4 Februari 2020

Diduga Gelapkan Dana Desa, Kades Teke Dilaporkan ke Polisi

Kades Teke Dilaporkan ke Polisi
KABUPATEN BIMA - Diduga menggelapkan Dana Desa Tahun 2019, Kepala Desa Teke Kecamatan Palibelo resmi dilaporkan ke Mapolres Bima. Laporan itu diserahkan oleh sejumlah masyarakat desa setempat langsung ke Unit Tipikor Polres Bima, Selasa (4/2).

Perwakilan masyarakat Desa Teke, M Ikhlas mengatakan bahwa laporan yang disampaikan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran Tahun 2019. Yakni dengan beberapa item kegiatan. Seperti pemiliharaan gedung prasarana kantor desa anggaran Rp 9.475.000, penanggulangan bencana anggaran Rp 6.500.000, Anggaran Bak sampah Rp 18.425.000. Sedangkan yang tertera di papan informasi anggaran bak sampah hanya Rp 16 juta.

"Kita pertanyakan kenapa alokasinya tak sama dengan yang dipasang di papan informasi. Belum lagi pekerjaan visiknya hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 juta," ujarnya.

Selain itu, juga adanya dugaan penyelewengan anggaran penampungan air bersih yang tertera di papan informasi hanya 30 juta lebih. Sedangkan Rp 8 juta dikemanakan, Pengelolahan lingkungan hidup anggaran Rp 33.398.000 visiknya tidak ada, koordinasi pembinaan ketentraman dengan masyarakat beserta Instansi dengan anggaran Rp 15.300.000 visiknya tidak ada.

Kemudian, Pembangunan rehabilitasi peningkatan prasarana kepemudaan dan olahraga milik desa angggaran Rp 173.425.000, Penguatan ketahanan pangan tingkat Desa (Lumbung desa dan lain lain) tidak ada fisik, Pemeliharaan saluran irigasi anggaran Rp 43.425.000 tidak ada fisik.

"Sembilan item yang kami laporkan merupakan Dana Desa Tahun anggaran 2019 Tahap pertama," ujar Ketua HMT tersebut.

Dia berharap dengan adanya laporan tersebut semoga Tipikor Polres Bima cepat merespon dan bisa memproses Kepala Desa Teke bersama dua orang stafnya.

"Tiga laporkan yakni tiga orang. Yakni Kades, Sekdes dan Bendaharanya. Semoga ketiganya segera diproses dengan laporan yang kami ajukan tersebut," tegasnya.

Dia juga menekan kepada Polres Bima agar cepat memanggil oknum Kades untuk dimintai keterangan.

"Harapan kami agar dugaan ini cepat diproses," ungkapnya.

Sementara itu, Polres Bima melalui Penyidik Tipikor Wahab mengakui bahwa kasus dugaan KKN Dana Desa tahun 2019 sudah resmi dilaporkannya oleh sejumlah masyarakat Teke. "Secepatnya kades Teke dan saksi yang melapor kami panggil," ujarnya.

Selain itu, dia juga akan mengirim surat ke Inspektorat Kabupaten Bima untuk mengaudit terkait laporan tersebut.

"Baru bisa diproses Kades dengan dua orang Stafnya itu setelah ada temuan inspektorat," pungkasnya.

Penulis : Syarif
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.