17 Februari 2020

Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN NTB Luncurkan Program 75 000 Terang Gemilang

MATARAM - PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB terus melakukan terobosan dalam upayanya mencapai Rasio Elektrifikasi (RE) 100% di tahun 2020 ini. Salah satunya melalui program yang baru saja diluncurkan pada pertengahan bulan Februari 2020, yaitu “75 000 Terang Gemilang”.

“Program ini merupakan sinergitas antara visi PLN dengan visi Pemerintah Provinsi NTB, yaitu NTB Gemilang. Karena dengan adanya listrik, taraf perekonomian meningkat sehingga kehidupan bisa menjadi lebih baik”,  jelas Fauzi Arubusman, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah NTB.

Selain peningkatan RE, transparansi dan juga kemudahan untuk memperoleh akses listrik tentunya juga menjadi tujuan program 75 000 Terang Gemilang ini. Tanpa perlu membayar Biaya Penyambungan di awal permohonan, masyarakat sudah dapat menikmati listrik di rumahnya.

“Yang disasar dari program ini adalah masyarakat yang belum berlistrik dan ingin mendapatkan pasang dengan mudah dan murah. Cukup datang ke kantor PLN dan membayar 75 ribu saja, masyarakat dapat menikmati listrik daya 450 VA. Sedangkan untuk Biaya Penyambungan, dapat diangsur hingga 12 kali angsuran”, tutur Fauzi.

Hingga bulan Januari 2020, jumlah pelanggan PLN UIW NTB telah mencapai 1,5 juta pelanggan. Pertumbuhan penjualan juga mengalamai kenaikan yang sangat signifikan, yakni sebesar 9,75 persen selama tahun 2019. Secara Year on Year, di bulan Januari 2019 dan Januari 2020, penambahan pelanggan PLN UIW NTB sebesar 10,56%

“Tentunya capaian ini bagus untuk NTB. Semakin banyak konsumsi listrik, artinya perekonomian semakin  berkembang. Dan PLN siap mendukung semua investasi di NTB.” ucap Fauzi.

Program 75 000 Terang Gemilang ini berlaku di seluruh wilayah PLN UIW NTB dan tersedia khusus untuk pelanggan rumah tangga mulai daya 450 VA sampai dengan 1300 VA.

“Semoga program PLN ini dapat bermanfaat luas dan sebagai wujud nyata upaya membantu pemerataan ekonomi bagi masyarakat NTB khususnya", pungkas Fauzi.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.