24 Februari 2020

Hanya 5 Jam, Pembunuh Adi Diringkus Petugas

MATARAM —Tim Opsnal Satreskrim Polresta Mataram bergerak cepat menangani kasus pembunuhan dengan korban Adi (40 tahun), warga Dusun Aik Nyet yang mayatnya ditemukan di tepi jurang setempat.

Terduga pelaku berinisial RM alias Reme (50 tahun) yang tak lain adalah tetangga korban berhasil ditangkap petugas hanya lima jam setelah mayat Adi ditemukan.

"Kurang dari jam setelah mayat korban ditemukan. Pelaku berhasil kita tangkap. Kita tangkap saat dia sedang makan dengan keluarganya di Karang Tumbuk Cakra,’’ jelas wakapolresta Mataram, AKBP Erwin Suwondo saat press release pengungkapan kasus pembunahan ini di Mataram, (24/02/2020).

Berawal dari penemuan mayat tanggal 18 Februari sekitar pukul 06.00 wita. Karena warga kesulitan mengevakuasi mayat korban. Warga menghubungi Bhabinkamtibmas setempat yang diteruskan ke Polsek Narmada dan Polresta Mataram.

Petugas pun melaksanakan identifikasi. Hasilnya mayat yang ditemukan itu adalah warga setempat bernama Adi. Penyelidikan lapangan cukup singkat dilaksanakan.

"Dari keterangan saksi mengarah ke pelaku. Langsung kita amankan ke Mapolresta Mataram,’’ bebernya.

Erwin mengatakan, SM mengaku berpapasan dengan korban. SM lantas memukul korban dengan parang miliknya. Korban langsung terjatuh ke jurang. Karena ketakutan, korban dipukul lagi tiga kali hingga meninggal dunia.

‘"Itu dari pengakuan awal pelaku,’’ paparnya.

Namun berdasarkan olah TKP. Pembunuhan itu berawal dari dendam SM terhadap korban. Korban kata Erwin marah dan dendam mengetahui istrinya sering diganggu SM.

"Katanya istrinya itu pernah dicoba diperkosa juga. Makanya dia sangat marah. Itu atas pengakuan dan cerita istrinya,’’ ungkap Erwin.

Terungkap juga bahwa, setelah memukul korban menggunakan parang. SM khawatir dengan korban yang saat itu membawa senapan angin. Merasa takut ditembak. SM kembali mengayunkan parangnya ke kepala korban. Setelah itu, korban langsung terdiam.

"Pelaku malah sempat membantu warga mencari bambu untuk membuat keranda jenazah. Setelah itu dia pergi ke rumah keluarganya,’’ katanya.

SM mengakui perbuatannya membunuh korban. Tapi ia beralasan tersinggung dengan perkataan korban. Apalagi tiap hari keduanya bertemu karena bertetangga.

"Suara motornya itu mengganggu sekali di pagi hari saat saya akan petik durian. Kami sama-sama sering petik durian. Kalau parang itu sering kami bawa sebagai pemetik durian. Tidak ada sebab lain,’’ terang RM.

SM kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia disangkakan melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.