29 Februari 2020

BPBD Kabupaten Lobar Apresiasi Misi Kemanusiaan 1000 TNI di Lombok

Kalak BPBD Lobar, Mahnan, STTp. MH
LOMBOK BARAT - Kalak BPBD Lobar, Mahnan, STTp. MH menyambut positif kedatangan 1000 Prajurit Zeni TNI untuk melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut Mahnan, kehadiran seribu Prajurit Zeni TNI dari berbagai satuan baik Zipur, Zikon maupun Zeni Marinir menjadi penyemangat dalam menuntaskan program Rehab Rekon di wilayah Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Kedatangan ini menjadi energi tambahan bagi BPBD Kabupaten Lobar." Ujar Mahnan via WhatsApp pada Sabtu 29 Februari 2020.

Dikatakan bahwa progres pembangunan rehab rekon di wilayah Lobar telah mencapai 90% Sedangkan yang belum masih sebanyak 10%.

"Contohnya untuk di Lingsar, rusak berat 2.351, rusak sedang 3.282, rusak ringan 4.704 kepala keluarga. On progress sebanyak 1.066 kepala keluarga," kata Mahnan.

Sebelumnya, kehadiran seribu Prajurit Zeni TNI dari berbagai satuan baik Zipur, Zikon maupun Zeni Marinir disambut dengan upacara penyambutan di Pelabuhan Lembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat dengan inspektur Upacara Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.

Dikatakan Danrem, keberadaan Zeni TNI selama di Lombok dalam rangka membantu masyarakat NTB membangun rumah tahun gempa (RTG) yang masih tersisa sekitar 21 ribu rumah yang belum terbangun.

Jumlah pasukan yang akan membantu rehab rekon selama beberapa bulan kedepan sebanyak 1000 personel, namun yang sudah tiba di Lombok sebanyak 700 orang menggunakan KRI Teluk Bintuni dan sisanya akan datang besok pagi (Minggu- red) menggunakan KRI Teluk Manado.

Kompi Zeni TNI yang sudah tiba yakni 1 SSK Zipur 5/ABW Malang, 1 SSK Yonif 742/SWY, 3 SSK Marinir Surabaya, 1 SSK Yonif 741/GN Negara, 1 SSK Yonzipur 18/YKR Gianyar, sedangkan 3 SSK yang akan datang besok pagi yakni Zipur 9 Kostrad, Zipur 3/YW Tasikmalaya, dan Zipur 4/TK Semarang.

Ploting pasukan sesuai dengan permintaan dan kondisi kerusakan akan di fokuskan di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 700 orang, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 100 orang dan Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 200 orang.

“Ini luar biasa bila dibanding dengan Satgas Zeni TNI tahun lalu yang terdiri dari Zeni TNI AD dan TNI AL dan sekarang ditambah dari TNI AU sehingga TNI dalam hal ini semakin solid,” tegas Danrem.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Pasukan Satgas Rehab Rekon Zeni TNI Tiba di Lombok

LOMBOK BARAT - Sebanyak 1000 Prajurit Zeni TNI kembali melaksanakan tugas kemanusiaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran seribu Prajurit Zeni TNI dari berbagai satuan baik Zipur, Zikon maupun Zeni Marinir disambut dengan upacara penyambutan di Pelabuhan Lembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat dengan inspektur Upacara Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Sabtu (29/2).

Usai melaksanakan upacara penyambutan, Danrem 162/WB didampingi Kalak BPBD Provinsi NTB H. Aksanul Khalik, S.Sos., dalam wawancaranya dengan insan pers menjelaskan bahwa pagi ini kita melaksanakan upacara penyambutan Satgas Zeni TNI, gabungan dari Zeni TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

“Ini luar biasa bila dibanding dengan Satgas Zeni TNI tahun lalu yang terdiri dari Zeni TNI AD dan TNI AL dan sekarang ditambah dari TNI AU sehingga TNI dalam hal ini semakin solid,” kata Danrem.

Adapun keberadaan Zeni TNI selama di Lombok dalam rangka membantu masyarakat NTB membangun rumah tahun gempa (RTG) yang masih tersisa sekitar 21 ribu rumah yang belum terbangun.

Jumlah pasukan yang akan membantu rehab rekon selama beberapa bulan kedepan sebanyak 1000 personel, namun yang sudah tiba di Lombok sebanyak 700 orang menggunakan KRI Teluk Bintuni dan sisanya akan datang besok pagi (Minggu- red) menggunakan KRI Teluk Manado.

“Seluruh pasukan ini akan dibagi ke tiga kabupaten yang masih membutuhkan perhatian khusus mengingat jumlah rumah yang rusak ringan, sedang dan rusak berat terbanyak dari pada kabupaten dan kota lainnya,” terang Ahmad Rizal.

Selain itu, Danrem juga memberikan apresiasi kepada seluruh pasukan Satgas Zeni TNI yang baru datang dan berharap dapat bertugas lebih semangat dan maksimal lagi di NTB.

Untuk ploting pasukan sesuai dengan permintaan dan kondisi kerusakan akan di fokuskan di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 700 orang, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 100 orang dan Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 200 orang.

Sedangkan Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik menyampaikan rumah yang masih belum dikerjakan sekitar 21 ribu lebih dengan rincian rumah rusak berat sekitar 2000 unit, rumah rusak sedang sekitar 13 ribu unit dan rumah rusak ringan sebanyak 5400 unit.

“Rumah yang sudah dikerjakan dan selesai 100 persen sekitar 205.654 unit dan yang belum selesai ada di KLU. Rumah yang rusak berat ada di KLU sebanyak 1000 unit lebih dan di Lombok tengah sekitar 600 unit lebih, jadi totalnya sekitar 2000 rumah rusak berat yang belum dikerjakan,” tandas Ahasanul Khalik.

Adapun Kompi Zeni TNI yang sudah tiba yakni 1 SSK Zipur 5/ABW Malang, 1 SSK Yonif 742/SWY, 3 SSK Marinir Surabaya, 1 SSK Yonif 741/GN Negara, 1 SSK Yonzipur 18/YKR Gianyar, sedangkan 3 SSK yang akan datang besok pagi yakni Zipur 9 Kostrad, Zipur 3/YW Tasikmalaya, dan Zipur 4/TK Semarang.

Hadir dalam upacara penyambutan tersebut Kasrem 162/WB, para dandim se Pulau Sumbawa, Dansat Brimob Polda NTB, Kapolres Lobar, Dan/Ka Satdisjan, Kasat Pol PP Prov NTB dan para undangan lainnya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

28 Februari 2020

Nanang Sigit Pimpin Upacara HUT Basarnas KE-48

MATARAM - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Mataram,  Nanang Sigit PH. memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Basarnas yang ke-48, Jumat (28/2/2020). Bertempat di lapangan kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, upacara ini diikuti oleh TNI, Polri, KSOP, PMI dan instansi terkait lainnya.

Dalam amanat kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito yang dibacakan Nanang Sigit PH menyampaikan, hari ini adalah hari yang istimewa bagi keluarga besar Badan Nasional Pencarian dan Pertoiongan (Basarnas) yang lahir pada tanggal 28 Februari tahun 1972.

Menurut Kakansar Mataram, berbagai dinamika dalam perkembangannya eksistensi Basarnas salama ini masih menjadi tumpuan dan harapan bagi masyarakat dalam penyelenggaraan operasi SAR, "kita bekerja sesuai koridor seperti tertuang dalam amanat undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan," kata Nanang mengutip amanat kepala Basarnas.

Menurutnya, tugas utama Basarnas adalah menyelenggarakan operasi pencarian, penyelamatan, pertolongan, dan evakuasi pada kecelakaan penerbangan, pelayaran, kebencanaan pada tahap gawat darurat serta kondisi membahayakan manusia yang terjadi di seluruh wilayah Negara kesatuan republik indonesia (NKRI).

"Dimana sebagai tugas besar, penuh tantangan, dan membutuhkan keseriusan kita semua yang pasti, kita tidak bekerja sendiri kita didukung penuh oleh potensi~potensi SAR yang ada, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sinergitas itu mutlak diperlukan mengingat kompleksitas dalam penyelenggaraan operasi SAR," ungkapnya.

Selama ini, kita telah memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat reputasi itu diperoleh dengan kerja keras, dedikasi, dan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan setiap tugas.

"Tidak hanya profesional, sinergi, dan militan tetapi juga pendekatan-pendekatan yang humanis dan mengutamakan kearifan lokal saat menyelenggarakan operasi SAR," ujarnya.

Selama tahun 2019, Basarnas juga telah berhasil meraih berbagai prestasi di tingkat kelembagaan.

"Semoga, prestasi-prestasi tersebut dapat menjadi acuan untuk semangat kita, sehingga kita semua lebih termotivasi dalam bekerja guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam pelaksanaan tugas yang mulia ini," harapnya.

Pada peringatan hari ulang tahun ke-48 ini, Basarnas juga memiliki dua armada kapal Negara (KN) baru, yaitu KN SAR 103 wisnu dan KN SAR 104 kamajaya, yang siap dioperasionalkan. Dua kapal masing-masing berukuran panjang 66 meter tersebut sebagai kapal pendukung penyelenggaraan operasi SAR sekaligus suplay logistik. kedua kapal tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR modern, serta peralatan Iainnya. Semoga, keberadaan kapal-kapal ini akan meningkatkan kapasitas operasional kita sehingga penyelenggaraan operasi SAR khususnya di perairan dapat terlaksana Iebih efektif dan efisien.

Sebagai lembaga pemerintah non Kementerian, Basarnas juga harus mensukseskan program-program pembangunan nasional yang telah dicanangkan pemerintah khususnya pada sektor pariwisata.

Pada kesempatan itu, kepala pusat Basarnas melalui Kakansar Mataram juga menyampaikan beberapa hal diantaranya, personil Basarnas harus senantiasa menjadi pribadi-pribadi yang selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang kedua profesionalisme dan soliditas dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Basarnas.

"Selain itu bisa menjaga sinergitas dan membina potensi SAR melalui wadah forum koordinasi potensi pencarian dan pertolongan. Selalu menjadi kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap situasi dan kondisi di wilayah kerja masing-masing serta cepat memberikan respon pada saat terjadi kegawat daruratan, baik pada kecelakaan, bencana, maupun kondisi membahayakan manusia," tutur Kakansar.

"Serta senantiasa menjaga budaya disiplin dan menjadi contoh performance di lingkungan kerja sebelum mengakhiri amanat ini. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan pada peringatan hari ulang tahun basarnas yang ke-48 tahun 2020 ini," pungkasnya.

Usai melaksanakan upacara, Kakansar Mataram memberikan pengarahan kepada personilnya. Dalam arahannya, Nanang Sigit PH kembali menegaskan untuk mengamalkan pesan-pesan yang disampaikan dalam sambutan/amanat kepala Basarnas. Pemotongan tumpeng menjadi acara penutup dalam kegiatan tersebut.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Pemda Lobar Sapa Batu Layar

LOMBOK BARAT - Program Pemda menyapa Desa yang tengah digalakkan Pemda Lombok Barat (Lobar) saat ini secara intensif terus menyambangi masyarakat. Program terobosan yang dimaksudkan untuk mendekatkan hubungan psikologis Pemda dengan masyarakatnya yang sudah memasuki minggu ke-4 kali ini mengunjungi Desa Batu Layar Barat, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat (Lobar) Jum'at (28/2/2020).

Selain sebagai ajang silaturahmi lansung antara masyarakat dan Pemerintah Daerah, program ini diharapkan mampu menampung aspirasi maupun keluhan-keluhan masyarakat yang ada di desa tujuan.

Kegiatan Inti berupa dialog antara pemda dan masyarakat dilakukan sehabis sholat jumat berjamaah di masjid Arrahman Dusun Melase Batu Layar Barat, Kecamatan Batulayar.

Kadus Melase M. Ihsan mewakili masyarakatnya dihadapan Bupati Lombok Barat h Fauzan Khalid dan jajaran Pemda Lobar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi banjir di Dusun Melase. 

"Di Melase ini setiap hujan masih khawatir dengan banjir. Ke dua di sini masih belum ada Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), jadi untuk mencegah sebagian masyarakat yang membuang sampah ke laut itu masih sangat sulit," keluh Ihsan.

Lain halnya dengan Kades Batu Layar Barat H.  Darmawan juga menyapaikan keluhan terkait pengurusan administrasi penduduk.

"Dengan adanya Dukcapil yang lansung ke desa seperti tadi tentu itu sangat membantu pak Bupati, namun masih banyak yang belum terjangkau dan dilayani, terutama untuk Kartu Identitas Anak (KIA)," tutur Darmawan.

Kades menerangai, jarak antara desa dengan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang relatif jauh membuat sebagian masyarakat enggan untuk mengurus administrasi kependudukan  seperti KTP, KK dan lainnya.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid merespon kekhawatiran masyarakat Dusj Melase. Ia bahkan menjamin masalah banjir tidak akan terjadi lagi.

"Alhamdulillah tahun ini tidak ada, 2019 lalu kita normalisi 1. 600 meter sungai termasuk sungai yang ada di sini. Jika memang nantinya ada banjir mohon dilaporkan segera dan kalau bisa disampaikan penyebabnya," terang Fauzan.

Fauzan mempertegas, peersoalan normalisasi sungai, Pemada memiliki target normalisasi dua sungai dalam satu tahun.

"Jika tahun lalu kita sudah bergerak di Batu Layar dan Kuripan, tahun ini kita targetkan Sekotong dan Lembar," lanjutnya.

Merespon keluhan TPS, mantan KPU ini berjanji tahun ini Pemda akan membuat TPS yang berlokasi di Dusun Senteluk, Desa Senteluk.

Demikian juga persoalan Aadministrasi Kependudukan (Adminduk), pria asli Sandik Batu Layar ini menjelaskan, telah membuat Unit Pelayanan Teknis (UPT) di kantor desa Gunung Sari untuk melayani masyarakat yang berasal dari Kecamatan Batu Layar dan Gunung Sari. Namun sepanjang pantauannya, Fauzan menilai bahwa UPT tersebut belum terlalu efektif.

"Kita sudah buat UPT di kantor Desa Gunung Sari, cuman memang masih belum efektif. Hal ini terkendala belum ada pejabatnya. Nah pengangkatan pejabat ini yang agak lama, karena perlu ada Perbupnya, persetujuan gubernur, baru bisa diadakan fasilitasnya," jelasnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh semua perwakilan OPD yang ada di Lobar ini, paginya ditandai dengan gotong royong membersihkan Pantai Melase oleh masyarakat dan seluruh karyawan pada OPD se Lombok Barat. Berikutnya dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan gratis, pelayanan pajak dan pelayanan administrasi kependudukan sperti KTP, KK dan Akta Kelahiran di Desa Batu Layar Barat.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Miris! Duo Remaja Ingusan Curi Kota Amal Masjid untuk Beli Sabu

Duo Remaja Ingusan Curi Kota Amal Masjid untuk Beli Sabu
MATARAM - Miris sekali kelakuan dua remaja ingusan asal Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Kelakuan dua remaja ini sangat tidak patut untuk ditiru.

Keduanya berinisial DS (15 tahun) warga Otak Desa Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan Kota Mataram dan IM (15 tahun) warga Lingkungan Tempit, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan Kota Mataram.

Keduanya nekat mencuri kotak amal masjid Lebai Sandar Lingkungan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan. Lebih mirisnya lagi, dua kotak yang dicuri berisikan uang Rp 165 ribu digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu.

" Ini sangat miris sekali. Seharusnya mereka ini belajar dengan baik. Tapi karena pergaulan jadi mengenal narkoba. Ini kotak amal yang dicuri terus beli sabu. Sabu dibeli di Karang Bagu,’’ ungkap Kapolsek Ampenan, AKP Nasrullah saat press release di Mapolsek Ampenan, Jumat 28 Februari 2020.

Kotak amal dicuri hari Rabu 26 Februari 2020 sekitar pukul 1 dini hari. Aksinya terekam CCTV kemudian viral di medis sosial. Rekaman CCTV ini memudahkan petugas menangkap pelaku.

‘’Keduanya sadar terekam CCTV. Tapi mereka cuek saja tetap nyuri kotak amalnya,’’ bebernya.

Setelah diinterogasi petugas. Keduanya ternyata beberapa beraksi mencuri kotak amal. Pelaku berpindah tempat mencuri kotak amal. Tercatat, keduanya sudah sembilan kali beraksi.

"Jadi bisa dibilang pelaku spesialis pencuri kotak amal,’’ tuturnya.

Saat rilis digelar. Ada tiga orang yang diamankan petugas. Ketiganya diamakan petugas bukan tanpa sebab. Diketahui, IM dan DS meminjam sepeda motor milik salah seorang rekannya.

"Dia berdua yang mencuri kotak amal. Keduanya masuk ke masjid dan merusak gembok kotak amal dan langsung uangnya. Motor itu milik temannya. Temannya itu tidak tahu apa-apa cuma motornya dipinjam,’’ sebutnya. 

Dengan kejadian ini, Nasrullah mengatakan, pengadaan CCTV bisa menjadi contoh karena sangat membantu tugas kepolisian mengungkap kasus pencurian. Karena pelaku masih di bawah umur. Penanganannya dilimpahkan ke unit PPA Satreskrim Polresta Mataram.

"Para orang tua juga kami minta untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya,’’ kata Nasrullah.

Pelaku DS mengakui perbuatannya. Isi kota amal yang dicuri digunakan untuk membeli sabu bersama IM.

"Ini sudah sembilan kali,’’ katanya polos.

Karena perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

27 Februari 2020

Lempar Polisi, Pengedar Sabu Asal Pandan Salas Meringkuk di Penjara

MATARAM — Ini akibatnya jika mengganggu dan menghalangi tugas kepolisian. Apalagi sampai melempar petugas saat bertugas.

Seperti yang dilakukan AR (49 tahun). Lelaki asal Pandan Salas Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara itu ditangkap kepolisian.

Selain melempar petugas saat bertugas. Ia diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Karang Bagu, Mataram.

‘’Pelaku kita tangkap tanggal 19 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 wita di Pandan Salas,’’ ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, 27 Februari 2020.

Berawal saat petugas melaksanakan penggerebakan di wilayah Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.

Saat itu, pelaku diduga ikut menyerang dengan cara melempar petugas. Identitas pelaku diketahui dan ditangkap dirumahnya di Pandan Salas.

‘’Untuk kasus penyerangannya sudah kita serahkan ke Satreskrim Polresta Mataram. Itu sesuai pasal 160 KUHP karena melakukan penyerangan,’’ bebernya.

Kadek meminta masyarakat tidak meniru tindakan AR. Tindakan AR sama sekali tidak membuat petugas gentar. Pemberantasan narkoba tetap digencarkan.

 "Tidak dibenarkan menyerang petugas yang sedang vertugas. Itu ancamannya bisa 6 tahun,’’ tegas Kadek.

Beranjak dari Karang Bagu. Petugas bergerak ke kediaman AR di Karang Bagu. Pengeledahan langsung dilakukan. Hasilnya, petugas menemukan kristal bening diduga sabu seberat 2,28 gram di kediaman pelaku.

Selain itu, beberapa barang bukti lainnya ditemukan petugas. Seperti pipa kaca, jarum kompor, silet cutter, 1 bendel plastik klip dan uang tunai Rp 742 ribu yang diduga hasil transaksi narkoba.

Kadek menjelaskan, AR diduga menjual sabu di Karang Bagu. Setelah berjualan barang haram. Dia langsung pulang ke Pandan Salas.

‘’Asal barangnya itu dari seseorang berinisial A. Sekarang masih dalam pengejaran,’’ ungkap Kadek.

AR diketahui beberapa bulan terakhir menjual sabu di Karang Bagu. Dia juga disinyalir menyediakan tempat untuk menggunakan sabu.

‘’Hasil tes urinnya juga positif. Ia pengguna aktif,’’ tegasnya.

Dengan perbuatannya itu. AR disangkakan melanggar pasal 114. Pasal 112 dan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Hingga Februari, Forum LLAJ Lombok Barat Terima 11 Aduan

LOMBOK BARAT - Sebanyak sebelas aduan dari masyarakat masuk ke Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lombok Barat (Lobar) bulan Februari ini. Seluruh aduan disampaikan melalui akun media sosial FLLAJ Lobar sendiri. 5 aduan disampaikan melalui akun Facebook, 4 melalui WhatsApp dan 2 melalui Instagram.

11 aduan tersebut dibahas langsung dalam rapat bulanan FLLAJ Lobar di aula Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar. Kamis (27/2/2020).

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah OPD terkait dari Lobar seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim dan Dinas PU, Bappeda, forum wartawan, pemerhati jalan hingga masyarkat umum.

Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Najib menyebutkan,  rapat ini merupakan agenda untuk mendukung transparansi pembangunan daerah.

“Kegiatan hari ini kami harapkan agar bagaimana proses mekanisme keberadaan Forum FLLAJ Lobar, yang terkait juga untuk mendukung transparansi pelaksanaan pembangunan imfrastruktur daerah,” terang Najib.

Aduan yang masuk ke akun media sosial FLLAJ Lobar bulan ini antara lain menyangkut masalah kondisi jalan, lampu lalu lintas dan lampu jalan.

Seperti rapat sebelumnya, setiap aduan dibacakan satu per satu secara lengkap beserta tanggal masuk aduan dan penyampaian aduan, kemudian direspon oleh dinas terkait, respon berupa penjelasan kasus atau aduan dan penyampaian progress dari tindak lanjut yang sudah atau yang sedang dilakukan.

Salah satu masalah yang diadukan adalah kemacetan yang sering terjadi di simpang  4  bekas pasar Gunung Sari.

Aduan ini direspon langsung perwakilan Dishub Lobar  dengan menyebutkan,  jika jalan di sekitar bekas memang masih dalam kondisi darurat karena pemindahan pasar, lebih-lebih lagi jalan tersebut merupakan terminal sehingga tidak jarang terjadi arus lalu lintas padat. Untuk itu Dishub Lobar masih sedang mengupayakan jalan alternatif sementara untuk menghindari kemacetan tersebut.

Terkait kerusakan jalan yang terjadi ruas jalan Sayang-sayang-Gunungsari tepatnya di Kekeri, kasi peningkatan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang  Fatoni mngungkapkan jika hal tersebut kemungkinan terjadi karena kelebihan beban dari kendaraan yang sering parkir di titik kerusakan.

“Kerusakan itu kemungkinana penyebabnya karena kelebihan beban dari kendaraan, di depan Indomaret yang kebetulan di depannya ada toko bangunan dan sering parkir kendaraan muatan materialnya di sana. Kerusakan itu disebutkan Fatoni akan segera ditindaklanjuti secepatnya,” jelasnya.

Aduan lainnya menyangkut kebocoran pipa PDAM yang tentunya akan sangat menggangu lalu lintas,  ia mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pihak PDAM.

Permasalah lain seperti Penerang Jalan Umum (PJU) terutama di titik yang sudah terdaftar di daftar aduan seperti di jalan Keru-Suranadi, Kepala Bidang Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perkim Lobar, H. Saifullah mengakui jika di titik itu memang masih belum bisa menyala.

“Di ruas jalan Keru dan Suranadi Insya Allah dengan skema kerjasama KPBU, tahun ini yang sudah dalam tahap evaluasi tahun ini insyaallah 12ribu titik akan menyala termasuk di ruas jalan itu,” tutur Saifullah.

Sebagaimana diketahui, keberadaan jalan mantap di Lombok Barat mendapat pengakuan secara nasional. Karena itu banyak daerah yang study tiru ke Lombok Barat untuk belajar banyak terkait dengan pembangunan jalan khususnya yang mendapatkan support pendampingan dari dana hibah.

Kabupaten Pesisir selatan yang dipimpin Bupatinya H Hendra Joni misalnya pada Rabu (26/2) melakukan study tiru ke Lombok Barat terkait pembangunan jalan ini dan diterima langsung Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan jajarannya. 

Bupati H Fauzan saat itu menjelaskan, mulusnya insfrastruktur seperti jalan di Lombok Barat, salah satunya karena adanya dukungan hibah Provincial Road Infrastructure and Maintenance (PRIM) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Menurut Bupati, PRIM merupakan program hibah dan kerjasama antara Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Program Indonesia Infrastructure Initiative. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pemerintah provinsi (NTB) dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan.

“Dengan program inilah Lombok Barat terbantu dalam pemeliharaan jalan untuk tiga tahun terakhir mulai tahun 2017- 2019.
Bupati Fauzan mengakui, PRIM ini sebelumnya merupakan program Pemprov NTB. Namun sejak tahun 2017 diujicobakan ke Lombok Barat dan ternyata berjalan baik sesuai harapan.

“Kalau kami istilahkan jalan kabupaten kita bangun di atas kualitas jalan provinsi bahkan mendekati kualitas jalan nasional ”. Jelas Fauzan.

Bupati menegaskan, jika pembangunan jalan melalui dana hibah PRIM Australia ini tidak hanya Dinas PUPR yang terlibat, namun juga dinas lainnya seperti Dinas Perhubungan melalui ForumLalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) tetap online 24 jam menerima pengaduan masarakat.

“Tidak hanya pengaduan masalah jalan, namun pengaduan lainnya seperti sampah dan sebagainya juga diakomodir. Selanjutnya FLLAJ meneruskannya ke dinas-dinas terkait dengan pengaduan tersebut dan FLLAJ ini lebih banyak unsur masyarakat sebagai anggotanya,” jelas Fauzan.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Kulkas Es Krim Hingga Kasur Jadi BB Ops Jaran Gatarin 2020

Jumpa pers terkait operasi Jaran Gatarin 2020 di Polres Mataram
MATARAM - Polresta Mataram berhasil mengungkap 104 kasus selama Ops Jaran Gatarin 2020 berlangsung. Kemudian juga mengamankan 105 pelaku kriminal. Tidak hanya mengamankan pelaku. Petugas juga mengamankan ratusan barang bukti hasil tindak kejahatan.

Barang bukti yang diamankan ini pun cukup beragam. Mulai dari kasur hingga lemari pendingin (kulkas) es krim dicuri pelaku kriminal.

Aksi pelaku yang mencuri kulkas es krim ini cukup membuat Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto geram.

Pelaku dia anggap tidak beradab dengan mencuri kulkas es krim. Guntur bahkan meminta pelaku pencuri kulkas es krim tersebut berdiri saat press release hasil ungkap Ops Jaran Gatarin Polresta Mataram 2020.

"Masa tempat es krim saja dicuri. Saya yakin ini sudah keterlaluan. Pelaku ini juga sangat tidak beradab,’’ sesal Kapolresta Mataram saat press release di Halaman Apel Mapolresta Mataram, Kamis 27 Februari 2020. 

Ada 49 unit barang bukti yang diamankan saat Ops Gatarin 2020. Terdiri dari 1 unit kendaraan roda empat (mobil). Disusul 14 unit kendaraan roda dua (motor) Kemudian juga empat unit genset. Selanjutnya juga 1 unit sepeda. Kemudian lemari es hingga kasur turut diembat pelaku kriminal.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menggelengkan kepala saat membacakan kasur menjadi salah satu barang bukti tindak kejahatan.

‘’Mungkin dirumahnya tidak ada kasur. Kasur tetangganya yang dia curi,’’ ungkap Kapolresta.

Guntur menjelaskan, tindak pidana terjadi tidak terlepas dari kewaspadaan masyarakat yang masih lemah. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk berhati-hati. Mulai dengan memarkir kendaraan di tempat yang aman. Maupun meningkatkan kewaspadaan saat berada di rumah.

‘’Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Karena para pelaku ini sangat tidak beradab,’’ pinta Guntur kepada masyarakat.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Polresta Mataram Jawara Operasi Jaran Gatarin 2020

Jumpa pers hasil operasi jaran gatarin 2020 di Polres Mataram
MATARAM - Operasi Jaran Gatarin yang dilaksanakan selama 14 hari berakhir sudah. Polresta Mataram berhasil membekuk 105 pelaku kriminal. Pelaku ini ditangkap dari 104 kasus yang berhasil diungkap jajaran Polresta Mataram. Dengan capaian ini, Polresta Mataram dengan sigap mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan. 

‘’Ops Jaran Gatarin ini berlangsung dari tanggal 10 Februari sampai 23 Februari 2020. Ada 105 orang pelaku yang kita tangkap,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto di Mataram saat press release hasil Ops Jaran Gatarin 2020, Kamis 27 Februari 2020.

Pengungkapan Polresta Mataram jauh melebihi Target Operasi (TO) yang sudah ditetapkan.  Polresta Mataram untuk Ops Gatarin 2020 menetapkan 10 TO. Seluruhnya sudah terungkap. Sedangkan non TO yang berhasil diungkap sebanyak 94 pengungkapan.

"Ini tidak terlepas dari kerjasama berbagai pihak,’’ jelas Guntur.

Capaian ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Baik untuk peningkatan pelaku maupun pengungkapan kasus. Tahun lalu, Polresta Mataram mengungkap 81 kasus dengan tersangka 81 orang.

"Pengungkapan meningkat 43 kasus. Tersangkan juga bertambah 24 orang,’’ bebernya.

Kapolresta juga merinci 104 kasus yang berhasil diungkap. Rinciannya, 43 kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Kemudian 15 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sedangkan pencurian dengan kekerasan (curas) 12 kasus.

‘’Ops Jaran Gatarin kali ini. Kasus curat mendominasi pengungkapan kita,’’ ungkap Kapolresta.

104 kasus tersebut hasil pengungkapan Polresta Mataram dan Polsek jajaran. Satreskrim Polresta Mataram dengan pengungkapan terbanyak. Yaitu 29 kasus. Posisi kedua hasil pengungkapan Polsek Cakranegara dengan 19 kasus. Polsek Narmada di posisi ketiga dengan 15 kasus. Selanjutnya disusul oleh Polsek jajaran lainnya.

‘’Tentu saya sangat mengapresiasi hasil capaian seluruh jajaran,’’ katanya.

Selanjutnya, dari 105 orang tersangka. 5 tersangka yang ditangkap diketahui masih di bawah umur. Penanganan 5 orang tersangka ini berbeda dengan pelaku dewasa.

‘’Undang-undangnya juga berbeda,’’ tuturnya.

Seperti yang diumumkan Kapolda NTB saat rilis hasil Ops Jaran Gatarian Polda NTB. Polresta Mataram di posisi pertama hasil pengungkapan kasus. 104 kasus yang diungkap selama Ops Jaran Gatarin 2020 melebihi capaian seluruh Polres jajaran Polda NTB.

‘’Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh Polsek jajaran yang sudah penuh dedikasi dan loyalitas saat bertugas. Sehingga kita berada di posisi tertinggi hasil pengungkapan,’’ tutup Guntur.

Seluruh tersangka dan barang buktinya dihadirkan saat press release di Lapangan Apel Polresta Mataram. Turut hadir seluruh PJU dan Kapolsek jajaran Polresta Mataram.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

26 Februari 2020

Tim SAR Temukan Mayat di Pantai Tanjung Pasir

KABUPATEN SUMBAWA - Tim SAR gabungan menemukan sesosok mayat terdampar di pantai Tanjung Pasir Poto Tano Sumbawa, Rabu (26/02).

“Mayat yang ditemukan di pesisir pantai Tanjung Pasir pada pukul 15.40 wita tersebut merupakan seorang nelayan atas nama Burhanudin warga RT 01 RW 07 Seteluk Atas yang dikabarkan hilang sejak dua hari yang lalu (Senin-Red). Tim sar gabungan langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Seteluk,” kata Nanang Sigit PH., S.IP., M.M Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram.

Senin (24/02) malam Kantor SAR Mataram memberangkatkan personilnya yang bertugas di Pos SAR Sumbawa menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan air untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari bapak Arif pada pukul 22.50 wita.

“Akhirnya setelah melakukan pencarian selama tiga hari di perairan Sepakek dan wilayah sekitarnya, tim rescue pos SAR Sumbawa Bersama TNI, Polri, BPBD, Tagana, nelayan/warga setempat dan unsur terkait lainnya berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 2 NM arah utara dari lokasi kejadian,” imbuhnya.

Sebelumnya dihari yang sama saat penerimaan laporan, Burhanudin (50) berangkat melaut untuk mancing ikan pada pukul 02.00 wita. Korban yang biasanya mencari ikan di perairan Gili Belang dan menyandarkan sampannya di pantai Sepakek desa Senayan kec. Poto Tano dinyatakan hilang oleh keluarganya mengingat salah satu anggota keluarganya tersebut belum kembali melaut hingga malam hari pukul 19.30 wita. Hanya ditemukan dayung dan senter dalam kondisi menyala terapung di pantai Sepakek. 

Selang sehari (Selasa – Red), sampan milik korban berhasil ditemukan ditengah laut oleh Ayub warga dusun Tengah desa Tanjung Luar Lombok Timur pada jam 6 pagi dan membawanya ke desa Tanjung Luar.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Angka RLS di Lobar Masih Tertinggal, Dikbud Gelar Rakor

LOMBOK BARAT - Untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) gelar rakor yang dihadiri 450 pejabat eselon III, dan IV serta para kepala sekolah dari level TKN, SDN dan SMPN se-Lombok Barat (Lobar) di Hotel Aruna Senggigi, Rabu (25/2/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Dikbud Lobar H. Nasrun menyebutkan, jika Rakor kali ini difokuskan untuk menyelaraskan program-program pemerintah dengan program yang ada di sekolah-sekolah.

“Intinya dalam rakor ini agar nyambung antara program pemerintah yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ataupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dengan program dinas dengan sekolah, terutama di angka RLS kan kita masih tertinggal itu, nah itu yang kita mau angkat,” tutur Nasrun.

Untuk pelaksanaan penyelarasan program dan peningkatkan angka RLS itu sendiri diakui Nasrun bahwa Dikbud sudah mempunyai rencana dan hanya tinggal teknisnya saja.

Seperti diketahui angka RLS Lobar sampai saat ini adalah 6,16 tahun (data BPS Lombok Barat 2018). Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap angka Indeks Pembangunan Manusia di Lobar yang sekarang ini berada di angka 67.18. angka ini di tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati urutan ke-4 di bawah Mataram, Kota Bima dan Sumbawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk menggerakkan tenaga guru membantu program pemerintah dalam rangka menaikkan angka RLS dan mendorong angka IPM Lobar.

“Untuk itu saya menugaskan para guru bisa memberikan pelajaran paket A, paket B dan paket C kepada para siswa, misalkan satu guru saja bisa memberikan lima saja dalam setahun, dikalikan dengan jumlah guru yang berjumlah tiga ribuan, itu hasilnya nanti akan melonjak tentunya,” imbau Bupati.

Diakui bupati, ini tentu merupakan tugas kepala daerah, namun ketergantungan kepala daerah itu tentunya ada pada masyarakat juga.

“Manusia itu diciptakan saling ketergantungan. Bapak ibu punya ketergantungan kepada saya, saya pun memiliki ketergantungan yang lebih lagi kepada bapak ibu, terutama dalam mendukung program ini,” terangnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak para guru untuk mendukung program pemerintah, yang akan menjadi tema HUT Lobar yang ke-62 yakni program “Nol Dedoro” (Nol Sampah, red) atau Zero Waste. Ia menyebutkan jika guru itu harus menjadi pioner dalam hal mendukung program ini.

“Masalah sampah ini, kita yang harus pertama mencontohkan kepada siswa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan bisa mengelola sampah,” katanya.

Sekretaris Daerah Lobar H Baehaqi menekankan,  agar semua pihak harus di jalan yang sama dalam mencapai tujuan daerah dalam hal ini bagaimana pentingnya meningkatkan pendidikan dan mendorong angka RLS di Lobar.

“Dalam hal ini kita harus sejalan, jangan sampai sekolah jalan ke barat, dinas jalan ke timur dan pemda jalan ke atas,” kata Baehaqi.

Oleh karena itu Sekda berencana akan melakukan pertemuan dan diskusi lebih lanjut dengan para kepala sekolah dalam forum yang lebih intens.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ditangkap di Lingsar, DPO Sabu Nyamar Jadi Petani

MATARAM - Pelarian RA (20 tahun) warga Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram yang diduga pengedar narkotika jenis Sabu berakhir sudah.

Ia ditangkap setelah 16 hari masuk daftar pencarian orang (DPO) Satresnarkoba Polresta Mataram. Sempat kabur dan melarikan dari Karang Bagu. Pemuda ini ditangkap setelah persembunyiannya terendus di wilayah Lingsar, Lombok Barat.

‘’Kita butuh usaha menangkap pelaku. Kami tangkap tanggal tanggal 3 Februari. Dia bersembunyi 16 hari dan ditangkap di Lingsar,’’ beber Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa saat press release di Mataram, Rabu 26 Februari 2020.

Sebelumnya, empat rekan pelaku sudah ditangkap petugas. Di rumah pelaku, sering digunakan sebagai tempat penyalahgunaan sabu. Petugas kemudian menggelar penggerebakan kala itu.

‘’Di sana memang sebagai tempat transaksi narkoba dan pesta sabu,’’ paparnya.

Saat dilakukan penangkapan. Petugas didampingi kepala lingkungan (kaling) setempat. Petugas menemukan dua poket berisikan kristal bening yang diduga sabu seberat 1,98 gram.

‘’Barang buktinya sudah kita uji di Labfor Bali. Itu termasuk narkotika golongan I yaitu sabu,’’ sebutnya.

Proses penangkapan RA tidak mudah. Dalam pelariannya, RA mengecoh aparat dengan cara menggunakan topi petani. Kemudian juga berpura-pura menjadi petani.

"Kami kejar dia di swah tapi berhasil melarikan diri di gorong-gorong sawah. Sekarang sudah tertangkap. Banyak dia lakukan saat melarikan diri,’’ tuturnya.

Dari pengakuan tersangka dihadapan petugas. RA mengaku sudah menggunakan sabu sejak duduk di Sekolah Dasar (SD). Ini tak lepas dari peredaran narkoba yang parah di Karang Bagu.

"Sekarang kami sedang gencar melakukan penindakan di sana. Kami dari kepolisian butuh dukungan masyarakat. Ini masalah kita bersama. Jadi harus dihadapi bersama juga,’’ Tegas Kadek.

Dari perbuatannya itu, RA terancam dijerat pasal 112 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Bahas Sinergitas, TNI dan Pemkab Lobar Bertemu

MATARAM – 26 Februari 2020. Guna meningkatkan sinergitas pembangunan antara Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Lombok Barat (Lobar) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar),  Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Markas Besar Angkatan Darat, menyelenggarakan kegiatan ‘puldata kajian ilmiah tentang sinergitas Kodim dan Pemda dalam mendukung program pembangunan daerah TA 2020’.

Dalam acara yang bertempat di Markas Kodim 1606/Lobar di Mataram ini tampil sebagai pemapar yaitu perwakilan dari Pusterad Letkol Arh. Asep Suganjar, S.Si., yang didampingi Komandan Kodim (Dandim) Kol Czi Efrizon Krol, SIP, MM. Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PU-PR), I Made Arthadana.

Dalam paparannya, Letkol Arh. Asep Suganjar menyampaikan pentingnya sinergitas antara Kodim dan Pemkab Lobar. Tujuannya untuk melancarkan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan bisa sinergi dan sejalan dengan pertahanan yang menjadi tugas pokok TNI dan keamanan yang lebih menjadi wewenang kepolisian.

Dicontohkannya, dalam pembuatan jalan atau pembuatan pelabuhan, sinergitas ditunjukkan dengan fasilitas tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tapi juga memenuhi syarat untuk pertahanan.

“Misalnya Pemda (pemerintah daerah) membuat pelabuhan, sinergitas ditunjukkan pelabuhan itu bisa digunakan untuk mendaratnya pesawat TNI (pada saat perang),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Letkol Asep, sinergitas ini juga penting agar TNI bisa maksimal mendukung pembangunan di daerah.

“Kalau kriminal terus menerus, kalau demo terus menerus, kapan membangunnya?,” ujar Letkol Asep.

Oleh karena itu, Letkol Asep meminta kepada semua yang hadir untuk bisa mengisi kuisioner apa adanya sesuai dengan realita sehingga bisa ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya.

Senada dengan Letkol Asep, Dandim Kol Czi Efrizon Krol juga menyebut tujuan dari sinergitas tersebut untuk mempercepat pembangunan daerah.

Dikatakan, pihak TNI selalu dilibatkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten.

Menurut Kol. Efrizon, sejauh ini sinergitas tersebut berjalan baik. TNI dan Pemda saling mendukung melalui program tentara manunggal membangun desa (TMMD), Karya Bhakti, penghijauan, pembersihan sampah, lingkungan hidup, restorasi sungai, gotong royong membersihkan parit, dan sebagainya.

TNI baik itu Kodim, Koramil, Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerjasama dengan pemda, polres, polsek, bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas), camat, kades/lurah, bahu membahu menyukseskan pembangunan daerah.

“Termasuk daerah-daerah yang rawan premanisme, membantu pengamanan supaya tidak terganggu pembangunannya,” ujar Letkol Efrizon.

Namun demikian, ujar Efrizon, untuk ke depan, TNI seharusnya dilibatkan secara penuh dalam musrenbang mulai dari desa/kelurahan.

"Selama ini diajak, diundang untuk hadir, tetapi dalam pembahasan musrenbang tidak diikutsertakan. Sifatnya pre-memori saja, seremonial saja, pada saat pembukaan setelah itu tidak ikut terlibat di dalam musrenbang,” kritik Efrizon.

Padahal, lanjutnya, keterlibatan TNI secara penuh sangat penting sehingga pembangunan yang dilakukan memenuhi aspek-aspek pertahanan dan aspek-aspek keamanan.

“Kita juga harus tahu prioritas apa yang akan dilaksanakan pemerintah daerah sehingga bisa kita kawal dari awal rencana tersebut,” harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lobar, I Made Arthadana, seusai acara menjelaskan kegiatan yang dilakukan penting sehingga terjadi sinergitas antara Pemkab Lobar dengan TNI, Polri dan  stakholder lainnya dalam mendukung prorgam pemerintah membangun daerah.

Senada dengan Letkol Efrizon, Made menyebut ke depan agar TNI dan kepolisian dilibatkan secara penuh. “Sehingga setiap mekanisme dalam mengambil keputusan diharapkan (TNI dan Polri) ikut berperan. Tentunya nanti TNI dan Polri memberikan  masukan apa yang perlu direvisi dan dipertimbangan dari sisi keamanan,” ujar Made.

Untuk ke depan, lanjut Made, dalam pembuatan jalan-jalan baru, pihak TNI-Polri akan dilibatkan bukan hanya saat pembangunan tetapi juga keberfungsiannya untuk pertahanan dan keamanan.

“Dalam konteks itu kami berfikir untuk merancang dan memetakan jalan-jalan atau  membuka jalan baru yang menjadi jalan strategis untuk keamanan maupun pertahanan. Kita akan petakan lebih optimal dengan kerjasama dan sinergi kita dengan Kodim termasuk jalur jalur yang diterima sebagai jalur alat berat dan pertahanan,” ujar Made.

Untuk mewujudkan ini, ke depan Dinas PU-PR Lobar mulai dari perencanaan pembuatan jalan dan infrastruktur lainnya akan berupaya bersinergi dengan Kodim sehingga apa yang dibangun strategis dari sisi pertahanan. Ini akan terwujud dengan mendengar masukan dari unsur keamanan dan pertahanan.

Sebagaimana Letkol Efrizon, Made juga mengakui Dinas PU-PR telah mendapat bantuan banyak dari TNI dalam pembangunan infrastruktur. Sebagai contoh, dalam  restorasi sungai yaitu bagaimana mengembalikan fungsi sungai sehingga tidak terjadi banjir.

“Di sinilah Dinas PU-PR bersinergi berintegrasi bersama-sama dan peran TNI khususnya Kodim bersama-sama melakukan restorasi sungai itu,” ujar Made berterima kasih.

Dikatakan Made, tahun 2019 yang lalu dua sungai yaitu di Batulayar dan Kuripan telah dilakukan restorasi. Tahun ini juga akan direstorasi dua sungai di Lembar dan Sekotong. Hal ini untuk memenuhi instruksi Bupati Lobar H Fauzan Khalid agar minimal satu sungai di 10 kecamatan yang ada di Lobar bisa direstorasi sehingga tidak terjadi banjir pada musim penghujan. 

“Maka sudah ada empat sungai yang akan direstorasi sampai tahun ini. Dan mudah-mudahan bisa tetap bermitra dan bersinergi dengan TNI, konsep restorasi sungai dilakukan bersama TNI sifatnya berkelanjutan, tidak selesai dibangun kemudian ditinggalkan,” jelas Made.

Hadir dalam kegiatan ini mendampingi Kadis PU-PR  I Made Arthadana yaitu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, Rusditah, dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Isnanto Karyawan.

Selain itu, juga hadir Kepala Staf Distrik Militer (Kasdism), wakil kepala kepolisian resort (wakapolres) Lobar, beberapa perwira seksi (pasi) Kodim, danramil, wakapolsek Gerung, dan lainnya. Masing-masing yang hadir diminta untuk mengisi kuesioner menyangkut sinergitas kodim dan Pemkab Lobar dalam mempercepat pembangunan daerah.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Syarat Prestasi, TP-PKK Sleman Studi Banding ke Lombok Barat

LOMBOK BARAT - Untuk lebih meningkatkan lagi kapasitas kelembagaan khususnya dibidang administasi, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sleman melakukan study tiru ke Kabupaten Lombok Barat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman, Hj Kustini Sri Purnomo. Studi tiru ini dilakukan dalam rangka penguatan dan tindak lanjut program-program PKK.

Kedatangan rombongan TP-PKK Kabupaten Sleman ini diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat, Hj Khaeratun Fauzan Khalid di Ruang Rapat Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (26/2).

Ketua TP-PKK Kabupaten Selaman Hj Kustini menjelaskan, tujuan dari study tiru kali ini untuk belajar banyak dari TP-PKK kabupaten Lombok Barat yang belakangan diketahui pernah menjuarai lomba tertib administrasi PKK tingkat nasional.

"Kami datang kesini dalam rangka untuk belajar, karena Lombok Barat pernah menjadi juara tertib administrasi PKK," ujarnya.

Istri Bupati Seleman ini berharap, hasil study tiru ini nantinya bisa diimplementasikan dalam upaya peningkatan program-program PKK, guna menunjang keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Sleman.

"Saya berharap nantinya ibu-ibu PKK ini bisa pulang membawa ilmu yang nanti akan diterapkan dan di aplikasikan ke semua Kecamatan dan Desa yang ada di Kab. Sleman," harap Hj Kustini.

Sementara itu Ketua TP-PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun Fauzan Khalid dalam penerimaannya mengatakan bahwa Lombok Barat adalah juara tertib administrasi PKK tingkat Nasional dan untuk tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), TP-PKK Kabupaten Lombok Barat selalu menjadi juara.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan juara satu tingkat nasional dan setiap tahun kami selalu mendapat juara satu tingkat provinsi katagori tertib administrasi ini," ucap Hj Khaeratun bangga.

Untuk diketahui tahun ini pun Kabupaten Lombok Barat akan mewakili Provinsi NTB ke tingkat nasional dalam lomba tertib administrasi PKK dan UP2K.

"Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan juara kembali dan selain itu kami juga pernah masuk lima besar tingakat nasional dalam lomba hatinya PKK," pungkasnya.

Selanjutnya rombongan TP-PKK Kab. Sleman melakukan kunjungan  ke Sekretariat TP-PKK Kab. Lombok Barat dan berdiskusi dengan pengurus PKK Lombok Barat.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Bangli dan Lobar Sepakati Kerjasama Pemasaran dan Distribusi Pangan

LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli Provinsi Bali dan Pemkab Lombok Barat Provinsi NTB, sepakat menjalin kerja sama pemasaran dan distribusi pangan.

Penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) ini, dilakukan bersamaan dengan digelarnya kunjungan kerja (kunker) Pemkab Bangli ke Pemkab Lombok Barat yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Rabu (26/2/2020).

Rombongan kungker berjumlah 25 orang itu diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Asisten II Hj Lale Prayatni, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Achris Sarwani serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dalam kata penerimaannya menjelaskan, pihaknya sangat apresiatif dan menyambut kehadiran Bupati Bangli bersama rombongan.

Dalam kunker ini kedua daerah selain menjalin kerjasama distribusi dan pemasaran pangan juga akan berdiskusi terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta pemantapan akses stabilitas pangan bagi masyarakat sebagai wujud ketanahan pangan.

“Nanti kita akan berdiskusi banyak, meskipun Lombok Barat baru sekali mendapat penghargaan TPID dan Bangli dua kali. Sebenarnya Lombok Barat yang harus belajar ke Bangli,” sebut Fauzan merendah.

Bupati Bangli I Made Gianyar menjelaskan maksud dari kunker tersebut yakni sebagai wujud keterpaduan yang sinergi, saling membantu dalam distribusi dan pemasaran pangan.

Tujuan kesepakaan ini kata Gianyar, untuk mempercepat distribusi dan pemasaran pangan serta sebagai langkah penyelesaian masalah perencanaan, pengendalian dan capaian sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.

Pada kesempatan itu, Gianyar memperkenalkan rombongannya yang berjumlah 25 orang itu. Gianyar menyebut rombongan yang ikut bersamanya itu dinlainya telah berjasa membawa Bangli mendapatkan penghargaan TPID.

Orang berjasa dimaksud Gianyar diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis PMD, Kepala Badan Keuangan,Pendapatan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Sat Intel Polres Bangli, Kadis PUTR, Kabag Ekonomi, Kepala Dinas Perhubungan dan sejumlah Camat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bangli kepada wartawan menjelaskan, komoditas yang dipasarkan dari Kabupaten Bangli meliputi produk bawang merah dan telur. 

“Dan untuk kesepakatan ini berlaku selama setahun mulai sejak ditandatangani. Bisa diperpanjang dan bisa diakhiri atas dasar kesepakatan bersama,” pungkas Gianyar.

Sementara dari pihak Pemkab Lombok Barat seperti diutarakan Bupati Fauzan Khalid, bahwa komoditi yang dipasarkan dari Lombok Barat berupa jagung, cabai, pisang, pakan ternak, kelapa dan janur (daun kelapa muda, red).

Bupati Fauzan juga mengaku sempat mempromosikan salah satu produk lokal ‘Serbat Jahe’. Kata dia, minuman ini terbuat dari jahe, gula merah, kayu manis yang sudah berbentuk bubuk dalam sachet kotak kemasan.

“Ini minuman hangat, cocok diminum di daerah Bangli yang berhawa dingin,” kata Fauzan yang sempat dicicipi bupati Gianyar.

Dalam MoU tersebut juga tertuang bahwa kesepahaman dimaksud dilakukan secara sinergitas dan secara teknis dilaksanakan oleh OPD yang menangani bidang pertanian, ketahanan pangan dan UKM sesuai tupoksi masing-masing.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Kapolsek Ampenan Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling

Rakor Kamtibmas di Polsek Ampenan
MATARAM - Kapolsek Ampenan, AKP Moh. Nasrullah, SIK mengajak masyarakat untuk mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling).

Menurut Moh. Nasrullah, kegiatan siskamling bisa membantu aparat Kepolisian   dalam menekan tindak kriminal di lingkungan warga.

"Pengaktifan kembali pos kamling ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi masyarakat untuk selalu bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungannya. Dengan demikian pelaku tindak pidana misalnya pencurian, tentu akan mengurungkan niatnya karena melihat di pos kamling tersebut ada yang berjaga," ujarnya.

Pengaktifan siskamling menjadi salah satu satu topik pembahasan dalam rapat koordinasi kamtibmas di lingkup Polsek Ampenan, Mataram pada Selasa 25 Februari 2020.

Rapat ini bertema Mari Bersama-sama Kita Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif.  

Hadir dalam rapat ini, Kapolsek Ampenan AKP Moh. Nasrullah, SIK, Danramil Ampenan Kapten Jamuhur, pihak kecamatan, kelurahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

25 Februari 2020

Gubernur NTB Anjurkan Kades Studi Banding Ke Desa yang Lebih Maju

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah
MATARAM - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menganjurkan dan mendorong para kepala desa se-NTB untuk melakukan studi banding ke desa- desa yang sudah maju. Baik itu di dalam daerah, di provinsi lain di Indonesia atau bahkan di negara lain.

Gagasan studi banding tersebut disampaikan Gubernur di hadapan ribuan kepala desa Se-NTB saat Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 Provinsi NTB, di Hotel Lombok Raya, Selasa (25/02/2020).

Ia mengatakan bahwa membangun desa itu sebenarnya tidak susah. Yang penting adanya perubahan mindset atau pola pikir dari para kepala desa. Apalagi kata Bang Zul, zaman sudah berubah sehingga tantangan untuk menuju perubahan itu semakin besar.

"Saya menganjurkan kepada kepala desa untuk melakukan studi banding kepada desa-desa yang sudah sukses. Jangan alergi untuk studi banding, mengunjungi tempat-tempat yang bisa menghasilkan inovasi bagi para kepala desa," ungkap Gubernur yang disambut tepuk tangan meriah ribuan kepala desa yang hadir.

Orang nomor satu di NTB itu menegaskan membangun desa tidak bisa hanya dengan menggunakan strategi yang singuler atau sama. Satu Desa punya cara hidup, punya kompetensi, punya kapasitas yang berbeda-beda antara satu desa dengan desa yang lain.

"Seorang Kepala Desa yang sukses adalah kepala desa yang punya kerendahan hati untuk belajar. Dan salah satu cara yang paling tepat untuk belajar itu adalah studi banding," tegas Bang Zul.

Ia menambahkan dengan studi banding, para kepala desa akan mendapatkan banyak inspirasi yang dapat membawa perubahan dan kemajuan pada desa di NTB. Salah satu contoh katanya, penataan sungai di Singapura yang sebenarnya bisa dilakukan di daerah. Apabila sungai sungai di NTB ini bisa ditata dengan baik, maka akan berdampak ada peningkatan kualitas ekonomi masyarakat.

"Jangan alergi terhadap studi banding. Asal studi bandingnya tidak terlampau sering. Sekali setahun, atau dua kali setahun, saya kira cukup baik," katanya.

Yang penting juga kata Gubernur, sepulang dari studi banding, seluruh desa yang ada di NTB ini mengalami perubahan. Sebab, para kepala desa tidak akan mengerti zero waste, kalau tidak pernah menikmati indahnya kebersihan. Gagasan tentang industrialisasi tidak akan nyambung di kepala desa, kalau tidak pernah melihat pabrik-pabrik pengolahan di daerah atau negara yang sudah maju.

Selain itu, Gubernur meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) untuk melakukan pembinaan kepada para Kepala Desa terkait pengelolaan dana desa. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada mereka tentang alokasi dana desa serta menghindari terjadinya kasus hukum.

Staf Ahli Bidang Hukum dan kesatuan Bangsa, Kementerian Dalam Negeri, Didik Suprayitno menjelaskan bahwa dana desa dalam setiap tahun selalu mengalami perubahan peningkatan.

"Dalam kurung waktu tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, total dana yang telah dikucurkan sebesar 257,65 triliun," jelasnya

Dengan rincian, tahun 2015 sebesar 20,67 triliun. Pada tahun 2016 Sebasar 46,98 triliun. Sedangkan tahun 2017 dan 2018 masing masing sebesar 60 triliun. Pada tahun 2019 sebesar 70 triliun. Dan pada tahun 2020 ini, pemerintah pusat telah menganggarkan 72 triliun untuk dana desa se Indonesia.

Presiden Jokowi katanya memerintahkan seluruh kepala desa untuk memanfaatkan dana desa tersebut melalui program pemberdayaan padat karya. Program tersebut dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang tidak mampu. Penggunaan anggaran dana desa lanjutnya juga diarahkan untuk menggerakkan sektor sektor produktifitas di tingkat desa. Mulai dari pengelolaan pasca panen, industri kecil budidaya perikanan, desa wisata dan industrialisasi pedesaan yang mampu menjadi pengungkit ekonomi desa.

Selanjutnya, dana desa harus dikelola dengan manajemen yang baik dan diikuti pendampingan yang memadai. Sehingga pengelolaan dana desa semakin transparan dan akuntabel.

"Di samping itu, pelibatan masyarakat pada pengelolaan dana desa sangat diperlukan," katanya.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ojek Kurir Sabu Karang Bagu Diringkus

MATARAM — Untuk kesekian kalinya Satresnarkoba Polresta Mataram memberantas jaringan peredaran narkoba di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Seorang pria yang diduga pengedar narkotika jenis sabu di wilayah tersebut kembali diringkus. Pelaku berinisial SU (49) warga Karang Bagu Kota Mataram.

Ia ditangkap karena diduga sebagai orang suruhan (pelangsir) pengedar sabu di wilayah itu. Pria yang seharinya berprofesi sebagai ojek itu ditangkap petugas.

‘’SU ini pelangsir sabu. Kita tangkap 21 Februari sekitar pukul 01.30 wita. Dini hari dia kita tangkap,’’ terang Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa saat press release di Mataram, Selasa 24 Februari 2020.

Pelaku disebut sebagai pelangsir sabu di Karang Bagu. Prakteknya, pelaku menerima uang dari seseorang. Kemudian menerima order membeli sabu di Karang Bagu. Selanjutnya, sabu yang dibeli akan dijual lagi kepada orang lain.

‘’Pelangsir berbeda dengan kurir. Pelangsir itu hanya suruhan saja,’’ ungkap Kadek.

Penangkapan SU cukup berbelit. Petugas bercucuran keringat menangkap SU. Karena saat penangkapan. Terjadi aksi kejar-kejaran dengan pelaku. SU melarikan diri saat tahu kedatangan petugas.

Nasib SU apes dan sial. Tubuh tambunnya tidak kuasa mengimbangi gesitnya kejaran petugas. Ia tertangkap di Gang Kubur Karang Bagu.

‘’Karena tubuhnya gemuk. Pelaku jatuh saat kita kejar. Makanya langsung bisa kita tangkap,’’ kata Kadek.

Usai ditangkap. Petugas melakukan pengeledahan badan. Dua poket kristal bening yang diduga sabu ditemukan petugas.

Masing-masing seberat 0,34 gram. Sehingga total shabu yang ditemukan petugas 0,68 gram. Selain itu, uang Rp 300 ribu yang diduga transaksi shabu ikut diamankan petugas.

‘’Lengkap dengan barang buktinya kita temukan,’’ paparnya.

Introgasi petugas, pelaku sebagai penyalahguna aktif. Modus yang dilakukan pelaku. Kerap membelikan sabu untuk orang lain. Ia selanjutnya mengambil posisi atau menunggu di Gang Kubur Karang Bagu.

‘’Keuntungannya Rp 100 ribu setiap membelikan sabu. Pengakuannya baru empat kali. Itu pengakuannya dan masih akan kita kembangkan,’’ tegas Kadek.

Perbuatan pelaku terancam dijerat pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Dikunjungi TK Bintang Kecil, Ini Yang Dilakukan Kodim Loteng

LOMBOK TENGAH – Sebanyak 35 siswa-siswi taman kanak-kanak (TK) Bintang Kecil Kelurahan Semayam Kecamatan Praya mengunjungi Kodim 1620/Loteng yang didampingi Kepala Sekolah TK Tina Risdiana beserta guru TK lainnya, Selasa (25/2).

Dalam kunjungan tersebut, anak-anak TK Bintang Kecil juga didampingi Babinsa Koramil 1620-06/Jonggat Sertu Patriot dan provost Kodim di lapangan Makodim Loteng.

Kepala sekolah TK Bintang Kecil memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kodim yang telah mengizinkan anak didiknya untuk bermain sambil belajar mengenal kehidupan militer terutama belajar disiplin sesuai dengan meteri pelajaran.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai kegiatan outing class untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dari sedini mungkin belajar disiplin sehingga kedepan tumbuh dewasa menjadi generasi muda yang dapat diandalkan oleh keluarga, bangsa dan negara.

Terpisah, Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., sangat terkesan dengan kehadiran anak-anak TK di Makodim. “Ini salah satu upaya yang bagus untuk memperkenalkan anak-anak dari sedini mungkin tentang kedisiplinan, namun terukur dan terarah dengan harapan mereka akan bangga terhadap TNI,” ujarnya Dandim.

Selain itu, pria kelahiran Bangkalan Madura tersebut juga berharap untuk bersama-sama memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dengan memberikan motivasi dan support kepada mereka sehingga semangat  dan kemauan untuk belajar dan belajar terus terpelihara serta pengawasan agar terhindar dari pergaulan bebas, narkoba maupun minum-minuman keras yang dapat merusak generasi muda itu sendiri.

Selama berada di Makodim, anak-anak TK Bintang Kecil diperkenalkan juga senjata M16 dan beberapa gerakan untuk menarik perhatian dan perasaan nyaman selama berada di Makodim.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

HUT 62 Lombok Barat, Muara Kegiatan Focus Zero Waste

LOMBOK BARAT - Pemerintah Provinsi NTB, tengah menjalankan program bebas sampah atau zero waste. Kabupaten/kota di NTB diharapkan fokus agar daerahnya bersih dari sampah terutama sampah plastik. Di kabupaten Lombok Barat, dalam rangka memeriahkan hari jadinya yang ke 62, seluruh agenda kegiatan fokus pada bersih sampah.

“Sesuai permintaan Bupati, seluruh kegiatan OPD dalam rangka memeriahkan HUT Lombok Barat, ditetapkan bermuara pada program zero waste,” kata Asisten III bidang Umum dan Kesra, H Mahyudin saat memimpin rapat persiapan HUT Lombok Barat ke 62 di Ruang Jayengrana, Selasa (25/2/2020).

Dalam rapat ini, seluruh OPD hadir. Mereka mempresentasekan rencana agenda kegiatannya masing-masing. Disperindag misalnya, berencana akan menggelar pameran produk unggulan, termsuk melibatkan pedagang kaki lima (PKL).

Demikian juga dengan Dinas Koperasi akan menggelar Gebyar UMKM. Intinya adalah, seluruh agenda kegiatan yang melibatkan publik dan banyak orang, semuanya tidak ada kesan bahwa, sampah berserakan di areal kegiatan.

Selain itu Dinas Pariwisata akan menggelar Lombok Barat Adventires, sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang dan penggabungan antara komunitas motor trail. Diharapkan, pihak kepolisian, Dandim, Pol PP dan masyarakat, turut membantu agar hutan yang diterabas supaya tetap bersih dan tidak merusak lingkungan.

Di tempat yang sama, Asisten II bodang Ekonomi Pembangunan, Hj Lale Prayatni mengemukakan, pada HUT sebelumnya kegiatan Forest Tracking tetap digelar. Rencananya, kegiatan yang dikomandoi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini akan di gelar di Hutan Kumbi, Desa Pakuan, kecamatan Narmada.

Memasuki tempat ini kata Lale, seluruh peserta tidak boleh membawa bekal makanan, apalagi dalam bentuk wadah plastik. Tapi cukup membawa uang, karena di tempat ini masyarakat setempat siap menyediakan makanan sesuai standar dan terhindar dari sampah.

Selain itu, kegitn forest tracking sengaja digelar di hutan Kumbi, karena akan dikolaborasikan dengan launching jalur pendakian ke Rinjani melalui Sesaot-Rinjani.

“Kita cukup membawa uang, karena kita juga mau belanja hasil hutan seperti pakis dan lainnya,” pinta Lale.

Asisten III Mahyudin menyimpulkan bahwa, bagi OPD yang belum mempresentasekan agenda kegiatannya, ditunggu sampai hari Kamis 27 Februari 2020. Untuk membuat jadwal dan mengelompokkannya kemudian diserahkan kepada Bagian Pemerintahan seagai panitia induk.

“Seluruh agenda yang sudah terkaper. Akan menjadi salah satu agenda yang dibahas pada gelaran Rapim mendatang,” jelas Mahyudin.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

24 Februari 2020

Syukuran HUT Korem 162/WB ke 59 Sederhana Penuh Khidmat

MATARAM – Hari ini merupakan puncak peringatan HUT Korem 162/WB yang dilaksanakan dengan acara syukuran di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Senin (24/2).

Acara syukuran yang dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zukieflimansyah, SE. M.Sc., mantan Danrem 162/WB Mayjen (Purn) TNI Heru Suryono, S.IP., dan Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST., berlangsung sederhana penuh khidmat.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutannya pelaksanaan peringatan HUT Korem 162/WB ini dilaksanakan setiap tahun dengan acara syukuran untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi dan sinergitas antara TNI dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian dan seluruh komponen masyarakat sehingga sampai saat ini Korem 162/WB dapat terus melaksanakan tugasnya dengan semaksimal mungkin guna mendukung pemerintah daerah wujudkan NTB gemilang sesuai dengan tema ulang tahun “Dengan Dilandasi Profesionalisme Prajurit Korem 162/WB Siap Mewujudkan NTB Gemilang”.

“Untuk diketahui bersama bahwa peringatan hari ulang tahun dan syukuran merupakan momentum yang sangat penting bagi seluruh anggota Korem 162/WB, karena mengandung nilai historis perjalanan sejarah dan pengabdian satuan kepada masyarakat, bangsa dan negara yang tidak terlepas dari campur tangan para  sesepuh maupun dukungan Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder instansi terkait yang ada di wilayah NTB,” terang Danrem.

Danrem juga berharap melalui momentum ulang tahun kali ini untuk mengintrospeksi diri bagi segenap Prajurit dan warga Korem 162/WB lebih meningkatkan kualitas pengabdiannya dan senantiasa berbuat yang terbaik bagi masyarakat, sehingga keberadaan Korem dan jajaran benar-benar dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat NTB di masa yang akan datang.

“In syaa Allah kedepan Korem 162/WB akan lebih profesional dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara Gubernur NTB dalam sambutannya mengucapkan atas nama Pemerintah Daerah NTB mengucapkan HUT ke 59 tahun 2020 yang dalam waktu dekat akan berubah menjadi tipe A dengan pejabatnya Brigadir Jenderal TNI atau bintang satu.

Diungkapnya, dua tahun lalu, daerah NTB disapa bencana gempa yang sangat dahsyat, namun itu dapat diatasi dengan bantuan dari Korem 162/WB dan jajaran mulai dari tanggap darurat, penanggulangan bencana hingga proses rehab rekon yang begitu cepat.

Itu semua bisa dilakukan karena ada sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah bersama seluruh komponen masyarakat.

“Semoga sinergitas ini akan terus berlanjut pada masa yang akan datang,” tutup bang Zul sapaan putra kelahiran Sumbawa tersebut.

Sedangkan Mayjen TNI Heru Saryono, S.IP., mengatakan Korem 162/WB tidak lama lagi akan diresmikan menjadi Korem tipe A dengan jabatan bintang satu.

Menurutnya, Korem 162/WB lahir dan besar bersama rakyat, aktivitas Korem sangat menyatu dan bersama dengan rakyat, hal itu sesuai dengan slogan jika mencintai rakyat maka korem 162/WB akan dicintai dan dibanggakan  rakyat.

Mantan Danrem tahun 2010-2012 tersebut juga berpesan agar terus berkoordinasi dengan Matra Laut dan Udara maupun Kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban sehingga NTB Gemilang akan terwujud dengan sendirinya.

“Bagi para Prajurit Korem agar selalu berbuat terbaik dan ikhlas maka yakinlah akan memperoleh karier terbaik dan barokah,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Danrem 162/WB, Gubernur NTB dan mantan Danrem yang dibagikan kepada para Prajurit dan Persit KCK yang berprestasi, pembagian hadiah pemenang lomba dan hiburan.

Acara syukuran HUT Korem juga dihadiri Forkopimda NTB, Danlanal Mataram, Danlanud Zam Rembiga, Forkopimda Kabupaten Kota se Provinsi NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan acara dimeriahkan tarian yang ditampilkan ibu-ibu Persit KCK dan hiburan oleh artis lokal NTB serta artis dari ibu Kota.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Hanya 5 Jam, Pembunuh Adi Diringkus Petugas

MATARAM —Tim Opsnal Satreskrim Polresta Mataram bergerak cepat menangani kasus pembunuhan dengan korban Adi (40 tahun), warga Dusun Aik Nyet yang mayatnya ditemukan di tepi jurang setempat.

Terduga pelaku berinisial RM alias Reme (50 tahun) yang tak lain adalah tetangga korban berhasil ditangkap petugas hanya lima jam setelah mayat Adi ditemukan.

"Kurang dari jam setelah mayat korban ditemukan. Pelaku berhasil kita tangkap. Kita tangkap saat dia sedang makan dengan keluarganya di Karang Tumbuk Cakra,’’ jelas wakapolresta Mataram, AKBP Erwin Suwondo saat press release pengungkapan kasus pembunahan ini di Mataram, (24/02/2020).

Berawal dari penemuan mayat tanggal 18 Februari sekitar pukul 06.00 wita. Karena warga kesulitan mengevakuasi mayat korban. Warga menghubungi Bhabinkamtibmas setempat yang diteruskan ke Polsek Narmada dan Polresta Mataram.

Petugas pun melaksanakan identifikasi. Hasilnya mayat yang ditemukan itu adalah warga setempat bernama Adi. Penyelidikan lapangan cukup singkat dilaksanakan.

"Dari keterangan saksi mengarah ke pelaku. Langsung kita amankan ke Mapolresta Mataram,’’ bebernya.

Erwin mengatakan, SM mengaku berpapasan dengan korban. SM lantas memukul korban dengan parang miliknya. Korban langsung terjatuh ke jurang. Karena ketakutan, korban dipukul lagi tiga kali hingga meninggal dunia.

‘"Itu dari pengakuan awal pelaku,’’ paparnya.

Namun berdasarkan olah TKP. Pembunuhan itu berawal dari dendam SM terhadap korban. Korban kata Erwin marah dan dendam mengetahui istrinya sering diganggu SM.

"Katanya istrinya itu pernah dicoba diperkosa juga. Makanya dia sangat marah. Itu atas pengakuan dan cerita istrinya,’’ ungkap Erwin.

Terungkap juga bahwa, setelah memukul korban menggunakan parang. SM khawatir dengan korban yang saat itu membawa senapan angin. Merasa takut ditembak. SM kembali mengayunkan parangnya ke kepala korban. Setelah itu, korban langsung terdiam.

"Pelaku malah sempat membantu warga mencari bambu untuk membuat keranda jenazah. Setelah itu dia pergi ke rumah keluarganya,’’ katanya.

SM mengakui perbuatannya membunuh korban. Tapi ia beralasan tersinggung dengan perkataan korban. Apalagi tiap hari keduanya bertemu karena bertetangga.

"Suara motornya itu mengganggu sekali di pagi hari saat saya akan petik durian. Kami sama-sama sering petik durian. Kalau parang itu sering kami bawa sebagai pemetik durian. Tidak ada sebab lain,’’ terang RM.

SM kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia disangkakan melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

23 Februari 2020

Z Ditangkap Sebab Aksinya Terekam CCTV

Foto rekaman CCTV maling beraksi
LOMBOK TIMUR - Terduga maling handphone berinisial Z (46) diamankan Tim Operasi Jaran Polres Lombok Timur, NTB.

Z ditengarai mengambil handphone milik SM (19) di puskesmas Lendang Nangka, Kec. Masbagik, Kab. Lotim pada Selasa 18 Februari 2020.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama, aksi Z diketahui setelah polisi memeriksa rekaman CCTV.

"Dari hasil penyelidikan dan berdasarkan rekaman CCTV kemudian didapat informasi bahwa yang telah melakukan pencurian tersebut adalah pelaku yang namanya diatas (inisial Z-red)," ungkap I Made Yogi Purusa Utama pada Minggu 23 Februari 2020.

Dijelaskan bahwa saat kejadian, korban SM menaruh handphone di bawah bantal kemudian tidur. Namun setelah bangun, handphone miliknya sudah raib.

"Pelapor tidur dan menaruh hp miliknya di bawah bantal, kemudian sekitar pukul 05.00 wita pelapor bangun dan memeriksa hp miliknya yang disimpan dibawah bantal sudah tidak ada," ujar I Made Yogi.

Saat ini terduga Z dan barang bukti diamankan di Polsek Masbagik guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

"Soal Politik Itu Tanggung-Jawab Kolektif Apalagi Pendidik”

Ketua Bidang Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Mataram, Adi Ardiansyah Al-Khawarizmi
Ketua Bidang Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Mataram, Adi Ardiansyah Al-Khawarizmi
Saya termasuk orang yang menolak dengan tegas oknum yang melabeli dirinya sebagai tokoh politik (subjektif), memanfaatkan generasi dibawah umur hanya karena mereka telah terdaftar sebagai pemilih ungkap (A.E. Priyono) dalam Bukunya “Merancang Arah Baru Demokrasi”. Bagaimana tidak, demokrasi pasca reformasi akan dibawah kemana ? Pertanyaan yang masih relevan dan wajib dijawab oleh semua pihak, aktor politik, panelis kebijakan, dan lainnya ungkap seorang (Usman Hamid) menyambung pertanyaan dari rekannya diatas.

Mental politik kita masih bersifat posesif dan cenderung inkonsisten, disinilah praktek politik kita yang tidak bernilai (nonvalue) diperparah lagi dengan sumbu pemahaman politik yang sangat pendek. Coba kita perhatikan disetiap momentum musiman ini, kita lebih banyak di adu-domba bahkan dipecah belah oleh kepentingan parsial oligarki (Devide at impera), lebih mirisnya lagi tumbuh virus fanatisme kelompok sampai radius yang berkepanjangan, apalagi itu dibangun dengan memanfaatkan keluguan anak remaja dibawah umur, seperti pemilih pemula. Sungguh tega dan tidak profesional, masa depan anak-anak tersebut di barter dengan politik receh, nasi bungkus, bahkan tukar tambal pulsa paketan, meminjam istilah (Satria Madisa). Coba anda bayangkan, anak-anak itu yang seharusnya menghabiskan banyak waktu untuk menikmati pembelajaran karakter dini, malah diseret ke arena praktis yang didalamnya banyak predator liar. Jangankan memahami politik praktis itu apa ? Mengusap air mata temannya saja enggan dilakukan, itu semua karena empati yang sudah direduksi oleh soal receh tadi. You Now ?

“Moderasi Pemikiran, peran pendidik adalah ujung tombak yang mencerahkan kembali”

Dimanakah posisi pendidik pada klausal episode ini ? Secara kelembagaan ataupun personality, bagi seorang pendidik adalah kewajibannya melerai benang kusut ini, katakanlah akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pers secara kelembagaan sampai tokoh tik-tok sekalipun harus memiliki sensitifitas social untuk menggalang upaya pencerdasan politik (education) di ruang publik. Langkahnya pun terbilang sederhana, tidak menguras energi yang banyak, efektif dan efisien, seperti menumbuhkan budaya literasi social lewat lini massa media yang telah disediakan, komunikasi langsung face to face dengan kelompok minoritas maupun pemuda (pemilih pemula), dan sebagainya. Hal ini bukan hanya membantu penyelenggara Demokrasi (KPU & Bawaslu) merasa ringan untuk melakukan profesionalisme kerjaannya, tapi juga meningkatkan partisipasi publik untuk terlibat langsung mengawal dan memastikan haknya ada diposisi yang sama.

Hal demikian merupakan antitesa dari simpul politik receh, tidak bernilai, cenderung pasif, dan ugal-ugalan. Bagi seorang pendidik, dia seharusnya paham melakukan marger isu prioritas yang ingin dikampanyekan dan lebih dibutuhkan oleh masyarakat sebagai upaya kecerdasannya. Tanpa melabrak jalur prosedural, santun dan elok ketika mengendarai momentum (ritme) yang terjadi dilapangan. Dengan ini, peran masyarakat yang tercerahakan akan naik level (high quality), bermartabat hingga integritas moralnya tetap terjaga utuh. Anda bisa bayangkan sendiri, 20 Tahun yang akan datang orang-orang yang berkualitas ini mengambil peran penting mengisi panggung politik praktis dengan nilai, mendistribusikan kualitas mereka dengan pikiran yang tercerahkan, bahkan hal tersebut perlahan-lahan menenggelamkan stigma buruk tentang politik praktis hanya di isi oleh orang-orang itu, keturunan darah biru, dinasty of continue, dominasi oligarki (koorporasi), bahkan mengakar ke politik identitas. Apakah anda tidak bahagia dengan hal demikian ? Tentu anda akan sangat bahagia, karena abstraksi politik anda telah naik ke level objektif, dimana gagasan dan isi pikiranlah yang akan bergulat diatas panggung publik. Hingga akhirnya kita semua merasakan kesetaraan yang sama dimata apapun.

“Jangan Bangun Rumah Diatas Dahan Yang Rapuh”

Terminologi tersebut “Jangan Bangun Rumah Diatas Dahan Yang Rapuh” adalah buah pikiran dari Prof. Ahmad Syafii Ma’arif dalam bukunya yang berjudul (Islam dan Politik || Upaya Membingkai Peradaban) yang merupakan alarm subtantif ketika konstelasi politik mulai ditabuh oleh penyelenggara. Semua pihak akan menyambut dengan uforia dan semangat egaliterian, tetapi disini kadangkala ada kecenderungan polarisasi yang tajam di akar rumpun, oleh karena management tim suksesnya yang sentralistik dan hanya bermodal semangat tok memobilisasi masa sebanyak mungkin, sehingga kualitas persatuan terabaikan.

Momentum politik musiman bagi seorang Ahmad Syafii Ma’arif paling substansial adalah upaya pendidikan sekaligus penyadaran terhadap publik tentang pentingnya literasi politik yang inklusif, dimana semua pihak menggalang kesadaran untuk menaikan level pemikirannya, terlepas dari pro-kontra yang akan dipilih atau di dukung itu siapa. Kesadaran ini dikampanyekan oleh Ahmad Syafii Ma’arif dengan tujuan memperkokoh konstruksi politik gagasan para kandidat di alam demokrasi yang terbuka, dimana semua tokoh harus mampu naik level sebagai Negarawan, tidak stagnan pada wilayah itu-itu saja. Meskipun Ahmad Syafii Ma’arif menyadari butuh waktu panjang untuk menjajaki hal tersebut, tetapi perlahan-lahan dengan optimisme kolektif wajah politik praktis tersebut mulai terbenahi dan memiliki nilai, sehingga disparitas keteladanan dapat terhindarkan dan semua pihak tidak pesimis untuk mengambil peran strategis di dalamnya (The And Of History || Francis Fukuyama).

#Bersambung....
#MillenialsBerbicara...

Oleh : Adi Ardiansyah Al-Khawarizmi
Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Mataram.

Danrem 162/WB Pantau Lomba Menembak Senapan HUT Korem 162/WB

LOMBOK TIMUR  - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengunjungi tempat pelaksanaan lomba menembak senapan angin jenis uklik (pompa) dan PCP (gas) di lapangan di lapangan umum Gotong Royong Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Minggu (23/2).

Lomba menembak senapan angin yang diselenggarakan Kodim 1615/Lotim dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Korem 162/WB ke 59 tahun 2020 diikuti 100 orang peserta selama dua hari.

Setiba di lokasi, Danrem bersama Kapolres Lotim, Dandim 1615/Lotim dan Dandim 1620/Loteng melaksanakan lomba eksibisi dengan jarak 41 meter.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan menembak senapan angin lebih sulit dibanding dengan menembak senjata organik TNI Polri karena sasarannya lebih kecil dan tingkat kesulitannya lebih sulit.

Danrem berharap dengan diadakannya lomba menembak dapat menjaring atlit-atlit muda petembak berbakat yang berkualitas. “Bagi para peserta agar merawat senjatanya dengan baik dan gunakan pada tempatnya,” pesan orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.

Sebelum meninggalkan lokasi, Danrem 162/WB didampingi para Dandim dan Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba sebagai berikut, untuk senapan uklik 17 M dengan pemenang juara 1 I Nyoman Arta jaya, juara 2 Ratu Bagus Saka dan juara 3 Agus Darmanto. Untuk senapan Uklik 27 M diraih oleh juara 1 Ratu Bagus Saka, juara 2 I Nyoman Dira dan juara 3 Khaerul Ifansyah. Untuk senapan Gas 33 M dimenangkan oleh juara 1 Ratu Bagus Saka, juara 2 Khaerul Ifansyah dan juara 3 I Nyoman Dira.

Di lokasi kejuaraan lomba menembak senapan angin juga terlihat hadir Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Arifianto, Danramil Masbagik Kapten Inf Fahmi, perwakilan Perbakin NTB Alpian, Ketua Lombok Air Rifle Club (LARC) Lombok Timur Serma Hirwan Saruji dan Ketua LARC Sumbawa Ilham.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Tim Ops Jaran Polres Lotim Tangkap Terduga Maling

Tim Ops Jaran Polres Lotim Bekuk Terduga Maling
LOMBOK TIMUR - Sabtu tanggal 22 Februari 2020 di Dusun Dasan Lendang, Ketangga, Suela, Lotim, Tim Operasi Jaran Polres Lombok Timur menangkap pria berinisial AH (46).

Menurut Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama , AH diduga menjadi maling dengan kekerasan di daerah Kelayu, Kec. Selong, Kab. Lombok Timur, NTB.

"Pelaku kami tangkap di Dusun Dasan Lendang, Ketangga, Suela, Lotim, tanpa perlawanan," ujar I Made Yogi.

Dibeberkan bahwa pencurian itu diduga dilakukan oleh 5 orang pelaku. Caranya dengan mendobrak pintu rumah korban.

Setelah berhasil mendobrak pintu, 1 orang terduga pelaku menodongkan parang ke leher korban. Sementara pelaku lainnya mengambil barang-barang berharga milik korbannya.

Barang berharga berupa uang Rp 20.000.000, 2 unit laptop, 2 Unit HP, 12 pak rokok, dan perhiasan emas 25 Gram berhasil dibawa para pelaku.

"Pelaku yang berjumlah 5 Orang melakukan aksinya pada malam hari dengan cara mendobrak pintu rumah Korban, setelah berhasil mendobrak pintu 1 Orang pelaku kemudian menodongkan parang ke leher Korban sedangkan pelaku lainnya mengambil  barang-barang berharga milik Korban," ungkap I Made Yogi pada Minggu 23 Februari 2020.

Sebelum AH ditangkap, 4 rekan AH sudah diamankan oleh aparat dan sudah menjalani proses hukum.

Saat ini, AH masih diamankan di Polres Lombok Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"4 Orang teman Pelaku sebelumnya sudah kami tangkap dan sudah menjalani proses Hukum. Pelaku merupakan DPO Polres Lotim sejak Tahun 2012 dan bersembunyi selama 8 tahun." Pungkasnya.

Penulis : Hadi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

Ini Giat Sambut HUT Korem 162/WB ke 59

MATARAM - Kegiatan anjangsana dalam rangka memperingati HUT Korem 162/WB ke 59 tahun 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Anjangsana kali ini dikemas dengan olahraga bersama yang diawali dengan jalan santai dan senam di lapangan Volly BTN Pepabri Pagesangan Kota Mataram.

Hal itu disampaikan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutannya pada acara anjangsana dengan para sesepuh TNI, Minggu (23/2).

Menurutnya, anjangsana yang dikemas dengan olahraga ini sengaja dilakukan karena sesuai dengan petunjuk Kepala Staf TNI AD, kami yang masih aktif berdinas agar melaksanakan olahraga setiap hari minimal 1 jam sehingga kondisi tubuh tetap prima dan siap menghadapi tantangan tugas kedepan.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah laksanakan olahraga bersama semoga ibu bapak dan para sesepuh masih tetap sehat, segar dan bugar diumur yang sudah tidak muda lagi," ungkap Danrem.

Selain itu, pria kelahiran Jakarta tersebut juga mengungkapkan pepatah lama "Untuk menjadi sukses, maka kita harus berbhakti kepada orang tua" sehingga hari ini kami keluarga besar Korem 162/WB yang masih aktif melaksanakan anjangsana kepada orang tua dan para sesepuh TNI di Kota Mataram.

Untuk itu, sambungnya, kami mohon do'a restu kepada para sesepuh karena besok (Senin, red), Korem 162/WB akan melaksanakan syukuran ulang tahun ke 59, agar Korem 162/WB selalu dapat memberikan pengabdian terbaiknya kepada masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai.

Sedangkan Ketua Pepabri NTB Partidjo dalam sambutannya menjelaskan untuk anggota Pepabri NTB yang sudah terdaftar sampai saat ini sekitar 2 ribu lebih dan bagi anggota TNI yang akan pensiun agar didaftarkan sehingga jumlah anggota Pepabri NTB akan terus bertambah.

Selain itu, Ketua Pepabri NTB juga menegaskan, semangat dan jiwa Sapta Marga serta Sumpah Prajurit masih tertanam dalam sanubari walaupun sudah pensiun.

"Kami tetap semangat walaupun sudah tua karena soldier is never die," kata Partidjo dengan tegas dan jelas.

Partidjo juga mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada Danrem beserta jajaran yang telah menyelenggarakan acara anjangsana sehingga tetap terjalin hubungan silaturrahmi dan berbagi informasi antara yang masih aktif dan yang sudah pensiun.

"Kami atas nama Keluarga Besar Pepabri NTB mengucapkan selamat ulang tahun Korem 162/WB, semoga Korem 162/WB selalu eksis dalam pengabdiannya kepada masyarakat, selalu dicintai dan dibanggakan rakyat," pungkasnya.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Danrem 162/WB juga memberikan tali asih kepada para sesepuh Pepabri NTB sebagai salah satu wujud kepedulian dan bahkti anak kepada orang tua.

Hadir juga pada acara tersebut perwakilan Kapolda NTB, Danlanud Zam Rembiga, Kasrem 162/WB, para Dandim se Pulau Lombok, para Kasi, Da/Ka/Pa Satdisajan dan Balakyan Korem, Ketua Persit KCK dan para pengurus, Ketua Pepabri NTB beserta anggota, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawitawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) NTB dan Pemuda Panca Marga (PPM) NTB.

Usai melaksanakan olahraga bersama, Danrem 162/WB bersama rombongan melaksanakan silaturrahmi kepada anggota Pepabri NTB yang sedang sakit, anjangsana ke rumah Kapten Anumerta Mursidi dan Peltu (Pur) Ida Bgs Kade Suweta di lingkungan BTN Pepabri Pagesangan NTB.

Penulis : Redaksi
Editor : Hadi
Publikasi : Admin

22 Februari 2020

Dies Natalis Fakultas Hukum Unram

MATARAM - Fakultas Hukum Unram menyelenggarakan kegiatan Dies Natalis dalam rangka untuk merayakan ulang tahun yang ke 53 Fakultas Hukum Unram, Sabtu (22/2).

Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. H. Lalu Husni S. H., M. Hum.,  Wakil Dekan I, II dan III, Dosen-Dosen, Karyawan/i dan ratusan Mahasiswa Fakultas Hukum UNRAM.

Dalam acara tersebut ada banyak rangkaian kegiatan yang di adakan yaitu Jalan Sehat, Senam, Tari Gandrung, Live Music, Pembagian Doorprize dan Bazar.

Rangkaian acara di adakan pada hari sabtu tanggal 22 Februari 2020 yang di awali dengan Senam pagi lalu di lanjutkan dengan Jalan Sehat dan pembagian kupon hadiah. Setelah itu peserta Jalan Sehat beristirahat sejenak lalu panitia penyelenggara melakukan undian pembagian Doorprize, ada banyak berbagai macam hadiah menarik seperti 6 Unit Sepeda, 2 Unit Kulkas, 2 Unit Mesin Cuci dan masih banyak lagi hadiah menarik lainnya.

Di saat pembagian Doorprize tersebut salah satu Mahasiswi mendapat panggilan nomor undiannya untuk naik ke atas panggung menerima hadiah yaitu 1 Unit TV.

"Alhamdulillah saya senang sekali mendapatkan hadiah ini, semoga Fakultas Hukum UNRAM tercinta ini bisa lebih maju dan sukses lagi kedepannya untuk menciptakan Sarjana terbaik," ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung anggaran yang di gunakan oleh panitia penyelenggara kegiatan tersebut sebesar 37 Juta Rupiah, tidak lain semua rangkaian kegiatan tersebut di adakan untuk merayakan ulang tahun yang ke 53 Fakultas Hukum Unram.

Penulis : Faturahman
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin