26 Februari 2020

Angka RLS di Lobar Masih Tertinggal, Dikbud Gelar Rakor

LOMBOK BARAT - Untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) gelar rakor yang dihadiri 450 pejabat eselon III, dan IV serta para kepala sekolah dari level TKN, SDN dan SMPN se-Lombok Barat (Lobar) di Hotel Aruna Senggigi, Rabu (25/2/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Dikbud Lobar H. Nasrun menyebutkan, jika Rakor kali ini difokuskan untuk menyelaraskan program-program pemerintah dengan program yang ada di sekolah-sekolah.

“Intinya dalam rakor ini agar nyambung antara program pemerintah yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ataupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dengan program dinas dengan sekolah, terutama di angka RLS kan kita masih tertinggal itu, nah itu yang kita mau angkat,” tutur Nasrun.

Untuk pelaksanaan penyelarasan program dan peningkatkan angka RLS itu sendiri diakui Nasrun bahwa Dikbud sudah mempunyai rencana dan hanya tinggal teknisnya saja.

Seperti diketahui angka RLS Lobar sampai saat ini adalah 6,16 tahun (data BPS Lombok Barat 2018). Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap angka Indeks Pembangunan Manusia di Lobar yang sekarang ini berada di angka 67.18. angka ini di tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati urutan ke-4 di bawah Mataram, Kota Bima dan Sumbawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk menggerakkan tenaga guru membantu program pemerintah dalam rangka menaikkan angka RLS dan mendorong angka IPM Lobar.

“Untuk itu saya menugaskan para guru bisa memberikan pelajaran paket A, paket B dan paket C kepada para siswa, misalkan satu guru saja bisa memberikan lima saja dalam setahun, dikalikan dengan jumlah guru yang berjumlah tiga ribuan, itu hasilnya nanti akan melonjak tentunya,” imbau Bupati.

Diakui bupati, ini tentu merupakan tugas kepala daerah, namun ketergantungan kepala daerah itu tentunya ada pada masyarakat juga.

“Manusia itu diciptakan saling ketergantungan. Bapak ibu punya ketergantungan kepada saya, saya pun memiliki ketergantungan yang lebih lagi kepada bapak ibu, terutama dalam mendukung program ini,” terangnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak para guru untuk mendukung program pemerintah, yang akan menjadi tema HUT Lobar yang ke-62 yakni program “Nol Dedoro” (Nol Sampah, red) atau Zero Waste. Ia menyebutkan jika guru itu harus menjadi pioner dalam hal mendukung program ini.

“Masalah sampah ini, kita yang harus pertama mencontohkan kepada siswa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan bisa mengelola sampah,” katanya.

Sekretaris Daerah Lobar H Baehaqi menekankan,  agar semua pihak harus di jalan yang sama dalam mencapai tujuan daerah dalam hal ini bagaimana pentingnya meningkatkan pendidikan dan mendorong angka RLS di Lobar.

“Dalam hal ini kita harus sejalan, jangan sampai sekolah jalan ke barat, dinas jalan ke timur dan pemda jalan ke atas,” kata Baehaqi.

Oleh karena itu Sekda berencana akan melakukan pertemuan dan diskusi lebih lanjut dengan para kepala sekolah dalam forum yang lebih intens.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.