menegaskan bahwa penyebaran virus dapat diantisipasi melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teknik yang benar.

Ketua Satgas Pandemi Covid-19 Unram dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK., Jumat (27/3), mengungkapkan bahwa pada dasarnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS) lebih diutamakan daripada menggunakan hand sanitizer.

"Sebenarnya mencuci tangan dengan air mengalir dengan sabun itu masih lebih baik, dibandingkan menggunakan hand sanitizer," ungkapnya.

Dikatakan, efektivitas mencuci tangan pada air yang mengalir memiliki dua mekanisme yakni pertama berhubungan dengan membasahi seluruh permukaan tangan dengan air sabun, sementara yang kedua mekanisme menggosok seluruh permukaan tangan dengan air sabun.

"Jadi, itu harus sinkron. Sehingga kalau kita pakai hand sanitizer kecenderungannya volumenya sedikit, dan kemampuan membasahi seluruh tangan tidak ada, lagian kalau dibanyakin malah iritasi tangan kita," jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar enam langkah CTPS yang baik dan benar, seperti yang pernah dicanangkan Pemerintah Kota Mataram pada 2015, yang mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dapat digerakkan atau dibudayakan di tengah-tengah masyarakat, terlebih dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jadi cuci tangan pakai air dan sabun tolong digiatkan ke masyarakat, bahwa itu (CTPS, red) masih lebih efektif dibandingkan hand sanitizer," ujarnya.

Menurut dr. Hagni, penggunaan hand sanitizer lebih kepada pekerja yang kontak dengan permukaan infeksius, berganti-gantian dengan jeda waktu yang sangat singkat, seperti dokter dan petugas cleaning service.

"Jadi, kalau kita selama melakukan social distanting (pembatasan sosial/menjaga jarak, red) di rumah, cuci tangan dengan air dan sabun itu sudah sangat-sangat bagus, tanpa harus perlu mengada-adakan hand sanitizer," tandasnya.

Untuk diketahui, meskipun mudah namun masih banyak orang yang tidak melakukan cuci tangan dengan benar. Ada yang cuci tangan asal basah tanpa sabun, cuma cuci tangan lima detik, dan lain-lain. Padahal, tangan adalah sarang kuman yang jika masuk ke tubuh dapat menyebabkan penyakit.

Berikut enam langkah CTPS sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang diungkapkan Humas Satgas Pandemi Covid-19 Unram dr. Wahyu Sulistya Affarah, MPH.

Pertama, basahi kedua tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambil sabun secukupnya. Gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama. Kedua, gosok punggung tangan menggunakan telapak tangan sebelahnya.

"Jangan lupa gosok juga bagian sela jari, tangkupkan kembali kedua tangan dan gosok pinggiran jari-jari," sebutnya.

Ketiga, bersihkan jari dan buku-buku jari dengan menyatukan kedua tangan. Keempat, bersihkan ujung-ujung jari dengan menggosokkannya ke telapak tangan sebelahnya.

Kelima, bersihkan sela jempol dan telunjuk dengan cara menggenggam jempol menggunakan tangan sebelahnya. Kemudian lakukan gerakan memutar bolak-balik. Keenam, bersihkan sabun di tangan dengan air mengalir, lalu keringkan dengan sempurna.

"Bila perlu, matikan keran dengan menggunakan tisu sekali pakai agar tangan tidak perlu langsung menyentuhnya, sehingga tangan pun bisa bersih sempurna," ucapnya.

Intinya, pungkas dr. Farah, cucilah tangan secara menyeluruh. Tidak hanya bagian telapak, tapi juga perlu mencuci punggung tangan dan sela-sela jari. Jangan terburu-buru saat cuci tangan, pastikan semua bagian tangan terkena sabun dan air yang mengalir.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Soal Pageblug Covid-19, Ini Pesan IJTI NTB

Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi
MATARAM - Kasus penularan Covid-19, saat ini telah menjadi wabah Pandemi Global di ratusan negara termasuk di Indonesia. Dengan korban yang tidak sedikit, juga dengan pola penularan yang masif melalui interaksi sosial manusia ke manusia. Disisi lain ragam langkah proteksi atau pencegahan resiko terus dilakukan oleh negara hingga lingkup birokrasi terkecil di daerah, guna meminimalisir resiko berkembangnya virus yang mecetak angka peningkatan penderita yang cukup signifikan tersebut.

Sebagaimana data yang dihimpun hingga pekan terakhir bulan Maret 2020, jumlah sebaran kasus covid secara global telah terjadi di 199 negara, dengan jumlah warga dunia terpapar Covid-19 mencapai 465 ribu lebih kasus, dengan angka pasien meninggal dunia sebanyak 21 ribu lebih. Sementara di Indonesia data tersebut telah mencapai 1046 kasus positif covid-19, dengan jumlah pasien meninggal mencapai 87 orang, yang  tersebar di 28 provinsi (Sumber data 27 maret 2020 di www.covid19.go.id).  Angka ini diperkiaraan akan terus bertambah seiring karakteristik pola penyebaran virus yang terjadi melalui interaksi sosial masyarakat.

Tingginya jumlah warga dunia yang saat ini tertular dengan pola komunal dan resiko kontraksi tubuh secara medis yang dialami  penderita, mulai demam, batuk dan sesak nafas dengan pola serangan organ pernafasan manusia, dikhawatirkan menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia dan sekaligus menjadi tantangan literasi dunia medis kedepan.

Belakangan ramai juga disosialisasikan bebeberapa pola pencegahan yang mesti dilakukan sebagai preventif mencegah resiko covid-19 secara massal, mulai kebijakan Lockdown yang diberlakukan sejumlah negara, sosial distance dan physical distance dalam lingkup komunitas masyarakat yang lebih kecil, serta ragam proteksi  penyikapan sektoral seperti sosialisasi atau sterilisasi kawasan dengan cairan disinfektan. Langkah ini harus  didukung bersama sebagai sebuah regulasi bersama bersatu melawan pandemi corona saat ini.

Dalam bingkai jurnalistik, Ketua IJTI NTB Riadis Sulhi pada Sabtu (28/3/2020) menyampaikan, bahwa fenomena covid-19 menjadi isu berita yang seksi untuk diangkat secara lengkap dalam pemberitaan, namun di sisi lain fenomena ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi awak media dalam menjalankan tugasnya melakukan pendalaman materi.

“Karakteristik virus corona yang menyebar melalui pola interaksi sosial, secara dasar harus dipahami dan awak media harus berhati hati dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” katanya.

Riadi mengatakan, terdapat tiga hal yang harus menjadi titik perhatian dalam fase interaksi peliputan seorang jurnalis dalam  menyampaikan materi sensitif seperti covid, yakni keselamatan pribadi (safety first), materi berita (news of value), dan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan (standart health care) yang dianjurkan pemerintah dan pihak terkait.

“Dalam mengawal penanganan covid-19 dalam konteks peliputan berita, sudah sepatutnya kita semua peduli standar opersional prosedur oleh pihak dinas kesehatan, sebagai pola menjaga keselamatan pribadi (safety first),” tegasnya.

Ia menilai dalam konteks ini menjaga pola interaksi dan mengenakan standar  perlindungan diri untuk menghindari penularan harus dilakukan.

“Disini diperlukan protokol standar mitigasi peliputan Covid-19  yang harus ditetapkan oleh pihak perusahaan, news room, atau dewan redaksi  terhadap para jurnalis di lapangan. Dalam situasi terburuk pemerintah harus merancang regulasi pres confrence dengan meniadakan  pertemuan langsung yakni dengan sistim rilis data dan video confrence yang diambil pihak terkait untuk disebarluaskan kepada para media,” lanjut Riadi.

Sementara agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang obyektif, seorang jurnalis harus  mengedepankan fakta akurat dengan bersumber pada tim yang ditunjuk menjadi gugus tugas penangnan covid-19. Baik secara nasional maupun tim di masing - masing daerah. Sehingga tidak menimbulkan stigmatiasi dalam membuka identitas pasien, mengharuskan untuk memberitakan secara jujur, tidak mendramatisir untuk meraih kesan sensasional, serta selalu mengedepankan nilai - nilai kemanusiaan di dalamnya.

"Karena ingat, fenomena covid masuk karegori Bencana Nasional Non Alam yang harus menjadi keprihatinan dan kepedulian kita bersama,” ucapnya.

Selain itu juga bersinergi secara baik dengan  pihak terkait pemegang kebijakan penanganan Covid-19 dalam memetakan wilayah dan resiko penyebaran. Hal ini menurut Riadi penting dilakukan sebagai langkah tanggap penanggulangan resiko yang mutlak oleh seorang jurnalis. Agar upaya terpadu penanganan covid-19 dalam kerangka sajian informasi yang sehat kepada masyarakat bisa terwujud.

“Saatnya media masa dalam dimensinya (cetak,online maupun elektronik) mampu tampil menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi yang akurat, edukatif dan menenangkan bagi publik. Mari bersatu mengawal penuntasan kasus covid oleh pihak terkait, sementara tugas kita adalah memerangi Hoax dan menyampaikan informasi yang sehat kepada masyarakat,” jelasnya.

Atas nama IJTI NTB, Riadi juga berpesan agar para jurnalis berpikir sehat, mematuhi anjuran protokol kesehatan secara benar, jaga jarak dalam berinteraksi, kenakan masker, dan berdiam diri di rumah (stay at home).

“Atau jika memungkinkan mulailah bekerja dari rumah (work at home) dalam rangka memutus rantai penularan covid-19 yang merebak saat ini,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

27 Maret 2020

Bupati Najmul Adakan Rapat Terbatas Satgas Penanganan Covid-19

LOMBOK UTARA - Dalam rangka pencegahan Virus Corona (Covid-19) tingkat kabupaten, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menggelar rapat terbatas bersama Kepala OPD terkait dan unsur Satgas Penanganan Covid-19. Hadir pula pada saat itu, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH dan Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si (26/3).

Usai memimpin rapat penanganan virus corona, dihadapan awak media Bupati Najmul, menyampaikan perlu melakukan rapat terkait langkah-langkah tepat dan terukur dalam penanganan virus corona.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa formulasikan (mekanisme) penanganan sehingga bisa dilakukan hal-hal yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Najmul juga menyampaikan, untuk Dana Desa nanti dirapatkan, lantaran Surat Edaran No. 8 tahun 2020 dari Kementerian Desa memungkinkan digunakan untuk penanggulangan covid-19.

"Nanti itu kita rapatkan kembali sesuai dengan regulasi mana yang bisa digeser atau tidak itu sudah ada ketentuannya,” jelasnya.

Lanjutnya, anggaran yang sekarang sedang diusahakan untuk digeser. Dinas Kesehatan mengusulkan sekitar Rp. 826 juta, sekarang sedang dalam proses. Kemudian, OPD yang sudah menyampaikan usulan pergeseran, Dana Insentif Daerah (DID) untuk penanganan covid-19 sekitar  Rp. 1 miliar lebih. Artinya dana insentif yang ada di masing-masing OPD juga digeser untuk kepentingan ini.

"Sekarang kita baru bisa mengakumulasi sekitar Rp. 1,5 miliar dari masing-masing OPD dan ini masih ada OPD yang belum menyetorkan (rumusan) dana DID yang bisa digeserkan. Kesehatan kita harapkan melakukan pergeseran alokasi kesehatan itu sekitar Rp.7,46 miliar dan Rp. 3 miliat dari RSUD untuk pelayanan," terangnya.

Menurut orang nomor satu di KLU itu, pergeseran ini tentu akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk penanganan covid 19.

"Intinya kita ingin dana-dana yang ada yang bisa digeser. Ini kita lakukan pergeseran secepatnya, agar bisa langsung melakukan penanganan," tutur bupati.

Pada akhir wawancara, Bupati Najmul menyampaikan singkat, bahwa ketika hari ini selesai, hari itu pula diekseskusi untuk kebutuhan penanganan covid-19,” tutupnya.

Dalam Pada itu, Koordinator Subsatgas Komunikasi Publik  Covid-19, Evi Winarni, SP, M.Si kepada awak media menyatakan, di Kabupaten Lombok Utara sudah ada Satgas untuk menangani dampak virus corona, terdiri dari seluruh unsur yang ada. Masing-masing satgas memiliki koordinator Subsatgasnya," terang mantan Sekretaris BPBD KLU itu.

"Alhamdullilah di Lombok Utara, belum atau tidak ada yang terinfeksi covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 2 orang dan 38 orang Orang Dalam Resiko (ODR) ini masih isolasi secara mandiri, sehingga totalnya per 25 Maret 76 orang," tuturnya.

Pihaknya menyampaikan untuk Alat Pelindung Diri (APD) sampai saat ini virus corona terjadi global di seluruh dunia sehingga terjadi kelangkaan APD, tetapi sudah disiapkan anggaran dari dana tidak terduga, sebagian untuk membeli APD. 

"Sampai hari ini, sementara masih bisa ditanggulangi untuk APD. Memang kami sedang melakukan pemesanan terkait dengan pengadaan APD tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya pada tempat yang sama, tiga hari lampau diadakan pula rapat koordinasi dipimpin langsung Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH. Terutama mengulas persiapan segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk penanganan pencegahan covid-19 serta agenda penyemprotan disinfektan.

“Mari kita ikuti anjuran-anjuran yang ada untuk mencegah penyebaran covid-19, mengimbau aparatur sipil negara dan masyarakat agar tidak keluar negeri atau  keluar daerah yang terdampak serta menjaga kebersihan,” ujarnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Danrem 162/WB Siaran Langsung Tentang Penanganan Covid-19 di NTB

MATARAM - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melaksanakan dialog yang disiarkan langsung di Radio Global FM jalan Bangau Nomor 15 Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, Jumat (27/3).

Dialog yang dipandu presenter Nita Zetira membahas tentang penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona atau corona virus disease (Covid-19) di NTB.

Dalam dialognya, Danrem memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat NTB agar tetap tenang dan jangan panik, namun terus berikhtiar dan berdoa agar terhindar dari wabah Covid-19.

Danrem juga memberikan beberapa tip untuk mencegah terinfeksi Covid-19 antara lain :

Pertama, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga pola hidup sehat dan berolahraga setiap hari di bawah sinar matahari untuk mendapatkan sinar ultraviolet antara pukul 09.00-10.00 Wita.

Kedua, konsumsi vitamin C dan E untuk menjaga ketahanan tubuh karena belum ada anti virusnya sehingga harus menjaga imunitas tubuh dangan vitamin tersebut.

Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan agar tetap sehat dan bersih.

Keempat, sebelum masuk ke dalam rumah, sediakan semprotan disinfektan agar tetap steril dari kuman dan bakteri.

Kelima, Hindari kegiatan kumpul-kumpul atau keramaian.

Keenam, memperbanyak doa.

Dijelaskannya, NTB sampai hari ini yang dinyatakan positif Covid-19 baru 2 orang dan pihaknya bersama instansi terkait yang tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19 akan terus berupaya untuk menekan agar tidak bertambah bahkan tidak ada lagi yang terinfeksi Covid-19 di NTB.

"Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB akan bersinergi untuk melakukan pencegahan dengan penyemprotan larutan disinfektan seperti yang dilakukan tadi pagi bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi Tohir dan anggota gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di beberapa pasar tradisional di wilayah Kota Mataram," paparnya.

Kegiatan yang sama juga dilakukan secara serentak sejak minggu yang lalu di seluruh kabupaten/kota se NTB.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut juga sudah menginstruksikan seluruh satuan jajarannya terutama Babinsa bahu-membahu bersama Babinkamtibmas dan Kades atau Lurah untuk membantu mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 dan ini tidak mengenal waktu. "Bisa pagi, siang, sore bahkan malam," jelas Rizal Ramdhani.

Danrem juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah untuk stay home atau diam di rumah dan mengurangi kontak langsung dengan masyarakat banyak.

Terkait dengan dukungan logistik pasien, Alumnus Akmil 1993 terus menyampaikan pasien dalam pengawasan (PDP) pemerintah menyiapkan dukungan logistik dan sudah banyak yang kembali kerumah.

"Dari 32 orang PDP, sudah pulang 19 orang, sedangkan orang dalam pengawasan (ODP) dari 410 sebanyak 158 sudah dinyatakan normal," terangnya.

Adapun alat pelindung diri (APD), NTB sudah menerima bantuan dari Pemerintah Pusat sebanyak 10 kotak dan masing-masing kotak berisi 50 unit dan sudah didistribusikan.

Pamen tiga melati itu juga mengimbau apabila ada indikasi suhu badan diatas 38 derajat, pusing, batuk, pilek dan lainnya agar segera laporan ke Babinsa, Babinkamtibmas, Kades atau Lurah untuk ditindaklanjuti dengan mendatangkan petugas kesehatan sehingga bisa ditangani dengan cepat dan baik.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan benar tentang Covid-19 di NTB bisa langsung menghubungi Posko Covid-19 di Gedung Sangkareang atau bisa hubungi Call center bisa hubungi 081805787239 dan 08124686317 atau bisa mengakses https://corona.ntbprov.go.id/.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Universitas Mataram Bentuk Satgas Pandemi Covid-19

MATARAM - Universitas Mataram (Unram), sejak diberlakukannya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Rl No. 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (COVlD-l9) pada satuan pendidikan, maka terhitung 15 Maret 2020 melalui surat edaran Rektor tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Universitas Mataram diputuskan beberapa kebijakan sehubungan dengan upaya pencegahan dan penanganan Covid-l9 ini di lingkungan civitas akademika Unram.

Salah satu dari kebijakan yang diterapkan yaitu semua unit kerja agar melengkapi fasilitas sarana dan prasarana kantor dan perkuliahan dengan perlengkapan diri dari dampak penularan Covid-19.

Maka dari itu guna untuk semakin memperkuat kebijakan yang telah diputuskan dan mencegah beredarnya berbagai informasi yang salah mengenai Covid-19 ini, maka per tanggal 24 Maret 2020 Rektor Unram resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Covid-19 sebagai salah satu strategi kesiapsiagaan Unram dalam menghadapi wabah Covid-l9.

Tim Satgas  Covid-19 Unram diketuai oleh dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK, memiliki posko yang berada di area Lobby Gedung Rektorat Unram. Tim Satgas Covid-l9 Unram

Ketua Satgas  Covid-19 Unram, dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK,menyebutkan bahwa  tujuan utama dari pembentukan satgas  yaitu untuk merancang, melaksanakan, memonitor serta melaporkan respon kesiapsiagaan menghadapi COVID'19 di lingkungan Universitas Mataram.

"Selain itu, ada 3 hal yang juga menjadi fokus utama dalam tujuan pembentukan satgas ini, yaitu: melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan Unram, melaksanakan komunikasi risiko terhadap civitas akademika Unram dalam kesiapsiagaan dan respon serta meningkatkan edukasi dan promosi tentang kesehatan kepada masyarakat NTB," ucapnya Jum'at (27/03/2020).

Menurutnya bahwa tugas pokok dari satgas Pandemi Covid-19 Unram ini  untuk memantau perkembangan situasi epidemiologi Covid-19 di Indonesia pada umumnya dan di NTB pada khususnya.

"Di sisi lain juga memberikan rekomendasi kebijakan kepada Pimpinan Universitas terkait dengan respon kesiapsiagaan terhadap pandemi Covid-l9 dan sebagai pemberi arahan dan saran pencegahan penularan Covid-l9 bagi civitas akademika Unram dan masyarakat sekitar.,"terangnya.

Satgas Pandemi Covid-19 Unram ini,yang akan bekerja dalam 45 hari tersebut  memiliki beberapa kegiatan yang terbagi atas tiga komponen yaitu:Peningkatan Kewaspadaan dan Analisis Situasi; Medis dan lnkubator Inovasi; serta Monitoring yang dilakukan secara simultan oleh tim.

Maka oleh karena itu dengan keberadaan   Satgas Pandemi Covid-19 Unram ini, diharapkan nantinya akan menciptakan agen-agen perubahan perilaku pencegahan penularan Covid-l9 pada civitas akademika Unram dan lingkungan masyarakat sekitar, di sisi lain juga menjadi agen percepatan implementasi kebijakan pencegahan penularan Covid-l9 di lingkungan Universitas Mataram.

Karena itu jika ada masyarakat yang ingin berkonsultasi atau melapor silahkan langsung menghubungi  kontak Satgas Pandemi Covid-19 Unram (+62) 853 3824 3125 atau melalui Website Resmi Satgas Pandemi Covid-19 Unram :http://covid19.unram.ac.id.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Rektor Unram Lantik WR III

MATARAM - Rektor Universitas Mataram melantik Prof  Eni Yuliani sebagai Wakil Rektor (WR) III bidang kemahasiswaan dan alumni.

Pelantikan yang berlansung sederhana namun penuh hikmat tersebut dihadiri oleh para pejabat dilingkup Unram bertempat di Rektorat, pada Jum'at (27/03/2020).

Pada kesempatan tersebut Rektor Unram, Prof. HL Husni menyampaikan bahwa dengan bekal pengalaman yang di miliki oleh WR  III yang baru saja dilantik kedepannya dalam menjalan tugas akan semakin mudah.

Rektor berpesan agar WR III bisa mencetak mahasiswa berprestasi. Caranya dengan memberikan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi secara berjenjang.

"Program kerja kita di bidang kemahasiswaan orientasinya kepada prestasi. Program-program kerja Sudah kita siapkan, caranya adalah melakukan pembinaan dan kompetensi kompetensi secara berjenjang," pesannya.

Sementara itu,WR III Prof Eni Yuliani mengatakan bahwa kedepannya akan
meningkatkan program layanan terhadap mahasiswa agar bagaimana program program itu bisa terealisasi tentunya dengan baik dan sesuai, efektif efisien transparan dan akuntabel.

"Adapun program program seperti yang disampaikan oleh pak rektor yaitu peningkatan prestasi yang pertama prestasi bidang minat, bakat, penalaran dan kreativitas selain itu juga yang terkait dengan peningkatan beasiswa untuk kesejahteraan siswa mahasiswa,"ucapnya.

Selain itu, program yang akan di tingkatkan lagi yaitu kerjasama dengan BUMN sehingga nantinya mahasiswa mendapat beasiswa dari dana CSR .

Serta terkait waktu tunggu mahasiswa untuk mendapatkan kerja akan ditingkatkan  serta menyiapkan alumni dan mahasiswa di pasar kerja.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi :

Pasar di Kota Mataram Disemprot

Pasar di Kota Mataram Disemprot
MATARAM – Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Nusa Tenggara Barat kompak turun lapangan melakukan penyemprotan pasar di wilayah Kota Mataram, Jumat (27/3).

Penyemprotan cairan desinfektan yang dipimpin Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Pol Tamsi Tohir dan para anggota Satgas Gugus Tugas yang terdiri dari para Kepala Dinas Pemerintah Daerah NTB.

Sebelum melaksanakan penyemprotan, Gubernur NTB mengajak seluruh masyarakat NTB untuk tetap selalu waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi karena wabah virus corona sudah berada di wilayah NTB.

Bang Zul sapaan Gubernur NTB juga meyakinkan masyarakat agar tidak cemas dan takut, namun berusaha untuk selalu menjaga kondisi badan dan lingkungan agar terhindar dari virus corona.

Usai memberikan sambutan, Pasilat Korem 162/WB Mayor Inf Heri Mujiono membagi personel menjadi tiga kelompok sesuai jumlah sasaran yakni di pasar Cakranegara, pasar Karang Jasi dan pasar Pagesangan Kota Mataram.

Terpisah Komandan Korem 162/WB mengatakan dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan sinergitas seluruh steakholder baik provinsi maupun kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat untuk melaksanakan kebijakan pemerintah sehingga dapat meminimalisasi perkembangan dan penyebaran Covid-19 khususnya di NTB.

Dijelaskannya, sterilisasi dengan menyemprotkan larutan desinfektan di beberapa tempat faslitas umum sebagai salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 terutama di tempat-tempat keramaian.

“Alhamdulillah ini sudah dilakukan serentak di seluruk kabupaten/kota di NTB,” ungkap Danrem.

“Semoga langkah positif ini dapat memberikan dampak yang efektif dalam pencegahan penyebaran virus corona di NTB,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Unram akan Melaksanakan UTS secara Online

MATARAM - Universitas Mataram (Unram)  akan melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) secara online pada awal bulan April 2020.

Keputusan pelaksanaan UTS online atau tugas mandiri tersebut berdasarkan atas Surat Edaran (SE) terbaru yang dikeluarkan oleh Rektor Unram.

Wakil Rektor II Unram, Prof. Kurniawan membenarkan atas pelaksanaan UTS secara online atau tugas mandiri.

"Hal tersebut diatur berdasarkan  Surat Edaran Rektor Unram terbaru  Nomor:3099/UN.18/HK/2020 tentang Pencegahan Meluasnya Penyebaran Wabah Covid-19 Di Universitas Mataram," ujarnya.

Menurutnya dalam SE yang tertanggal 26 Maret 2020 tersebut terdapat dua point, pertama UTS dilaksanakan pada tanggal 6-17 April 2020 agar dilakukan secara daring (online) atau Tugas Mandiri. Dan point kedua, penilaian hasil belajar mahasiswa diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing  Fakultas/Pascasarjana/Prodi dengan prinsip tidak merugikan mahasiswa.

SE terbaru ini untuk memperpanjang dua (2) Surat Edaran Rektor sebelumnya yaitu SE Nomor 1468/UN. 18/HK/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Universitas Mataram dan SE Nomor 2944/UN.18/TU/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Universitas Mataram.

Maka SE berlaku sampai dengan hari Jum'at, 29 Mei 2020 atau menunggu arahan pemerintah serta perkembangan lebih lanjut penyebaran wabah COVID-19.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

26 Maret 2020

Group WhatsApp Jaringan Aktivis NTB Bersama APKLI Bagi Masker dan Sabun

MATARAM - Group WhatsApp Jaringan Aktivis NTB bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) membagikan masker dan sabun kepada masyarakat wilayah Kota Mataram.

Menurut Admin Group WhatsApp Jaringan Aktivis NTB, Boim, pembagian masker dan sabun menjadi langkah krongkrit dalam mencegah penyebaran Covid- 19 di wilayah Mataram, NTB.

Sementara itu DPP APKLI Ir. H. L. Winengan mengatakan bahwa aksi ini bagian dari aksi kemanusian guna menyelamatkan kesehatan warga sekitaran Mataram.

Lalu Winengan berpesan agar masyarakat kota Mataram tetap menjaga kebersihan dan menjaga jarak. Serta mengikuti arahan ulama dan umaro agar tenang dan waspada.

“Semoga apa yang kami lakukan hari ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita dijauhkan dari covid-19, ikuti Ulama dan Umaro," tegasnya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

24 Maret 2020

Korem 162/WB Lakukan Sterilisasi Personel Dari Covid-19

MATARAM – Sebagai salah satu upaya meminimalisasi penyebaran virus corona atau Covid -19 di lingkungan tempat kerja, Komando Resort Militer 162/WB melaksanakan penyemprotan kepada seluruh personel dipintu masuk Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.

Demikian disampaikan Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., di ruang kerjanya, Selasa (24/3).

Menurutnya, upaya itu dilakukan sebagai langkah konkrit satuan untuk menghindari personel dari terjangkit virus corona.

“Jadi seluruh anggota sebelum masuk ruangan, mereka harus disemprot cairan disinpektan dan sebelum masuk ruangan juga disediakan cairan yang sama untuk membersihkan tangan dari kuman atau sejenisnya,” terang Dahlan.

Kedepan, kata Dahlan, juga akan dilakukan penyemprotan diseluruh ruangan satuan sehingga baik personel maupun tempat kerja terbebas dari virus corona.

“Jika ikhtiar tadi sudah kita lakukan bersama, tinggal berdoa dan menyerahkan diri kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar tetap tenang dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi,” tutup ayah dua anak tersebut.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Penyebar Hoax Corona Puskesmas Labuapi Ditangkap

LOMBOK TENGAH - Polres Lombok Tengah mengamankan perempuan berinisial FZ (29) warga Kecamatan Praya Tengah.

FZ diduga sebagai penyebar berita Hoax pasien positif virus corona di Puskesmas Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

“FZ menyebar berita yang diduga hoax melalui Whatsapp Grup bahwa ada pasien suspect virus corona di Puskesmas Labuapi, sehingga yang bersangkutan diamankan,” ujar Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana didampingi Kasatreskrim, AKP Priyo Suhartono pada acara konferensi perss di kantornya, pada Selasa 24 Maret 2020.

Dijelaskan, akibat perbuatannya FZ dikenakan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 28 ayat (1) tentang Informasi Bohong. Setelah dilakukan pengecekan bahwa informasi yang disebarkan FZ itu tidak benar.

“Selain mengamankan pelaku kita juga mengamankan barang bukti berupa Hp dan seorang saksi inisial AM yang merupakan mahasiswi PKL di Puskesmas Labuapi tersebut,” jelasnya.

“Status FZ masih dilakukan pengaman satu kali 24 jam, kasus ini masih kita kembangkan dan kita akam koordinasi dengan pihak Polda NTB terkait adanya Video yang beredar itu juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Lombok Tengah juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita Hoax yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

“Apabila ada yang menyebarkan berita Hoax akan dijerat dengan UU ITE dengan hukuman 6 Tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar,” pungkasnya.

Sementara itu, FZ meminta maaf atas chat whatsapp yang beredar, bahwa ada pasien positif corona di Puskesmas Labuapi tersebut, karena setelah dilakukan pengecekan berita itu tidak benar.

“Saya minta maaf karena sudah meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Danrem 162/WB Distribusikan Bantuan APD dari BNPB RI

MATARAM -  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mendistribusikan bantuan alat kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI sebanyak 10 box di Hall Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Selasa (24/3).

Pendistribusian alat bantuan kesehatan dengan masing-masing box berisi 50 buah tersebut diperuntukan kepada Dinas kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebanyak 8 box atau 400 unit, Brimob Polda NTB sebanyak 30 buah dan Denkesyah Mataram sebanyak 70 buah.

Danrem 162/WB dalam sambutannya menyampaikan penanganan virus corona atau Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama dengan  melibatkan semua pihak baik TNI Polri dan Pemerintah Daerah untuk bersinergi melawan virus corona yang tergabung dalam gugus tugas Percepatan penanganan corona virus disease (Covid - 19) Provinsi NTB.

Adapun upaya yang sudah dilakukan, lanjut Rizal, berupa sosialisasi bersifat preventif secara serentak yang dilakukan di seluruh Kabupaten Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat yang bertujuan untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari virus corona.

“Jadi tekniknya penerangan keliling menggunakan pengeras suara dan pembagian selebaran berisikan cara atau langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan APD yang diserahkan kepada Denkesyah Mataram nantinya akan dibagikan kepada seluruh satuan Kodim jajaran Korem 162/WB sehingga masing-masing satuan memiliki APD sebagai alat pelindung diri apabila ada yang terjangkit Covid-19.

“Mari kita ikhtiar dan berdoa sehingga kita semua terhindar dari terjangkit Covid-19,” pungkas Danrem 162/WB.

Acara pendistribusian APD dihadiri Sekda Provinsi NTB, Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori, Kepala Dikes NTB, Wadan Sat Brimob Polda NTB, Karumkit Denkesyah Mataram, para Kasi, Pasi dan Kabalakyan Korem 162/WB.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Satu Warga NTB Positif Covid-19

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah mengumumkan satu warganya positif terpapar virus Corona jenis baru atau COVID-19.

"Hari ini satu orang terkonfirmasi positif COVID-19," ujarnya saat memberikan keterangan pers didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Provinsi NTB di Mataram pada Selasa 24 Maret 2020.

Ia menjelaskan, satu warga positif COVID-19 itu berjenis kelamin perempuan berusia 50 tahun dan berasal dari Pulau Lombok.

"Yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD NTB sejak 17 Maret 2020 dan pemerintah sudah mengkondisikan dengan sangat baik," katanya.

Menurut Gubernur NTB, pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit COVID-19 selama 14 hari. Hanya saja, tidak di sebutkan negara tempat terjangkit dan kemungkinan pasien terjangkit di luar NTB.

"Korban menghadiri banyak kegiatan event, salah satunya di Jakarta," ucapnya.

Untuk menghindari penularan lebih lanjut, kata Gubernur NTB, petugas kesehatan sedang melakukan kontak tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Kendati demikian, gubernur berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, hindati keramaian, menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami harap kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, hindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi aktivitas diluar rumah," pintanya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

23 Maret 2020

Danrem 162/WB Imbau Masyarakat Patuhi Kebijakan Pemerintah Tentang Penanganan Covid-19

MATARAM – Rapat koordinasi antar gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19) Provinsi NTB yang dipimpin Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dihadiri seluruh pimpinan instnasi terkait, tidak terkecuali  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. bersama Kapolda NTB, Danlanal Mataram dan Danlanud ZAM Rembiga.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di gedung Sankareang Kantor Gubernur NTB membahas kondisi terkini Covid-19 di NTB dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi termasuk metode penanganannya yang melibatkan semua pihak.

“Alhamdulillah, hari ini kami menggelar rapat untuk mengantisipasi dan meminimalisasi serta penanganan penyebaran virus corona di wilayah NTB,” ujar Danrem.

Menurutnya, penanganan Covid-19 membutuhkan kepedulian kita bersama-sama dengan melibatkan semua pihak termasuk kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan Pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di wilayah NTB.

“Apabila ada korban dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah dilakukan identifikasi oleh petugas kesehatan, maka harus segera dilakukan langkah-langkah konkrit dengan melokalisasi korban diruang khusus untuk memutus rantai penyebaran virus,” papar Rizal Ramdhani.

Selain itu, Danrem juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi kebijakan social distancing, tidak mengadakan kegiatan-kegiatan keramaian atau yang memungkinkan kerumunan orang termasuk tempat hiburan.

Dijelaskannya, pihaknya bersama Kepolisian mulai minggu lalu (Jumat, red) secara serentak sudah melakukan sosialisasi keliling menggunakan pengeras suara dan membagikan selebaran tentang pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat yang dipimpin langsung pimpinan kedua institusi.

“Ini sebagai salah satu langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus corona,” imbuhnya.

Danrem juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi keluar rumah jika tidak perlu dan tetap berdoa agar wabah virus covid 19 ini cepat dapat teratasi dan dengan penanganan yang baik.

Usai mengikuti rapat koordinasi, Danrem didampingi Pasi Intel Korem 162/WB Mayor Inf Asrofi melakukan pengecekan gudang bulog untuk melihat kesiapan Bulog dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat virus corona di NTB.

Untuk mengetahui informasi terbaru tentang virus corona (Covid-19) di Provinsi NTB dapat diakses melalui https://corona.ntbprov.go.id/.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Janda Muda Asal Lombok Tengah Diamankan Polda NTB

MATARAM -Polda NTB mengamankan janda muda berinisial SA (22) warga Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Janda muda ini ditangkap lantaran diduga menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya atau informasi hoax melalui akun Facebook.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengungkapkan kronologisnya. Dimana pada Selasa, 17 Maret 2020 sekitar pukul 20.30 Wita, SA membuka facebook miliknya yaitu dengan nama akun Dhewy cheeby chubby.

Kemudian dia menemukan adanya postingan dari pemilik akun Sirru Wathoni yang memposting dengan kata-kata “Virus Corona Sudah Masuk Montong Gamang”.

“Setelah membaca postingan itu, dia (SA) langsung membuat postingan dan mengunggah melalui akun miliknya yang mengatakan virus corona sudah masuk Montong Gamang,” kata Artanto di Mataram, pada Senin 23 Maret 2020.

SA memposting unggahannya tersebut karena kesal tidak dapat kembali ke rumahnya di Desa Lekor, lantaran harus melewati Desa Montong Gamang.

“Dia diamankan dirumah orang tuanya di Dusun Lendang Are wilayah Kecamatan Kopang,” ujarnya.

Berkaitan dengan maraknya informasi hoax tentang corona, Artanto menghimbau kepada masyarakat NTB agar bijak menggunakan sosial media.

Menurutnya, Polisi tidak akan segan menindak secara tegas bagi pihak ataupun akun penyebar hoaks.

“Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas, ketika ada yang mengganggu stabilitas daerah maupun negara, terutama bagi para penyebar hoaks dengan memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini (merebaknya COVID-19),” pungkasnya.

Untuk diketahui, akibat perbuatannya, SA dikenakan pasal dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 28 ayat (1) tentang Informasi Bohong.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Pemkab Lombok Barat Ajak Warga Budayakan CTPS dan PHBS Tangkal Covid-19

LOMBOK BARAT - Berbagai upaya dilakukan pemerintah baik Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sebagai langkah preventif personal dan keluarga, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat mengajak masyarakat  membudayakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol H. Saiful Ahkam, M.Hum., Senin (23/3), menyampaikan bahwa kebiasaan CTPS dan PHBS akan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Karena itu Bupati dan Wakil Bupati berpesan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar membudayakan mencuci tangan pakai sabun dengan teknik yang benar, dan itu adalah bagian dari budaya pola hidup sehat," ungkapnya.

Ahkam menyampaikan, walaupun hingga saat ini di Gumi Tripat Lombok Barat belum ada laporan terkait korban yang terpapar atau terinfeksi Covid-19, namun sebagai langkah antisipasi pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, bersama pihak-pihak terkait terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi.
"Pada hari Sabtu (dua hari) lalu, kami lakukan bimbingan teknis penyemprotan disinfektan, yang diikuti empat perwakilan dari masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) dan kelompok tani se-Lobar. Mereka bersama TNI/ Polri disebar hari ini untuk melakukan penyemprotan disinfektan di 95 pondok pesantren di wilayah Lombok Barat," jelasnya

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi menyambut gembira keterlibatan banyak pihak dalam melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan itu.

Ditemui saat melepas ratusan pegawai, Kelompok Tani, anggota TNI dan Polri di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (23/3/2020) untuk turun ke berbagai wilayah, Baehaqi dengan bangga menyampaikan,

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas keikhlasan kita semua dalam rangka memberikan pelayanan, perlindungan, dan keamanan pada masyarakat,".

Namun demikian, kata Ahkam, tindakan tersebut tidak akan berarti banyak jika tidak ada kemandirian dari masyarakat. Upaya mandiri dari masyarakat yang justru sangat diperlukan.

"Mencuci tangan pakai sabun dengan teknik yang benar, akan mengurangi ketergantungan terhadap hand sanitizer yang mulai langka. Sebenarnya gerakan mencuci tangan pakai sabun ini sudah lama dicanangkan oleh semua pemerintah kabupaten/kota. Ini program yang sejak dulu disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan dan PKK," tutur Magister Humaniora itu.

Saat ini, imbuhnya, hal itu harus digerakkan kembali guna menyikapi penyebaran Virus Corona ini. Cuci tangan pakai sabun adalah cara yang efektif dilakukan, setelah selesai melakukan semua aktifitas masyarakat.
Demikian pula dengan  arahan dan peringatan,  baik berupa surat edaran (SE) dan sosialisasi melalui berbagai media oleh pemerintah maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dilaksanakan atau ditaati.

Lebih lanjut Kabag Humas Pemkab Lombok Barat juga mengingatkan warga agar waspada terhadap musim hujan yang intensitasnya mulai tinggi. Masyarakat juga diharapkan waspada, terhadap penyebaran penyakit demam berdarah (DBD).

"Untuk hal ini, kami atas nama pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat, untuk rutin membersihkan lingkungan tempat tinggalnya, mengubur barang-barang bekas yang dimungkinkan sebagai sarang nyamuk, dan tidak membiarkan genangan air," imbaunya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

NTB Siap Pada Fase Kedua Antisipasi Covid-19

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menghadapi fase kedua antisipasi dan waspada penyebaran wabah covid-19. Dengan terus bertambahnya jumlah orang yang diperiksa di seluruh Indonesia, NTB harus siap dengan seluruh skenario, termasuk skenario terburuk apabila ada warga NTB yang positif covid-19.

Menurut keterangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, selepas melakukan Rapat Koordinasi bersama Kapolda NTB, Danrem 162/Wb bersama stakeholders terkait mengenai Penanganan Virus Covid-19, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB (23/3/2020), masyarakat tidak boleh alergi terhadap orang yang dinyatakan positif covid19.

Apabila nanti ditemukan orang positif terinfeksi virus maka yang penting untuk dilakukan adalah mengidentifikasi, melakukan trassing serta melokalisir korban. Jangan sampai ada persepsi yang salah sehingga menimbulkan kepanikan yang berlebihan.

“Kalau dibikin seakan-akan yang terkena dampak ini berbahaya, jangan sampai informasinya seakan-akan orang yang terkena virus ini adalah pesakitan,” pinta Dr. Zul kepada seluruh media agar bisa menginformasikan ini dengan baik, agar masyarakat NTB dapat siap secara psikologis menghadapinya. 

Mengenai kesiapan NTB menghadapi fase kedua wabah covid19 ini, Dr. Zul menegaskan bahwa NTB siap menghadapi situasi terburuk.

“Segala sesuatu disiapkan pada skenario yang terburuk, “ ucapnya.

Ia juga mengingatkan tentang kebijakan social distancing, agar seluruh kegiatan-kegiatan keramaian supaya tidak dilaksanakan sementara waktu. Termasuk tempat-tempat hiburan, tempat peribadatan, dan berbagai acara-acara yang memungkinkan orang berkumpul dan berkerumun.

“Dimanapun, mau tempat hiburan, tempat ibadah, tempat kawinan yang memungkinkan orang berkerumun dan berkumpul. Jadi itu yang dihindari,” jelasnya.

Ditempat yang sama, kepala BPBD Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan tentang penguatan peran komunitas untuk menghadapi wabah pada situasi skenario terburuk. Para tokoh seperti tuan guru, tokoh masyarakat kemudian ormas-ormas yang ada, diminta perannya dalam membantu menekan laju penyebaran covid19.

Selain itu, menurut keterangannya juga, dana desa sudah bisa dipakai untuk membantu pemerintah menangani penyebaran virus ini, seperti melakukan penyemprotan desinfektas dan semisalnya.

“Sudah ada arahan dari Pak Gubernur, Pak Sekda, itu dana dana desa sudah boleh dipergunakan untuk kewaspadaan covid19. Sudah ada edarannya dari kementerian desa,” katanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Soal Corona, NU NTB Himbau Masyarakat Patuhi Ulama dan Umaro

MATARAM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) menghimbau masyarakat mematuhi  perintah ulama dan umaro' terkait virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia terus bertambah.

"Saya menghimbau semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara' dan ulama," ujar Ketua PWNU NTB Prof Dr H Masnun Tahir, Senin 23 Maret 2020

Dikatakan, semakin merebaknya Virus Corona atau Covid-19, NU NTB mengajak semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara' dan ulama.

Umaro' yaitu dari pemerintah pusat sampai yang paling rendah, termasuk seruan dari Polri-TNI, ulama dari MUI, NU, Muhammadiyah dan NW.

"Semua bertujuan untuk kemaslahatan bersama dan terhindar dari wabah Covid-19," kata Prof Masnun

"Kami mengajak kita harus berikhtiar semaksimal mungkin, berdoa dan baru kita tawakal," imbuhnya

Umara' dan ulama mengeluarkan himbauan dan fatwa agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah, menghindari keramaian bukan tanpa kajian, dalil ataupun tanpa analisis kesehatan.

Mereka mengambil pelajaran dan pengalaman dari negara yang sama-sama mengalami musibah ini.

"Ulama kita mengedepankan kaidah  Dar'ul Mafasid Muqaddamun Ala Jalbil Mashalih (Menutup pintu  kemudaratan harus dikedepankan daripada mengambil manfaat)," ucapnya.

"La Dharara Wa La Dhiraro (Jngan sampai mencelakakan diri sendiri dan orang lain)," sambungnya.

Ditambahkannya, kebijakan pemerintah meliburkan sekolah, perkuliahan, melarang umroh, pengajian bahkan shalat Jum'at, bukan karena takut mati, tetapi agama mengajarkan agar kita melindungi jiwa manusia (hifzun nafsi).

"Makanya dari awal, NU mengajak semua pihak untuk berusaha berikhtiar seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, beraktivitas di rumah baru berdoa dan tawakal. Berdoa dengan membaca edaran dari PBNU, PWNU dan ormas lainnya seperti membaca shalawat Thibbil Qulub, Qunut Nazilah dengan harapan musibah Covid 19 cepat berlalu," tandasnya.

Di saat kondisi sulit seperti ini, dibutuhkan ketaatan kepada umara' dan ulama serta kerendahan hati untuk mau diatur, selalu berikhtiar sambil berdoa mencari solusi sekaligus jalan menghadirkan penyelamatan Allah bagi semua orang.

"Mari kita membatasi diri untuk keluar rumah, kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya dari rumah. Dalam hadis sudah dijelaskan "Al-uzlah Salamah" (berdiam diri waktu ada wabah adalah pangkal keselamatan)," kata Prof Masnun.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

4 Pemain Judi Togel Diamankan Polres Lotim

LOMBOK TIMUR - Jajaran Polres Lotim menggelar Operasi Pekat Gatarin, pada Senin 23 Maret 2020.

Dalam operasi ini, 4 orang diduga main judi togel. Mereka berinisial SA, BP, RS, dan seorang perempuan berinisial BN.

"Operasi Pekat Gatarin 2020, untuk pemberantasan judi, miras dan prostitusi," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama SE SIK via WhatsApp.

Untuk SA, BP, dan RS diamankan saat transaksi judi togel di Kelurahan Selong Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Dari ketiganya, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 285.000, 4 Lembar pesanan nomor togel, dan 1 buah HP.

"Pelaku kami tangkap saat sedang melakukan Judi Togel dirumahnya di Kel. Selong, Kec. Selong, Kab. Lotim tanpa Perlawanan. Pelaku (SA) mengaku menyetor hasil penjualannya di salah satu pengepul di kecamatan Selong, Lotim. " Tegas Made Yogi.

Sementara untuk perempuan berinisial BN, Made Yogi membeberkan bahwa ibu rumah tangga ini diamankan di Sakra, Lotim, NTB.

BN diketahui polisi melayani penjualan togel via kertas. Dari hasil penjualan ini, BN menyetor ke pengepul di wilayah Sekarteja, Lotim.

"Pelaku menjual nomor Togel dirumahnya dengan cara pembeli memesan nomor Togel yang di prediksi akan keluar dituliskan di kertas, selanjutnya pengumuman pemenang akan di umumkan pada Pukul 01.00 Wita. Selanjutnya BN menyetor Penjualannya tersebut kepada Bosnya di wilayah Sekarteja setelah pengumuman sekaligus mengambil Bonus atau uang keuntungan dari pembeli." Ungkap Made Yogi.

Dalam kasus BN, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp.49.000, 2 lembar pesanan nomor togel, dan 1 buah HP.

Guna proses hukum, 4 terduga dan semua barang bukti diamankan di Polres Lombok Timur.

"Saat ini pelaku dan Barang Bukti kami amankan di polres Lombok Timur untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut." Pungkasnya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

22 Maret 2020

Cegah Penyebaran Covid-19 di Tempat Hiburan, Tim Gabungan TNI Polri di Mataram Berikan Imbauan

MATARAM - Puluhan tim gabungan Kodim 1606/Lobar dan Polres Mataram menggelar patroli imbauan ditempat hiburan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona  (Covid-19) di wilayah Mataram dan sekitarnya, Sabtu (21/3).

Patroli gabungan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 Wita hingga selesai tersebut dipimpin Kabagops Polres Mataram Kompol Taufik bersama Danunit Intel Kodim Lobar Letda Inf Murdali Lubis.

Adapun sasaran patroli yakni beberapa tempat keramaian seperti Hotel Bidari, The Plaza Hotel Lombok Plaza, Inul Vizta Family KTV dan One Karaoke Hotel Lombok Astoria.

Terpisah Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., membenarkan pihaknya bersama Polres Mataram memberikan imbauan untuk mencegah penyebaran virus korona di seputaran Kota Mataram.

"Ini sebagai langkah preventif TNI Polri dan Pemerintah Daerah untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 khususnya di tempat keramaian yang diduga rawan penularan virus Corona," ujar Efrijon.

Dandim Lobar juga menghimbau masyarakat untuk menjaga diri dan keluarga dari terjangkitnya virus Corona dengan sering mencuci tangan, kurangi kontak di tempat keramaian dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya, menjaga pola hidup sehat, makan makanan yang berserat dan banyak mengandung vitamin C, dan istirahat yang cukup.

Dengan demikian, kata Efrijon, in syaa Allah terhindar dari segala macam penyakit.

"Mari kita Istiqomah untuk ikhtiar dan berdoa semoga kita terhindar dari segala macam penyakit," pungkasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Cegah COVID-19, Warga Panorama Alam Sesela Lakukan Penyemprotan Mandiri

LOMBOK BARAT - Merebaknya wabah virus Corona membuat masyarakat di NTB resah hingga ini. Apalagi, wabah ini menyebar dengan sangat pesat. Selain itu, World Healthy Organisation (WHO) pun sudah menetapkan wabah ini sebagai Pandemi.

Antisipasi hal yang tidak diinginkan, warga Perumahan Panorama Alam, Dusun dasan utama Sesa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lobar, berinisiatif menyemprotkan cairan desinfektan di beberapa titik tempat warganya biasa berkumpul. Salah satunya, di masjid Hubburahman

"Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi agar virus Corona ini tidak menyebar di lingkungan kami, beberapa titik kami semprot seperti masjid, jalan, dan beberapa tempat umum lainnya," ujar Ketua RT 07 Perumahan Panorama Alam, Fahrul Mustofa menjawab wartawan, Sabtu (21/3) kemarin.

Fahrul mengungkapkan bahwa inisiatif ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan tugasnya untuk menjaga masyarakat dari wabah Corona.

"Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kota sebagai masyarakat juga harus ikut aktif dalam pencegahan wabah ini," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya juga telah memasang hand sanitezer di pintu masuk masjid setempat. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya social distancing. Sehingga, warga tidak was-was dan ragu untuk beribadah.

"Setiap duduk juga jamaah kita batasi di masjid," kata Fahrul.

Ia berharap, wabah ini segera berakhir secepatnya. Mengingat, kondisi ini telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat baik dari segi, ekonomi maupun kegiatan sosial lainnya.

"Semoga badai ini cepat berakhir, marilah kita perbanyak berdoa pada Allah SWT agar situasi nie cepat selesai," tandasnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Polres Lotim Amankan Dua Jambret. Salah Satunya Residivis

LOMBOK TIMUR - Jajaran Polres Lotim mengamankan dua orang berinisial S dan JP.  Keduanya merupakan warga Korleko, Labuhan Haji, Lotim.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama SE SIK, mereka diamankan setelah dihakimi massa usai kepergok menjambret gelang emas di Mendana Raya, Keruak, Lotim pada Sabtu 21 Maret 2020.

"Sekitar Pukul 17.00 Wita Tim Resmob SatReskrim Polres Lotim & Anggota Polsek Keruak telah menangkap 2 orang pelaku jambret yang terjadi di dusun Mendana desa Mendana Raya Kec. Keruak Kab. Lotim." Ujarnya via WhatsApp.

Diterangkan bahwa keduanya melakukan aksinya pada sore hari dengan cara mendatangi TKP mengendarai Sepeda motor Satria FU. Setiba di TKP pelaku mengincar korban perempuan.

Setelah korban melintas pelaku langsung membuntuti hingga di jalan sepi, kemudian pelaku memepet korban dari arah kiri dan menarik paksa gelang emas milik korban. Selesai melakukan aksinya pelaku kabur meninggalkan TKP.

Dalam kondisi histeris kemudian korban berteriak meminta tolong sehingga warga mengejar pelaku. Setibanya di jalan Raya Mendana pelaku terjatuh kemudian di hakimi oleh massa.

"Selang beberapa menit kemudian Tim Resmob Polres Lotim dan Polsek keruak melakukan evakuasi terhadap pelaku yang tengah dihakimi oleh massa." Kata Made Yogi.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 Unit Sepeda Motor Satria FU milik pelaku, 1 Bilah Parang milik Pelaku, 1 Buah Gelang Emas milik Korban, dan 2 Buah HP milik Pelaku.

Saat diinterogasi, terduga S diketahui merupakan residivis kasus yang sama dan baru selesai menjalani massa hukuman di Rutan Selong.

S merupakan target Tim Resmob karena diduga melakukan beberapa aksi di wilayah hukum Polres Lotim dimana dalam beberapa aksi pelaku terekam CCTV.

"Saat ini Pelaku dan Barang Bukti diamankan di Polres Lotim guna pengembangan dan  Proses hukum lebih lanjut," pungkas Made Yogi.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin