12 Februari 2020

Diduga Suap Menyuap, Kades Sondosia Dilaporkan ke Polisi

Aliansi Pemuda Peduli Desa laporkan Kepala Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Jauhari Irfani dilaporkan ke Unit Tipikor Polres Bima
KABUPATEN BIMA - Diduga terlibat kasus suap menyuap dengan tim Apraisal pengadaan lahan, Kepala Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Jauhari Irfani dilaporkan ke Unit Tipikor Polres Bima, Rabu (12/2).

Laporan tersebut diadukan oleh sejumlah pemuda desa setempat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Desa (APPD).
Pengadaan lahan tersebut akan digunakan untuk fasilitas kepemudaan dan olahraga dengan anggaran Rp 170 Tahun 2019.

Salah satu pemuda, Husni mengatakan, dasar laporan pengaduan tersebut disampaikan karena adanya dugaan kejanggalan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sondosia. Terkait pelaksanaan kegiatan pengadaan lahan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga tersebut. Menurutnya, pengadaan lahan itu dilakukan sepihak oleh kepala desa, tanpa melibatkan aparaturnya.

"Aparatur yang berwenang tidak dilibatkan, Kades juga tidak transparan dalam membentuk panitia tim Apraisal sebagai penilai harga tanah," ujarnya.

Kata dia, upaya melaporkan kasus itu merupakan bentuk respon pemuda terhadap tindakan Kades yang tidak transparan dan semena-mena dalam mengambil kebijakan penggunaan dana desa.

"Ini sebagai bentuk respon kami sebagai pemuda," katanya.

Husni berharap, pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Agar permasalahan yang terjadi di desa tersebut bisa terselesaikan, dan oknum-oknum yang diduga terlibat dapat di jerat sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Harapan kami segera diusut, sehingga dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi masyarakat lebih khususnya pemerintah desa agar tidak semena-mena dalam mengemban amanah negara," harapnya.

Kanit Tipikor Polres Bima IPDA Hari Purwono membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini sedang dilimpahkan ke Kasat Reskrim untuk didisposisikan.

"Sedang kami tindaklanjuti laporan itu," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (12/2).

Sementara itu, Kepala Desa Sondosia Jauhari Irfani membantah jika dirinya terlibat suap menyuap dalam pengadaan tanah fasilitas kepemudaan dan olahraga senilai Rp. 170 juta itu.

"Tidak ada suap menyuap dan tak benar,"ujarnya.

Kata dia, pengadaan tanah itu dilakukan oleh tim Apraisal yang telah ia bentuk. Dan tanah yang dimaksud sudah dibeli.

"Tanah sudah dibeli. Tinggal ganti nama sertifikat," katanya.

Kendati demikian, ia mengakui jika tidak melibatkan Kasi Kesra dalam kegiatan itu, yang harusnya menjadi kewenangan Kasi Kesra sesuai bidangnya. Namun hal itu sudah dia selesaikan dengan meminta maaf.

"Saya sudah jelaskan, dan minta maaf sama Kasi Kesra," ungkapnya.

Kemudian kata dia, soal laporan yang dilakukan oleh kelompok pemuda itu, pihaknya akan kooperatif dan mengikuti proses hukumnya.

"Kalau sudah dilapor, kita siap saja ikuti prosesnya," pungkas Jauhari.

Penulis : Syarif
Editor : Rahmat/Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.