30 November 2019

HKTI NTB Launching Benih Jagung Hibrida HKTI-1

penandatanganan kerjasama dengan PT Shriram Seed Indonesia dan launching benih jagung hibrida HKTI-1 di Kota Mataram
SASAMBO NEWS - DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia [HKTI] Nusa Tenggara Barat menggelar penandatanganan kerjasama dengan PT Shriram Seed Indonesia dan launching benih jagung hibrida HKTI-1 di Kota Mataram, Sabtu, 30 November 2019.

Dalam acara tersebut hadir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia juga menjabat Ketua Umum DPN HKTI. Hadir juga Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Ketua DPP HKTI NTB, Rumaksi, mengatakan kerjasama HKTI NTB dan PT Shriram Seed Indonesia, karena perusahaan tersebut bersedia transfer teknologi pada perusahaan yang ditunjuk HKTI nanti.

Rumaksi juga menyoroti nasib petani di NTB maupun di Indonesia. Isu soal petani hanya sering digunakan sebagai komoditas politik semata. Banyak orang bicara Kesejahteraan petani hanya saat pemilu.

"Nasib petani sangat menyedihkan selalu jadi isu jualan politik tapi manfaat belum sama sekali dirasakan petani. Selalu jadi korban kebijakan," katanya.

Rumaksi yang juga menjadi Wakil Bupati Lombok Timur ini mengatakan banyak sekali benih palsu yang dijual pada petani, sehingga petani mengalami kerugian. Banyak pihak yang tidak peduli terhadap derita petani.

"Banyak benih kita diduga palsu, banyak kadaluarsa, sehingga yang jadi korban petani kita," ujarnya.

Setali tiga uang dengannya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengatakan banyak petani yang belum sejahtera. Di saat musim kemarau, justru petani yang sering susah mencari makan. Hal itu salah satu dasar dia membuat program pengiriman pelajar bersekolah di luar negeri, untuk membangun SDM unggul

"Kita tidak boleh menjadi penonton, makanya saya kirim sekolah. Di musim kemarau petani kita susah cari makan. Petani ternak lobster besar-besar, tapi anaknya tidak pernah makan lobster," kata Gubernur.

Gubernur juga sejalan dengan visi Jokowi soal industrialisasi. Baginya, industrialisasi adalah mantra untuk mencicipi kemakmuran.

"Industrialisasi mantra untuk mencicipi kemakmuran. Peningkatan nilai tambah di sektor pertanian harus dilakukan," katanya.

Dia tidak ingin NTB jadi tukang ekspor barang mentah, namun balik mengimpor barang jadi yang sebelumnya telah diekspor dari NTB.

"Kita tidak boleh mengekspor berkapal-kapal jagung, sapi dan kemudian datang lagi ke sini jual daging ke kita," ujarnya.

"Kita punya MotoGP, ada hotel bintang lima tapi jangan kita tidak bisa masuk hotel," sambungnya.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan saat ini banyak petani di Indonesia masih menderita dan berada di garis kemiskinan karena sejumlah permasalahan.

Sedikitnya, terdapat lima permasalahan petani Indonesia kata Moeldoko yang mengakibatkan petani Indonesia masih berada dalam garis kemiskinan.

Permasalahan tersebut meliputi persoalan tanah, teknologi, kapital, persoalan manajemen dan persoalan pasca-panen.

"Bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat, yang harus kita pahami persoalan tanah, banyak tanah rusak karena pupuk berlebihan dan juga tanah (pertanian) yang sempit," katanya.

Selain itu persoalan teknologi, karena banyak petani Indonesia kurang mampu menjalankan teknologi pertanian, sehingga masih jauh tertinggal.

Kemudian soal kapital, banyak petani yang kekurangan modal untuk bertani. Pemerintah kata Moeldoko, sudah berupaya mengatasi masalah itu dengan menyediakan kredit usaha rakyat atau KUR.

"Pemerintah sudah menyediakan KUR, tapi persoalannya kenapa petani kita masih menderita dengan modal," kata Moeldoko.

Permasalahan yang tidak kalah penting adalah soal manajemen. Menurut Moeldoko, banyak petani tidak mengetahui perbedaan hasil panen mereka tahun ini dengan tahun kemarin, karena petani tidak melakukan evaluasi.

"Tidak ada pekerjaan yang sempurna kalau tidak dilakukan evaluasi," ujarnya.

Terakhir, masalah yang sering menimpa para petani adalah masalah pasca panen. Saat panen raya, harga akan turun, di satu sisi banyak petani yang tidak menyediakan gudang untuk menampung hasil pertanian. Petani dengan cepat menjual hasil pertanian di saat harga sedang turun.

"Banyak petani langsung menjual hasil panen meskipun harga turun karena berpikir yang penting dapat uang," katanya.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

29 November 2019

Kodim Bima Gelar Latihan Pramuka SWK

SASAMBO NEWS - Kodim 1608/Bima memberikan latihan Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Angkatan ketiga tahun 2019 selama tiga di Desa Sambori Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Latihan Pramuka SWK yang diikuti sekitar 125 orang SMP sederajat tersebut dimulai Rabu hingga hari ini, Jumat (29/11).

Selama pelaksanaan latihan, Pramuka Penggalang dan Penegak diberikan materi latihan oleh Babinsa Desa Keli Koramil 1608-04/Woha Sertu Agus Budi selaku pembina utaman bersama para pembina lain dari Kepramukaan.

Adapun materi yang diberikan seperti melatih disiplin, mengembangkan kreativitas, menanamkan semangat dan kekompakan, wawasan kebangsaan, bela negara dan lainnya.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra di Makodim menyampaikan pelatihan Kepramukaan ini sengaja diberikan sebagai salah satu upaya pembinaan generasi muda yang akan menentukan nasib bangsa kedepan sehingga mereka dari sedini mungkin diberikan pembekalan pengetahuan dan wawasan kebangsaan.

Menurutnya, setiap anak bangsa memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melaksanakan bela negara baik melalui militer sebagai komponen utama maupun melalui pengabdian sebagai komponen cadangan atau pendukung sesuai profesi.

Dandim juga berkenyakinan, dari adik-adik Pramuka ini nantinya akan melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki prestasi dan dedikasi yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

“In syaa Allah semoga adik-adik Pramuka ini tetap memiliki semangat dan disiplin sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka,” Pungkas Dandim yang dikenal humanis tersebut.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

28 November 2019

Kasrem 162/WB Pimpin Tanam Pohon

SASAMBO NEWS - Berbagai upaya untuk menjaga kelestarian hutan terus dilakukan, salah satunya dengan reboisasi seperti yang dilakukan oleh Korem 162/WB dan satuan jajaran sesaat setelah pelaksanaan latihan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf. Endarwan Yansori sebelum penutupan latihan uji siap tempur (UST) Batalyon Infanteri 742/SWY di wilayah Dusun Jelateng Timur, Desa Jelateng Kecamatan Lembar, Kab. Lombok Barat, Kamis (28/11).

Kasrem 162/WB bersama seluruh peserta latihan, baik penyelenggara maupun pelaku melaksanakan penanaman 2000 pohon jenis durian, sengon, kemiri dan gaharu diwilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi dan fungsi hutan diwilayah NTB sudah mulai memperihatinkan, terlebih lagi akibat dari musim kemarau yg cukup panjang serta terjadinya beberapa kebakaran hutan dan lahan.

Sehingga harus membutuhkan perhatian dari semua pihak untuk bersama sama mengembalikan kondisi dan fungsi hutan dengan melakukan reboisasi, ujar Kasrem.

Dijelaskannya, penanaman pohon tersebut sebagai langkah kongkrit satuannya dalam upaya untuk menjaga dan mengembalikan fungsi hutan dan lingkungan. "Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menanam beberapa jenis pohon, semoga tumbuh subur mengingat sekarang sudah mulai memasuki musim hujan," harap Kasrem.

Selain itu, pria kelahiran Bengkulu tersebut juga mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan hutan diwilayahnya masing masing.

Penanaman pohon juga diikuti oleh Camat Lembar, Personel Staf BPDASHL Dodokan Moyosari, tokoh Masyarakat dan tokoh agama.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

25 November 2019

Hari Guru Nasional 2019, SDN Model Mataram Masih Numpang

SDN Model Mataram
SASAMBO NEWS - Ironi dunia pendidikan menimpa SDN Model Kota Mataram di Hari Guru Nasional tahun 2019.

Semenjak berdiri pada tahun 2008, SDN Model yang menerapkan sistem full day school ini hingga kini belum memiliki gedung sendiri.

Walimurid SDN Model Mataram, Kukuh Sugiarto menceritakan tentang kondisi sekolah tempat tiga anaknya menimba ilmu tersebut.

Diceritakan bahwa SD tersebut didirikan atas inisiatif Universitas Mataram dan Pemerintah Kota Mataram. Sekolah tersebut berada di kawasan kampus II Universitas Mataram di Jalan Brawijaya.

Namun entah mengapa, akhirnya pihak Unram memutuskan kontrak sehingga mengambil alih ruang yang digunakan SD tersebut.

SDN Model kemudian dipindahkan dan menumpang di SMP 14 Mataram pada Juni 2016. Ruang yang tidak terpakai di SMP tersebut disulap menjadi ruang kelas.

Namun masalah baru kembali muncul. Kini SMP 14 Mataram akan memperluas ruang sehingga meminta SD tersebut hengkang dari lokasi mereka. Ini justru membuat panik para guru dan orang tua siswa.

"SD Model Kota Mataram itu salah satu SD berprestasi, ironisnya enggak punya gedung sekolah, biasanya numpang gedung sekolah lain kayak anak kost dan sekarang kali kedua diusir ibu kost," kata Kukuh Sugiarto.

Kukuh memiliki tiga anak yang bersekolah di SDN Model Kota Mataram. Masing-masing anaknya duduk di bangku kelas tiga, empat dan kelas enam. Dia menyekolahkan anaknya di sana karena SD tersebut dikenal berprestasi.

Kukuh juga mengkritisi Pemkot Mataram yang justru sibuk mempercantik kota di saat sekolah tersebut terancam bubar akibat tidak memiliki gedung. Pemkot Mataram justru tidak memberikan solusi untuk masalah tersebut.

"Padahal Pemda mampu bangun waterpark, tugu kota, space frame, batas kota, trotoar, taman kota dengan nilai miliaran, tapi untuk investasi SDM dengan bangun gedung sekolah kok enggak mampu," ujarnya.

Dia berharap Pemkot membuka mata dengan kondisi SDN Model Mataram. Pemkot diminta untuk mencari lokasi membangun sekolah tersebut agar tidak lagi menumpang di tempat lain.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

22 November 2019

Polda NTB Tutup Diksar Satpam Angkatan 27

Wadir Binmas Polda NTB AKBP Yusuf Sutejo bersama Direktur Utama PT. Rajawali Buana Agung, Ruhman
SASAMBO NEWS - Wakil Direktur (Wadir) Binmas Polda NTB AKBP Yusuf Sutejo, SIK.MT menutup kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan 27 Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh PT. Rajawali Buana Agung di Balai Latihan Kerja, Dasan Cermen, Kota Mataram, Jum'at (22/11) .

AKBP Yusuf mengucapkan selamat kepada 50 peserta Diksar Satpam yang telah dinyatakan lulus. Dan berharap menjadi bekal peserta dalam menjalankan profesionalisme kerja.

Para peserta Diksar juga diingatkan untuk tidak hanya dapat menjaga diri namun juga memiliki sikap terpuji dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Selamat kepada seluruh peserta Diksar angkatan 27, pendidikan Dasar ini merupakan bekal ilmu yang harus diimplementasikan ketika bekerja, tuntutan kalian tidak hanya bisa menjaga keamanan tapi juga harus mampu memberikan rasa nyaman dan aman terhadap masyarakat" ungkapnya.

Wadir Binmas juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur utama PT. Rajawali Buana Agung, selaku mitra kerja Direktorat Binmas Polda NTB yang menjadi pelaksana pendidikan dan latihan dasar satpam Gada Pratama.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada pimpinan perusahaan, BUMN, BUMD dan Instansi pemerintah maupun swasta selaku pengguna satpam dan berharap kedepan kerjasama akan dapat semakin ditingkatkan.

"Terimakasih kepada Direktur utama PT. Rajawali Buana Agung dan seluruh jajaran Selaku mitra Direktorat Binmas Polda NTB dan terimakasih juga kepada seluruh pengguna satpam Instansi perintah Maupun Swasta semoga kerja sama kedepan akan lebih sama-sama bisa kita tingkatkan" ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT. Rajawali Buana Agung, Ruhman, mengatakan, Satpam sebagai mitra kerja Kepolisian dalam memberikan pelayanan keamanan dituntut untuk bekerja sesuai dengan materi-materi pada Diksar Gada Pratama guna mewujudkan pelayanan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Dengan demikian PT. Rajawali Buana Agung hadir sebagai wadah pencetak satpam-satpam berintegritas dan Profesional.

"Satuan pengamanan sebagai keamanan swakarsa dituntut memiliki sikap profesional, modern, dan terpercaya dalam menjalankan tugas sesuai dengan Seluruh Materi Diksar, kami hadir sebagai tempat untuk melatih satpam-satpam yang bisa diandalkan, yang bisa melayani Masyarakat dengan Ikhlas sepenuh hati Sebab, satpam merupakan mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban" pungkasnya.

Peserta Diksar, Devi Widiastuti mengatakan selama 23 hari pelaksanaan kegiatan Diksar, pelayanan yang diberikan oleh PT. Rajawali Buana Agung sangat memuaskan dan mendapatkan bekal pengalaman untuk bisa bekerja dengan baik.

"Selama pelatihan pelayanannya sangat memuaskan, punya cukup bekal untuk bekerja sebagai pelayan keamanan" tuturnya.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

Tingkatkan Sinergitas Antar Instansi, Kodim dan Pemda Loteng Olahraga Bersama

Olahraga bersama
SASAMBO NEWS - Banyak cara untuk menjaga dan meningkatkan hubungan silaturrahmi antar sesama baik secara perorangan maupun kelembagaan seperti yang dilakukan Kodim 1620/Loteng dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah.

Kedua institusi tersebut menggelar olahraga bersama di Alun-Alun Tastura Praya Kabupaten Loteng yang dihadiri Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., dan Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT. bersama jajaran kedua institusi.

Pada pelaksanaan apel pagi, Bupati Loteng menyampaikan tentang komitmennya sebagai pelayan publik yang baik karena semua kebutuhan sudah diberikan oleh negara.

Menurutnya, Loteng kedepan akan mendapat tantangan yang lebih besar lagi dan semoga semua bisa segera diselesaikan dengan baik.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan dalam rangka HUT Provinsi NTB tahun 2019, pihaknya mengajak untuk turun ke desa selama 1 bulan membersihkan saluran drainase warga sehingga pada musim hujan tidak terjadi banjir.

Terpisah, Dandim Loteng memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan olahraga yang dihadiri seluruh anggota bersama ASN Pemda Loteng.

"Ini sebagai wujud sinergitas TNI dengan Pemda yang saling mendukung setiap event baik kecil maupun besar," ujarnya.

Hal itu dilakukan, lanjut Dandim, untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan antar instansi sehingga setiap permasalahan yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah bisa diselesaikan secara cepat, tepat dan maksimal.

Dandim berharap sinergitas yang sudah terjalin dengan baik tersebut terus berkesinambungan hingga ditingkat desa antara TNI, Polri, Pemda dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah sehingga program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat berjalan sesuai harapan.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

18 November 2019

Konsolidasi Dan Jamin Proyek Tetap Jalan

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Hj. Lale Prayatni
SASAMBO NEWS - Seluruh proyek fisik yang ada di Dinas Pariwisata dijamin tetap jalan sesuai proses yang semestinya.

Demikian ditegaskan oleh Asisten II Bidang  Pembangunan dan Perekonomian yang telah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Hj. Lale Prayatni.

"Karena ini adalah proyek DAK (Dana Alokasi Khusus, red), maka harus ada komitmen untuk tetap melanjutkannya," tegas satu-satunya Calon Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat perempuan yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Menurut Lale, seluruh proses pembangunan destinasi wisata di tahun anggaran 2019 ini akan tetap berjalan sebagaimana dalam perencanaan.

“Saat ini yang saya tahu, progress proyek seluruhnya sudah selesai lima puluh persen. Karena tanggal 17 kemarin juga sudah harus masuk tujuh puluh lima persen,” terang Lale mengaku harus optimis untuk bisa menuntaskan seluruh proyek yang ada di Dinas Pariwisata.

Salah satu alasan utama mengapa dirinya akan berusaha keras menggerakkan seluruh potensi di Dinas Pariwisata adalah karena sumber anggaran DAK ini memiliki aturan yang khusus.

“Jika tidak bisa kita tuntaskan seratus persen di jadwal yang seharusnya, maka kita khawatir justru akan menjadi beban APBD kita secara murni karena DAK tidak akan membiayainya sesuai dengan komitmen awal ketika kita menerima DAK,” tegas Lale.

Menurut Lale, seluruh kontrak DAK akan berakhir di tanggal 16 Desember nanti. Jika melampaui hal tersebut, pihaknya khawatir akan menjadi beban APBD Lombok Barat di Tahun Anggaran 2020.

“Saya yakin kita akan sulit meloby Pemerintah Pusat untuk adendum soal waktu. Sehingga kita minta semua rekanan bisa bekerja lebih cepat bekerja agar tidak menjadi beban buat APBD kita di tahun 2020,” harap lale.

Secara khusus untuk proyek DAK di Pusuk Pass yang terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT)  Kepala Dinas Pariwisata, IJ oleh Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa lalu (12/11), Lale akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan pihak Kejaksaan Negeri Mataram. Namun Lale meyakini pihaknya dan perusahaan yang mengerjakan proyek di Monkey Forest Pusuk Pass akan diberikan keleluasaan untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang direncanakan. Menurut Lale, kasus OTT dengan pelaksanaan proyek adalah suatu hal yang terpisah.

Berdasarkan informasi dari berbagai media, proyek infrastruktur destinasi Dinas Pariwisata Lombok Barat tidak hanya ada di kawasan Pusuk Pass dan bernilai lebih dari Rp. 1,58 milyar. Setidaknya masih ada 4 proyek lainnya seperti Penataan Kawasan Sesaot dengan nilai Rp. 1,3 milyar, Proyek di Desa Buwun Mas Sekotong dengan nilai Rp. 1,3 milyar lebih, dan Proyek lanjutan penataan Wisata Lingsar dengan nilai lebih dari Rp. 1,3 milyar dan Rp. 400 juta.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan sendirinya melakukan tindakan pemberhentian sementara Kepala Dinas Pariwisata IJ akibat kasus pidana yang menjeratnya.

“Hari ini kita sudah memproses pemberhentian sementara Sauadara IJ sebagai Kepala Dinas dan selaku Aparatur Sipil Negara. Karena diangkat dengan SK Bupati, maka diberhentikan sementara juga dengan SK Bupati yang secara simultan mengangkat Ibu Lale Prayatni selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Kabupaten Lombok Barat, Suparlan saat ditemui di tempat terpisah.

Suparlan memastikan soal pemberhentian tetap IJ dari status ASN-nya hanya bisa dilaksanakan bila yang bersangkutan divonis bersalah dan telah inkracht. Untuk itu, pihaknya meminta agar semua pihak menghargai proses hukum dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

HMI MPO Mataram Dukung Pemerintah untuk Membangun Pendidikan

Ketua HMI MPO Cabang Mataram Muhammad Arif
SASAMBO NEWS - Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Mataram Muhammad Arif berharap agar pemuda bisa mendukung pemerintah untuk membangun dunia pendidikan.

Harapan ini disampaikan Muhammad Arif usai pelantikan kepengurusan HMI MPO Cabang Mataram periode 2019-2020 di kantor Bakesbangpoldagri Provinsi NTB pada Minggu 17 November 2019.

"Inti dari pelantikan ini ada harapan besar untuk NTB kedepannya, " ujar Muhammad Arif.

Menurut Arif, semangat pemuda untuk membangun dunia pendidikan relatif kendor. Oleh sebab itu, ia mendorong pemuda agar bisa kreatif dalam memberikan ide maupun karya untuk membangun pendidikan.

"Kami melihat forum-forum intelektual mulai memudar, jadi Kami berinisiatif kepengurusan satu tahun kedepan untuk membangkitkan kembali gerakan literasi pemuda," ucapnya.

Di kepengurusan satu tahun kedepan, Arif berusaha agar HMI MPO Cabang Mataram bisa memberikan inspirasi seputar dunia pendidikan yang dikemas dalam bentuk buku.

"Harapan kami sama - sama membangun memberikan karya memberikan kontribusi dan harus lebih fokus pada gerakan intelektual, jadi ada karya yang ingin kita ciptakan yaitu menciptakan buku," kata M. Arif.

Untuk diketahui bahwa pada Minggu 17 November 2019, Kepengurusan HMI MPO Cabang Mataram periode 2019-2020 dikukuhkan.

Muhammad Arif menjadi Ketua HMI MPO Cabang Mataram, Risdamudin menjadi Sekertaris Umum, sedangkan Nuryanti menjadi Bendahara Umum.

Penulis : SN01
Editor : Hadi
Publikasi : Admin Sasambo News

Massa Tegaskan BIL - LIA Harga Mati

Unjukrasa menolak perubahan nama Bandara di Lombok
SASAMBO NEWS - Massa menegaskan menolak perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) atau Lombok International Airport (LIA) menjadi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Penegasan tersebut disampaikan orator saat berunjukrasa di kantor DPRD Provinsi NTB pada Senin 18 November 2019.

Menurut massa, penolakan nama bandara ZAM oleh massa karena belum ada musyawarah mufakat.

"Tidak ada mufakat. Perubahan tidak berdasarkan musyawarah." Ujar orator.

Massa meminta kepada anggota DPRD Provinsi NTB agar tidak mensetujui perubahan nama BIL atau LIA ke ZAM.

"Kami minta pemerintah tidak merubah nama bandara, BIL atau LIA harga mati." Kata orator.

Hingga berita ini ditulis, massa masih melakukan orasi di depan kantor DPRD Provinsi NTB Jl. Udayana No. 11 Mataram.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

17 November 2019

Pengacara Sebut Kadispar Lombok Barat Jadi Korban OTT

Pengacara Ispan, Lalu Sultan Alifian SH., MH saat jumpa pers
SASAMBO NEWS - Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi resmi ditetapkan tersangka pasca OTT kasus dugaan pemerasan kontraktor proyek fisik pariwisata di hutan Pusuk.

Kejari Mataram mengatakan pelaku meminta lima persen jatah proyek revitalisasi monkey forest di Pusuk. Ditemukan uang tunai Rp 95.850.000 dari tas ransel hitam milik pelaku.

Ispan dituduh melanggar pasal 12e Undang-undang 31 tahun 1999 Jo UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pengacara Ispan, Lalu Sultan Alifian SH., MH, mengatakan proses OTT yang dilakukan terhadap Ispan sarat  rekayasa.

"Kami coba komunikasikan dan klarifikasi dengan pihak Ispan Junaidi dan setelah rembuk bersama kawan kawan dari tim kuasa hukum yang pertama bahwa dalam proses OTT ini seolah-olah seperti kasus dan memiliki indikasi yang sarat konstruksi rekayasa dari pihak pihak tertentu," katanya.

Dia juga mengatakan proses penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan terkesan buru-buru.

"Penetapan tersangka terlalu terburu buru," ujarnya.

Sultan mengatakan telah memiliki banyak alat bukti yang akan akan dihadirkan ke pengadilan untuk membantah Ispan Junaidi terlibat kasus korupsi.

"Kami tim kuasa hukum akan membuktikan di fakta persidangan bahwa Ispan Junaidi tidak bersalah," ungkapnya.

Kuasa hukum lainnya, Muhamad Haerudin MS mengatakan, punya setumpuk alat bukti yang akan menjadi kejutan bagi jaksa di pengadilan. Dia mengatakan barang bukti yang dikantongi terkait tidak terlibatnya Ispan dalam kasus pemerasan.

"Intinya, kami memiliki setumpuk barang bukti yang akan menjadi kejutan bagi jaksa di pengadilan. Barang bukti itu berkaitan dengan tidak terlibatnya Ispan dalam kasus pemerasan," ujarnya.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

Ratusan Warga NTB Ikut Audisi Liga Dangdut Indonesia 2020

Warga NTB Daftar Audisi Liga Dangdut Indonesia 2020
SASAMBO NEWS - Ratusan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) pada Minggu 17 November 2019.

Bertempat di Taman Budaya Provinsi NTB Jl. Airlangga Kekalik Jaya, Sekarbela - Mataram, audisi LIDA 2020 Provinsi NTB dimulai sejak pukul 09.00 WITA.

Salah seorang pendaftar LIDA 2020 asal Kabupaten Lombok Tengah bernama Susi Susanti mengaku senang bisa ikut audisi.

Perempuan 20 tahun ini termotivasi untuk meningkatkan kualitas olah vokal sekaligus unjuk kebolehan di kompetisi dangdut terbesar di Indonesia ini.

"Untuk meningkatkan kualitas vokal. Saya akan menunjukkan ke masyarakat Indonesia bahwa saya bisa." Ujar Susi Susanti.

Di lokasi audisi, terlihat ratusan calon peserta rela antri untuk melakukan pendaftaran. Syarat pendaftaran yakni pria atau wanita dengan melampirkan fotokopi KTP/kartu pelajar serta foto terbaru berwarna ukuran 3R sebanyak 2 lembar.

VP - PSRD Division Head, Ekin Gabriel mengatakan Audisi LIDA 2020 digagas Indosiar. Kompetisi dangdut ini digelar di 34 kota besar Indonesia termasuk di Kota Mataram Provinsi NTB.

Peserta yang lolos audisi, akan berjuang kembali mewakili provinsinya dan bertemu dengan duta provinsi lainnya untuk memperebutkan gelar bergengsi di panggung LIDA 2020.

"Tahun ketiga penyelenggaraan LIDA 2020. Indosiar semakin selektif untuk mempertemukan duta-duta dangdut terbaik dari provinsi Indonesia paling barat hingga timur dengan membawa beragam kekayaan adat dan budaya. Sehingga program LIDA 2020 dapat menjadi program yang tidak hanya menjadi inspirasi bagi pemilik talenta terbaik namun juga dapat melahirkan idola dangdut baru di tanah air," tutur Ekin Gabriel.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

14 November 2019

Buat Aplikasi Kesehatan, Dokter Sekotong Terima Penghargaan

dr. Sapto Sutardi berhasil meraih penghargaan tingkat nasional tenaga kesehatan teladan puskesmas se-Indonesia
SASAMBO NEWS - 140 orang tenaga kesehatan teladan puskesmas se-Indonesia menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto pada Selasa 12 November 2019 di Jakarta.

Pemberian penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2019 ini merupakan bentuk apresiasi bagi para tenaga kesehatan atas pengabdian dan kerja kerasnya.

Salah satu putra terbaik Lombok Barat, dr. Sapto Sutardi berhasil meraih penghargaan tingkat nasional itu.

Dokter umum yang bertugas di UPT BLUD Puskesmas Sekotong sejak 2017 itu mendapat juara 1 (satu) Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di tingkat Nasional.

Dokter kelahiran Gerung ini membuat inovasi berupa aplikasi yang dinamakan "dr. Sapto Anthro".

Aplikasi berbasis android ini memiliki fungsi untuk menilai status gizi dengan cepat, tepat, dan akurat (usia 0-19 tahun). Aplikasi ini mengacu pada WHO Child Growth Standards dengan metode LMS.

Aplikasi kesehatan ini sebenarnya merupakan pengembangan dari aplikasi yang dibuatnya saat masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unram.

Selanjutnya dikembangkan untuk menjaring kasus gizi buruk terutama untuk kaitannya dengan kasus stunting.

Pengujian aplikasi ini sebelumnya telah dilakukan kepada petugas gizi dan ibu rumah tangga.

Pengujian objektif menunjukkan, petugas jika menggunakan aplikasi ini, 7 kali lebih cepat, dan kesalahan perhitungan 0%.

Dengan menggunakan aplikasi ini terjadi peningkatan temuan kasus gizi buruk dua kali lipat dari tahun sebelumnya melalui pelibatan masyarakat dengan aplikasi, dan meningkatkan dua kali lipat kecepatan perbaikan gizi oleh dokter dan petugas gizi.

Karena masyarakat dapat terlibat langsung dalam screening awal kasus stuting atau gizi kurang dan gizi buruk.

"Saya sangat senang karena bisa memberikan yang terbaik kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Lombok Barat dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Semoga kedepannya aplikasi ini bukan hanya dikembangkan di Kabupaten Lombok Barat saja, tapi dapat digunakan secara nasional," ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahan Putra saat ditemui pagi tadi 14 November 2019 mengaku bangga dengan prestasi yang diukir dr. Sapto.

“Pada prinsipnya kita sangat mendukung implementasi software dr. Sapto Anthro ini dalam rangka mempermudah penentuan status gizi balita. Namun demikian perlu ada pengkajian empiris lebih lanjut tentang validitas hasilnya dan ada langkah-langkah pembelajaran kepada masyarakat tentang penggunaan software tersebut,” kata Rachman.

"Sedangkan terkait dengan harapan dr. Sapto utk diangkat jadi PNS, kita sangat mendukung dan berupaya untuk memperjuangkannya. Apalagi dr. Sapto telah menjadi aset daerah yang telah menunjukkan prestasi luar biasa. Namun demikian tetap harus melalui proses rekrutmen PNS sesuai ketentuan yang berlaku," sambungnya.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

Korem 162/WB Laksanakan Wasev Binter Terpadu Wilayah Lobar

pengawasan dan evaluasi restorasi sungai yang dilakukan Kodim 1606/Lobar
SASAMBO NEWS - Program pembinaan teritorial (Binter) terpadu tahun 2019 dilaksanakan secara serentak diseluruh Kodim jajaran Korem 162/WB selama 21 hari beberapa minggu kedepan.

Hal itu dikatakan Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos. pada Rabu 13 November 2019.

Siang tadi, Pasi Bhakti Ster Korem 162/WB Mayor Inf Made Darma Aksara, SH. M.I.Kom., melakukan pengawasan dan evaluasi restorasi sungai yang dilakukan Kodim 1606/Lobar yakni pemasangan bronjong di Dusun Lamper Desa Jagaraga Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, Binter terpadu dilakukan dengan mensinergikan program pembangunan Pemerintah Daerah dengan program TNI AD khususnya satuan teritorial di daerah untuk membantu kelancaran pembangunan.

"Binter terpadu merupakan program dari TNI AD untuk membantu mempercepat Program Pemda mensukseskan pembangunan di daerahnya sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat," ujar Dahlan.

Dalam pelaksanaannya, program Binter terpadu disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat bisa program fisik dan juga bisa non fisik seperti penyuluhan atau sosialisasi dalam rangka memberdayakan kemampuan masyarakat.

Pria kelahiran Taliwang KSB tersebut berharap dengan adanya program tersebut, pembangunan di daerah dapat terlaksana sesuai tujuan mencapai hasil maksimal tentunya secara berkesinambungan.

Penulis : 01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

13 November 2019

Tim Resmob Polres Lombok Tengah Tangkap Pencuri Mobil

terduga pelaku pencurian mobil milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Tengah
SASAMBO NEWS - Tim Resmob Polres Lombok Tengah tangkap terduga pelaku pencurian mobil milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Tengah. Pencurian tersebut terjadi pada tahun 2017 lalu di parkiran depan sebuah toko di Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol H. Purnama S.I.K. mengungkapkan pencurian dilakukan ketika korban menghadiri pengukuhan Paskibraka di Lombok Tengah,

“Pelaku diketahui berinisial LSN (41) asal Kelurahan Praya Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Saat korban keluar mencari mobilnya di parkiran, ternyata sudah raib.” Ujar Kabid Humas Polda NTB di Mataram, Rabu 13 November 2019.

Terduga pelaku memasang nomor kendaraan palsu dan mengubah warga mobil Suzuki Ertiga yang semula berwarna putih menjadi hitam.

“Tim sempat meminta tolong kepada pegawai bengkel untuk mengirimkan nomor rangka mobil tersebut untuk dilakukan pengecekan. Setelah Tim melakukan pemeriksaan bahwa benar mobil tersebut adalah mobil curian,” ujarnya.

Polisi mendapat informasi pelaku berada di Lombok Timur. Polisi kemudian melakukan penangkapan dan membawa pelaku ke Polres Lombok Tengah.

Penulis : Rahmat
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

Pusuk Gelar Festival Pesona Pusuk Lestari 2019

Crop banner Festival Pesona Pusuk Lestari 2019
SASAMBO NEWS – Desa Pusuk Lestari mengadakan Festival Minum Tuak Manis atau air nira pada 24 November 2019.

Menurut Kepala Desa Pusuk Lestari Lombok Barat (Lobar), Junaidi, Festival Minum Tuak Manis digelar sebagai upaya mendukung Pusuk Lestari sebagai Desa Wisata berbasis industri lokal.

“Festival Pesona Pusuk Lestari 2019,” ujar Junaidi pada Rabu 13 November 2019.

Dipaparkan Junaidi, persiapan untuk festival ini sudah mencapai 80 persen. Di antaranya telah disiapakan gelas yang terbuat dari bambu, jalur forest tracking di Monkey Forest, serta jalur Trail Adventure.

Yang belum disiapkan yaitu perlengkapan yang dibutuhkan pada saat acara seperti tenda, panggung, dan umbul-umbul.

Adapun target tuak manis yang dihidangkan adalah minimal 3000 gelas dengan mengundang semua instansi di Lombok Barat termasuk bupati dan juga Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Selain menampilkan sejumlah produk turunan dari tuak manis seperti gula batu dan gula semut, acara ini juga akan menampilkan para pemuda yang kreatif di antaranya dalam bentuk perkusi dengan memanfaatkan tong-tong sampah bekas dan juga penampilan tarian Gendang Beleq Desa Pusuk Lestari.

Dikatakan Junaidi, acara ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lobar termasuk Dinas Pariwisata dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Acara yang kemungkinan disponsori juga oleh Krida Mataram karena ada kegiatan trail adventure-nya ini juga akan menampilkan seorang pemuda yang akan meracik tuak manis layaknya bartender ala bar-bar.

Yang unik dari acara ini adalah minuman tuak manis akan dihidangkan langsung dengan bumbung yaitu alat untuk menampung tuak manis saat dipanen dan dituang ke gelas dari bambu.

“Diminumnya pake bumbung diambil langsung dari pohonnya,” pungkas Junaidi.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

Ganti STNK Kini Bisa di Samsat Drive Thru Narmada

Foto bersama saat launcing program peningkatan pelayanan untuk pembuatan dan pergantian STNK lima tahunan di Kantor Samsat Drive Thru Narmada.
SASAMBO NEWS - Mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kini semakin mudah bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Lingsar, Narmada, Lombok Barat.

Kini Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) atau Kantor Samsat Gerung bekerja sama dengan pihak kepolisian, Jasa Raharja, serta Pemerintah Kecamatan Narmada melauncing program peningkatan pelayanan untuk pembuatan dan pergantian STNK lima tahunan di Kantor Samsat Drive Thru Narmada.

Kepala Samsat Gerung, Saiful Amry mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan lokasi kantor pelayanan Samsat yang terlalu jauh. Ini membuat sebagian masyarakat merasa malas untuk membayar pajak kendaraan. Akibatnya, pajak kendaraan kurang maksimal.

"Program peningkatan pelayanan ini untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saya sering datang kesini, masyarakat banyak yang mau untuk membayar pajaknya, namun karena jarak perjalanan yang jauh mereka malas ke Kantor Samsat di Gerung,” katanya.

Menurutnya, dari sepuluh kecamatan di Lombok Barat, Kecamatan Narmada tertinggi obyek tunggakannya. Dengan adanya program ini masyarakat diharapkan bisa lebih mudah membayar pajak kendaraan.

“Pelayanan Samsat ini sebelumnya hanya melayani pembayaran PKB dan pengesahan STNK. Sekarang bisa pengesahan STNK untuk lima tahun,” jelas Amry.

Berdasarkan data yang dimiliki Bappenda Provinsi NTB, kendaraan roda empat di Kecamatan Narmada tercatat sebanyak 2.953 atau 25,13 persen, sedangkan kendaraan roda dua sebanyak 35.044 atau 45 persen.

Untuk tunggakan tahun berjalan dari Januari-November 2019, tercatat sebanyak 199 unit kendaraan roda empat dengan nilai Rp. 195 juta yang menunggak. Selanjutnya untuk roda dua 2.372 unit atau diuangkan senilai Rp. 83 juta.

PLH Kepala Bappenda Provinsi NTB Ibu Hj. Eva Dwiyani cukup berbangga dengan inovasi yang dilakukan Samsat Gerung yang telah membuka layanan pencetakan SNTK untuk lima tahunan.

Ia kemudian meminta pihak kecamatan dan para kepala desa yang hadir baik ikut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pelayanan tersebut.

Kerena ia pun menyebut potensi di Kecamatan Narmada dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

"Terima kasih. Dengan adanya peningkatan layanan dari pelayanan tahunan menjadi lima tahunan ini dapat diikuti oleh Samsat lain NTB," ujarnya.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

11 November 2019

Korem 162/WB Gelar Penyuluhan Bahaya Radikalisme

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat penyuluhan bahaya radikalisme
Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat penyuluhan bahaya radikalisme
SASAMBO NEWS - Korem 162/WB memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Persatuan Dharma Pertiwi Cabang NTB Daerah J di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, pada Senin 11 November 2019.

Dharma Pertiwi merupakan perkumpulan para istri TNI baik Persit KCK untuk istri anggota TNI AD, Jalasinatri untuk istri anggota TNI AL dan Pia Ardhya Garini untuk istri anggota TNI AU.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., dalam sambutannya menjelaskan tentang radikalisme.

"Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan secara masif, sistimatis pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan ekstrim," jelas Danrem 162/WB.

Menurutnya, kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan dalam waktu singkat, drastis dan terkadang bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Untuk saat ini, radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal melakukan cara apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk dalam bentuk teror kepada pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Adapun cara dalam penyebaran paham radikalisme bisa dengan melakukan pertemuan langsung atau memanfaatkan tekhnologi yang ada seperti internet untuk mempengaruhi masyarakat yang menjadi target mereka.

Danrem 162/WB berharap agar para istri TNI tersebut setelah menerima penyuluhan, dapat menangkal penyebaran paham radikalisme terhadap diri sendiri, keluarga dan di lingkungan tempat tinggal sehingga dapat memperkecil dan menutup ruang gerak penganut paham radikal.

Sementara Ketua Dharma Pertiwi Ny. Kirana Rizal Ramdhani memberikan apresiasi atas pelaksanaan penyuluhan tentang radikalisme kepada ibu-ibu Dharma Pertiwi sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikal.

Ny. Kirana juga meminta kepada para peserta untuk memperhatikan materi yang diberikan dan menanyakan apabila kurang jelas sehingga bermanfaat bagi diri dan keluarga.

Ny. Kirana berpesan agar peserta melakukan pengawasan terhadap anak-anak dalam menggunakan media sosial mengingat penyebaran paham radikal juga bisa melalui media sosial seperti foto dan video.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan oleh Kasi Intelejen Korem 162/WB Mayor Inf. Hendra Sukmana.

Penulis : SN01
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News

10 November 2019

Danrem 162/WB Apresiasi Operasi Katarak Lampaui Target

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han saat di wawancara wartawan
Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han saat diwawancarai wartawan
SASAMBO NEWS - Pasien operasi katarak yang diselenggarakan Pemda Lotim bekerjasama dengan Korem 162/WB, Walubi, Ausneyes, Ausrelief dan yayasan A New Vision sampai Minggu 10 November 2019 sudah mencapai sekitar 800 pasien.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., saat berkunjung melihat langsung proses operasi katarak di Rumah Sakit Islam Harapan kita Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur kepada insan media menyampaikan kegiatan operasi katarak berlangsung selama tiga hari yakni mulai hari Jumat lalu sampai hari ini.

"Alhamdulillah, pada hari pertama jumlah pasien yang dioperasi sebanyak 100 orang, hari kedua 340 orang dan hari ini mudah-mudahan bisa 360 pasien sehingga total jumlah pasien melebihi minimal 700 pasien dengan harapan masyarakat NTB lebih sehat dan siap menatap masa depan," ujar Danrem 162/WB.

Kegiatan bakti sosial operasi katarak dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Juang Kartika, Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan Nasional.

Danrem juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan pelaksanaan operasi katarak di Kabupaten Lombok Timur.

"Dengan bersinergi maka semua permasalahan yang ada di NTB baik kesehatan, sosial dan lainnya akan bisa diselesaikan dengan baik," tutupnya.

Sementara dr. Indra Wahidin dari Yayasan A New Vision dalam wawancaranya mengucapkan terimakasih kepada Pemda Provinsi dan Pemda Lotim, Korem 162/WB dan masyarakat atas pelaksanaan operasi katarak karena dengan kerjasama target tercapai, bahkan Danrem minta target dilampaui.

"Semoga pasien yang dioperasi cepat sembuh dan cepat bisa melihat kembali," harapnya.

Menurut dr. Indra sapaan akrabnya, selama pelaksanaan operasi katarak tidak ada kesulitan yang dihadapi karena sudah sering melakukan kegiatan yang sama.

"Dari tahun 2012 sampai hari ini sudah hampir 13 ribu mata yang sudah dioperasi diseluruh nusantara," terangnya.

Adapun tenaga operasi yang digunakan sebanyak 5 orang dokter dan masing-masing dokter dengan dua orang asisten dan tim relawan.

"Tim relawan yang paling menonjol dan paling banyak membantu dari Babinsa," pungkasnya.

Pada kesempatan yang baik tersebut hadir dilokasi Bupati Lotim, Dandim 1615/Lotim, Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Kapolres Lotim dan Kajari Lotim.

Penulis : SN09
Editor : Rahmat
Publikasi : Admin Sasambo News