24 Januari 2020

Partai Berkarya Kota Mataram Bergejolak

Foto Ketua DPC Partai Berkarya se-Kota Mataram berkumpul dan menandatangani surat mempertanyakan pergantian Ketua DPD Partai Berkarya Kota Mataram Kamis (23/1)
MATARAM - Partai Berkarya di kota Mataram bergejolak. Pasalnya, sejumlah pengurus DPC Partai Berkarya Kota Mataram memprotes keputusan DPW Partai Berkarya NTB.

Enam Ketua DPC Partai Berkarya se Kota Mataram mempertanyakan SK nomor 012/dpw/berkarya/VIII/2019 tanggal 20 Agustus 2018. SK yang dikeluarkan DPW Partai Berkarya NTB itu mengangkat I Gusti Nyoman Agung Sugantha sebagai Ketua DPD Partai Berkarya Kota Mataram.

Padahal, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Mataram masih dijabat Lalu Wirasakti. Wira ditetapkan sebagai ketua dalam Musda Partai Berkarya pada 2018.

Mereka berkumpul dan menandatangani surat bersama terkait status Agung Sugantha. Surat itu akan disampaikan kepada DPW Partai Berkarya NTB dan ditembuskan ke DPP Partai Berkarya.

Ketua DPC Berkarya Kecamatan Mataram Zulhilmi mengatakan SK tersebut cacat prosedur lantaran tidak sesuai AD/ART Partai Berkarya.

"Seharusnya pergantian Ketua DPD itu dilakukan dalam mekanisme musda, musdalub, atau rapat DPD yang dihadiri seluruh ketua DPC. Tapi itu nggak pernah ada," ujar Zulhilmi kepada wartawan di Mataram Kamis (23/1).

Dikatakan, posisi Lalu Wirasakti masih sah sebagai Ketua DPD Partai Berkarya Kota Mataram. Lagipula, nama Wirasakti masih tertera di KPU maupun di Bakesbang Poldagri.

Surat tersebut ditanda tangani enam ketua DPC Partai Berkarya se-Kota Mataram. Mereka adalah Zulhilmi Kecamatan Mataram, Nasrullah DPC Selaparang, Arwin Rosyadi DPC Ampenan, Haerudin AZ Cakranegara, Mariadi Sandubaya, dan Agus Sarjono DPC Sekarbela.

Zulhilmi menduga pergantian Ketua DPD Kota Mataram itu terkait pelaksanaan Pilkada Kota Mataram. Terkait itu, pihaknya berharap hal ini segera diselesaikan sehingga tidak berdampak terhadap proses Pilkada di Kota Mataram.

Sebagai kader Partai Berkarya yang berjuang membesarkan partai berharap semua pihak harus menjalankan mekanisme partai. Artinya, tidak membuat keputusan sepihak.

"Kalaupun ada rapat, kapan rapatnya. Kok kami semua nggak dilibatkan," ungkapnya.

Dia optimistis persoalan ini dapat diselesaikan dengan cepat. Lagipula, Partai Berkarya merupakan partai solid yang menghormati ketentuan partai.

Partai Berkarya Kota Mataram berhasil menempatkan satu kadernya sebagai anggota DPRD Kota Mataram pada pemilu legislatif 2019. Pihaknya bahkan meraup suara lebih kurang 11.400 suara di Kota Mataram.

Torehan itu cukup membanggakan mengingat Berkarya merupakan partai baru. Meski begitu, pihaknya kecewa dengan keputusan Ketua DPW Partai Berkarya NTB itu.

Penulis : Hadi
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan. Komentar menjadi tanggung jawab pribadi. Pemilihan kata tanpa SARA, fitnah, hoax dan ujaran kebencian, sangat Kami hargai.