14 Februari 2020

Penyaluran BPNT, Agen Brilink Nakal Akan Diberhentikan

KABUPATEN BIMA - Terkait penyaluran program Nasional Kemensos RI Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Petugas Agen Brilink (PAB), Suryadin menegaskan bahwa agen Brilink nakal akan diberhentikan.

"Kalau ada yang nakal dalam penyaluran tersebut kita akan berhentikan. Dan menarik mesin EDC tersebut," tegas Suryadin saat sosialisasi bersama puluhan Agen Brilink Kecamatan Bolo dan Madapangga di Desa Ncandi, Kamis (13/2).

Kata dia, langkah itu dilakukannya demi tertib dan tepatnya penyaluran bantuan tersebut diterima Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BPNT di masing- masing desa.

"Layani saja sesuai aturan. Dan jangan salurkan bantuan itu kalau tak diterima langsung oleh KPM tersebut," tuturnya.

Sementara itu, TKSK Kecamatan Bolo, Abubakar mengapresiasi pihak BRI terkait kegiatan tersebut. Karena hal itu semata-mata membantu KPM agar bantuan itu benar-benar tepat sasaran.

"Kita apresiasi BRI dalam mendukung dan menyukseskan program tersebut," ujarnya.

Kata dia, khusus di Kecamatan Bolo jumlah penerima BPNT sebanyak 3.346 KPM. Dan setiap KPM ini menerima bantuannya di Agen BRilink masing-masing desa.

"Di desa sudah ada agen Brilink. Sehingga KPM bisa terima bantuan tersebut," tuturnya.

Dijelaskannya, untuk total bantuan per KPM yakni senilai Rp 150 ribu setiap bulannya. Bantuan itu diterima dalam bentuk barang yakni beras dan telur.

"Kalau KPM menerima beras 10 kg berarti telurnya 20 biji. Tapi kalau KPM mengambil beras Rp 5 kg, berarti telurnya harus 54 biji. Intinya barang itu senilai bantuan yang mereka terima," terangnya.

Dia berharap pada agen Brilink agar tidak melayani apalagi KPM tersebut tak menerimanya sendiri. Hal itu dilakukan demi bantuan tersebut tepat sasaran.

Baca terkait BRI :  2020, Plafon dan Bunga KUR BRI Berubah

"Masing-masing KPM ada kartunya. Kalau ada yang menarik atau menerima bantuan bukan KPM dengan menggunakan kartu orang lain jangan dilayani," pungkasnya.

Penulis : Syarif
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.