13 Februari 2020

Ritual Adat Bedak Kerames Sebagai Tradisi Masyarakat Desa Kayangan KLU

LOMBOK UTARA - Dalam kehidupan masyarakat adat Wetu Telu, khususnya Kecamatan Kayangan Desa Pemusungan Sesait KLU, terdapat banyak sekali ritual, namun ritual secara langsung berhubungan dengan sistem kosmologi Wetu Telu hanya ada beberapa saja, seperti Gawe Urip.

Dalam ritual Gawe Urip terdiri dari rangkaian ritual yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan, diantaranya ritual buang au (upacara kelahiran) ritual ngurisang (potong rambut).

Ritual buang au, ritual ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membersihkan setiap bayi yang lahir dipercaya membawa dosa orang tuanya dimasa lalu. Ritual ini terdiri dari dua tahap yaitu bedak kerames dan doa Kiai.

Bedak kerames adalah ramuan yang terdiri dari buah kemiri, kapas, kunyit dan sedikit beras ditumbuk menjadi satu. Cara menggunakan ramuan tersebut adalah dengan cara dioleskan di keningnya.

Pengolesan ramuan tersebut merupakan simbol pembersihan bagi sang Kepala Desa yang baru, agar kehadirannya menjadi Kepala Desa dapat diterima oleh alam semesta.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar SH.MH. juga turut menyaksikan jalannya ritual bedak kerames Kepala Desa yang baru, sebagi wujud kebersamaan dalam memupuk tali silaturahmi.

Dalam sambutannya Bupati KLU berharap kepada masyarakat bahwa tradisi adat istiadat ini merupakan peninggalan dari nenek moyang kita, untuk itu perlu  dijaga dan dilestarikan.

Acara bedak kerames diakhiri dengan doa Kiai, dalam doanya sang Kiai memohon kepada sang pencipta agar Kepala Desa yang baru diberikan berkah dan selalu amanah dalam menjalankan tugas.

Penulis : Johardi
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.